Saturday, July 4, 2015

Apakah pertobatan itu?

Hasil gambar untuk apa itu pertobatan

Pertobatan adalah tindakan orang berdosa untuk "berbalik" kepada Allah, setelah Roh Kudus meyakinkan dia akan dosa, membawa perubahan dalam pikiran, keinginan, sikap dan kehidupan orang berdosa itu sebagai akibat dari pekerjaan iman yang menyelamatkan melalui penebusan yang membenarkan dia. Dalam pengertian lebih terbatas, kata "pertobatan" sering di artikan sebagai "tindakan sukarela dari jiwa atau orang yang secara sadar menerima Kristus dengan iman sebagai Juruselamat." "Kelahiran kembali" atau lahir baru adalah menciptakan keadaan hati yang sama sekali baru, itu bukanlah tindakan pribadi manusia, melainkan pekerjaan Roh Kudus yang membuat kita mengalami perubahan hati. Pertobatan berarti dilahirkan kembali "dari atas" (Yoh. 3:7), suatu "pembaruan budi" (Rm. 12:2), "menanggalkan manusia lama ... dan mengenakan manusia baru" (Ef. 4:22, 24). Perubahan melalui kelahiran kembali terletak pada penemuan kembali citra moral Allah dalam hati - "suatu kondisi yang memungkinkan kita mengasihi Dia amat sangat dan menemukan sukacita tertinggi saat melayani Dia." Maka benarlah jika dianggap bahwa orang yang ingin melakukan kehendak Allah serta menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya - orang yang menganggap dirinya dan semua miliknya adalah untuk melayani Tuhan - ia telah dilahirkan kembali, dan siap dipakai oleh Tuhan dalam pekerjaan-Nya.

PERTOBATAN [browning]

1) Pada waktu seseorang menjawab panggilan Allah, saat itu dikenang sebagai pengalaman pertobatan. Hal tersebut ditandai dengan perubahan cara hidup. Dalam PB pertobatan diikuti dengan *baptisan, seperti yang terjadi pada kepala penjara *Filipi dan keluarganya (Kis. 16). Perubahan Paulus dari seorang Yahudi penganiaya menjadi seorang Kristen pemberita Injil, secara tradisional disebut pertobatannya. Namun, hal itu tentu saja bukanlah perpindahan dari keadaan tidak *beriman menjadi beriman atau dari kehidupan yang ceroboh menjadi kehidupan yang teratur, bahkan kemungkinan ia tidak melihatnya sebagai pergantian menganut agama, tetapi pergantian dari warisan *Yudaismenya ke Yudaisme yang benar. Kini Paulus yakin bahwa ia dipanggil untuk pergi kepada orang-orang *bukan Yahudi untuk membawa mereka pada iman kepada Yesus, yang adalah *Mesias yang semula diberitakan oleh sekte orang-orang Kristen, yang sebelumnya dipandang rendah, namun dengan mereka kini Paulus bergabung (Kis. 24:5). Orang-orang yang menanggapi pemberitaan Paulus tertarik oleh identitas kelompok persekutuan Kristen di rumah-rumah yang begitu kuat. Mereka yang bertobat karena Paulus sering adalah anggota masyarakat pinggiran (1Kor. 1:26). Para wanita tertarik karena dihargai sebagai pribadi yang setara (Gal. 3:28). 2) Suatu perubahan batin atau sikap. Perubahan seperti ini dalam PL bahkan dapat berlaku pada Allah (1Sam. 15:11). Pertobatan dituntut dari umat Allah yang pertobatan lazimnya sering dituangkan dalam bentuk-bentuk kultis belaka, dan oleh karena itu dikutuk oleh para nabi sebagai tidak cukup dan kosong (Am. 4:6Hos. 6:4Yes. 1:10-17) tanpa perubahan mendasar yang dituntut oleh *Taurat. Pengharapannya terletak pada kemungkinan bahwa kelak Tuhan akan memberikan umat-Nya suatu *hati yang baru (Yeh. 36:26-31), dan bahwa akan ada *pengampunan kepada semua yang bertobat (Yes. 1:18-19). Dalam PB pertobatan itu diberitakan oleh *Yohanes Pembaptis (Mat. 3:9-10) dan harus disahkan oleh *baptisan. Seruan itu diulangi Yesus (Luk. 5:32) dan sesekali juga oleh Paulus (mis. Rm. 2:4), dan lagi dalam Why. 2:5.

I. Dalam PL
Kata Ibrani syuv berarti berputar, berbalik kembali. Mengacu kepada tindakan berbalik dari dosa kepada Allah. Dalam Yer 3:14 diterjemahkan 'kembalilah', dalam Mzm 78:34 'berbalik', dalam Yer 18:8 'bertobat'. PL beberapa kali bicara tentang suatu bangsa kembali kepada Allah, satu kali tentang bangsa kafir di Niniwe (Yun 3:7-10), dan selebihnya berkaitan dengan Israel. PL jarang sekali mencatat pertobatan perseorangan (Mzm 51:14, peristiwa Naaman, Yosia dan Manasye), tapi menubuatkan pertobatan 'segala ujung bumi' kepada Allah (Mzm 22:28). Bagi orang Israel, yaitu umat perjanjian Allah, pertobatan berarti kembali kepada Allah sesudah tersesat dan sesudah mendurhakai-Nya. Dengan perkataan lain, bukan berubah agama tapi meneguhkan kembali kepercayaan dan ketaatan pribadi kepada Allah.
PL menekankan bahwa cakupan pertobatan melebihi duka cita penyesalan dan perubahan tingkah laku lahiriah. Dalam keadaan apa pun pertobatan yg sungguh kepada Allah mencakup merendahkan diri batiniah, perubahan hati yg sungguh, dan benar-benar merindukan Yahweh (Ul 4:29 dab; 30:2, 10Yes 6:9 dab; Yer 24:7), disertai pengenalan yg jelas dan baru akan diriNya dan jalan-Nya (Yer 24:7; bnd 2 Raj 5:152 Taw 33:13).
II. Dalam PB
a. metanoia dan metanoeo muncul dalam PB kr 58 kali dan selalu diterjemahkan 'bertobat', kecuali Luk 17:3 ('menyesal') dan Ibr 12:17 ('memperbaiki kesalahan', yg lebih merupakan tafsiran daripada terjemahan). Arti asasi kedua kata di atas ialah perubahan hati, yakni pertobatan nyata dalam pikiran, sikap, pandangan dengan arah yg sama sekali berubah, putar balik dari dosa kepada Allah dan pengabdian kepada-Nya. Inilah yg terungkap dalam perangai atau perilaku seseorang sebagai dampak dari karya Roh Kudus yg melahirkan kembali orang itu.
Tapi adalah salah bila meremehkan duka cita penyesalan dan kebencian terhadap dosa, berpaling dari dosa itu dan menghadap Allah. Memang benar, ada dukacita yg abnormal yg bukan pertobatan (lih 2 Kor 7:10); dukacita demikian jelas dalam peristiwa Yudas (Mat 27:3-5) dan Esau (Ibr 12:17). Tapi ada duka cita penyesalan yg sesuai dengan kehendak Allah, yg melahirkan pertobatan dan mendatangkan keselamatan (2 Kor 7:9-10) dan hal ini, mutlak sebagai unsur pertobatan (lih Ayb 42:5-6Mzm 51:1-17Luk 22: 61).
Pertobatan adalah syarat mutlak untuk beroleh keselamatan. Yesus memulai pelayanan-Nya di muka umum dengan seruan 'bertobatlah', dan salah satu ucapan-Nya sebelum Ia naik ke sorga ialah, 'pertobatan dan pengampunan dosa harus diberitakan kepada segala bangsa' (Luk 24:47, bnd 13:3-5). Baik Petrus (Kis 2:38) maupun Paulus (Kis 17:30) memberitakan mutlak perlunya pertobatan, dan dalam Kis 20:21 Paulus meringkaskan injilnya dengan, 'Bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita Yesus Kristus'. Tuntutan supaya bertobat, dan kenyataan bahwa pertobatan adalah mutlak perlu untuk pengampunan dosa dan beroleh hidup yg kekal, menyatakan bahwa keselamatan mustahil tanpa pertobatan. 'Iman' tanpa pertobatan bukanlah iman yg membawa kepada keselamatan.
Adalah sia-sia mempertanyakan yg mana lebih dahulu: pertobatan atau iman? Keduanya terjadi serentak. Iman terarah kepada Kristus untuk memperoleh keselamatan dari dosa, kekudusan, kehidupan dan mencakup perihal membenci dosa dan meninggalkannya yg disebut pertobatan, yakni berbalik dari dosa kepada Allah termasuk menerima anugerah Allah dalam Kristus dengan iman.
b. epistrefo muncul kr 30 kali. Dalam arti harfiah kata ini diterjemahkan 'kembali' atau 'berpaling' (Mat 10:13; 24:18Kis 16:18Why 1:12). Satu kali diterjemahkan 'insaf berkaitan dengan pemulihan Petrus sesudah kejatuhannya ke dalam dosa (Luk 22:32). Jika kata itu mengandung makna keagamaan, maka biasanya diterjemahkan 'berbalik' (Mat 13:15 dan ay-ay sejajarnya, dialaskan pada kata Ibrani syuv), dan dua kali diterjemahkan 'bertobat' (Kis 3:19; 15:3). Kata kerja biasa strefo juga diterjemahkan 'bertobat' dalam Mat 18:3.
Jadi epistrefo menunjuk kepada tindakan 'putar balik' atau 'pertobatan' kepada Allah, unsur yg sangat menentukan dan dengan itu orang berdosa -- Yahudi atau non-Yahudi -- masuk ke dalam eskatologis Kerajaan Allah melalui iman dalam Yesus Kristus dan menerima pengampunan dosa. Tindakan ini menjamin perolehan keselamatan yg dibawa oleh Kristus, dan sifatnya adalah sekali untuk selamanya, tidak dapat diulangi seperti teracu dalam pemakaian biasa 'waktu aoristus' dari kata kerja Yunani bersangkutan.
III. Kesimpulan
Jelaslah bahwa jika seseorang berbalik kepada Allah, tindak perbuatan itu mengungkapkan terjadinya perubahan hati yg begitu mutlak penting dan menentukan (biasanya disertai hati yg remuk). Dalam tulisan penulis-penulis Kristen dan dalam pengertian umum gereja di Indonesia, kata 'pertobatan' umumnya digunakan untuk mengartikan gagasan-gagasan yg dalam bh Yunani diungkapkan baik dengan epistrefo maupun metanoia (berbalik dan berubah hati), padahal oleh beberapa bahasa lain keduanya dianggap memaksudkan dua kebenaran yg terpisah, ump conversion dan repentance dalam bh Inggris.
Pertobatan ditilik dari nalar ilmu jiwa adalah tindakan manusia sendiri. Tapi nalar Alkitab menjelaskan bahwa dalam arti asasi dan yg sesungguhnya, Allah turut berperan dalam pertobatan. Rat 5:21 menyatakan bahwa orang berdosa bertobat kepada Allah jika Allah membawa orang itu kepada pertobatan (bnd Yer 31:18 dab). PB menyatakan bahwa jika seseorang berkemauan dan bekerja sesuai kehendak Allah berkaitan dengan keselamatannya, maka Allah sendirilah yg bekerja dalam diri orang itu, yg memampukan dan memotivasi dia melakukan itu (Flp 2:12 dab).
Pertobatan adalah karya ilahi. Allah menyembuhkan ketidakmampuan rohani manusia, membangkitkannya dari kematian (Ef 2:1 dab), melahirkan dia kembali (Yoh 3:1 dab), membuka hatinya (Kis 16:14), membuka dan mencelikkan matanya yg buta (2 Kor 4:4-6), memberinya pengertian (1 Yoh 5:20). Dalam peristiwa-peristiwa itu manusia tidak mempunyai andil apa pun. Manusia menanggapi Injil hanyalah karena Allah telah lebih dahulu bekerja dalam diri manusia menuju pertobatan itu. Berita pertobatan Paulus dan beberapa ay yg mengacu pada kuasa dan keyakinan yg diberikan Roh Kudus kepada Firman Allah (Yoh 16:81 Kor 2:4 dab; 1 Tes 1:5) menunjukkan bahwa Allah menarik manusia kepada-Nya dengan daya ilahi yg mustahil ditolak, yg kadang-kadang dirasakan sebagai tak dapat dilawan oleh manusia.
KEPUSTAKAAN. J Calvin, Institutes of the Christian Relegion 3, 3-5; J Taylor, The Doctrine and Practice of Repentance Works 9, 1822; W. D Chamberlain, The Meaning of Repentance, 1943. JM/JBT/HAO
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: Apakah pertobatan itu?
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan