Kamis, 10 September 2015

Diselamatkan Oleh Iman


  1. Percaya Dengan Akal Budi

    Manusia diciptakan sebagai makhluk berakal budi. Orang bisa disebut memiliki iman kepada Kristus apabila unsur akal budi (an intellectual element) mempercayai Kristus. Akal budi seseorang akan memproses, berpikir dan akhirnya mempercayai. Segala informasi tentang injil Kristus akan dicerna dengan akal yang sehat. Apabila pikiran seseorang bekerja dengan baik maka akan terhindar dari iman yang buta. Ia akan terhindar dari keragu-raguan dan akan sanggup mempertanggung-jawabkanya kepada orang lain.
  2. Percaya Dengan Segenap Hati

    Percaya kepada Kristus tidak cukup hanya di dalam akal budi (pikiran). Seseorang juga harus dituntut untuk mempercayai Kristus dengan segenap hati (an emotional element). Unsur hati (perasaan) sangat penting dalam menilai keberadaan iman di dalam diri seseorang. Apabila unsur perasaan tidak mempercayai Kristus maka kepercayaan seseorang hanya sebatas di dalam pikiran saja.
  3. Percaya Dengan Kehendak

    Cakupan iman juga meliputi kehendak manusia yang tanpa paksaan (a voluntary element). Bahwa segala sesuatu tidak akan terlaksana apabila kita tidak berkehendak melakukannya. Percaya dalam pikiran dan perasaan saja tanpa disertai kehendak akan disebut iman yang mati, Yakobus 2:17. Ketiga komposisi iman tersebut merupakan satu paket, yang akan menentukan kesungguhan iman seseorang. Percaya di dalam pikiran, percaya di dalam perasaan dan percaya dengan kehendak.
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: Diselamatkan Oleh Iman
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan