Jumat, 31 Juli 2015

Peperangan Rohani


1. STRUKTUR ALAM ROH
Kita mesti serius dengan apa yang Tuhan kehendaki, kita harus kerjakan jugadengan penuh tanggung jawab. Ini menyangkut begitu banyak hal. Adam melakukan situ tindakan, is melanggar apa yang Tuhan. titahkan. la melakukan hal yang Tuhan sudah katakan: " Jangan!" Satu tindakan yang kelihatannya sepele: is makan buah, yang tentangnya Tuhan berkata: "Jangan!" Akibat dari apa yang dia perbuat, dan dia tidak menyadarinya, tetapi peristiwa itu dibaca sebagai penyerahan semua kerajaan dan kemuliaan dari kerajaan dunia ini oleh Adam kepada Setan. Siapa yang menyangka bahwa perbuatan itu akibatnya seperti itu? Setan seringkali lebih mengerti bahwa segala sesuatu itu ada perhitungannya. Karena kita tidak mempunyai kunci pengetahuan, kita berpikir bahwa semuanya sesederhana yang kita duga. Maka akibatnya kita melakukan begitu banyak kecerobohan dan tidak bertindak seperti yang Tuhan kehendaki. Saya berdoa supaya la memberikan kunci pengetahuan kepada kita. Mengapa kita harus berdoa, mengapa kita harus peperangan rohani? Mengapa Tuhan mau kita dibangun menjadi pasukan yang membalikkan keadaan? Kita akan melihat lagi suatu struktur dalam alam roh supaya kita mengerti siapa yang kita hadapi. Banyak orang melakukan hal-hal tanpa pengertian. Saya berdoa, kita semua pada hari-hari ini berdiri dengan pengertian dan pengetahuan yang Tuhan berikan. 

Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumiterbagi, dan nama adikn ya ialah Yoktan. Kejadian 10:25

Pada zaman orang bernama Peleg, artinya divided atau 'terbagi," bumi terbagi secara geografis. Anak-anak Nuh dan keturunan mereka mulai bergerak memencar oleh karena jumlah mereka semakin banyak. Kelompok-kelompok itumendiami wilayah-wilayah tertentu. Itu sebabnya pada hari ini, kalau kita ke Afrika, sebagian besar dari benua itu isinya orang yang berkulit hitam. Kalau kita ke benua Eropa, sebagian besar bangsa yang tinggal di situ berkulit putih, dari rumpun Kaukasia. Kalau kita ke Asia, ada begitu banyak orang yang kulitnya kuning, orang-orang dari kalangan Mongoloid, Cina. Sepertinya mereka memang terbagi: yang satu ke arah Afrika, yang satu lagi arah Eropa yang dicari, yang lain menempati Asia. Mengapa dunia terbagi-bagi seperti ini? Mengapa ada kelompok yang tinggal di Indonesia, di India, di Cina, di belahan dunia yang lain? Bum] mulai terbagi-bagi sejak zaman Peleg. Seringkali kita tidak memperhatikan hal semacam ini. Tetapi inilah cikal-bakalnya mengapa bumi terbagi-bagi secara geografis, kita terpisah­pisah. Suku demi suku terpisah secara geografisnya. Apakah dasar pembagiannya? Apakah Tuhan yang menentukan`
 "Kamu di situ, kamu di sana, kamu di sini?" Ternyata Musa menyatakannya dengan cara yang ajaib.
Ketika Sang Mahatinggi membagi-bagikan milik pusaka kepada bangsa-bangsa, ketika In memisah- misah \anak-anak manusia, maka la menetapkan wilayah bangsa-bangsa menu rut bilangan anak-anak Israel. Ulangan 32:8
Penetapan lokasi kelompok demi kelompok, suku demi suku, dimana wilayah bangsa-bangsa itu didasarkan kepada bilangan anak-anak Israel. Di dalam terjemahan yang memiliki akurasi yang luar biasa, difrasakan: according to the numbers of the angels of God, artinya: sesuai dengan jumlah bilangan malaikat-malaikat Tuhan. Apa hubungannya? Siapakah malaikat-malaikat ini? Mereka inilah yang disebut penguasa di udara. Jadi sebelum manusia berkelompok­kelompokseperti ini, di atas udara di dunia ini sudah terbagi­-bagi kekuasaannya. Ada pembagian wilayah secara alam roh. Manusia itu masuk, mengikuti pembagian alam roh yang ada. Semua bentuk pergolakan yang terjadi di alam roh ada akibatnya kepada manusia yang hidup di bawahnya. Ini dasar pengertiannya. Bagaimana pembagian wilayah terjadi? Pertama-tama ada alam rohnya, lalu manusia mengikuti. Sebetulnya roh-roh inilah yang tanpa disadari menarik orang untuk hidup di bawahnya, sesuai dengan pembagian wewenang/otoritasnya.
Bagi yang cukup peka, akan memahami dari hal semacam ini: Apabila kita pergi ke suatu kota, 'rasa, 'feeling suasana kota itu akan terasa berbeda dengan di kota lain. Ada kota-kota yang sangat terasa berat dan kotor. Ketika masuk ke kota yang lain, kita heran: "Mengapa di sini lebih lega, yah? Mengapa lebih enak, lebih nyaman di sini?" Itu karena situasi alam rohnya memang berbeda. Di tempat­tempat di mana Gereja kuat dan telah menang secara pertempuran alam rohnya, atmosfir kota itu akan berubah. Gereja yang tidak bergerak, dan tidak membangun pasukan, dan tidak berbuat sesuatu bagi daerahnya, maka alam rohnya
menekan luar biasa.
Kami menerima banyak tamu yang datang dari berbagainegara, pada saat mereka dari Jakarta tiba di Semarang, mereka berkata: "Mengapa kota ini berbeda? Mengapa lebih clear? Mengapa lebih enak di kota ini, walaupun Jakarta lebih hebat kotanya?" Sebab alam rohnya memang berbeda. Jangan lupa, penaklukan secara alam roh menentukan kondisi manusia di bawahnva.
Pada bab sebelumnya telah dibahas, bagaimana ketika Daniel berdoa, dari sejak hari pertama is minta pengertian, Tuhan telah mengirimkan Gabriel (Daniel 10:12). Tetapi kenyataannya, dia harus menunggu 21 hari, tiga minggu dia menunggu. Apa yang terjadi? Bukan berarti Tuhan tidak langsung menjawab doanva, tetapi Gabriel dihalang-halangi oleh penguasa Persia. Terjadi perang selama di udara di atas, sehingga tiga minggu Gabriel tertahan. Sekali lagi kita bertanya-tanya,  berapa banyak berkat, jawaban doa dari Tuhan yang tertahan di atas sana, karena kita tidak melakukan sesuatu. Daniel dengan segala pengertiannya,  dengan tekun berdoa, bahkan berpuasa, tetapi jawaban doanya terhambat, simpai Tuhan kirimkan Mikhael membantu Gabriel.
Seringkali kita berpikir: "Bukankah Tuhan Mahatahu? Dia dapat saja berkata, "Setan, menyingkir!" dan pasti dia menyingkir!" Karena kita belum mengenal Tuhan, yaitu Pribadi yang memegang rule of the game-nya, yang mempunyai keadilan yang luar biasa, yang tahu protokoler, yang berjalan dalam aturan ilahi yang sangat ajaib sekali. Saya harap kita mengerti ha},ini, karena banyak orang tidak memahami  hati Tuhan. Banyak orang bahkan berpikir:
"Tuhan membenci aku, Dia tidak menolong aku!" Tetapi Tuhan hanya mempunyai diri kita sebagai agent di  dunia ini. la hanya mempunyai Gereja-Nya dan kepada Gereja-Nya. Dan la telah menghibahkan sebagian dari otoritas itu kepada Gereja-Nya, sama seperti orang yang mempunyai kunci ganda untuk sebuah lemari besi, sebagian kunci di tangan Gereja, sebagian lagi di tangan Tuhan. Tuhan telah menggunakan kunci-Nya dengan baik, persoalannya Gereja tidak menggunakan kunci bagiannya, lalu menyalahkan Tuhan: "Mengapa lemari besinya tidak dapat terbuka?"
Kunci pengetahuan terdapat di Alkitab. Tetapi kita malas membaca Alkitab, dan berkata: "Buat apa baca Alkitab?" Padahal dengan tidak membaca Alkitab, kita sedang membuang kunci pengetahuan, sedangkan Alkitab berkata: "Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran yang kamu ketahui itu akan memerdekakan kamu!" Kunci pengetahuanlah yang memerdekakan kita! Bagaimana kita bisa merdeka kalau kunci pengetahuan saja kita tidak dapat terima, dan kita tidak mau dan tidak bisa terima karena kita tidak mau dan tidak pernah membaca Alkitab. Mari kita membuat sesuatu yang berbeda.
Daniel mengalami hal yang tsama, ketika Darius mulai berkuasa, di tahun yang pertama, Mikhael dan Gabriel yang datang untuk memberikan dukungan kepada Darius. Mengapa? Oleh karena Darius ini raja pilihan Tuhan, dan setan mengerti ini orang pilihan Tuhan, maka dengan segala cara dicoba untuk menyingkirkan. Di situlah Tuhan berkata: "Malaikat, jagai Darius!"
Terjadilah konflik perang yang luarbiasa, sampai kekuasaannya betul-betul kuat, baru rupanya perangnya selesai. Mengapa Tuhan sampai mengirim malaikat Mikhael dan Gabriel untuk Darius? Sebab Tuhan akan memakai Darius untuk memberi izin pembangunan kembali Bait Suci. Setelah sekian belas tahun pembangunan terhenti dan harus dimulai lagi, maka tidak ada pilihan lain  Tuhan harus mencari satu orang yang dapat dipakainva untuk kemuliaan nama-Nya.
Semua yang di alam jasmani ini adalah akibat menang atau kalahnya di alam roh. Jika kita tidak dapat mengatasi pertempuran di alam roh, maka di alam jasmani tidak  akan terjadi perubahan seperti yang Tuhan kehendaki.


2. PENGARUH SETAN

Seberapa jauh roh-roh itu mempengaruhi perilaku manusia?
Ketahuilah  bahwa pada hari-hari terakhir akan
datang masa yang sukar.Manusia akan mencintai
dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan heroa1ak terhadap orang tua dan tidak tahu  berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi  tidak man berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianati, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti  Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!. 2 Timotius 3:1-5
Ciri yang pertama dari masa sukar adalah orang mencintai dirinya sendiri. Kalau kita mendengar tentang orang yang mencintai dirinya sendiri, kita akan berkata: "Yah, itu memang wataknya begitu, yah, itu memang manusianya begitu,yah itu memang kedagingannva begitu." Betul juga. Tetapi kita akan melihat lebih lanjut, betulkah ini semata-mata karena watak dan kedagingan manusia? Di bagian selanjutnya dari ayat dua dikatakan bahwa manusia akan menjadi hamba uang. Ada orang-orang mata duitan, dan orang-orang berkata: "Yah, dia memang mata duitan,kalau lihat duit suka banget, jadi ijo, melotot matanya, karena  memang mata duitan.Memang itu manusia jenis mata duitanbegitu." Banyak orang beranggapan, itulah sifat, watak, perangai manusia.
Ayat tiga dikatakan, "Mereka akan membual dan menyombongkan diri.""Wah, ini apalagi, Pak. Ini dasar orang sombong, suka membual, suka ngomongbegini-begitu." Kelihatannya seperti itu. Sampai ke ayat lima tercantum ciri­-ciri manusia pada masa yang sukar. Alkitab mengatakan bahwa pada akhir zaman, akan datang masa yang sukar. Kata bahasa Yunani yang digunakan di dalam Alkitab dan diterjemahkan sukar ini adalah kata khalepos. Dan kata itu di dalam seluruh Perjanjian Baru hanya dipakai dua kali. Yang pertama dalam 2 Timotius3:1, dan bentuk daripada masa yang sukar itu adalah bagaimana perangai/perilaku manusia, tindakan, cara berpikir, dan hati manusia bisa begitujahat dan begitu buruk. Pertanyaannya adalah: mengapa mereka sampai menjadi begitu buruk? Benarkah murni oleh karena manusianya?
Kita lihat ayat lainnya yang mencantumkan kata itu juga:
Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Merekasangatberbahaya,sehingga tidak seorangpun gang berani melalui jalan itu. Matins 8:28
Kata berbahaya berasal dari kata khaleposyang sama. Kedua orang itu menjadi sang at berbahaya, oleh karena kerasukan setan, oleh karena pekerjaan setae. Derikian juga halnya dengan kondisi yang digelar dalam 2 Timotius 3:1, perilaku manusia bisa seperti itu karena pengaruh setan. Jadi, apapun yang di alam roh, pengaruhnya sampai kepada perilaku manusianya. Dan hal ini sangat umum terjadi. Misalkan, kita baru berjumpa dengan seseorang, begitu orangnya menyebutkan dari suku tertentu, langsung asosiasinya: "tukang nips," "tidak jujur," atau yang lainnva. Mengapa mendapatkan "cap" seperti itu? Karena banvak yang begitu. Apakah karena watak mereka,seperti itu? Tidak juga. Sebetulnya apa?Spirit di atasnya. Demikian juga dengan orang Semarang. "Kamu  orang mana?" "Semarang." "Heheh, reedit (kikir) tmh?" Dulu terkenal sekali, kikirnva luar biasa. "Semarang? Jangan kawin sama orang Semarang..,medit!" Kalau ngajakmakanbareng-bareng, menjelang bayar, mesti ke toilet, ...nggakeluar-keluar ...alasannyaperutnva sakitterus. Setelah dibayar ...loh, sudah selesai ya, sudah selesai?" Sepuluh kali makan begitu terus gayanya. "Jangan kawin sama orang Semarang...medit!" Ini bisa menjadi suatu "cap."
Hal ini terjadi karena spirit di atasnya. Kalau tidak bisa dipecahkan, maka tidak bisa mengubah perilaku dari manusianya.
Bisakah hal itu ditanggulangi? Bisa! Itulah sebabnya kita berkumpul melakukan peperangan rohani, khususnya yang di Semarang selama tiga hari berturut-turut dan kemudian selama tiga bulan berdoa membalikkan keadaan sekaligus mengawal mandat dan berkat yang Tuhan berikan dan janjikan supaya tiga bulan ke depan menjadi kenyataan dalam kehidupan kita, karena kita bisa mengadakan perubahan dan perbedaan! Di tengah-tengah keadaan orang Semarang yang terkenal kikir. Ada survey yang meneliti mengapa mall tidak bisa hidup di Semarang, dan menemukan dua kemungkinan:
1. Orang Semarang miskin, tidak mempunyai apa-apa.
2. Kikirnya luar biasa, segala sesuatunya diperhitungkan.
Kesimpulan dari survey ini: Mereka bukan orang miskin, tetapi orang kikir. "Oh, kita nggakoq, Pak, kita irit." Ya, irit yang kebangetan(keterlaluan) itu adalah kikir atau medittadi itu. Orang bisa beli mobil mewah ...simpan di garasi. Lalu beli yang murahan, untuk dipakai setiap hari. Yang mewah hanya untuk seminggu sekali: ke gereja tok. Lalu pulang, masuk garasi, dilap lagi, tutup garasi, kletek, digembok.Pasang police line: tidak boleh mendekat. "Orang itu nggapunya apa-­apa, naiknya mobil begituan!" Coba, buka garasinya! Itusebabnya banyak orang berkata: "Mau beli mobil mewahsecond hand? Cari mobil orang Semarang: jarang dipake!" Mengapa?Medititu tadi sebetulnya. Itulah orang-orang yang hanya memiliki karunia memiliki bukan karunia menikmati.
Apakah menurut Saudara hal itu tidak harus dipecah­kan? Harus! Tidak mungkin kami membangun gedung Holy Stadium kalau alam rohnva tidak dikendalikan dan jemaat menjadi orang yang kikir terus. Itu tidak mungkin! Banyak orang yang datang beribadah di Holy Stadium dan berkata: "Kenapa ya, di JKInggabisa beri persembahan sedikit?" Oh, tidak boleh, haram hukumnya, karena rohnva sudah ditinggal di luar. Banyak yang berkata: "Dulu saya ke tempat lain,nggabayar persepuluhan, koqkelihatannya masuk Surga juga. Kenapa di sini, kalaungga ngasih persepuluhan koqkelihatannya seperti man dibuang ke neraka?" iya, saya pastikan itu! Itu karena rob yang membutakan orang-orang ini tinggal di luar, tidak berani masuk. Mengapa demikian? Ada ceritanya yang riil banget.
Menjelang akhir 1990-an,  saya baru selesai mengikuti KKR Benny Hinn di North Carolina, di kota Charlotte. Menjelang pulang, saya mampir di L.A. dua hari. Malam terakhir saya tidur lebih awal, karena besoknya saga harus terbang sendirian kembali ke Indonesia. Yang aneh, selama di North Carolina, Benny Hinn dalam seminarnya berkhotbah tentang Elia dan Elisa. Itu kali ketiga atau keempat saga mendengar Beliau mengkhotbahkan yang sama. Tetapi pada waktu itu Beliau berkata begini: "Pada waktu Anda sampai di Yerikho, Anda akan mengalami perjumpaanface to facewith the devil (berhadapan muka dengan muka,dengan si iblis)." Entah bagaimana, perkataan itu masuk di hati saya, tetapi tidak menjadi hal yang membebani pikiran.
Ketika saya pulang dan tidur di L.A., saya bermimpi. Dalam mimpi itu, di tangan saya ada sebuah gelas berisi air minum, saya sedang minum, tiba-tiba saya merasa ada orang di belakang saya, dan saya menoleh. Orang itu antik sekali, mukanya berbentuk persegi, dingin sekali, tetapi is memakai kebaya dan bersanggul di bagian belakang kepala, matanya hijau tua tidak ada bagian putihnya sama sekali. Mukanya beku seperti mayat, tidak ada senyumnya sama sekali, tidak ada "syalom"-nya, tidak ada apa-apanya, dingin saja, memandangi saya. Terus terang, saya terkejut. Dan saya tidak ingin bertemu lagi makhluk seperti ini. Banyak teman pendoa yang peka melihat setan, saya berkata: "Itu berkat Saudara, saya tidak mau." Tetapi kita perlu mereka, kalau tidak kita dibodohi setan terus. Saya terkejut sekali pada waktu itu, tidak dapat menghardik lagi karena begitu terkejut. Tetapi yang ajaib, ketika saya tunjuk, dia mundur. Ketika melihat dia mundur, saya bertambah berani, saya tunjuk lagi, saya dekati lagi, dia mundur lagi, dan melewati tembok begitu saja. Dan begitu dia sudah melewati tembok, saya hardik. Dan baru saja saya berkata: "Dalam..." dia lari.
Saya terbangun. Hadirat kejahatannyamasih kental sekali. Saya berdoa sebentar, lalu tidur lagi. Besok paginya saya berjumpa Pdt. Adi Sutanto (Ketua Sinode JKI), pemilik rumah tempat saya menginap, dan saya bertanya: "Pak Adi pernah lihat setan?" Beliau berkata: "Saya sudah puluhantahun melayani Tuhan, belum pernah melihat satu pun." Lalu saya ceritakan apa yang terjadi. Tadinya Beliau berpikir mungkin anaknya membawa barang-barang tertentu yang diberikan temannya, yang mungkin bisa membawa kuasa gelap itu masuk.
Tetapi saya berkata: "Tidak, ini tidak ada kaitannya dengan Pak Adi, spirit ini kaitannva langsung dengan hidup saya." Sebab dia memakai konde (sanggul), dan di Amerika tidak ada orang memakai konde, kecuali orang-­orang di kedutaan Indonesia di perayaan 17 Agustus, tetapi yang lain di jalan-jalan tidak ada yang memakai konde, karnaval pun tidak memakai konde. Pakai topeng Indian atau topi koboi mungkin, tetapi konde tidak pernah dipakai di sana. Saya berkata: "Definitely(pasti) ini urusan dengan saya secara alam roh. Dan saya tahu saya menang tadi malam. Saya ingin lihat seperti apa jadinya."
Sesungguhnya breakthrough (terobosan) yang besar, yang kami nikmati sampai hari ini, adalah masalah keuangan. Itulah yang membuat semuanya berubah, don yang membuat Tuhan bisa memerintahkan kami melakukan banyak hal tanpa "teriak-teriak" minta orang lain menolong.
Saya baru berjumpa seorang anak Tuhan dari gereja lain, yang bertanya demikian: "Pak, Bapak terima bantuan berapa tiap bulan dari luar negeri, untuk mengerjakan apa yang Bapak punya?" Saya menjawab: "Saya berharap saya punya banyak, tetapi sayang tidak satu dolar pun saya terima dari liar. Sebagian besar adalah korban dari jemaat sendiri." Hal itu membuat dia terkejut sekali: "Koqbisa seperti ini?"Mengapa jemaat bisa begitu ingin memberkati, memberikepada Tuhan, ketika jemaat kebaktian? Sebab roh kikir tidak ikut masuk
ke dalam. Kalau setelah keluar meditlagi, itu urusan jemaat sendiri. Saya harap tidak pernah roh itu dibawa ke mana-mana, karena Alkitab berkata: "Lebih berbahagia memberi daripada menerima" (KPR 20:35). Jika sepulang kebaktian, rohmeditminta ikut lagi, jangan lagi kita ajak, tinggalkan saja, biarkan dia pulang ke neraka, kita tidak ada urusan lagi dengan roh itu. Enak sekali hidup kita, apabila secara keuangan kita tidak dikendalikan oleh roh seperti itu. Orang yang medit-nyaluar biasa itu gawat, semua dihitung: "Es teh manis piroregone(berapa harganya)?" "500, Pak" "Mbok 400 was (400 sajalah)..." Semua diperhitungkan secara demikian. "Minum di Just Coffee ...?" "Ora usah! Ngudekdewe! (Tidak usah, aduk kopi sendiri!) Lha 'kan larang, aku tuku kopi 'tak deplokidewe 'raopo-opo. ('Kan mahal, saga beli kopi, saya tumbuk sendiri tidak apa-apa.)" Malahan ada yang berkata: "Kalau mau lebih irit, satu biji kopi dikletaki(digigiti) aja, mbebanyu putih, rosonepodho... (dengan air putih, rasanya sama saja.)" Saya hanya bisa mengeluh: "Tuhan Yesus, Tuhan Yesus ..." Ini sudah keterlaluan.
Kalau saja kita dapat merdeka dari roh semacam ini. Tuhan itu memberkati kita, kalau Tuhan mau memberkati, la sungguh memberkati. Saya tidak mengajar kita untuk bermewah-mewah, tetapi kalau kita sampai diikat oleh roh semacam itu, berat bagi kita. Akibatnya segala sesuatu dihitung, jadi selalu berselisih karena perhitungan uang. Gara-gara selisih uang dua ribu rupiah bisa seminggu saling mendiamkan. Tengkingisaja, urapi dengan minyak seliter,dia akan sembuh dari penyakitnya. "Minyak apa, Pak?" "Minyak klentik(minyak goreng buatan sendiri)!"
Semua harus diselesaikan lebih dulu secara alam roh. Maka kemudian di bawah, di alam duniawi, perubahan akan nyata sekali bedanya. Saya berdoa supaya Tuhan ajarkan hal ini. Pada masa-masa terakhir, ketika datang masa yang sukar, perilaku manusia mengerikan. Ternyata bukan murni karena manusia sejahat itu, melainkan ada pengaruh kuasa gelap yang sangat demonic (sangat dipengaruhi setan-setan). Dan pengaruh itu hares ditanggul4ngi dan harus diselesaikan, baru semuanva akan kembali- normal dalam anugerah Tuhan.


3. KUNCI - KUNCI KERAJAAN SORGA

Sekarang kita akan melihat apa yang Tuhan Yesus janjikan buat kita:
Setelah Yesus tiba di daeral-h KaisareaFilipi, la bertanya kepada murid-murid-Nya: "Katy orang, siapakah Anak Manusia itu?" jazoab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lain Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Matins 16:13-16
Ini bedanya, pertama-tama Tuhan bertanya: "Kata orang, siapakah Aku ini?" Kita dengan gampang bisa berkata: "Katanya..., katanya..., katanya... Kata si A begini..., kata si B begini..." Lalu la bertanya: "Tetapi katamu, Aku ini siapa?" Semua murid terdiam, hanya Petrus yang berkata:
"Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidupl " Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikankunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa Yang kaulepaskandi dunia ini akan terlepas di sorga. Matins 16:17-19
Di ayat 19 disebutkan: kunci Kerajaan Sorga.Sebetulnya bukan: 'kunci' (bentuk tunggal), melainkan kunci-kunci (bentuk jamak), dalam bahasa Inggris:keys, bukan key. Di dalam Alkitab disebutkan berbagai macam kunci: kunci pengetahuan, kunci Daud dan kunci alam maut. Di perikop ini disebutkan: kunci Kerajaan Surga, dan dengan kunci itu,
"Apa Yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." Banyakprang asal tengking,"kamu terikat, kamu terikat!" Tetapi tidak terikat, sebab tidak menggunakan kuncinya. Demikian juga sudah sava sebutkan salah satu kunci: kunci pengetahuan.Kelak akan ada orang-orang yang diberi Tuhan kunci-kunci lain. Dan ternyata jumlahnya banyak, walaupun Alkitab tidak menceritakan secara terinci, tetapi orang yang bergaul dengan Tuhan mengerti bahwa ada lebih banyak macam kunci.
Ketika saya belajar tentang iman, begitu saya menangkap kebenaran hal iman, kebenaran itu adalah kunci, dan dengan kunci itu-seperti yang teman saya katakan-, "Kita bisa bermain-main dengan iman." Dan itu betul. Jikalau kita memiliki level(tingkat) iman tertentu, misalnya kita memiliki "level iman tertentu" untuk keuangan, lalu kita berhadapan dengan kebutuhan keuangan tertentu 1maka kebutuhan sejumlah tertentu itu sudah tidak membuat kita berkeringat dingin lagi. Kita bisa dengan begitu flat (datar), begitu biasa dan berbicara dengan begitu enak/santai menghadapinya. Sedangkan orang lain, yang hanya melihat permukaannya saja, lalu meniru-niru, akibatnya bangkrut, karena diperlukan leveliman tertentu dan level iman setiap orang berbeda-beda.
Orang yang memegang kunci-kunci tertentu, dia tahu apa yang dia perbuat dan dia dapat merasakannya: "Kalau aku buka ini, akan jadi begini. Kalau aku berbuat itu, akan bisa begitu ..." Ini hal yang luar biasa, orangnya bisa tenang, coolsekali.
Saya melihat sebuah contoh secara jasmani, bukan secara rohani. Pada waktu kami ke Bali, entah bagaimana koper pakaian Pak Yusak, sekalipun nomer kombinasi kuncinya sudah diputar ke nomer yang benar, tidak dapat terbuka. Lalu Pak Yusak minta tolong banyak orang: "Tolongbukakan ...?! Siapa yang bisa membukanya?" Ditanggapi oleh yang lain sambil bergurau: "Nah, ini latihan kepekaan, siapa yang dapat menebak nomer berapa yang dapat membuka koper ini?" Semua orang dalam rombongan mencoba. Anak-­anak juga mencoba-coba, tetapi tidak ada yang bisa. Kemudian Pak Daniel berkata: "Kalau sudah menyerah semuanya, baru ngomong sama saya, ya." Saya pikir: "Wah, orang ini hebat banget.Semua menyerah dulu baru dia? Apa yang dia punya?" Ternyata dia jagoan. Dia hamba Tuhan luar biasa. "Sudah? Menyerah semua? Bawa kemari!" katanya. Dia ambil sebuah sendok, entah bagaimana caranya, dengan mudah dan cepat koper itu terbuka. "Selesai, 'kan?" Hanya dalam sekian detik saja, koper itu terbuka. Pak Yusak berkata: "Kowepreman juga, ya?!" Dia tahu bagaimana menggunakan sendok untuk membuka koper macet. Kalau bukan seorang expert tidak mungkin. Dia berkata: "Coba dulu. Kalau nggabisa, datang ke aku." Sombong, bukan? Tidak. Dia tidak sombong, kenyataannya memang dia bisa, dia betul-betul mengerti apa yang harus diperbuatnya.
Demikian juga halnya dalam urusan dengan Tuhan dan dalam urusan sehari-hari, kalau kita dapatkan kuncinya, maka akan mengubah begitu banyak perkara dalam hidup kita! Oleh sebab itu bacalah Firman Tuhan. "Tidak mengerti, Pak!" Sama dengan saya. Bedanya, saya bertanya kepada Tuhan, meminta Tuhan menjelaskan. Saya akan ceritakan bagaimana caranya saya memahami Alkitab.
Bertahun-tahun yang lalu, baru dua-tiga minggu setelah saga lahir baru pada usia 17 tahun. Saya ikut dalam suatukebaktian follow-up dari anak-anak pelajaryang bertobat dalam KKR. Saya masih ingat pinjam gedung Gereja Isa Almasih Dr. Cipto. Yang datang tidak banyak, kira-kira 100 orang. Saya duduk di deretan paling belakang. Yang berkhotbah Alm. Pdt. Karunia Jaya, Gembala GPDI Citarum. Pada waktu Beliau baru mulai membaca ayat-ayat Alkitab tentang lima roti dan dua ikan, sebelum menjelaskan apa­-apa, tiba-tiba muncul pengertian di hati saya: "Oh, ada tiga hal yang penting dalam cerita ini, sate ini, dua ini, tiga ini." Ketika Beliau berkhotbah, Beliau menyampaikan tiga point, persis seperti yang saga tangkap. Dulunya saga berpikir begini: "Wow, keren nih, Roh Kudus membocorkan rahasia catatan khotbahnya Pendeta itu." Karena Pendeta ini pasti menyiapkan khotbahnya, dan rahasianya diceritakan kepada saga. Ternyata salah. Itulah cara Tuhan menjelaskan kepada kita, apa pengertian dari bagian-bagian Firman Tuhan. Kita tidak harus menjadi pendeta, kita tidak harus sekolah Alkitab, untuk mengerti Firman Tuhan, Roh Kuduslah yang menjelaskan kepada kita. Saya tidak pernah sekolah  alkitab, satu hari pun tidak pernah. Bagaimana saga dapat memahami Firman Tuhan? Roh Kudus yang menjelaskan. Saya juga orang yang studi, belajar sendiri, baca buku-buku, semua itu Saya kerjakan. Tetapi di antarasemua hal itu,basic­nya satu: Roh Kudus yang menjelaskan.
Kunci-kunci inilah yang seharusnya kita pahami. "Dan dengan kunci-kunci itu," kata Tuhan Yesus, "Yang kamu ikat di dunia, terikat di Surga. Yang kamu lepaskan di bumi ini, akan terlepas di Surga." Dengan kedua kunci yang kita miliki,kita dapat bertindak sedemikian rupa powerful-nya sehingga efeknya besar sekali! Inilah yang orang istilahkan dengan binding and loosing, mengikat dan melepaskan.

4. MERAMPOK SETAN
Kernudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat. Maka takjublah sekalian orang ban yak ito, katanya: "la ini agaknya Anak Daud." Tetapi ketika orang Farisimendengarnya, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, la mengusir setan. " Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, is pun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakahkerajaannya dapat bertahan? Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kr.uasa siapakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat is merampok rumah itu." Matius 12:22-29

Sebetulnya Beelzebulitu maknanya: raja lalat. Setan merasa bahwa semua kerajaan dunia dan kemegahannya telah diberikan kepadanya )oleh karena dan melalui pelanggaran Adam). Itu betul. Tetapi ketika Tuhan Yesus mati menebus dosa kita semua, maka secara legal (sah/menurut hukum) semua itu bukan milik dia lagi. Milik siapa? Milik Tuhan Yesus. Kemudian hak itu diberikan-Nya kepada Gereja-Nya. Tetapi percayalah, setan itu tidak mau taat hukum, namanya saja setan, dia berkata: "Kalau kamu ngga ngerti soal in!, aku akan tetap memilikinya."
 "Secara legal 'kan kamu sudah kalah, kan?"
"Ya itu 'kan legal-nya. Tapi kamu 'kan ngga ngerti?" jawabnya.
Jika kita tidak membaca Alkitab, kita tidak tahu hak kita. Akibatnya pada waktu kita mau berbuat  sesuatu, Iblis berkata: "Kamu nggabisa, kamu ngga bisa." Di situlah kemudian orang Kristen mesti bertindak. Misalnya, begitu kita tahu hak legal kita dan kita mau bertindak, kita berkata: "Tuhan aku minta berkat, blessing yang terbaik berikanlah dalam hidupku." Setan akan berkata, "Walah, persepuluhan aja kamu makan koq," lab dia akan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, dia ambit milik-Mu! Dia tidak bisa diberkati!" Di situlah secara legal kita salah lagi dan 'kalah lagi. Oleh sebab itu betapa pentingnya kita mengerjakan yang Tuhan perintahkan. Betapa pentingnya pertobatan setiap scat di dalam hidup kita. Betapa pentingnya mempunvai hati yang lembut, yang gampang ditegur dan gampang bertobat, untuk meluruskan hak kita.Begitu kita beres di hadapan Tuhan, kita bisa bertindak. Bertindak dengan cara mengikat orang kuatnya. "Kita harus merampoknya," kata Tuhan Yesus. Istilah 'merampok' ini artinya kita tidak bisa melakukannya dengan baik-baik: "Setan, tolonglah berikan yang itu kepadaku ...."
"Oh, iya, Ibu, silahkan ambillah ..., aku 'kan setan baik .... namaku Casper, tuyul baik. Mari aku sekalian antarkan ke rumahmu.
Tidak ada yang seperti itu! Mereka mesti 'dirampok.' Mengapa kita harus perangi? Mengapa mesti begitu? Oleh karena dia tidak mau menyerahkannya. Permasalahannya, secara legal kita benar atau tidak? "Lho, 'kan Tuhan Yesus sudah bayar Tunas semuanya?" Ya, betul. Bagian Tuhan sudah selesai. Tetapi apabila bagian kita tidak selesai, mal
Demikian juga dengan hal-hal yang seringkali kita langgar dalam kehidupan kita, membuat doa kita tidak bisa terwujud. Kita berdoa, "Tuhan, ubah kotaku menjadi kota yang penuh dengan berkat dan memberkati," tetapi kita sendiri kikirnya luar biasa. Bagaimana mungkin kita tunduk kepada roh (kikir) itu dan melakukan yang roh itu perintahkan, mengikuti kemauan roh itu, tetapi berteriak, "Ubah kota ini, jangan menjadi seperti itu"? Doa dengansikap seperti ini tidak bisa terwujud. Kita sendiri harus berdiri menentang apa yang roh itu perbuat. Dan kita hares sudah memiliki hak legal dan wewenang untuk melakukannya. Orang yang terbelenggu tidak dapat mengatakan kepada orang lain, "Bebaslah dari belenggumu," sedangkan tangan­nya sendiri terbelenggu.
Tuhan Yesus berkata: "Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang" (Matius 15:14). Pengemis buta saja tahu hal ini, dia tidak akan membiarkan dirinya dituntun orang buta. Pengemis buta -berpegangan kepada orang yang tidak buta. Kalau sama-sama butanya, pasti bertabrakan: "Eh, buta!" "Halo, buta, apa kabar? Sava juga buta!" Jadi, orang buta,menuntun orang buta tidak akan tertolong, harus ada orang lain yang tidak buta menolong­nya. lni prinsip. Oleh sebab itu jika kita membabi beta, asal nengking, tidak ada gunanya. Pakailah kunci-kunci Kerajaan Surga. Kita harus mengerti kebenaran. Dan di situlah peran Roh Kudus menjadi yang nomor satu di dalam Iii dup kita:' Kalau kita tidak mau belajar peka mendengarkan suara-Nya, belajar mengikuti apa yang dikatakan-Nya, maka ketika kita diperintahkan Tuhan, kita tidak pernah dapat mengerti hares berbuat apa.
Selama tiga bulan, 'Membangun Pasukan' ini kita telah diarahkan harus berbuat apa. Selebihnya, di waktu-waktu kemudian, kita harus peka sendiri akan apa yang Tuhan kehendaki. Saya yakin kita dapat peka, karena Tuhan berkata: "Domba-domba-Ku mengenal suara-Ku" (Yohanes 10:27). Tidak ada pilihan lain, kita harus perangi musuh, kitaharus tahu keadaan secara legal-nya seperti ini dan setan tidak akan menyerahkannya kepada kita, kita bersama harus berbuat sesuatu, dan itulah yang akan membalikkan keadaan. Kita memiliki kuasa dan otoritas yang luar biasa yang Tuhan berikan kepada kita untuk membalikkan keadaan. Saya berdoa, kita akan menjadi pasukan yang membalikkan keadaan.
Di dalam sebuah peperangan rohani dibutuhkan perlin­dungan. Kita dilindungi oleh banyak hal. Tuhan menyedia­kan malaikat bagi kita, ada proteksi (perlindungan) darah Yesus, dan darah itulah yang membuat kita dibenarkan dari pihak Tuhan dan Iblis tidak dapat menuntut kita lagi. Di dalam peperangan rohani juga ada perisai iman, yang harus dibangun di dalam kehidupan kita. Kita harus mempelajari  airman Tuhan untuk mengetahui lebih banyak tentang perlindungan ini. Di dalam prakteknya, kita harus mencari ayat-ayat perlindungan bagi kita sendiri. Contoh.
Orang yang duduk dalam lindungan Yang  Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempatperlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku,  yang kupercayai" Mazmur 91:1-2
Di dalam praktek peperangan salah satu hal yang akan dilakukan adalah secara serentak membacakan dengan lantang ayat-ayat perlindungan masing
masing. Mohon kepada Roh Kudus, "Tuhan Roh Kudus, berilah aku ayat-ayat perlindungan," lalu buka Alkitab. Setelah menemukan­nya, jadikanlah ayat itu benteng perlindungan. Kemudian ayat-ayat yang telah kita dapatkan harus lantang dibacakan dengan mulut kita masing-masing. Berbahasa roh juga meru­pakan perlindungan.
Selanjutnya, di dalam peperangan rohani kita memerlu­kan kebenaran yang membalikkan keadaan kita. Misalnya, jika kita dalam keadaan sakit, kita dapat membaca dan mengucapkan: Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar rang busuk. Mazmitr 91:3
Setelah dibaca berulang-ulang, kita ucapkan dengan .kalimat sendiri, misalnya: "Aku percaya, keluargaku tidak akan terkena penyakit sampar yang busuk. Aku percaya akan perlindungan Tuhan, keluargaku akan sehat. Tidak ada sampar yang busuk." Kita masing-masing mengerti keadaan diri kita sendiri, maka kita yang harus memperoleh ayat yang tepat, yangdiilhamkan Roh Kudus, untuk memperbaiki situasi dan keadaan kita. Misalkan kita sedang dalam kesulitan ekonomi yang sangat berat, ucapkanlah berdasar­kan Yohanes 10:10: "Aku percaya Tuhan Yesus datang untuk memberi aku hidup, dan memberinya dengan berkelimpahan, sehingga aku mempunyai kehidupan yang.berlimpah­-limpah!" Ucapkan terns-menerus untuk mulai membalikkan keadaan.
Carilah minimal dua ayat perlindungan dan dua ayat yang membalikkan keadaan kita, kemudian mulai memper­katakannya. Setelah itu cari lagi sebanyak mungkin ayat perlindungan dan ayat untuk membalikkan keadaan. Dalam memasuki peperangan bersama, ada pasukan yang akan membacakan ayat-ayat perlindungan, sementara bagian lain berbahasa roh. Selanjutnya bergantian, pasukan yang tadinya membacakan ayat sekarang berbahasa roh, yang tadinya berbahasa roh sekarang membacakan ayat. Sedemikian sehingga kita menjadi suatu kekuatan corporate(tergabung, bersama-sama, serentak). Pemegang Bendera/Panji masing­-masing pasukan juga membacakan ayat sambil mengangkat bendera bergambarnya tinggi-tinggi. Kemudian mereka masing-masing bergiliran memimpin doa, dan mengucapkan berkat-berkat serta perkataan-perkataan iman yang membalikkan keadaan. Semuanya kita kerjakan dengan segenap hati, maka kita tahu, keadaan pasti akan berbalik. Jikalau hal ini dilakukan dengan kuat, hasilnya akan dahsyat sekali.
Mungkin ada yang berkata: "Pak, saga tidak mengerti...." Bertanyalah kepada teman yang lebih senior atau kepada kepala pasukan: "Ayat-ayat apa yang tepat kalau keadaan saya seperti ini?" Ada lagi barangkali yang berkata, "Pak, saya tidak pernah baca Alkitab  Kalau begitu mulai hari ini, baca Alkitab. Dengan sungguh-sungguh minta kepada Roh Kudus. Jika kita bisa 'mengindra' dengan tajam, dan memperoleh ayat yang sungguh-sungguh dari Roh Kudus, pasti hasilnya luar biasa. Sebagaimana yang terjadi pada awaltahun 2007, kami di JKI Injil Kerajaan mendapatkan ayat yang tepat dari Roh Kudus, dan dengan cepat Tuhan memberkati, sehingga dalam waktu yang sangat singkat kami dapat membangun Sekolah Terang Bangsa. Dengan cara Tuhan, kami tidak perlu berhutang kepada siapa pun, Tuhan memberkati kami dengan cepat sekali. Mengapa tidak kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari? Inilah waktu dan kesempatan yang luar biasa untuk kita belajar. Mulailah mempraktekkannva, karena ini bukan seminar tetapi pelatihan praktis. Saya berdoa supaya kita semua diberi anugerah yang luar biasa untuk melaksanakan hal ,ini.
Kita juga harus saling mendoakan. Masing-masing pribadi bertanya kepada Roh Kudus, bukan kepada orangnya, hal apa yang harus didoakan untuk orang itu. Minta supaya Tuhan memberikan pemulihan, karena apabila tentara terluka, is dalam keadaan tidak siap dan tidak cukup fit untuk berperang, maka tidak akan ada kemenangan.
Bukankah Tuhan yang memulai dengan berkata, bias yang lemah berkata: "Aku kuat!" Dan yang miskin berkata: "Aku kaya!" Bukankah itu kekuatan untuk membalikkan keadaan? Tuhan tidak mengajari kita untuk berhalusinasi, la mengajari kita membalikkan keadaan. Dengan kuasa Roh Tuhan, kita diberi anugerah, kekuatan dan otoritas untuk membalikkan keadaan. Berbalik keadaan kita! Berbalik keadaan Bangsa dan negara ini! Berbalik keadaan kota-kota kita! Yang miskin berkata: "aku kaya!" Yang lemah berkata: "Aku kuat!" Aku kuat! Aku kaya! Aku kuat! Aku kaya! Karena Tuhan! Karena Tuhan! Karena Tuhan!
Engkau yang bawa kami ke dalam pengertian ini. Engkau Tuhan yang luar biasa! Meteraikan.apa yang kami terima daripada-Mu di dalam Nama Tuhan Yesus! Kami akan mulai memperkatakan Firman-Mu untuk membalikkan keadaan! Keadaan pasti berbalik! Kami akan kawal terus mandat dan berkat, sampai jadi seperti yang Tuhan kehendaki! Tidak akan kami biarkan setan menahannya, apalagi menggagalkannya! Tidak akan kami biarkan setan merusak bangsa dan negara ini! Keadaan pasti berbalik dan sedang berbalik, karena Tuhanlah Pang­lima Perang kami! Keadaan kami pasti dibalikkan Tuhan. Kami kaya dan kuat karena Tuhan! Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus! Amin!

5. KUASA DAYA CIPTA
Ada hal-hal ajaib yang Tuhan singkapkan. Tuhan membangun kita untuk membalikkan keadaan. Sejak dibangunnya pasukan, telah banyak orang berkata: "Luar biasa, keadaan mulai berbalik!" Seharusnya kita semua, pada akhirnya akan berkata: "Sungguh, Tuhan telah membalikkan keadaan!" Saya berhara - keadaan a semua akan berbalik ke arah yang Tuhan kehendaki dan semua janji Tuhan tergenapi di dalam kehidupan kita.
Pengertian di dalam bab ini di mulai sewaktu saya diminta mendoakan suatu kompleks perumahan. Seorang Saudara kita diberi tanggung  jawab  untuk mengelolanya. Pada awalnya, ketika kami berjumpa, tidak ada sesuatu g spesial, kami hanya mengobrol panjang lebar tentang banyak hal, kemudian pagi itu kami berdoa. Pada waktu kami duduk berdoa, tiba-tiba ada pernyataan Tuhan yang aneh sekali. Sebetulnya bukan sesuatu yang sama sekali baru, tetapi pernyataan Tuhan itu begitu jelas, dan saya berkata: "Wow, kalau ini 'ditangkap' oleh orang percaya, akan luar biasa!"
Tuhan berkata: "Awal proyek ini sebenarnya karena Aku menjanjikan kepada anak-Ku yang Aku perintahkan untuk mengelola tanah ini, bahwa Aku akan memberkati dia dan dia akan menjadi berkat. Bukankah sebenarnya tanahiniseperti sebuah 'tanah perjanjian'? Beritahu dia supaya mengambil waktu menjalani tanah yang sudah Kuberikanini,baik berjalan kaki atau mengendarai kendaraan, sambil mengatakan kepada tanah ini supaya memberikan hasil yang luar biasa. Supaya is berkata kepada tanah ini: 'Kamu harus menghasilkan! Kamu menghasilkan berlipat kali ganda! Hargamu naik! Kamu jadi tanah mahal! Kamu mendapatkan pembeli-pembeli terbaik!' Ucapkan semua janji-Ku!"
Lalu saya berkata begini: "Nanti aku dikira sesat, Tuhan? Berdoa koqkepada tanah?" Tetapi Tuhan berkata begini: "Aku tidak minta kamu berdoa kepada tanah, tetapi kamu perintahkan tanah itu menghasilkan!" Saya hanya sampaikan sekian saja kepadanya, tetapi kemudian muncullah di hati saya sekian banyak ayat, dan Tuhan berkata: "Ingat, Aku pernah berbicara ini ... dan berbicara itu ...." Dan tiba-tiba semuanya terhubung satu sama lain dan saya melihat kebenaran ini dan Tuhan berkata: "Ajarkan kepada anak-anak-Ku!" Marilah kita cermati pengajaran mengenai Kuasa Daya Cipta.
Di dalam suatu takaran tertentu Tuhan memberikan Kuasa Daya Cipta kepada anak-anak-Nya. Ini sama sekali tidak berarti kita sama dengan Tuhan. Dialah Pencipta, dan kita hanya ciptaan. Tetapi kita diciptakan pada mulanya serupa dan segambar dengan Dia. Dalam keserupaan dan kesegambaran dengan Tuhan inilah, dengan suatu kadar tertentu yang sangat kecil dibandingkan Tuhan, la memberikan kemampuan, kuasa, otoritas daya cipta yang ajaib. Baiklah kita semua memahami secara utuh wewenangkuasa daya cipta yang Tuhan berikan dan mempraktek­kannya dalam kehidupan kita.
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Yohanes 6:63

Pada kalimat pertama, kata 'hidup' adalah terjemahan kata Yunani yang berarti 'vitalitas.' Ada perbedaan antara hidup dan vitalitas. Ada orang yang sekedar hidup tetapi ada orang yang hidup dengan penuh vitalitas. Di rumah sakit, orang yang dalam keadaan' koma, baik kita maupun dokter akan menyebutnya masih hidup. Keluarganya juga berkata bahwa dia masih hidup dan tidak ada yang meratapinva seakan-akan dia sudah mati. Si sakit sendiri hanya sekedar hidup tetapi tidak memiliki vitalitas. Sedangkan ada orang-­orang lain yang hidup dengan vitalitas yang kuat. Tuhan ingin kehidupan setiap orang percaya penuh dengan vitalitas. Dari mana vitalitas itu didapatkan?
Di dalam kalimat kedua, kata 'perkataan-perkataan' itu bukan logosmelainkan rhema, yakni the spoken word, atau: firman yang Tuhan ucapkan bagi kita, firman yang khusus disampaikan bagi kita. Oleh sebab itu setiap kali kita membaca Alkitab atau kita mendengarkan khotbah, kita harus berdoa: "Beri akurhema, Tuhan." Sebab' kalau kita hanya menerima pengetahuan akan membuat kita menjadi sombong rohani padahal tidak mengerti kehendak Tuhan. Tetapi jikalau firman itu berbentuk rhema, iaakan mengubahhidup kita.
Tuhan Yesus mengatakan: "Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan kehidupan." Kata 'kehidupan' yang kedua di ayat ini adalah dari kata Yunanizoeyang artinya 'kehidupan ilahi,' kehidupan yang dari Tuhan, bahkan kehidupan Tuhan sendiri. Jadi, di d-alam rhemaada Roh Tuhan yang bekerja dan di dalamnya ada kehidupan Tuhan yang dimasukkan ke dalam kehidupan kita. Jikalau kehidupan Tuhan dimasukkan ke dalam kehidupan kita maka lahirlah sebuah vitalitas di dalam kehidupan kita.
Kita harus mengerti bagaimana cara kerja Tuhan. Bedanya Musa dengan orang Israel adalah bahwa Tuhan ".Telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-kepada orang Israel" (Mazmur 103:7). Musa diberitahu Tuhan bagaimana caranya melakukan sesuatu dan seperti apa mekanisme kerjanya, tetapi orang Israel hanya melihat produk jadinya. Dan kedua hal itu berbeda sekali. Gambarannya seperti orang yang masuk ke rumah makan. Orang yang tidak pandai memasak dan tidak peduli soal masakan, akan berkata: "Pokoknya saya ingin masakan yang enak, saya suka masakannya, saya datang, sangat nikmati." Tetapi apabila orang ini seorang pengusaha dan mempunyai seorang yang jago masak, dia akan mencoba menjumpai juru masak di tempat itu dan mencoba menanya­kan resep masakannya, bagaimana cara memasaknya sehingga menghasilkan masakan seperti itu. Kalau seseorang hanya puas dengan hasilnya, orang itu menjadi konsumen, tetapi kalau is mengerti cara membuatnya, ia menjadi produsen, itulah perbedaannya.
Jadi, kalau kita mengerti mekanisme kerja Tuhan, suatu hari kelak kita akan bergerak jauh lebih mudah, oleh karena kita sudah mengerti bagaimana cara kerja-Nya, hukum-­hukum-Nya dan isi hati-Nya. Itulah yang membuat kita mengalir bersama Tuhan dengan jauh lebih ringan. Kata Tuhan: "Rohlah yang memberikan kepadamu vitalitas, dan rhemayang Kukatakan kepadamu itulah Roh dan kehidupan ilahi." Dengan perkataan lain,setiap kali kita mendapatkan rhemadari Tuhan, setiap kali ada the spokenword-perkataan yang diucapkan Tuhan langsung bagi kita-, di dalamnya ada zoe-nya-kehidupan ilahinya-, yang menghasilkan vitalitas yang luar biasa itu. Dengan pemahaman ini, kita dapat memahami pernyataan Alkitab ini:
Karena iman kita mengerti bahwa alam semesta  telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kelihatan telah jadi dari apa yang tidak kelihatan. Karena iman kita mengerti bahwa alam semesta telah dijadikan1 oleh firman  Allah, sehingga apa yang kelihatan telah jadi dari apa rang tidak kelihatan.
Ibrani 11:33
Kata 'mengerti' di sini berkenaan dengan kecerdasan rohani. Orang Kristen yang tidak cerdas rohnva, penger­tiaannya akan dangkal sekali. Tetapi jikalau kita memiliki pengertian rohani, kita akan mengerti banyak hal. Kata 'firman' di sini juga adalah rhema-the spoken word­perkataan firman yang diucapkan. Apa yang berujud sekarangini telah jadi dari apa yang tidak kita lihat. Alkitab tidak mengatakan, "terjadi dari yang tidak ada," melainkan "terjadi dari yang tidak kita lihat." Tidak terlihat bukan berarti tidak ada. Kita tidak dapat melihat udara, tetapi tidak berarti bahwa udara tidak ada. Ketika angin berhembus, kita tidak dapat melihatnya, tetapi kita semua tahu bahwa angin itu ada. Dengan mata telanjang kita tidak dapat melihat bakteri atau kuman lainnya, tetapi tidak berarti mereka tidak ada. Demikian pula, di dalam Tuhan ada begitu banyak hat yang tidak dapat kita lihat dan tidak dapat kita raba, tetapi bukan berarti tidak ada. Yang tidak dapat kita lihat adalah adanya begitu banyak berkat di sekitar kita yang tersedia bagi kita. Ada begitu banyak anugerah, kemurahan, berkat, kesehatan, keberhasilan, kecerdasan dan semua kekayaan surgawi tersedia bagi kita, tetapi kita tidak dapat melihatnya. Dan Alkitab berkata bahwa rhema-firman yang diucapkan­membuat kita sanggup menjadikan apa yang tidak kelihatan menjadi kelihatan dan dapat kita sentuh.
Jadi, firman yang diucapkan itulah yang membuat apa Yang tidak kelihatan tetapi ada, terjadi! Sadarkah kita, berapa banyak yang ada tetapi tidak terlihat? Sekian tahun sebelum berdirinya, lahan Holy Stadium (gedung gereja JKI Injil Kerajaan, Semarang) sudah ditawarkan dan saya sempat melihatnya masih berupa rawa-rawa. Saya masih melihat bambu-bambu yang begitu banyak, dan sekeliling tanah itu diberi jaring. Tadinya lahan itu direncanakan untuk mini golf course. Saya melihat ke arah gedung Holy Stadium ini, tetapi tidak kelihatan gedung. Yang kelihatan hanya, "Tidak punyauang, tidak punya uang, tidak punya uang," itu saja. Karena begitu saya tanyakan harganya, semangat saga langsung kempes. Saya belum bisa melihatnya. Padahal jikalau hari itu saya dapat melihat, saya akan melihat gedung Holy Stadium, ini. Sebenarnya gedung ini sudah ada, tetapi pada waktu itu saya belum bisa melihatnya. Sampai firman yang diucapkan itu keluar! Secara manusiawi memang perlu pengerjaan. Tetapi sebagaimana yang kita lihat hari ini, gedung ini sudah selesai. Sampai sekarang di lantai ini tidak pernah ada bola golf dipukul, yang ada adalah tempat beribadah. Tetapi di hari itu, gedung ini tidak kelihatan.
Ada berapa banyak yang sesungguhnya sudah tersedia, hanya saja kita tidak melihatnya? Dan dari yang tidak terlihat itu, oleh karena rhema, akan menjadi kelihatan! Bagi yang sedang berdoa mencari seorang istri, sebenarnya calon istri sudah ada, tetapi Saudara belum melihatnya atau Saudara melihat ke jurusan yang salah. Yang hutangnya belum terbayar, uang untuk melunasi hutang sebenarnya sudah ada, bahkan lebih dari cukup. Sudah ada! "Dimana , Pak?';, Kita belum melihatnya jika kita bertanya: "Di mana, Pak?" Jika kita sudah melihatnya, kita tidak akan bertanya demikian.
Permasalahannya, dengan apa kita menjadikan yang tidak kelihatan ini menjadi kelihatan, yang tidak kelihatan menjadi kenyataan? Dengan firman yang diperkatakan! Firman yang diperkatakan adalah roh dan di dalamnya ada zoe-'kehidupan yang ilahi.' Mari kita melihat contoh bentuk konkritnya:
Pada suatu kali, ketika tidak ada air bagi umat itu, berkumpullah mereka mengerumuni Musa dan Harun, dan bertengkarlah bangsa itu dengan Musa, katanya: "Sekiranya kami mati binasa pada waktu saudara-saudara kami mati binasa di hadapan TUHAN! Mengapa kamu membawa jemaah TUHAN ke padang gurun ini, supaya kami dan ternak kami mati di situ? Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membawa kami ke tempat celaka ini, yang bukan tempat menabur, tan pa potion ara, anggur dan delima, bahkan air minum purr tidak ada?" Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka. TUHAN berfirman kepada Musa: "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya" Bilangan 20:2-8
Sebenarnya yang membuat Tuhan letih dengan orang Israel itu adalah mereka sudah ditunjukkan kehebatan Tuhan tetapi hati mereka tidak mau berpaut kepada Tuhan. Kalau sesuatu terjadi, yang disalahkan pemimpin. Pada waktu mereka diperbudak di Mesir, mereka berteriak-teriak kepada Tuhan. Mereka ditolong, mereka diajak keluar, tetap lama saja seperti itu. Tuhan sampai letih dengan segala sikap dan gerutuan mereka. Kalau mereka hidup di abad ini, Tuhan berkata: "Capek deh." Lagi katanya: "Barangsiapa telahsepuluh kali mencobai Aku tidak usah melihat Kanaan." Maka bangsa itu dibuat berputar-putar di padang gurus, sebetulnya untuk menghabiskan umur mereka. Kalau kita perhatikan, Tuhan itu letih sekali jika kita ini jagoan ago me!, apa pun diomeli, apa pun dikomentari, semua ditanggapi negatif. Jangan sampai kita membuat Tuhan letih. Kita dapat meletihkan Tuhan dengan perkataan dan gerutuan. Dan apakah kita dapat menghasilkan mujizat dengan mengomel? Tidak ada mujizatnya, malahan hati kita jadinya tidak pernah menikmati sukacita.
Mereka mengutuki diri sendiri, kata mereka: "Sekiranya kami mati binasa pada waktu saudara-saudara kami coati binasa di hadapan TUHAN!"Mengherankan, ada orang yanghobinyamengutuki diri sendiri. Ini gawat, akibatnya semua yang berkata begini, betul-betul mati di padang gurun, tidak ada satu pun yang masuk ke Tanah Kanaan. Dan mereka juga menyalahkan Musa: "Mengapa kamu membawa jemaah  TUHAN ke padang gurun ini, supaya kami dan ternak kami mati di situ?" Aneh, mereka menyalahkan Musa! Bukankah TUHAN yang memimpin mereka melalui tiang aware dan tiang api yang mereka lihat. Sebetulnya mereka ini man menyalahkan TUHAN, tetapi sungkan dan tidakberani. Musa yang dihajar:"Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membawa kami  ke tempat celaka ini, yang bukan  tempat menabur, tanpa pohon ara, anggur darn delima, bahkan air minum pun  tidak ada?" Mereka bersungut-sungut, danperkataan mereka ngawur (sembarangan), dan akibatnya mereka betul-betul celaka.
Apabila kita baca lebih lanjut, Musa tidak dapat memasuki Tanah Kanaan, oleh karena mereka bertengkar dengan Musa. Bertengkar itu berarti Musa ikut berbicara, lain dengan apabila misalkan tertulis: "Mereka memaki-maki Musa," berarti Musanya diam. Tetapi karena tertulis: "Bertengkarlah ...," berarti kedua belah pihak terlibat, ada reaksi timbal balik. Emosi Musa terpancing. Orang yang disebut sebagai orang yang paling lembut hati di muka bumi (Bilangan 12:3) pun terkena. Perkara yang mereka katakan memahitkan hati Musa. Akibat pahit hati, Musa tidak masuk ke Tanah Kanaan. Kesalahan Musa adalah meladeni mereka. Oleh sebab itu, jika ada orang 'mengamuk,' bangkit emosi dengan kita, jangan terpancing, kita sendiri yang akan rugi. Janganlah kita membiarkan diri menjadi pahit hati. Jangan meresponi perkataan yang memprovokasi kita untuk marah.
Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka. TUHAN berfirman kepada Musa: "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya"
Bilangan 20:6-8
Perhatikanlah bahwa ayat delapan merupakan perintah Tuhan. Tuhan menyuruh Musa dan Harun"mengatakan kepada bukit batu itu supaya diberiairnya." Mereka diperintahkan untuk mengatakan kepada bukit batu, bukan kepadamanusia atau makhluk hidup lain dan juga bukan berdoa kepada bukit batu, melainkan berkata-kata. Kata 'airnya' menunjuk kepada air yang ada di dalam bukit batu itu. Frasa . 'demikianlah engkau mengeluarkan air' menunjukkan bahwa bukan Tuhan yang mengelurkan air dari bukit bate, tetapi mereka yang mengeluarkan air dari bukit batu.
Tuhan itu rendah hatinya luar biasa, padahal semua itu dari Dia, tetapi Tuhan mau mengajarkan prinsip ini kepada Musa. Sayangnya, Musa tidak taat, mempertunjukkan emosi yang berasal dari kepahitan hatinya. Dia menghajar bukit batu sampai dua kali. Memang keluar airnya, tetapi itu membuat Musa tidak masuk Tanah Kanaan. Tetapi inilah prinsip yang hendak kita teliti. Air itu sebenarnya sudah ada. Di dalam bukit batu itu ada air, tetapi tidak terlihat. Tuhan mengajar Musa: "Berbicaralah! Katakan kepada bukit bate itu, supaya diberi airnya. Maka engkau akan mengeluarkan air dari bukit batu itu." Yang tidak terlihat, belum tentu tidak ada. "Di mana, Pak?" Memang tidak terlihat dan belum* terlihat. Kita harus membuatnya, dalam kehendak Tuhan, ,menjadi kenyataan. Caranya bagaimana? Pakailah cara Tuhan: "the spoken word"-rhema! Itulah sebabnya Musa diperintahkan berbicara kepada bukit batu.
Orang dunia saja menggunakan prinsip ini. Cobalah pergi ke pasar pagi-pagi sekali membeli sayuran atau buah­-buahan atau apa saja. Jika kita adalah pelanggan pertama, pada waktu uang kita diterima penjual, ia akan berbicara seperti ini:"Laris, laris, laris," Sebenarnya intinya bukan uangyang ditempelkan itu, melainkan kata-katanya. Penjual itu tidak akan berkata " Tidak laku, tidak laku " Tidak. Bukan soal lembaran uangnya. Saya tidak mengajarkanuntuk (menampari) suami denganuang danberkata : Punya uang ! Punya uang!" Jangan! Tetapi prinsipnya , yang jugaditiru orang dunia, kita harus mengatakan sesuatu.
Sebuah tabloid menceritakan seorang pemain sinetron yang mempunyai sebidang tanah kecil. Membelinya pun dengan susah payah, bahkan hampir tidak terbeli. Di sebelah rumahnya, ada sebidang tanah yang luas, yang tidak diketahuinya pemiliknya. Tetapi tiap-tiap kali dia memanjat pohon di tanahnva, sambil melihat ke seberang, ke tanah di sebelahnya, sambil berbicara: "Wah tanah, kamukoqnggadiurus ya?! Kasihan, ikut aku aja, tanah. Dari pada tidak diurus yang punya." Sekian waktu kemudian tanah luas itu menjadi miliknya!
Janganlah ada orang Kristen yang memalukan, yang perkataannya jelek: "Ya Tuhan, katanya aku anak-Mu. Hidupkunelongso(menderita). Punya tanah ukuran kecil. Yang di sebelah sekian hektar, bukan milikku. Memang nasibku begini." Jika kita bisa mengerti rahasia ini. Tuhan memerintahkan Musa: "Katakan kepada bukit batu itu, supaya diberi airnya. Kamu akan keluarkan air dari bukit brats Au_" Ini luar biasa! Sebenarnya, itulah otoritas daya cipta dalam  suatu level tertentu yang Tuhan berikan bagi kita. Barang siapa menginginkan apa yang Tuhan sediakan danbelum kelihatan, haruslah mempraktekkan berkata-kata.Tidak hanya di gereja, tetapi di rumah dan di mana pun dan dalam hal apa pun. Jika masuk ke toko berkatalah: "Laris! Dagangan habis semua! Dagangan keluar semua! Ganti yang baru! Aku sudah bosan sama kamu! Laris! Semua pergi! Sudah dua bulan tidak laku-laku, keluarlah dalam Nama Yesus! Uang masuk, kamu keluar!" Harus tepat berbicaranya,jangan hanya berkata: "Keluar! Keluar! Keluar!" Yang datang perampok, malahan repot! Jangan sampai keliru. Katakan: "Kamu keluar, uang masuk!" …

6. YESUS MENGAJARI KITA MELALUI INJIL
Keesokan harinyq sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. . Dari jauh la melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau la menemukan sesuatu pada pohon itu. Tetapi waktu tiba di situ, ia tidak menemukan apa-apa selain daun-daun  saja, sebab memang bukan musim buah ara. Kata-Nya kepada pohon itu, "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" murid-murid-Nya pun mendengarnya. Markus 11:12-14
Ada yang aneh memang. Betania adalah kota tempat tinggal Marta yang suka melayani dan pandai memasak. Mengapa Yesus bisa pulang dan meninggalkan Betania dalam keadaan lapar? Mungkin Marta memasak masakan yang terlalu rumit sehingga belum selesai atau mungkin Marta memasak sesuatu yang salah dan Tuhan pergi tanpa makanhari itu.
Perhatikan bahwa Tuhan Yesus berkata-kata kepada pohon. Kalau kita lakukan hari ini, mungkin orang yang melihat menganggap kita gila. Tetapi Alkitab mengisahkan bahwa Tuhan Yesus berkata-kata kepada pohon.Selanjutnya diceritakan demikian:
Pagi-pagi ketika Yes us dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. Lalu teringatlah Petrus dan berkata kepada Yesus, "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering." Yesus menjawab mereka, "Percayalah kepada Allah!" Markus 11:20-22
Sebetulnya kalimat terakhir itu terjemahan hurufiahnya adalah: "Have the faith of God!" - milikilahimannya Allah! Itulah iman yang mempunyai kuasa daya cipta!Bukan hanya: 'percayalah kepada Tuhan,' tetapi: milikilahimannya Tuhan!Lalu:
Aloe berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam lout! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Markus 11:23-24
Tuhan Yesus mengatakan supaya kita "berkata kepada gunung!" Jadi di Alkitab ada frasa: "Berkata kepada bukit batu," "berkata kepada pohon," "Berkata kepada gunung." Tetapi jangan salah: bukan meminta kepada batu, pohon ataupun gunung, melainkan berkata-kata, memerintah! Jika kita berbicara dengan penuh kepercayaan, hal itu akin terjadi.
Ev. drg. YusakTjiptoPurnomo, pernah bercerita. DI Surabaya ada seorang bapak yang istrinya mempunyai sebuah pohon mangga, dan sudah bertahun-tahun potion cangkokan itu tidak ada buahnya. Mereka mengeluh kepada Pak Yusak dan berkata: "Koqpohon ini tidak berbuah." Lalu Tuhan mengajarkan melalui hamba-Nya: "Peluk pohon itu dan katakan, 'pohon, pohon, pohon ... berbuah, berbuah, berbuah."' Di sini seringkali kita berlebihan berbuat sesuatu. Pohon mangga itu mereka peluki sambil berkata, "Ayo pohon mangga berbuah, berbuah, berbuah!" Tidak lama kemudian pohon itu berbuah sangat banyak. Semakin masak, semakin banyak buahnya, lalu, "kraak!" patch pohonnya. Dan akhirnya pohon itu mati. Ironis: mati karena terlalu banyak buahnya.
Sekian waktu yang lalu ada hamba-hamba Tuhan yang mengajar kita mendoakan orang yang tangan atau kakinya panjang sebelah. Adakalanya hal yang tidak diketahui dan tidak disadarinya orangnya sendiri, karena jika berdiri tidak begitu kentara. Tetapi dengan posisi yang tepat akan terlihat selisih yang beberapa mm atau beberapa cm itu. Kondisi seperti itu dapat menimbulkan sakit-penyakit di pinggangatau di bagian tubuh lain. Mereka mengajari kita untuk berkata-kata kepada anggota badan. Kepada anggota badan yang lebih pendek: "Tumbuh! Memanjang! Memanjang!" Pada pertama kali belum diajarkan berapa lama harus berkata-kata seperti itu dan sampai batas mana. Ada seseorang yang kaki kirinya lebih pendek dari kaki kanannya. Yang mendoakan berkata: "Memanjang! Memanjang! Memanjang!" Dan kaki kiri itu memanjang. Ternyata setelah berhenti memanjang, kaki kirinya lebih panjang daripada kaki kanannya. Kata hamba Tuhan: "Tadi seharusnya dikatakan: 'Memanjang sampai sama dengan kaki kanan!' Nah, sekarang jangan doakan kaki kiri memendek, doakan saja yang kanan supaya memanjang sampai sama dengan yang kiri, lalu berhenti!" Puluhan orang menyaksikan bagaimana kaki kanan itu bergerak, lalu berhenti tepat sama panjang dengan yang kiri!
Ada otoritas daya cipta yang luar biasa. Dan terjadinya dengan sangat sederhana: cukup dengan perkataan kita. Murah meriah. Jika lelah, minum air segelas sudah segar kembali untuk berkata-kata lagi. Sangat murah dan mudah sekali. Tuhan Yesus mengajar kita: "Katakan!"
Di dalam kisah penciptaan, di Kejadian pasal satu, kita menemukan suatu pola dimana setiap hari Tuhan menciptakan/menjadikan sesuatu, dan dengan sangat jelas disebutkan: 'Tuhan menciptakan' atau 'Tuhan menjadikan.
Pada hari kedua: "Berfirmanlah Allah: 'Jadilah cakrawala       (ayat 6), lalu dikatakan: "Maka Allah menjadikan cakrawala ..." (ayat 7).
Pada hari keempat:"Berfirmanlah Allah: 'Jadilah benda-­benda penerang ...." (ayat 14), lalu dikatakan: "Maka Allah '­menjadikan kedua benda penerang ..." (ayat 16).
Pada hari kelima: "Berfirmanlah Allah: 'Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup ...."' (ayat 20), lalu dikatakan: "Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar ..." (ayat 21).
Pada hari keenam: "Berfirmanlah Allah: 'Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup ...."' (ayat 24), lalu dikatakan: "Allah menjadikan segala jenis binatang liar ..." (ayat 25).

Pada penciptaan manusia: "Berfirmanlah Allah: 'Baiklah Kita menjadikan manusia ...."' (ayat 26), lalu dikatakan: "Maka Allah menciptakan manusia ..." (ayat 27).
Kita mendapati suatu kenyataan bahwa pada, sebagian besar penciptaan Alkitab mengatakan: "Tuhan menjadikan" atau "Tuhan menciptakan." Tetapi pada ayat 11 dan 12 itu aneh:
Berfirmaulah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan  yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan Jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segalatumbuh-tumbuhan  yang berbiji dan segala pohon-pohon yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:'11-12
dalam hal tanah Tuhan tidak berkata: "Jadilah pohon­-pohonan ...." Tetapi Tuhan berkata: "Hendaklah tanah menumbuhkan ..." dan Alkitab menyatakan: "Tanah itu menumbuhkan ...." Mengapa demikian? Rupanya oleh sebab tanaman, pohon dan sebagainya sudah ada di dalam tanah tetapi tidak kelihatan. Sehingga cukup diperintahkan saja: "Tumbuh!" Maka mereka tumbuh. Cakrawala ... Tuhan menjadikan; ikan-ikan dan burung-burung ... Tuhan menjadikan; matahari dan bulan ... Tuhan menjadikan; binatang darat dan bahkan manusia ... Tuhan menjadikan. Tetapi tumbuh-tumbuhan yang buahnya berbiji untuk makanan kita, ternyata di dalam tanah sudah terdapat semua potensi kehidupan mereka. Dan jika kita teruskan pembacaan Kitab Kejadian, ternyata di tanah juga ada permata, emas dan segala jenis kekayaan alam, Dan Alkitab tidak mengatakan bahwa "Tuhan menjadikan." Dengan pasti kita tahu bahwa Tuhan yang membuat semuanya. Tetapi tentang mekanismenya, la berkata: "Hendaklah tanah menumbuhkan," oleh karena ternyata potensinya sudah ada di situ tetapi belum terlihat.
Manusia diciptakan dari debu tanah. Semua yang ingin kita makan sudah ada di tubuh ini. Semua perhiasan, batu permata, kekayaan sudah ada di tubuh ini. Ditambah lagi, kita sudah lahir baru: ada Roh Tuhan di dalam kita. Yesus Kristus tinggal di dalam kita. Semua potensi ilahi sudah di dalam kita!
Oleh karena itulah, setiap kali Tuhan membuat mujizat pelipatgandaan, dia tidak mendatangkan bahan dari luar.Janda Sarfat hanya mempunyai tepung segenggam dan minyak sedikit, dan Nabi Elia berkata: "Buatkan bagiku roti bundar dahulu, sisanya buat kamu. Tepung ini tidak akan habis sampai masa menuai." Dan tepung janda Sarfat itu dilipatgandakan. Darimana tepung yang banyak itu didapatkan? Dari situ! Yang ada dilipatgandakan. Hanya perlu mengatakan apa yang Tuhan katakan, maka semuanya jadi seperti yang dikatakan. Ada seorang janda nabi dengan minyak dalam buli-buli kecil. Anaknya akan diambil oleh orang yang meminjami dia uang, dan Nabi Elisa berkata: "Kamu pinjam tempayan dari tetanggamu dan jangan terlalu sedikit. Lalu tuangkan minyak itu ke dalam tempayan." la tidak diajari meminta minyak dari tempat yang lain, hanya minyak yang dia miliki saja. Di dalam minyak yang dimilikinya sudah ada sesuatu yang tinggal dilipatgandakan. Minyak itu bare berhenti setelah tempayannya habis. Lihat juga mujizat 5 roti dan 2 ikan. Tuhan Yesus berkata: "Apa yang kamu punya?" Mereka berkata bahwa hanya ada a roti dan 2 ikan. "Bawa kemari," kata-Nya dan dilipatgandakan-Nya. Dari mana ke-5 roti dan ke-2 ikan itu? Dari situ.
Ada banyak potensi kehidupan yang luar biasa, berkat­-berkat Tuhan di dalam hidup kita. Berbicaralah kepada diri kita sendiri dan katakan: "Di dalamku ada berkat Tuhan yang tidak terhingga! Aku adalah orang Yang sangat diberkati! Sebentar lagi akan kelihatan!" Tanah menumbuh­kan! Dari bahan yang sama tercipta diri kita! Tinggal diperkatakan, oleh karena semua potensinya sudah ada di dalam hidup kita.Jika sebutir telur mentah dimasukkan ke wajan panas dan digoreng, maka akan menjadi telur goreng. Jika direbus, maka akan menjadi telur rebus. Jika telur itu diberi kecap dan diaduk-aduk, maka akan menjadi telur kecap. Dan jika kita memasukkan jari kita untuk mencari-cari di dalamnya, maka tidak ada satu pun benda keras di dalam telur itu. Dan telur juga tidak bisa bergerak ke mana-mana dengan sendirinya, tidak mengeluarkan suara, tidak ada kehidupan yang nampak. Selama ada di dalam kulitnya dan tidak dikeluarkan, maka tidak ada dinamikanya. Tetapi sesung­guhnya di dalam telur ini terdapat potensi kehidupan yang luar biasa. Kalau dibiarkan terbungkus dengan baik di dalam kulitnya, dan seekor induk ayam mengeraminya selama tiga minggu, maka setelah masa itu kita tidak akan melihat telur ini lagi. Bukannya telur, kita akan melihat satu makhluk kecil yang lucu dan imut muncul, dan namanya bukan anak telur, tetapi anak ayam.
Kita dapat melihat bahwa ayam itu berbulu. Tetapi di dalam telur kita tidak melihat adanya bulu. Kalau ada bulu ayam di dalam telur, tentu kita enggan memakannya. Di dalam telur juga tidak ada paruh atau cakar atau tengkorak kepala atau bagian ayam lainnya. Ayam dapat bersuara dan kalau ia ayam betina dan bertumbuh dewasa maka is dapat juga menghasilkan telur, tetapi di dalam telur tidak ada suara ataupun kemampuan reproduksi. Jadi, dari manakah semua itu?Darimanakah gerak lincah, kemampuan bersuara, berjalan,berlari, menghasilkan telur? Semua itu tidak kelihatandi dalam telur, tetapi tidak berarti tidak ada. Hanyasaja belum terlihat. Sebuah proses sederhana akan mengubah telur yang kelihatannyabenda mati ini menjadi benda hidup.
Berapa banyak di antara kita yang menyadari bahwa di dalam diri kita terdapat semacam 'telur-telur'? Di dalam diri kita ada sesuatu yang sewaktu-waktu bisa keluar dan menjadi kenyataan. Tuhan menciptakan kita dengan semua potensi kehidupan ilahi yang begitu kuat. Dan hal itu akan mewujud oleh rhema - the spokenword-perkataan yang diucapkan.
Mulailah dari sekarang. Ketika kita hendak berbisnis, katakanlah kepada barang dagangan kita: "Laris kamu, dalam Nama Yesus! Terjual dengan harga baik!" Kalau kita mau menjual tanah, kelilingi sambil berkata: "Ayo tanah, hasilkan uang untukku. Maaf saja, kita harus berpisah sementara, tetapi saga butuh duit. Nanti kalau saga kaya saya beli lagi, kalau Tuhan menghendaki. Dalam Nama Tuhan Yesus!" Kalau rumah kita sempit, katakan: "Melebar! Melebar! Melebar! Bertambah besar!" Kalau rumah kita kebanjiran, katakan: "Naik! Naik! Naik!" Tunjuk ke arah gunung, ke daerah yang lebih baik di lereng gunung. Pindah ke sana. Perintahkan sesuatu. Ucapkan sesuatu. Berbicara kepada diri sendiri. Katakan: "Aku ini orang diberkati!" Maka hal itu akan terjadi di dalam hidup kita! Sekarang tergantung kepada diri kita. Apakah akan kita biarkan 'telur' tetap 'telur' di dalam diri kita, atau akan kita kembangbiakkan? Ajaibnya,, di dalam Kitab Kejadian dikatakan:
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-­layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Kejadian 1:1-3
Kata 'melayang-layang' dalam perikop ini sebetulnya terjemahannya yang paling tepat adalah seperti induk ayam mengerami telurnya. Ada Roh Kudus yang mengerami kita. Mengapa kita perlu penuh dengan Roh Kudus? Karena kita perlu dierami. Selanjutnya, kita tinggal memperkatakan, sebagaimana janji Tuhan: "Semua potensi kehidupan, keluar­lah! Semua karunia, keluarlah!" Perintahkan semua berkat yang sudah Tuhan taruh dan semua jatah kita untuk tumbuh keluar. Ucapkan yang sesuai dengan keperluan kita masing-­masing yang bervariasi dan sesuai dengan tuntunan Tuhan. Dan kita akan melihat hidup kita berubah total dan ajaib sejakhari-hari ini.
            Jangan mengeluh lagi tetapi buat pernyataan iman dengan kuat: “Aku orang yang diberkati ! di dalam hidupku sudah bersedia semua berkat, keberhasilan, kelimpahan, kesehatan, masa depan cerah, rencana Tuhan yang sempurna ! semua karunia, buah Roh, karakter Kristus, dan kebenaran Tuhan di dalam diriku sudah tersedia! Tuhan Yesus sudah memberikannya di dalam hidupku. Walaupun matakubelum melihatnya tetapi akan percaya semuanya sudah ada di dalam diriku. Di dalam Nama Tuhan Yesus, aku katakan semua berkat dan semua yang Tuhan taruhkan di dalam diriku berbuah !  berbuah ! Berbuah! Menjadi nyata ! menjadi nyata ! menjadi nyata ! firman menjadi daging! Semua janji yang Tuhan berikan terjadi! Tidak ada janji Tuhan yang gugur! Semuanya jadi! Berbuah! Berbuah! Berbuah! Rancangan Tuhan yang sempurna terjadi! Aku sampai di garis akhir! Dimeteraikan dalam Nama TuhanYesus Kristus!
Amin!!"
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: Peperangan Rohani
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan