Sabtu, 15 Agustus 2015

DESTINY ADALAH TUJUAN ILAHI DALAM HIDUP KITA



Oleh : Pdt. David Ibrani, S.PAK., MA.,MTh

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Ef. 2:10)

Destiny adalah keberadaan kita di masa yang akan datang yang telah ditentukan dan dirancang oleh Tuhan bagi kita. Destiny juga dapat diartikan sebagai impian ilahi. Setiap orang percaya harus meraih dan mencapai destiny yang telah ditentukan-Nya. Kita tidak boleh menunggu dengan pasif dan hanya menantikan dan mengharapkan destiny datang menghampiri kita. Sebaliknya, kita harus mempersiapkan diri, bergerak maju, dan meraih destiny. Di dalam khotbah ini, Anda akan mendapatkan banyak insight (pengertian yang mencelikkan mata rohani) mengenai pentingnya destiny, bagaimana meraihnya, dan apa saja hambatannya serta bagaimana setan berupaya untuk menyembunyikan dari Anda dan membuat seolah-olah destiny tidak mungkin diraih. Anda pun akan melihat hubungan antara gambar diri dengan meraih destiny, mengerti betapa pentingnya memilih mitra pelayanan yang tepat, perlunya pemimpin yang memiliki peran dan mental yang baru, serta belajarmenetapkan hati untuk terus fokus dan konsisten.

Destiny yang Tuhan tetapkan bagi kita seringkali Ia berikan dalam bentuk benih. Setiap kali kita berbicara tentang destiny ilahi, mungkin kita seperti melihat sesuatu yang masih jauh di depan sana, dan dibandingkan dengan keberadaan kita saat ini, mungkin hal tersebut seakan-akan mustahil untuk dapat kita wujudkan. Hal itu disebabkan, karena destiny yang Tuhan berikan kepada kita memang Ia berikan dalam bentuk benih, kita masih harus melakukan sesuatu untuk dapat mencapainya. Kita harus mulai menaburkan benih itu, agar dapat bertumbuh dan menghasilkan sesuatu. Untuk itu, ada langkah-langkah persiapan yang masih harus kita lakukan, namun yang pasti, bersamaan dengan kita menerima benih destiny tersebut, kita juga memiliki harapan untuk dapat mewujudkannya.

Jika kita ingin mendapati adanya destiny ilahi yang mulai teraplikasi dalam hidup kita, kita harus belajar untuk masuk di dalam RohNya terlebih dahulu, karena destiny ilahi tersebut pertama-tama Tuhan tetapkan bagi kita di dalam kekekalan. Alkitab malah menuliskan bahwa jauh sebelum dunia ini ada, Ia telah merancangkan kehidupan kita. Untuk kita dapat mengetahui apa yang ada dalam kekekalan, kita perlu belajar masuk di dalam Roh. Ketika kita mulai belajar mengaktifkan dinamika rohani dalam hidup kita dengan berdoa dalam bahasa roh, kita akan mendapati Tuhan membawa kita masuk dalam RohNya. Di dalam RohNya, Dia akan menyatakan kepada kita apa yang menjadi hati dan pikiranNya kepada kita.

Ketika Tuhan mulai menyatakan kepada kita apa yang ada di dalam hatiNya tentang hidup kita, kita akan mulai bisa meraba apa yang harus kita kerjakan sebagai destiny kita, walaupun saat ini kita belum melihat semuanya ada. Itu sebabnya saya tegaskan, destiny ilahi selalu dalam bentuk benih. Bagaimana Tuhan menanamkan benih itu ke dalam hidup kita? Ketika kita mulai berdoa dalam bahasa roh atau ketika kita sedang menyembah Tuhan dengan sangat intens, pada waktu aktifitas ilahi terjadi dalam roh kita, pada waktu itulah seringkali Roh Kudus akan membuka mata hati kita. Ketika mata hati kita terbuka, Tuhan akan menunjukkan kepada kita, apa yang Dia sudah rencanakan bagi kita.

Jika kita telah mengetahui seperti apa nantinya hidup kita, jika kita melakukan apa yang menjadi rencanaNya atas kita, kita akan mulai bisa membandingkan antara pengorbanan yang harus kita buat dalam melakukan persiapan dengan hasil akhir yang akan kita capai nanti. Dan dengan kita mengetahui hal tersebut, kita akan dapat dengan rela menjalani proses persiapan yang harus terjadi dalam hidup kita, karena kemuliaan yang menanti di depan kita jauh lebih besar; tidak sebanding dengan pengorbanan yang harus kita buat pada masa persiapan.

a. Tuhan akan menyatakan kepada kita apa yang menjadi isi hati dan rencanaNya pada waktu roh kita terbuka untuk mengalami terjadinya pekerjaan Roh Kudus. Setiap kali Tuhan ingin menyatakan apa yang harus kita kerjakan, Dia akan menyatakannya di dalam roh. Selama kita tidak membuka hidup kita untuk Roh Kudus bekerja, kita tidak akan pernah tahu apa yang Roh Kudus rencanakan bagi kita. Keterbukaan roh dan hati kita akan membuat kita mengetahui apa yang menjadi isi hati Tuhan tentang hidup kita dan dengan demikian Roh Kudus pasti akan menyingkapkan apa yang menjadi isi hatiNya. Untuk mewujudkan keterbukaan kita, mulailah berdoa dalam bahasa roh, karena sementara kita berdoa dalam bahasa roh, kita sedang mengkondisikan hidup kita untuk memiliki keterbukaan terhadap pekerjaan Roh Kudus. Jika kita hanya berdiam diri, kita justru mengkondisikan diri kita untuk menjadi pasif.

b. Ketika keterbukaan mulai terjadi dalam roh kita, Roh Kudus akan mulai membuka mata rohani kita untuk menerima penglihatan rohani. Ketika Tuhan mulai menyingkapkan berbagai penglihatan rohani kepada kita, penglihatan rohani yang Tuhan berikan tersebut adalah seperti bahasa simbol, itulah sarana yang Tuhan pakai untuk berkomunikasi. Alasan mengapa Tuhan seringkali mempergunakan penglihatan untuk berkomunikasi dengan kita dan bukan berbicara langsung, adalah karena pikiran kita masih belum mengalami pembaharuan akal budi, sehingga kalau pun Tuhan mulai berbicara, kita belum memiliki kemampuan untuk memahaminya. Cara Tuhan berbicara dengan menggunakan bahasa simbol adalah dengan menunjukkan atau menggambarkan sesuatu kepada kita lewat penglihatan rohani.

Karena itu, buka hidupmu seluas-luasnya untuk Roh Kudus berbicara dan bekerja, karena ketika engkau membuka hatimu dan Tuhan mulai berkomunikasi kepadamu, tanpa sadar engkau sedang menerima impartasi benih destiny itu. Semakin jelas penglihatan rohani yang Tuhan beri dan semakin engkau bertekun untuk mewujudkan hal tersebut, semakin engkau akan mendapati hatimu seperti terkunci, sehingga tidak akan pernah bisa dibelokkan ke arah yang lain. Engkau akan alami bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidupmu, justru merupakan sarana yang mendekatkan engkau kepada destiny yang Tuhan tetapkan: “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia dan bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencanaNya.” ( Roma 8 : 28 )

Sejak awal, Yusuf sudah mengetahui apa yang menjadi destinynya. Itu sebabnya meskipun ia dibuang ke sumur, ia tidak kepahitan terhadap saudara-saudaranya. Ketika ia diangkat dan dijual menjadi budak di rumah Potifar, sesungguhnya ia justru semakin didekatkan ke tahta Mesir. Ketika isteri Potifar menggoda Yusuf, Yusuf tidak tergoda karena ia tahu ia tidak boleh berhenti pada titik di mana ia sudah berada. Ia tahu apa yang menjadi destinynya dan tidak ada satupun yang dapat membelokkan dia dari destiny tersebut. Ia justru memanfaatkan setiap peristiwa buruk yang terjadi atasnya sebagai masa persiapan yang mematangkan seluruh eksistensi hidupnya, untuk pada akhirnya ia berada pada posisi sebagai pemimpin.

Peristiwa buruk yang kita alami saat kita berada di dalam destiny sesungguhnya adalah wujud anugerah Tuhan, karena lewat peristiwa-peristiwa negatif tersebut, kita justru didekatkan pada destiny kita. Sebaliknya, peristiwa buruk yang kita alami ketika berada di luar destiny, seebenarnya seringkali disebabkan karena kebodohan kita sendiri. Ketika hal-hal buruk terjadi dalam hidup kita, sementara kita berada di dalam destiny, untuk dapat menjaga hati kita agar tidak terganggu oleh setiap peristiwa yang terjadi, kita harus tahu dengan pasti apa yang harus kita capai dan ke mana kita harus melangkah. Selama kita tahu dengan pasti apa yang harus kita perbuat dan selama Tuhan ada bersama kita, kita akan selalu melihat bahwa setiap peristiwa yang terjadi, justru mendekatkan kita kepada destiny yang Tuhan sudah tetapkan bagi kita. Karena itu, milikilah keterbukaan sehingga RohNya dapat terus bekerja dalam hidup Anda.

Dimensi rohani yang datang ketika roh kita sedang aktif adalah bahan dasar untuk tercurahnya anugerah. Ketika anugerah datang dalam hidup kita, apa yang dulu tidak bisa kita raih, sekarang kita bisa dengan mudah meraihnya. Apa yang dulu tidak bisa kita kerjakan, kini kita bisa dengan mudah mengerjakannya.
Karena itu kita harus menyadari bahwa setiap kali Tuhan menanamkan destiny ilahi dalam hidup kita, destiny tersebut Ia berikan dalam bentuk benih. Kitalah yang harus menjagai dan menumbuhkannya, sampai benih tersebut berakar dan mulai bertumbuh. Dengan berjalannya waktu, kitapun pasti akan mendapati bahwa kia mulai mengerjakan destiny yang Tuhan telah tetapkan atas hidup kita.

Pemenuhan Destiny

Dalam kekekalan, Tuhan sudah merancang destiny hidup kita dari sejak mulanya, bahkan sebelum kita ada dalam kandungan ibu kita: apa yang harus kita kerjakan, dengan siapa kita harus bergaul, di mana kita akan tinggal, dll. Persoalannya, semua rancangan Tuhan tersebut ada dalam kekekalan. “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Ef. 2:10)
Sejak kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, adalah kewajiban kita untuk mencari tahu melalui kuasa RohNya, apa yang menjadi destiny yang Ia sudah tetapkan untuk hidup kita, sehingga sebagai orang percaya hidup kita tidak akan sia-sia. Sesungguhnya sejak kita mengalami kelahiran baru, Tuhan sudah menaruh sebuah potensi dalam hidup kita, yang jika kita pergunakan akan membuat hidup kita menghasilkan dampak yang luar biasa. Dengan demikian, ke manapun kita pergi dan apapun yang kita lakukan, Tuhan akan membuat hidup kita berdampak besar bagi orang banyak.

Oleh sebab itu, Tuhan menghendaki agar setiap kita tanpa terkecuali mulai mencari tahu jenis “pekerjaan baik” yang Tuhan sudah tetapkan buat kita. Karena ketika kita tahu dengan pasti apa yang menjadi rencana-Nya bagi kita, kita akan selalu melihat campur tangan ilahi terjadi dalam hidup kita. Selama kita mau terus bertumbuh di dalam Tuhan, ada harapan untuk kita dapat mengetahui apa yang menjadi rencanaNya.

Setiap kali engkau berada dalam hadirat Tuhan, teruslah bertumbuh dan mintalah agar RohNya menyingkapkan lebih lanjut kepadamu langkah-langkah yang harus engkau ambil untuk menggenapi rencanaNya. Dan selama engkau menaatinya, RohNya akan terus bekerja dalam hidupmu, menyingkapkan apa yang menjadi isi hati Bapa bagimu, engkau semakin didekatkan dengan destiny yang Ia sudah tetapkan bagimu.

Bagaimana kita bisa mewujudkan destiny ilahi dalam hidup kita?

1. Penggenapan destiny adalah wujud dari kedaulatan Allah sendiri. Kita tidak bisa memaksakan diri kita untuk dapat mewujudkan destiny tersebut. Cara-cara manusiawi yang kita pakai untuk mewujudkan destiny hanya akan menciptakan “Ismael” yang baru dalam hidup kita (Kejadian Seringkali, cara Tuhan untuk mendekatkan kita kepada destiny kita sangat berbeda dengan apa yang kita pikirkan. Yang Tuhan kehendaki dari kita hanyalah terus mengikuti ke mana Ia bergerak.
Itu sebabnya, tanpa kita terus memautkan hati kita kepada Tuhan, kita bisa dengan mudah menjadi kecewa ketika cara yang Tuhan pakai tidak seperti yang kita harapkan. Selama kita terus hidup dalam ketulusan hati dan hati kita senantiasa tertuju kepada Tuhan, hati kita akan selalu terpaut kepada Dia. Tentang bagaimana Dia akan membawa kita kepada destiny, itu bukan lagi urusan kita. Selama Tuhan ada bersama kita, kita bisa memiliki keyakinan bahwa kita pasti akan dapat menggenapi destiny tersebut.

Ketika Tuhan mulai membawa Anda untuk mengalami penggenapan destiny, satu tanda yang tidak boleh hilang dari hidup Anda adalah penyertaan Tuhan. Kalaupun Tuhan akan membawa Anda melewati lika-liku kehidupan untuk mencapai destiny tersebut, yang perlu Anda pastikan adalah: apakah Tuhan tetap menyertaimu? Karena sekalipun engkau tampaknya sedang mendekati penggenapan destiny yang Tuhan tetapkan bagimu, jika Tuhan tidak ada bersama dengan Anda, Anda harus waspada, karena itu berarti Anda bukan sedang mendekati penggenapan destiny melainkan melangkah menuju kematian.

Ketika Samuel mengurapi Daud, sejak saat itu Roh Tuhan berkuasa atas Daud (1Samuel 16:13). Dalam pasal berikutnya, Daud muncul sebagai pahlawan di Israel dan dalam pasal yang sama Saul mengambil Daud untuk tinggal bersama-sama dengannya (1Samuel 17). Saul bahkan sampai mengangkat Daud menjadi salah seorang pembawa senjatanya, yang juga adalah orang kepercayaan raja. Rentetan kejadian tersebut bisa saja membuat Daud berpikir bahwa ia semakin dekat dengan tahta, penggenapan dari rencana Tuhan atas hidupnya. Namun yang luar baisa adalah, ketika Saul menjadi iri terhadap Daud dan berniat untuk membunuhnya, berkali-kali Tuhan meluputkan Daud dari bahaya, sampai terpaksa Daud harus melarikan diri dan bersembunyi dari satu tempat ke tempat lainnya; seakan-akan Tuhan sengaja mengusir Daud dari istana Saul. Mengapa? Karena pada akhir hidupnya, Saul justru mati bersama pembawa senjatanya. Seandainya Daud masih tetap bersama Saul sebagai pembawa senjata Saul, Daud pasti akan ikut mati bersama Saul.Tujuan Tuhan “mengusir” Daud dari istana Saul justru untuk menyelamatkan Daud.

2. Mencoba mewujudkan destiny dengan cara yang manusiawi hanya akan menciptakan rentetan masalah baru dalam hidup kita. Mari sejenak belajar dari kehidupan Yakub (Kejadian 9-26). Sejak dalam kandungan, Ribka menyadari bahwa anaknya kembar dan Tuhan telah berfirman bahwa anak yang bungsu akan menjadi pemimpin dari anak yang sulung. Ketika keduanya telah dewasa, pada waktu Esau baru pulang berburu dari padang dalam keadaan lelah dan melihat Yakub sedang memasak kacang merah, ia berkata: “Berikan kepadaku makanan itu.” Yakub menjawab: “Berikan kepadaku hak kesulunganmu.”

Pada waktu itu Esau mungkin berpikir bahwa bagaimana pun juga ia lahir lebih dahulu dari Yakub, secara fakta ia tetap anak yang sulung. Akan tetapi, Esau tidak pernah menyadari bahwa kata-katanya tersebut diperhitungkan oleh Tuhan. Oleh karena itu, jangan pernah mengeluarkan kata-kata dengan sembarangan, ketika engkau sedang lelah ataupun ketika hati Anda sedang kesal, karena apa yang keluar dari mulut Anda itulah yang justru dapat menghambat Anda sendiri untuk meraih destiny yang Tuhan tetapkan bagimu.

Di sisi lain, meskipun Yakub berhasil mendapatkan hak kesulungan yang ia inginkan dengan cara menipu Esau, usaha yang mempergunakan cara-cara manusiawi tersebut membuat Yakub harus keluar dari rumah bapanya. Kita juga mendapati bahwa di rumah Laban, Yakub juga harus melewati banyak sekali penipuan dan penganiayaan secara mental yang dilakukan oleh Laban. Bahkan setelah ia keluar dari rumah Laban dengan membawa seluruh harta bendanya, Yakub menyadari bahwa meskipun ia memiliki semuanya, Tuhan tidak ada bersamanya. Itu sebabnya dalam perjalanan pulang, di tepi sungai Yabok, Yakub harus bergumul semalam-malaman dengan Tuhan, sampai ketika akhirnya fajar menyingsing, Tuhan berkata: “Namamu bukan lagi Yakub, tetapi Israel.”
Tuhan tidak pernah memberkati pribadi Yakub, Ia hanya memberkati pribadi Israel. Ketika Alkitab berkata bahwa Tuhan memberkati Yakub, Yakub yang dimaksud tersebut, bukan lagi Yakub yang lama tetapi Yakub yang sudah menunjukkan perubahan hidup. Setelah malam itu, segala ketakutan yang Yakub miliki untuk bertemu dengan Esau sirna, karena kini ia tahu bahwa Tuhan ada bersamanya. Untuk mewujudkan destiny, kita membutuhkan Tuhan bersama kita, karena dalam dunia sekuler, kita akan menghadapi peperangan secara rohani. Selama Tuhan bersama kita, kita tidak perlu takut karena Dia akan melepaskan kita, sekalipun ada kandang singa ataupun dapur api yang mungkin harus kita masuki.

3. Tuhan memberikan iman kepada kita dengan satu tujuan yaitu agar kita dapat mewujudkan rencana-Nya dalam hidup kita. Selama ini, khotbah tentang iman seringkali dikaitkan dengan kita mendapatkan atau menerima sesuatu, dan bicara tentang iman, kita seringkali langsung tertuju kepada Ibrani 11. Padahal, sepanjang yang saya pelajari, para pahlawan iman yang ditulis dalam Ibrani 11, bukan mempergunakan iman mereka untuk mendapatkan sesuatu. Ketika kita membaca kitab Ibrani 11 dari ayat pertama sampai selesai, kita justru akan mendapati iman hanya dipergunakan untuk menyelesaikan kehendak Tuhan.

Sadarilah prinsip ini, setiap sense of destiny yang Tuhan mulai tanamkan dalam hidup kita merupakan benih iman. Kita hanya perlu menaburkan terus benih iman itu lewat perkataan dan doa-doa kita dan biarkan iman bertumbuh dalam dirimu, sehingga apapun yang Dia rencanakan, itulah yang pasti akan terjadi. Ketika kita membutuhkan sesuatu, sebenarnya kita tidak lagi membutuhkan iman untuk mendapatkannya. Yang kita butuhkan hanyalah ketaatan, karena selama kita taat berjalan bersama Tuhan, semua kebutuhan kita dicukupi olehNya (Matius 6:33).

Iman justru kita butuhkan untuk membuat hidup kita mengalami perubahan dan dipersiapkan untuk melakukan kehendak Tuhan. Dengan kuasa iman, sejarah hidup kita bisa diubahkan dan kita bisa menciptakan setiap kesempatan yang kita butuhkan untuk ikut terlibat mengerjakan kehendak Tuhan. Dengan kuasa iman, kita akan alami apa yang selama ini mustahil bagi kita akan menjadi mungkin. Belajarlah untuk mulai melihat dimensi iman dalam dimensi yang berbeda. Jika Anda ingin melihat kuasa iman yang sesungguhnya, lihatlah kuasa iman dari dimensi penggenapan destiny. Dengan kuasa iman, kita bisa mengubahkan apa yang ada dalam dunia ini.

Ingatlah prinsip ini: Tuhan tidak bekerja hanya karena Dia melihat kita membutuhkanNya, tetapi Dia hanya akan bekerja ketika Dia melihat ada iman di hati kita. Karenanya tidak ada alternatif lain, kita harus menaburkan setiap benih destiny yang Tuhan sudah taruh dalam hati kita, menjadi benih iman dalam hidup kita, karena itulah yang akan menolong kita melihat tangan Tuhan yang berdaulat bekerja dalam hidup kita. Waktunya sudah tiba, di mana secara ilahi Tuhan akan memposisikan setiap kita untuk ikut terlibat mengubahkan kota, komunitas, dan bangsa di mana kita ada.

Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: DESTINY ADALAH TUJUAN ILAHI DALAM HIDUP KITA
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan