Selasa, 15 September 2015

HIDUP ITU SEBUAH PILIHAN ATAU SUDAH KETENTUAN !

Ketika roh itu melayang layang dan ketika Allah menyelimuti roh itu dengan daging dan diturunkan ke dunia dalam rupa mahluk hidup dan salah satunya adalah dalam rupa dan wujud manusia maka roh yang semula dekat dengan Tuhan kini harus menghadapi gelombang gelombang dunia. Roh yang pada awalnya bersekutu dengan Tuhan karena Roh itu adalah Roh Tuhan sendiri kini terbelenggu sementara dalam tubuh. Hingga nanti akan terbebaskan saat tubuh hendur dimakan ulat ulat tanah dan tubuh menyatu dalam tanah. Sebuah pertanyaan muncul ! apa benar hidup di dunia itu sebuah pilihan atau jangan jangan hidup di dunia ini sudah ditentukan dari semula oleh sang Sutradara Agung.

Untuk menjawab pertanyaan itu maka kami mencoba menyelidiki sebagian dari Alkitab Tuhan seperti yang terdapat Kitab Matius 2 : 13-23. Lembaga Alkitab Indonesia memberi 3 buah judul dalam 3 perikob yaitu Penyingkiran ke Mesir - Pembunuhan anak anak di Betlehem dan Kembali dari Mesir. Berikut sedikit kisahnya
2:13. Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."
2:14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,
2:15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."
2:16. Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.
2:17 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:
2:18 "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."
2:19. Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya:
2:20 "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati."
2:21 Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel.
2:22 Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea.
2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret
.
Sudahkan anda membacanya ? mungkin anda bertanya tanya kenapa ayat ayat itu bisa menjelaskan pertanyaan diatas ! ayat ayat itu hanya sebuah kisah masa kecil Yesus Kristus ! benar sekali sebenarnya banyak hal hal yang bisa memberikan kita hikmat hanya dengan membaca Alkitab. Hal tersebut adalah bener, seperti ayat ayat tersebut diatas; sebagian orang akan menganggap hal tersebut hanya sebuah perjalanan hidup, sebagian orang hanya berpendapat " itu hanya kisah dan tidak ada hikmah yang bisa di petik dari peristiwa itu " Menurut kami pendapat itu tidak tepat, karena jika tidak mengandung hikmah kenapa ditulis dalam Alkitab ?
Ketika manusia berada di dunia, dan ketika suara Tuhan tidak lagi terdengar oleh Roh yang telah terselubung daging. Maka sebagian orang akan mencari cari sesuatu yang bisa dia andalkan. Salah satunya adalah mengandalkan kemampuan otak. Akibatnya orang orang hanya menilai segala sesuatu hanya berdasarkan otak dan nalar mereka saja. Mungkin disinilah kerugian roh yang diturunkan ke dunia karena terjadi pergeseran pegangan; semula berpegang hanya kepada Tuhan saja dan ketika roh itu terselimuti daging dan tidak bisa mengengar suara Tuhan mereka berpegang pada bagian tubuhnya sendiri. Mahluk hidup di dunia ini benar benar tidak dapat mendengar suara Tuhan sehingga tidak mengetahui apa kehendakNya. Manusia hanya bisa mereka reka dan menduga serta berasumsi tentang kehendak Tuhan.
Kisah Alkitab tersebut diatas membuktikan hal itu. Jika kita membaca Hosea 11 : 1 " Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. " kemudian silahkan baca Yeremia 31 : 15 - 17 " Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi. Beginilah firman TUHAN: Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab untuk jerih payahmu ada ganjaran, demikianlah firman TUHAN; mereka akan kembali dari negeri musuh. Masih ada harapan untuk hari depanmu, demikianlah firman TUHAN: anak-anak akan kembali ke daerah mereka. " Dengan mempelajari kitab Nubuatan Hosea dan Yeremia ternyata Tuhan sudah merencanakan peristiwa itu 700 tahun sebelumnya. Pendapat tersebut dapat anda pelajari tentang sejarah dari kitab Hosea dan Sejarah dari Kitab Yeremia. Berikut sejarahnya.

Sejarah Kitab Hosea
Kitab Hosea ditulis oleh Hosea dan diperkirakan ditulis pada 715 - 710 SM. Hosea, yang namanya berarti "keselamatan", diperkenalkan sebagai putra Beeri (Hos 1:1). Tidak ada lagi yang diketahui tentang nabi ini selain beberapa kilasan otobiografis di dalam kitab itu sendiri. Hosea adalah penduduk Israel, bukan Yehuda, dan ia bernubuat kepada bangsanya sendiri.
Hosea dipanggil Allah untuk bernubuat kepada kerajaan Israel yang sedang ambruk selama sekitar 30 tahunnya yang terakhir, seperti yang kemudian dilakukan oleh Yeremia kepada Yehuda. Ketika Hosea memulai pelayanannya pada masa akhir pemerintahan Yerobeam II, Israel sedang mengalami kemakmuran ekonomi dan kestabilan politik untuk sementara waktu yang menciptakan rasa aman yang palsu. Akan tetapi, segera setelah Yerobeam II wafat (753 SM), keadaan bangsa itu mulai memburuk dengan pesat dan menuju kehancurannya yang terjadi pada tahun 722 SM. Dalam 15 tahun setelah kematiannya, empat raja Israel terbunuh; dalam 15 tahun lagi Samaria merupakan puing-puing berasap dan penduduk Israel dibuang ke Asyur dan kemudian disebarkan di antara berbagai bangsa. Pernikahan Hosea yang tragis dan firman nubuatnya dipadukan sebagai pesan Allah kepada Israel sepanjang tahun-tahun terakhir yang kacau menuju kehancurannya ini.
Latar belakang sejarah pelayanan Hosea disebutkan sebagai dalam pemerintahan Yerobeam II dari Israel dan empat raja Yehuda (Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia;
lih. Hos 1:1) -- yaitu, sekitar 755-715 SM -- yang tidak hanya menjadikannya rekan sezaman yang lebih muda daripada Amos, tetapi juga dari Yesaya dan Mikha. Kenyataan bahwa Hosea menetapkan tanggal dari sebagian besar pelayanannya dengan mengacu kepada empat raja Yehuda dan bukan kepada masa pemerintahan yang singkat dari enam raja Israel terakhir, mungkin menunjukkan bahwa ia melarikan diri dari kerajaan utara untuk tinggal di Yehuda menjelang kehancuran Samaria, oleh Asyur (tahun 722 SM); di sanalah dia menyusun nubuat-nubuatnya menjadi kitab yang berjudul namanya ini.

Sejarah Kitab Yeremia
Kitab Yeremia ditulis oleh Yeremia sekitar + 585 -- 580 SM . Pelayanan Yeremia sebagai nabi diarahkan kepada kerajaan selatan Yehuda, sepanjang 40 tahun terakhir dari sejarahnya (626-586 SM). Ia masih hidup untuk menyaksikan serbuan Babel ke Yehuda yang berakhir dengan kebinasaan Yerusalem dan Bait Suci. Karena tugas Yeremia ialah bernubuat kepada bangsa itu selama tahun-tahun akhir dari kemunduran dan kejatuhannya, dapatlah dimengerti bahwa, kitabnya penuh dengan kesuraman dan firasat buruk.
Yeremia, putra seorang imam, lahir dan dibesarkan di Anatot, desa para imam (6 km di timur laut dari Yerusalem) selama pemerintahan Raja Manasye yang jahat. Yeremia memulai pelayanan sebagai nabi pada tahun ke-13 pemerintahan Raja Yosia yang baik, dan ia ikut mendukung gerakan pembaharuan Yosia. Akan tetapi, ia segera menyadari bahwa gerakan itu tidak menghasilkan perubahan yang sungguh-sungguh dalam hati bangsa itu; Yeremia mengingatkan bahwa jika tidak ada pertobatan nasional sejati, maka hukuman dan pemusnahan akan
datang dengan tiba-tiba.
Kitab nubuat ini menunjukkan bahwa Yeremia, sering kali disebut "nabi peratap," merupakan seorang yang membawa amanat keras namun berhati lembut dan hancur (mis. Yer 8:21-9:1). Sifatnya yang lembut itu menjadikan

penderitaannya makin mendalam ketika firman nubuat Allah ditolak dengan angkuh oleh kerabat dan sahabat, imam dan raja, dan sebagian besar bangsa Yehuda. Walaupun sepi dan ditolak seumur hidupnya, Yeremia termasuk nabi yang paling tegas dan berani. Kendatipun berhadapan dengan perlawanan yang berat, dengan setia ia melaksanakan panggilannya sebagai nabi untuk
memperingatkan sesama warga Yehuda bahwa hukuman Allah makin dekat. Ketika merangkum kehidupan Yeremia, seorang penulis mengatakan: "Tidak pernah manusia fana memperoleh beban yang begitu meremukkan. Sepanjang sejarah bangsa Yahudi tidak pernah ada teladan kesungguhan yang begitu mendalam, penderitaan tak henti-hentinya, pemberitaan amanat Allah tanpa takut, dan syafaat tanpa kenal lelah dari seorang nabi seperti halnya Yeremia. Tetapi tragedi kehidupannya ialah: bahwa ia berkhotbah kepada telinga yang tuli dan menuai hanya kebencian sebagai balasan kasihnya kepada orang-orang
senegerinya"

Kembali ke tema utama kita, bahwa ternyata peristiwa penyingkiran ke Mesir dan pembunuhan anak anak di Betlehem serta perjalanan kembali dari Mesir merupakan penggenapan nubuatan dari para Nabi yang hidup sekitar 700 tahun sebelum peristiwa itu. Apa yang bisa kita petik dari peristiwa ini ?
Memang proses terjadinya peristiwa ini memang tidak lepas dari campur tangan Tuhan dalam penampakan Malaikat kepada orang tua Yesus. Bagi orang orang yang mengutamakan akalnya akan berdalih, orang tua Yesus ( Yusuf dan Maria ) bisa saja pergi ke tempat lain. Ya benar sekali tetapi ingatkah anda tentang kisah Nabi Yunus. Ketika Allah berfirman agar Yunus memperingatkan Kota Niniwe dan ternyata Yunus pergi ke tempat lain ( Tarsis ). Nabi Yunus harus berada di perut iklan selama 3 hari dan dikeluarkan di daerah Niniwe.
Kalau kita mau membuka pikiran kita dan kita mau melihat perjalanan hidup kita sendiri selama ini ada tiga garis utama yaitu masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Silahkan lihat masa lalu kita hingga masa kini apa yang bisa anda pelajari. Kalau boleh kami membantu .... terkadang Tuhan juga berkarya dalam kehidup kita dan tidak jarang ternyata Tuhan berkarya justru dari pilihan pilihan hidup yang kita pilih beberapa waktu yang lalu. Melalui pilihan akal dan pertimbangan akal ternyata itulah pilihan Tuhan untuk kehidupan kita.
Dan masa kini, apa yang kita lakukan saat ini ternyata berpengaruh terhadap masa depan kita. Dan terbukti dari masa lalu bahwa pertimbangan dan pilihan yang kita tentukan melalui akal kita pada masa kini ( pada saat ini ) itu adalah kehendak Tuhan. Dan mingkin jika kita mendengar kehendak Tuhan dan mengetahui Firman Tuhan tentang diri kita bisa jadi peristiwa masa kini kita sudah dirancang oleh Tuhan ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu. Jauh sebelum kita lahir ke dunia ini. Percaya atau tidak ? itu terserah anda. Bukti bukti dalam Alkitab sudah membuktikannya.

Ada pepatah bahwa " Hidup ini adalah panggung sandiwara nyata " dan Sang Sutradara adalah Tuhan sendiri. Jika kita mau belajar tentang Tuhan dan berkeyakinan bahwa Tuhan itu Maha Segalanya , serta tidak ada yang tidak mungkin di hadapan Tuhan. Sebuah peristiwa di dunia baik terjadi maupun gagal adalah atas karya Tuhan. Peristiwa terjadi jelas adalah atas kehendak Tuhan buktinya peristiwa itu telah terjadi. Sebuah peristiwa tidak terjadi ( urung terjadi ) itu juga kehendak Tuhan buktinya adalah peristiwa itu tidak terjadi. Hal ini tergantung bagaimana manusia menempatkan Tuhan. Jika manusia menempatkan Tuhan diatas segala galanya maka hal ini yang terjadi, tetapi jika manusia menempatkan Tuhan dibawah akal maka akan ada pendapat lain.
Semua terserah anda ! apakah anda mau menempatkan Tuhan diatas segala galanya atau anda menempatkan Tuhan dibawah akal budi anda !.
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: HIDUP ITU SEBUAH PILIHAN ATAU SUDAH KETENTUAN !
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan