Selasa, 15 September 2015

KELAHIRAN YESUS DAN NATAL

Jauh sebelum kelahiran Yesus Kristus sebenarnya sudah di rencanakan oleh Allah sejak pertama kali manusia jatuh kedalam dosa. Saat Adam dan Hawa untuk pertama kalinya melanggar perintah Allah dengan memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Saat itu Allah sudah merancang seorang penolong dari keturunan Adam dan Hawa seperti tertulis dalam Kejadian 1 : 15 yang demikian; Allah berkata "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau ( ular ) dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu ( ular ) , dan engkau ( ular ) akan meremukkan tumitnya." Firman ini sebagai bukti bahwa Allah benar benar mengasihi manusia, sehingga ketika manusia jatuh dalam dosa Allah segera merancang keselamatan bagi manusia ciptaanNya; dan juga berisi sebuah janji Tuhan kepada manusia dan iblis. Yaitu Allah menjanjikan seorang penolong dari keturunan manusia. Dari Kitab Perjanjian Lama kita mengetahui bahwa ternyata janji Tuhan tersebut di teruskan kepada generasi generasi manusia selama beribu ribu tahun lamanya. Melalui orang orang pilihanNya , Dia menegaskan janjiNya kepada keturunan Adam & Hawa ( manusia ).

Seperti yang ditulis dalam Yesaya 2 : 2 - 3 : " Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakubsupaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem." Ayat tersebut menegaskan bahwa dikemudian hari akan ada pengajaran dan firman di kota Daud dan Yerusalem. Pengajaran itu akan mengokohkan dan menegakkan serta memuliakan kerajaan Allah di muka bumi.

Janji Tuhan ditegaskan berulang ulang kepada Nabi Yesaya seperti Yesaya 7 : 13 , 14 : " Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel." Nubuatan ini diterima Yesaya sekitar 700-680 SM sebelum kelahiran Yesus. Dan penegasan Tuhan juga diwartakan kepada nabi nabi lainnya seperti Nabi Mikha ( Mikha 5 : 1 ) ; kepada Nabi Hosea ( Hosea 11 : 1 ) ; kepada Nabi Yeremia ( Yeremia 31 : 15 ); kepada Nabi Zakharia ( Zakharia 9 : 9 ) dll.
Seperti yang telah kami posting sebelumnya tentang Silsilah Yesus yang adalah keturunan Abraham - Daud , sekitar 42 keturunan seperti yang tertulis dalam Matius 1 : 1-17; Info lebih lengkap silahkan klik disini. Kisah kelahiran Yesus Kristus dicatat di dalam dua Injil kanonik, Matius dan Lukas. Kedua Injil tersebut menulis bahwa Yesus lahir di Betlehem, di Yudea, oleh seorang perawan, yaitu Maria.

Masing-masing Injil menceritakan kejadian yang sama dengan sudut pandang yang berbeda. Injil Matius dari sudut pandang Rasul Matius yang adalah seorang pemungut pajak  dan orang Yahudi tulen menceritakan perihal kedatangan orang majus yang mencari dan menyembah " raja " yang baru lahir, serta mempersembahkan hadiah yang mahal-mahal. Sedangkan Injil Lukas dari sudut pandang Lukas yang adalah seorang dokter keturunan Yahudi Yunani menceritakan kisah ini dengan lebih detail, termasuk adanya malaikat dan kedatangan gembala domba yang menyembah bayi Yesus di palungan, secara lebih kronologis. Injil Lukas tidak mencatat mengenai orang-orang majus dari Timur, tetapi mengisahkan kelahiran Yohanes Pembaptis yang terjadi sekitar 6 bulan sebelum kelahiran Yesus, termasuk penampakan malaikat Gabrielyang memberitahukan terlebih dahulu kepada Zakharia, ayah Yohanes Pembaptis.
Kedua Injil juga memberikan silsilah Yesus Kristus. Injil Matius, yang target pembacanya adalah bangsa Yahudi, menitikberatkan pribadi Yesus sebagai Raja,Mesias keturunan raja Israel yang ditunggu-tunggu oleh kaum Yahudi, oleh sebab itu silsilahnya dimulai dari Abraham, bapa orang Yahudi. Pun tulisan-tulisannya penuh dengan simbol-simbol dan pemenuhan nubuatan-nubuatan nabi zaman dulu yang mengatakan bahwa Mesias akan terbit dari keturunan Daud. Ditulis dalam silsilah Yesus ada 14 keturunan dari Abraham hingga raja Daud, 14 keturunan dari Daud hingga masa pembuangan ke Babel, 14 keturunan dari masa pembuangan hingga Yesus.
Injil Lukas, yang target pembacanya adalah bangsa bukan Yahudi, menitikberatkan pribadi Yesus sebagai Anak Manusia dan Anak Allah, Allah semua bangsa, bukan hanya bagi orang Yahudi. Oleh sebab itu silsilahnya dimulai dari Adam, bapa semua umat manusia, bahkan hingga kepada Allah, bapa Adam, pencipta seluruh manusia. Sebagai salah satu pengikut Paulus, Lukas juga mungkin pada saat menulis ini memikirkan Yesus sebagai Adam baru/Adam kedua (bnd. Roma 5:12)

Pemberitahuan tentang kelahiran
Perjanjian Lama
Kitab Kejadian
Kejadian 12:3: [Berfirmanlah TUHAN kepada Abram (Abraham)]: "Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
Penggenapan: Yesus Kristus, ... anak Abraham. (Matius 1:1)

Kejadian 17:19: Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya".
Penggenapan: Yesus Kristus ... anak keturunan  Ishak. (Lukas 3:34)

Kejadian 49:10: Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.
Penggenapan: Yesus Kristus ... anak Yehuda. (Lukas 3:33)

Kitab Bilangan
Bilangan 24:17: "Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel"
Penggenapan: Yesus Kristus ... anak Yakub. (Matius 1:2). Silsilah Yesus Kristus baca disini

Kitab Yesaya
Yesaya 7:14: Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda (=yang belum menikah) mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
Penggenapan: Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita. (Matius 1:22-23)

Yesaya 60:6: Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.
Penggenapan: Kedatangan orang-orang majus dari Timur mencari bayi Yesus dengan rombongan unta-unta serta membawa emas dan kemenyan.(Matius 2:1-12)

Kitab Yeremia
Yeremia 31:15: Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi.
Penggenapan: Maka genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi." (Matius 2:17-18) Kubur Rahel yang pertama adalah di Betlehem, Efrata, daerah Yudea, wilayah Suku Yehuda (Kejadian 35:19; Kejadian 48:7), di sebelah selatan Yerusalem. Karena Rahel adalah ibu dari Benyamin, maka kemudian makamnya dipindahkan ke Rama, wilayah Suku Benyamin, 7.5 km di sebelah utara Yerusalem.

Yeremia 31:16: Beginilah firman TUHAN: Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab untuk jerih payahmu ada ganjaran, demikianlah firman TUHAN; mereka akan kembali dari negeri musuh.
Penggenapan: Yesus, yang selamat dari pembunuhan di Betlehem, akan kembali dari Mesir, negeri asing.


Kitab Mikha
Mikha 5:2-3: Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.Penggenapan: Yesus lahir di Betlehem, Yudea.(Matius 2:1; Lukas 2:4), lalu anak-anak lain (saudara-saudara selebihnya) akan dibunuh.(Matius 2:16) Mikha 4:8: Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba (bahasa Ibrani: migdal-eder; bahasa Inggris: tower of the flock), hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusale Penggenapan: Yesus lahir di suatu kandang domba di Betlehem. (Lukas 2:7,12) Ada pendapat bahwa tempatnya adalah di Menara Kawanan Domba (Migdal Eder).
Kabar tentang kelahiran Yesus Kristus ditandai dengan tanda tanda lain seperti pembunuhan masal bayi bayi, Yesus semasa masih bayi diungsikan ke Mesir, itu semua juga sebuah nubuatan dari para Nabi. Dan ketika Yesus lahir kejadian yang sama dialami keluarganya.


Penyingkiran ke Mesir
Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."
Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."(Hosea 11:1;Matius 2:13-15)

Pembunuhan anak-anak di Betlehem
Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. (Matius 2:16)
Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi." (Yeremia 31:15; Matius 2:17-18)

CATATAN Tentang Raja Herodes & Pembunuhan Bayi Bayi 
Pemerintahan dan karakter Herodes Agung telah memiliki cukup banyak catatan sejarahnya, yaitu anak dari seorang Idumea atau suku bangsa Edom, sebagai raja di Provinsi Iudaea, Samaria dan Galilea atas ijin Kaisar Agustus.  Kisah kekejamannya di Injil Matius dalam membunuh bayi-bayi di Betlehem sesuai dengan kelakuannya untuk mempertahankan kekuasaannya.

SejarahwanFlavius Yosefus menulis bahwa Herodes "tidak pernah berhenti setiap hari membalas dendam dan menghukum siapa yang dianggapnya musuh."  Yosefus mencatat bahwa Herodes membunuh putra-putra dan istrinya sendiri, karena dicurigai hendak menggulingkan tahtanya. Sebuah kitab apokrif Yahudi di abad pertama "Assumption of Moses" mencatat satu nubuat: Seorang raja yang biadab akan menggantikan para imam-imam keturunan Hasmonean& ia akan membantai semua anak-anak. Seorang pakar Perjanjian Baru dan pendeta Gereja Anglikan, R.T. France, berpendapat bahwa Yosefus tidak mencatat pembantaian di Betlehem karena " Pembunuhan sejumlah kecil bayi di desa kecil tidak masuk hitungan pembunuhan-pembunuhan yang lebih spektakuler yang dicatat oleh Yosefus "
Ambrosius Theodosius Macrobius (c. 395-423) menulis di abad ke-4 dalam bukunyaSaturnalia: "Ketika dia [Kaisar Agustus] mendengar tentang pembantaian anak-anak di bawah usia 2 tahun di Suriah oleh Herodes, raja orang Yahudi, dan di antaranya termasuk putra Herodes sendiri, dia [Kaisar Augustus] berkata: lebih baik menjadi babi dari Herodes daripada menjadi putranya."  Jadi meskipun Macrobius sebenarnya penulis mengenai ritual agama Romawi dan tidak menyebut tentang Kristen sama sekali, tradisi pembunuhan bayi-bayi oleh Herodes merupakan sesuatu hal yang nyata untuk masyarakat umum waktu itu


PENGGENAPAN JANJI ALLAH
Kepada Maria

Dalam bulan yang keenam kehamilan Yohanes Pembaptis, putra dari imam Zakharia dan istrinya, Elisabet, Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. (Lukas 1:26)
  • Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam (bahasa Latin: Ave), hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
  • Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
  • Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
  • Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
  • Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi (bahasa Ibrani: El'elyon) akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
  • Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.(Lukas 1:26-38)
Kepada Elisabet
Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.(Lukas 1:39-45)
Catatan: Tentunya Maria ingin mengetahui apakah perjumpaan dengan malaikat dan percakapan itu sungguh-sungguh dapat dipercaya. Satu-satunya orang yang dapat diajak bicara adalah Elisabet, karena Elisabet juga mengalami kehamilan aneh, sehingga akan mampu mengerti perasaan Maria saat itu. Malaikat Gabriel memberitahu Maria bahwa waktu itu Elisabet sedang hamil 6 bulan.
Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."
Catatan: Dari perkataan Elisabet ini, Maria telah mendapatkan sejumlah kepastian, yaitu:
  • Maria akan menjadi "ibu Tuhan"
  • Perkataan Tuhan pasti terlaksana.
Lalu Maria mengucapkan nyanyian pujiannya (bahasa Latin: Magnificat): "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, ..." (selengkapnya: Lukas 1:46-56)
Maria tinggal kira-kira 3 bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.
Catatan: Nampaknya Maria hadir pada waktu Yohanes Pembaptis dilahirkan sampai disunat pada hari ke-8. Setelah melahirkan, Elisabet secara hukum Taurat dianggap najis selama 40 hari, sehingga tidak diizinkan untuk berhubungan dengan banyak orang, karena menyebabkan orang yang disentuhnya najis.[3] Jika Maria terus tinggal di sana tentunya merepotkan Elisabet, lagi pula saat itu Maria sudah 3 bulan mengandung dan harus segera memberitahukan Yusuf tentang kehamilannya. Maria menyaksikan bagaimana Zakharia dapat berbicara kembali dan mengingat nyanyian pujiannya yang kemudian dicatat oleh Lukas.


Kepada Yusuf
Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi.
Malaikat itu berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Catatan: Nama Yesus adalah transliterasi nama Ibrani "Yosua" artinya "YHWH menyelamatkan" atau nama Aram Yesua  artinya "dia menyelamatkan" atau "juruselamat".
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.(Matius 1:18-25)

Kepada Simeon
Kepada Simeon telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. (Lukas 2:26)

Kepada orang-orang Majus dari Timur
Datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."(Matius 2:1-2)

Kepada orang-orang Yahudi
Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal. (Yohanes 7:42)

Waktu Kelahiran YESUS KRISTUS
  • Pada zaman Herodes, raja Yudea (Matius 2:1; Lukas 1:5) (lahir 73/74 SM, menjadi raja mulai 37 SM, mati 4 SM (atau 1 SM) di Yerikho.
  • Pada zaman Kaisar Agustus (Lukas 2:1). Gaius Julius Caesar Augustus (lahir 23 September 63 SM, mati 19 Agustus 14 M), raja Romawi. Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia masing-masing di kotanya sendiri (Lukas 2:1-3), pada tahun 2 SM.
  • Sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria (Lukas 2:2). Publius Sulpicius Quirinius (bahasa Yunani:  lahir ~51 SM, mati 21 M). Ada pendaftaran yang dilakukan Kirenius pada tahun 6 M, pada zaman Arkelaus menjadi raja (bahasa Yunani: ethnarch) Yudea. Ada pula pendaftaran yang dilakukannya ketika menjadi penguasa sementara di Siria tahun 11 SM - 7 SM.
Catatan: ada yang menerjemahkan Lukas 2:2 "...pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius..." dari bahasa Yunani sebagai "...pendaftaran yang diadakan sebelum Kirenius...",tetapi ini bukan yang diterima sebagian besar pakar.
Penempatan di dalam rahim Maria terjadi dalam bulan yang ke-6 kehamilan Yohanes Pembaptis (Lukas 1:26). Berarti sekitar beberapa bulan setelah imam Zakharia dari rombongan Abia, melakukan tugasnya di Bait Allah. (Lukas 1:5) Rombongan Abia adalah kelompok ke-8 dari 24 kelompok imam yang bergiliran melakukan tugas di Bait Allah (1 Tawarikh 24:7-18). Ada pakar yang berpendapat giliran ini biasanya jatuh pada awal bulan Sivan dalam kalender Yahudi atau sekitar bulan Juni kalender Masehi. Berdasarkan informasi ini, pembuahan (bahasa Inggris: conception) Yesus terjadi sekitar bulan Desember. Ada sejumlah naskah kuno yang mencatat bahwa Yesus ditempatkan di rahim Maria tanggal 25 Desember.Hal ini didukung oleh penafsiran Hagai 2:18-20: " Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya--mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat! "
Pada suatu hari raya besar Yahudi, karena tidak ada tempat bagi Yusuf dan Maria di rumah penginapan. (Lukas 2:7)

Pendaftaran dapat dilakukan kapan saja, tetapi Yusuf, sebagai seorang Yahudi yang saleh, memilih datang dari Nazaret,Galilea, bertepatan dengan hari raya penting dimana hukum Taurat menyuruh setiap laki-laki untuk berziarah ke Yerusalem. Betlehem terletak hanya 10 kilometer (6.2 mil) di selatan Yerusalem. Kemungkinan besar ini adalah dekat hari raya Tahun Baru (Rosh Hashanah) pada bulan Tisyri (atau sekitar bulan September kalender Masehi) atau hari raya Sukkot yang memperingati Kemah Suci ("Feast of Tabernacles") di mana Allah diam di antara bangsa Israel, seperti yang diindikasikan dalam Injil Yohanes 1 : 14 : " Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran "

Bila diperhitungkan dengan adanya kisah pembantaian bayi bayi berusia 2 tahun ke bawah pada akhir masa pemerintahan Herodes (4 SM) atau (1 SM), maka kelahiran Yesus terjadi sesudah tahun 6 SM. Memang saat ini belum ada tanggal pasti Yesus Kristus di lahirkan.
Pada bulan November 2012 muncul berita mengejutkan dari Vatikan dimana Paus Benediktus XVI dalam buku terbarunya berjudul " Jesus of Nazaretth; The Infancy Narratives" menggugat sejumlah tradisi yang dipercaya Gereja katolik dan gereja gereja kristen pada umumnya. Paus Benediktus XVI menuliskan bahwa tahun kelahiran Yesus sekitar 6 - 7 SM bertepatan dengan penampakan " Bintang Betlehem " yang tidak lain adalah konjungsi planet planet. Menurutnya kalender Masehi yang dianut sekarang adalah karena kekeliruan penghitungan dari Rahib Diyonisius Exiguous sekitar 500 tahun setelah Masehi. Analisanya juga melihat sejarah bahwa Raja Herodes Agung di Yudea meninggal dunia pada 4 S.M. Maka jika dihubungkan dengan cerita Alkitab (Matius 2:1; Lukas 1:5) maka setidaknya Yesus lahir sebelum 4 SM.
Tahun kalender Masehi diciptakan pada abad ke-6 oleh seorang biarawan yang bernama Dionysius Exignus. Tahun Masehi yang kita gunakan sekarang ini disebut juga anno Domini (Tahun Tuhan). Bagaimana ia bisa mengetahui bahwa Tuhan Yesus dilahirkan pada tahun 1 SM? Ia mengambil data dari catatan sejarah yang menyatakan bahwa pada tahun 754 kalender Romawi itu adalah tahun ke 15 dari pemerintahan Kaisar Tiberius seperti yang tercantum di Lukas 3:1-2. Data inilah yang dijadikan patokan olehnya untuk mengawali tahun 1 SM.

Di samping itu ia juga mengambil data dari Lukas 2:1-2 yang menyatakan bahwa Kirenius (Gubenur dari Siria) pertama kali menjalankan program sensus.
Walaupun demikian masih juga orang yang meragukannya, sebab menurut sejarahwan Yahudi yang bernama Flavius Yosefus, rajaHerodes meninggal dunia pada tahun 4 SM sehingga konsekuensinya tanggal lahir Yesus harus dimundurkan sebanyak empat tahun. Tapi teori ini pun tidak benar, sebab ia menganalisa tahun tersebut berdasaran adanya gerhana bulan pada tahun saat Herodes meninggal dunia yang terjadi di Yerusalem pada tanggal 13 Maret tahun 4 SM.
Terkait dengan peristiwa Bintang Betlehem yang muncul bersamaan dengan Lahirnya Yesus Kristus juga merupakan misteri tersendiri. Apakah Bintang Betlehem itu sebuah fenomena Gaib ( Supra Natural ) atau fenomena alam. Ahli Astronomi mencoba mencari jawaban dengan pendekatan ilmu Astronomi. Setelah melakukan penelitian bertahun tahun ilmuwan tersebut adalah Profesor David Hughes, seorang ahli astronomi dari Universitas Sheffield pertama kali menerbitkan ulasan kumpulan teori mengenai bintang Bethlehem pada 1970an. Dengan mempelajari pergerakan planet planet dan benda ruang angkasa lainnya dan menghitung mundur serta berdasarkan literatur menyimpulkan :
  1. Peristiwa Bintang Betlehem adalah peristiwa alam dimana Matahari, Bumi, Yupiter dan Saturnus sejajar, sehingga tampak bintang yang sangat terang. Peristiwa ini bisa terjadi setiap 900 tahun.
  2. Sebuah komet Halley ; Catatan yang paling bisa diandalkan adalah mengenai kemunculan komet di konstelasi Capricorn di 5 SM, yang diabadikan oleh para ahli astronomi Cina.Kandidat lain adalah komet Halley yang terlihat sekitar 12 SM. Mereka yang mendukung teori ini mengatakan bahwa komet dari abad 5 SM bisa jadi tampak di langit selatan dari Yerusalem, dengan kepala komet mendekati horizon dan ekornya melengkung secara vertical ke atas.
  3. Teori lain adalah bahwa bintang itu merupakan cahaya dari kelahiran bintang baru atau nova.
    Ada pula catatan dari para ahli astronomi di Timur Jauh mengenai bintang baru di konstelasi kecil di utara yaitu Aquila pada 4 SM.


Tempat Kelahiran Yesus Kristus

    Menara Kawanan Domba (Migdal Eder) di Betlehem, Yudea
  • Betlehem di tanah Yudea (Matius 2:1; Lukas 2:4) sesuai nubuat nabi Mikha (Mikha 5:2-3).
  • Suatu kandang domba, kemungkinan Menara Kawanan Domba (bahasa Ibrani: Migdal-Eder; bahasa Inggris: Tower of the Flock) sesuai nubuat nabi Mikha (Mikha 4:8).
Menara ini adalah suatu tempat khusus untuk mengurung domba-domba yang kelak akan dipilih menjadi korban di Bait Allah di Yerusalem. Hieronimus mencatat letaknya 1000 langkah (1,6 kilometer atau 1 mil) dari Yerusalem. Menara Eder adalah bangunan bertingkat. Imam-imam dari Yerusalem akan datang memeriksa domba-domba yang tidak bercacat. Domba jantan untuk korban bakaran, domba betina untuk korban pendamaian.. Rabbi Yehuda berkata, domba jantan yang didapati 30 hari sebelumPaskah Yahudi dapat digunakan sebagai "domba Paskah". Dalam masa perkabungan meninggalnyaRahel, Yakub memasang kemahnya dan memelihara dombanya di seberang Migdal-Eder.(Kejadian 35:21). Kelak "domba Allah" akan dilahirkan sebagai penghapus dosa Yakub di menara ini.


Para gembala
  • Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.(Lukas 2:8)
  • Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
  • Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
  • Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.
  • Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
  • Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
  • Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."(Matius 2:1-2)
  • Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
  • Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." (Mikha 5:2-3)
  • Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."
  • Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintangyang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
  • Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
  • Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.(Matius 2:3-12)
HARI KELAHIRAN YESUS DAN NATAL
Asal-mula peringatan Natal
Peringatan hari kelahiran Yesus tidak pernah menjadi perintah Kristus untuk dilakukan. Cerita dari Perjanjian Baru tidak pernah menyebutkan adanya perayaan hari kelahiran Yesus dilakukan oleh gereja awal. Klemens dari Aleksandria mengejek orang-orang yang berusaha menghitung dan menentukan hari kelahiran Yesus. Dalam abad-abad pertama, hidup kerohanian anggota-anggota jemaat lebih diarahkan kepada kebangkitan Yesus. Natal tidak mendapat perhatian. Perayaan hari ulang tahun umumnya " terutama oleh Origenes " dianggap sebagai suatu kebiasaan kafir: orang orang seperti Firaun dan Herodes yang merayakan hari ulang tahun mereka. Orang Kristen tidak berbuat demikian: orang Kristen merayakan hari kematiannya sebagai hari ulang tahunnya.
Tetapi di sebelah Timur orang telah sejak dahulu memikirkan mukjizat pemunculan Allah dalam rupa manusia. Menurut tulisan-tulisan lama suatu sekte Kristen di Mesir telah merayakan "pesta Epifania" (pesta Pemunculan Tuhan) pada tanggal 4 Januari. Tetapi yang dimaksudkan oleh sekte ini dengan pesta Epifania ialah munculnya Yesus sebagai Anak Allah yaitu pada waktu Ia dibaptis di sungai Yordan. Gereja sebagai keseluruhan bukan saja menganggap baptisan Yesus sebagai Epifania, tetapi terutama kelahiran-Nya di dunia. Sesuai dengan anggapan ini, Gereja Timur merayakan pesta Epifania pada tanggal 6 Januari sebagai pesta kelahiran dan pesta baptisan Yesus.
Perayaan kedua pesta ini berlangsung pada tanggal 5 Januari malam ( menjelang tanggal 6 Januari ) dengan suatu tata ibadah yang indah, yang terdiri dari Pembacaan Alkitab dan puji pujian. Ephraim dari Syria menganggap Epifania sebagai pesta yang paling indah. Ia katakan: " Malam perayaan Epifania ialah malam yang membawa damai sejahtera dalam dunia. Siapakah yang mau tidur pada malam, ketika seluruh dunia sedang berjaga jaga? " Pada malam perayaan Epifania, semua gedung gereja dihiasi dengan karangan bunga. Pesta ini khususnya dirayakan dengan gembira di gua Betlehem, tempat Yesus dilahirkan.

Sejarah Natal 25 Desember 
Perayaan Natal baru dimulai pada sekitar tahun 200 M di Aleksandria (Mesir). Para teolog Mesir menunjuk tanggal 20 Mei tetapi ada pula pada 19 atau 20 April. Di tempat-tempat lain perayaan dilakukan pada tangal 5 atau 6 Januari; ada pula pada bulan Desember. Perayaan pada tanggal 25 Desember dimulai pada tahun 221 oleh Sextus Julius Africanus, dan baru diterima secara luas pada abad ke-5. Ada berbagai perayaan keagamaan dalam masyarakat non-Kristen pada bulan Desember. Dewasa ini umum diterima bahwa perayaan Natal pada tanggal 25 Desember adalah penerimaan ke dalam gereja tradisi perayaan non-Kristen terhadap (dewa) matahari: Solar Invicti ( Surya tak Terkalahkan ), dengan menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah Sang Surya Agung itu sesuai berita Alkitab ( lihat Maleakhi 4:2; Lukas 1:78; Kidung Agung 6:10 ). Tanggal 25 Desember ditetapkan sebagai hari lahir Yesus Kristus lebih condong pada kepentingan politik dan misi penyebaran ajaran Kristiani ke seluruh belahan bumi. Pada saat itu ajaran Kristiani merupakan ajaran baru dan di masyarakat telah ada keyakinan kepada dewa dewa. Sehingga untuk tujuan penyebaran agama Kristiani maka bapa bapa gereja saat ibu berfikir keras bagaimana caranya agar ajaran Kristen dapat diterima oleh masyarakat.
Disisi lain agama baru ini sangat berorientasi kepentingan politik Romawi, untuk kepentingan Romawi pada waktu itu dengan tujuan menghapuskan kesalahan Roma kepada Yahudi atas kematian Yesus di kayu salib. Maka supaya agama Katholik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah sinkretisme (perpaduan agama-budaya/penyembahan berhala), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan = Yesus).
Akhirnya masyarakat Romawi dapat menyesuaikan diri dengan ajaran agama baru itu dengan mendewakan Yesus dan menjadikan bangsa Yahudi sebagai kambing hitam, sehingga penyebaran Kristen Ortodoks yang dikenal sekarang berhasil membumi.
Pada waktu itu, peristiwa kebangkitan Yesus yang ajaib dijadikan sebuah mitos untuk mempertahan ajaran Yesus sejajar dengan dewa-dewa hebat lainnnya yang sebelumnya di sembah oleh orang-orang Roma, seperti Tammuz, Adonis, Osiris, Attis, dll yang mati kemudian bangkit kembali.
Kemudian sampai pada masa Konstantin. Konstantin sering sekali diberi penghargaan atas dukungannya terhadap orang-orang Kristen di Roma pada waktu itu sehingga populasinya semakin besar. Tetapi sebenarnya peran Konstantin dalam perkembangan agama Kristen telah dipalsukan. Konstantin tidak pernah berpindah (konversi) dari aliran Pagan ke Kristen, namun tetap si stasiun Pagan.
Ia mendapat pengalaman kudus dihalaman kuil Pagan Gallic Aplollo di Vosges atau di dekat Autum. Menurut saksi pada waktu itu, pengalaman kudus itu muncul dalam bentuk dewa matahari yang diberi nama Sol Invictus (Matahari yang tak terkalahkan).

Pemuja Sol Invictus adalah bangsa asli Suriah dan para kaisar Roma satu abad sebelum pemerintahan Konstantin. Kristen Ortodoks memiliki banyak kesamaan dengan pemujaan Sol Invictus. Dengan sebuah dekrit penyebaran tahun 321 M, Konstantin memerintahkan pengadilan hukum tutup pada hari “pemujaan matahari”, dan memutuskan hari itu dijadikan sebagai hari istirahat (hari libur).
Sebelumnya, umat Kristen merayakan hari sabat bangsa Yahudi – Saturday (sabtu) sebagai hari suci. Sekarang sesuai dengan dekrit Konstantin, hari suci itu diganti menjadi Sunday ( Hari Matahari, hari minggu). Dengan demikian, orang Kristen mengganti hari istirahat mereka dari Sabtu menjadi Minggu.
Hingga abad ke-4, hari ulang tahun Yesus dirayakan pada tanggal 6 Januari. Bagi pemuja Sol Invictus, hari penting mereka adalah 25 Desember yang merupakan hari perayaan Natalis Invictus (kelahiran kembali matahari). Kemudian agama Kristen menyatukan diri dengan pemerintah dan menentukannya sebagai agama negara. Itulah yang membuat Konstantin terkenal sebagai raja Roma yang mengubah kerajaan Romawi dari penyembah berhala menjadi kerajaan Kristen.
Sejak saat itu dan sampai sekarang, 2000 tahun kemudian, hari Minggu dijadikan hari libur untuk beristirahat dan tanggal 25 Desember dijadikan sebagai peringatan lahirnya Yesus.
Sebenarnya analisa tersebut ditas di hubungkan dengan pergerakan bumi mengitari matahari. Pada tanggal 21 - 22 Maret matahari berada di Equator ( Garis Katulistiwa ) - sekitar 21 juni matahari berada di belahan bumi utara ( 23.5 o LU )- sekitar 23 September matahari berada di Equator - sekitar 21 Desember matahari berada di belahan bumi selatan( 23.5o LS ) dan kembali ke 21-22 Maret matahari berada. Sehingga pada bulan Desember belahan bumi selatan mengalami musim panas dan belahan bumi utara mengalami musim dingin. Jadi tidak heran jika setiap bulan Desember negara negara di belahan bumi selatan merayakan musim panas.

Ada pendapat yang berkata bahwa tanggal 25 Desember bukanlah tanggal hari kelahiran Yesus.  Pendapat ini diperkuat berdasarkan kenyataan bahwa pada malam tersebut para gembala masih menjaga dombanya di padang rumput. (Lukas 2:8). Pada bulan Desember tidak mungkin para gembala masih bisa menjaga domba-dombanya di padang rumput sebab musim dingin pada saat tersebut telah tiba jadi sudah tidak ada rumput yang tumbuh lagi. Para pendukung tanggal kelahiran bulan Desember berpendapat meski musim dingin, domba-domba tetap tinggal di kandangnya di padang rumput dan tetap dijaga oleh gembala, dan meski tidak ada rumput, padang rumput tetaplah disebut padang rumput.
Ada juga pendapat yang berkata bahwa perayaan Natal bersumber dari tradisi Romawi pra-Kristen, peringatan bagi dewa pertanian Saturnus jatuh pada suatu pekan di bulan Desember dengan puncak peringatannya pada hari titik balik musim dingin (winter solstice) yang jatuh pada tanggal 25 Desember dalam kalender Julian. Peringatan yang disebut Saturnalia tersebut merupakan tradisi sosial utama bagi bangsa Romawi. Agar orang-orang Romawi dapat menganut agama Kristen tanpa meninggalkan tradisi mereka sendiri, atas dorongan dari kaisar Kristen pertama Romawi, Konstantin I, Paus Julius I memutuskan pada tahun 350 bahwa kelahiran Yesus diperingati pada tanggal yang sama. Namun pandangan ini disanggah oleh Gereja Ritus Timur, karena Gereja Ritus Timur sudah merayakan kelahiran Yesus sejak abad ke-2, sebelum Gereja di Roma menyatakan perayaan Natal pada tanggal 25 Desember.

Oleh karena itu, ada beberapa aliran Kristen yang tidak merayakan tradisi Natal karena dianggap berasal dari tradisi kafir Romawi, yaitu aliran Gereja Yesus Sejati, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Gereja Baptis Hari Ketujuh, Perserikatan Gereja Tuhan, kaumYahudi Mesianik, dan Gereja Jemaat Allah Global Indonesia. Saksi-Saksi Yehuwa juga tidak merayakan Natal.
Ada sejumlah naskah kuno yang mencatat bahwa Yesus ditempatkan di rahim Maria tanggal 25 Desember. Penafsiran Kitab Hagaimengindikasikan tanggal itu merupakan tanggal datangnya Yesus ke dalam rahim Maria, yaitu Hagai 2:18-20: " Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya--mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat! "


Tradisi TERKAIT DENGAN NATAL 
Menurut penjelasan di dalam Catholic Encyclopedia edisi 1911, yang berjudul " Christmas ", ditemukan kata-kata yang berbunyi sebagai berikut :
  1. Natal bukanlah upacara gereja yang pertama, melainkan ia diyakini berasal dari Mesir. Perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala & jatuh pada bulan Januari ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus.
  2. Didalam Kitab Suci, tidak seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanya orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.
Banyak tradisi perayaan Natal di barat yang merupakan pengembangan kemudian dengan menyerap unsur berbagai kebudayaan. Pohon natal di gereja atau di rumah-rumah mungkin berhubungan dengan tradisi Mesir, atau Ibrani kuno. Ada pula yang menghubungkannya dengan pohon khusus di taman Eden (lihat Kejadian 2:9). Tetapi dalam kehidupan pra-Kristen Eropa memang ada tradisi menghias pohon dan menempatkannya dalam rumah pada perayaan tertentu. Tradisi " Pohon Terang " modern berkembang dari Jerman pada abad ke-18.
Terdapat pula tradisi mengirim Kartu Natal, yang dimulai pada tahun 1843 oleh John Callcott Horsley dari Inggris. Biasanya dengan gambar yang berhubungan dengan kisah kelahiran Yesus Kristus dan disertai tulisan: Selamat Hari Natal dan Tahun Baru. Dewasa ini orang memakai teknologi informasi (email) berkirim kartu Natal elektronik.

Juga dalam rangka perayaan Natal dikenal di Indonesia tradisi Sinterklaas, yang berasal dari Belanda. Tradisi yang dirayakan pada tanggal 6 Desember ini, berhubungan dengan St. Claus (Santa Nikolas), seorang tokoh legenda, yang mengunjungi rumah anak-anak pada malam dengan kereta salju terbang ditarik beberapa ekor rusa kutub membagi-bagi hadiah. Dalam dunia modern, perayaan Natal secara sekuler lebih menekankan aspek saling memberi hadiah Natal, sehingga ada yang beranggapan Santa Nikolas makin lebih penting daripada Yesus Kristus. Dalam tradisi Sinterklass Belanda " tokoh yang digambarkan oleh suatu iklan minuman Amerika sejak tahun 1931 sebagai seorang tua gendut, bercambang putih dan berpakain merah dengan sepatu bot, ikat pinggang hitam, dan topi runcing lembut ini " menjadi bagian dari acara keluarga (untuk mendisiplin anak-anak) dengan mengunjungi rumah-rumah disertai pembantu berkulit hitam (Zwarte Pit) yang memikul karung berisi hadiah untuk anak yang baik; tetapi karung itu juga tempat anak-anak nakal dimasukkan untuk dibawa pergi. Yang sering kita lihat juga Natal dimeriahkan dengan banyak cahaya lampu berkelap-kelip. Selain untuk menambah semarak perayaan, ini juga memiliki pemahaman cahaya yang ada, maksudnya adalah Kristus akan mengusir kuasa kegelapan.
Berbeda dengan tradisi perayaan Natal di barat, perayaan Natal ritus timur banyak mengandung aspek rohani seperti puasa, bermazmur, membaca Alkitab, dan puji-pujian. Di Gereja-gereja Arab, boleh dibilang tidak ada perayaan Natal tanpa didahului puasa. Gereja Ortodoks Syria melakukan persiapan Natal dengan berpuasa selama 10 hari. Sementara di Gereja Ortodoks Koptik puasanya lebih lama lagi, yaitu sejak minggu terakhir November. Jadi, sekitar 40 hari. Waktu iftar (buka puasa) pada tanggal 7 Januari pagi. Puasa pra-Natal ini disebut dengan puasa kecil (Shaum el-Shagir). Meskipun agak berbeda dalam tradisi, secara prinsip cara ini tidak jauh berbeda dengan cara berpuasa Gereja-gereja Orthodoks lain.
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: KELAHIRAN YESUS DAN NATAL
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan