Sabtu, 01 Agustus 2015

PENGEJAR BERKAT


Tarjo Petrus, itulah nama lengkapnya. Sudah hampir tiga bulan ini bekerja lebih keras dari biasanya, hal itu ia lakukan demi memperderas arus uang mengalir ke dalam dompetnya. Tarjo Petrus adalah seorang kepala rumah tangga yang mengasihi keluarganya, ia berharap dengan kerja kerasnya ia dapat makin mencukupi seluruh kebutuhan keluarganya. Selama tiga bulan ini, ia berusaha sedapat-dapatnya bekerja lembur di perusahaan ia bekerja. Dari situlah ia mendapatkan uang ekstra. Walau pak Tarjo rela melakukan itu semua, tapi dampaknya kemudian, kondisi & stamina tubuhnya semakin merosot.
Tanpa disadari Tarjo Petrus, ia telah menjadi seorang pengejar berkat. Meski dapat dimaklumi, tapi langkah yang ia ambil justru menyebabkan berkat Tuhan makin jauh darinya.


Bilangan 28:8, “TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.”

Berkat adalah 'sesuatu' yang berasal dari surga (Tuhan). Berkat akan datang pada seseorang bila Tuhan memerintahkannya. Karena itu dengan sendirinya, bila seseorang berusaha mengejar berkat, maka bisa dipastikan ia memiliki konsep yang salah tentang berkat. Fakta sekaligus kebenarannya, berkat Tuhan bukanlah sesuatu yang bisa kita usahakan, karena segala sesuatu yang asalnya dari surga memang bukanlah 'komoditi' yang bisa kita usahakan.
Bisa Anda bayangkan apa yang akan terjadi, bila seseorang mengejar sesuatu yang lokasinya ada di surga? ... ya, pasti akan capek.
Sebenarnya, Tuhan tidak pernah menghendaki umat-Nya menjadi pengejar berkat. Tuhan menghendaki umat-Nya menjadi 'pengejar' Tuhan. Sudah saatnya umat Tuhan mengerti dan menerapkan kebenaran firman Tuhan di bawah ini:

Amsal 10:6,  "Berkat ada di atas kepala orang benar, ..."

Pada dasarnya, orang benar tidak akan 'jauh' dari berkat Tuhan, karena Tuhan memerintahkan berkat-Nya ke atas orang benar. Orang benar selalu menjadi alamat berkatnya Tuhan. Siapakah orang benar itu? Sederhana saja, orang benar adalah seorang pelaku firman.
Berkat Tuhan tidak pernah jauh dari firman Tuhan, bahkan keduanya 'tak terpisahkan'. Di mana ada ketaatan, di situ juga ada berkat Tuhan.  Tuhan kita adalah Allah yang tahu memberi upah, berkat selalu akan menjadi 'jatah' orang yang hidup dalam ketaatan.

Bila kita tidak ingin bersusah payah mengejar berkat, fokuskan perhatian kita pada pembenahan hidup. Bertumbuhlah dalam hal ketaatan, maka dengan sendirinya kita akan menjadi alamat berkat Tuhan.

Mazmur 1:1-3, "Berbahagialah (diberkatilah - LITV, Darby, KJV) orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN (firman Tuhan), dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. ... apa saja yang diperbuatnya berhasil."

Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: PENGEJAR BERKAT
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan