Tuesday, September 15, 2015

MEMAHAMI KEHENDAK TUHAN


Bacaan: Matius 1: 18 -25

Memahami kehendak Tuhan itu adalah judul artikel kami hari ini, Judul tersebut kami ambil dari Matius 1 : 18-25 dimana LAI ( Lembaga Alkitab Indonesia ) memberi judul " Kelahiran Yesus Kristus " . Memang antara judul LAI dengan apa yang ingin kami angkat berbeda, tetapi bacaan tersebut dari sumber yang sama.
"Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. "

Pada postingan kali ini kami mencoba mempelajari sikap dan prilaku Yusuf ayah legal dari Yesus Kristus. Bisa kita bayangkan ketika kita bertunangan dengan sorang wanita yang kita cintai dan ternyata wanita itu sudah mengandung bukan dari hasil perbuatan nya maka apa yang akan dia perbuat ?. Manusia normal akan emosi menghadapi kenyataan itu mempertanyakan itu benih siapa ? mengapa wanita yang kita cintai sepenuh hati itu berselingkuh dan melakukan kecurangan dan menodai cinta yang dibina, dan lain lain pergumulannya.
Kira kira itu pertanyaan yang akan dilontarkan oleh laki laki itu. Dan ketika mendengar jawaban dari wanita yang dia cintai bahwa dia tidak berselingkuh dan kenyataannya rahimnya sudah tumbuh benih manusia ? maka kembali lagi laki laki normal akan semakin marah karena secara manusiawi jelas jelas dia telah mengandung dan dia bilang tidak berselingkuh ! Ini adalah pergumulan yang luar biasa dalam diri pribadi Yusuf.

Maria adalah wanita yang taat beribadah dan wanita yang takut akan Tuhan, hal itu yang diketahui oleh Yusuf. Tentu saja Yusuf dan Maria adalah pribadi pribadi yang saling mengenal satu dengan yang lainnya. Kalau jaman sekarang sepasang sejoli itu sudah berpacaran lama sehingga mereka sudah saling mengenal satu dengan yang lainnya. Sehingga ada sisi lain dalam diri Yusuf bahwa dia percaya kepada tunangannya itu karena dia telah mengenal Maria dengan baik dan secara logika dan prilaku jelas jelas Maria tidak mungkin menghianatinya. Yusuf percaya kepada Maria bahwa bayi yang dikandungnya bukan hasil hubungan dengan laki laki lain tetapi karena Roh Kudus.
Pergumulan Yusuf semakin memuncak karena dihadapannya ada kenyataan bahwa tunangannya telah mengandung dan menurut informasi tunangannya itu karena Roh Kudus. Bagi saya atau mungkin untuk Anda juga hal ini akan benar benar mengguncang keimanan kita. Hal serupa pada awalnya mungkin yang dirasakan oleh Yusuf, seperti dalam ayat selanjutnya bahwa "Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam."
Yusuf adalah orang yang baik, dipuncak pergumulannya antara pertimbangan menceraikan istrinya dengan cinta yang luar biasa pada istrinya itu. Karena cintanya Yusuf berencana untuk menceraikan secara diam diam. Karena jelas sekali jika kabar ini diketahui oleh orang lain maka orang akan berpikir yang bukan bukan kepada Maria.

Disini sebenarnya iman seseorang diuji, dimana Allah dan Roh Kudus yang tidak dapat diraba dan tidak dapat dirasakan kehadirannya tetapi keberadaannya hanya bisa di kenali dengan Iman. Ada sisi sisi kejiwaan yang tarik ulur antara percaya dan tidak. Hal ini adalah sebuah tes akan keimanan seseorang dan ternyata Yusuf adalah benar benar orang istimewa di hadapan Allah karena Yusuf telah lebih percaya kepada hatinya bukan pada pertimbangan akalnya. Karena ketika datang Malaikat Tuhan dalam mimpi Yusuf tentang Maria dan anak yang dikandungnya. Ketika Yusuf bangun dari tidur dia melakukan seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan. Yusuf mengambil Maria sebagai istrinya dan tidak bersetubuh dengan Maria sampai Maria melahirkan anaknya.
Yusuf adalah orang beriman mengapa? karena ketika Malaikat Tuhan datang kepadanya melalui mimpi dan ketika dia bangun dari tidurnya Yusuf melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan. Bagi saya dan Anda mungkin mimpi adalah bunga tidur; mimpi juga terkadang sebuah angan angan yang tidak terwujud karena sebelum tidur orang itu sedang dalam pergumulan. Dan mimpi juga merupakan wahyu Tuhan.
Terkait dengan mimpi yang terakhir akan timbul pemikiran! benarkan yang dalam mimpi itu adalah malaikat Tuhan.Benarkah tadi malam Malaikat Tuhan menyapa Yusuf atau bisa jadi itu bukan malaikat atau mahluk supranatural yang lainnya. Pertimbangan pertimbangan itu yang menyelimuti hati Yusuf ketika dia bangun dari tidurnya. Tetapi hal yang luar biasa adalah seperti ayat 24 & 25: "Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus. "

Bagi manusia akan dipenuhi oleh banyak sekali pertanyaan pertanyaan dan akalnya akan berfikir kemana mana. Itu adalah hal yang manusiawi karena Tuhan menciptakan manusia dengan penuh Akal. Selain akal Allah juga memberikan pertimbangan hati. Terkadang pertimbangan akal dengan pertimbangan hati bertolak belakang seperti yang dialami Yusuf dalam penjelasan diatas. Manusia memiliki alat pertimbangan yaitu akal dan hati. Ketika akal dan hati sejalan tidak ada persoalan; tetapi jika akal dan hati tidak sejalan maka akan semakin memuncak pergumulan itu. Itulah sebabnya ketika akal dan hati tidak sejalan maka akan ada pihak ketiga yang akan ikut campur. Pihak ketiga itu bisa berasal dari Tuhan dan juga bisa berasal dari si pencoba ( Iblis ); Disini iman seseorang kembali diuji.
Puncak tes seseorang adalah ketika pertimbangan akal dan pertimbangan hati tidak sejalan maka bagaimana sebaiknya sikap orang percaya? menyerahkan kepada Tuhan atau mencari alternatif lain.
Ketika Tuhan sebagai sumber dari segala sumber kehidupannya maka secara otomatis orang beriman akan menyerahkan hal itu kepada Tuhan. Dengan keyakinan dan iman bahwa Tuhan akan ikut campur dan memberikan jalan yang terbaik.Tetapi tidak jarang kita tidak sepenuhnya menyerahkan pergumulan kita kepada Tuhan!; Sering kali kita hanya menyerahkannya sebatas di mulut saja tetapi tidak pada akal dan hati kita. Sebuah ilustrasi ketika kita menyerahkan sebuah bingkisan kepada orang lain apakah kita masih terikat dengan bingkisan itu? tentu saja tidak selanjutnya setelah bingkisan itu diserahkan kepada orang lain, terserah orang tersebut mau dikemanakan bingkisan itu. Apakah kita menyerahkan bingkisan dengan harapan orang yang menerimanya memberikan balasan atau bingkisan lainnya kepada kita?

Dalam ilustrasi tersebut apakah ketika kita menyerahkan pergumulan kita kepada Tuhan kemudian kita berharap Tuhan memberi kepada kita bingkisan yang lain ? atau kita berharap Tuhan memberikan pergumulan yang lainnya lagi ? , tentu saja tidak karena ketika pergumulan kita kita serahkan kepada Tuhan maka selanjutnya terserah Tuhan mau diapakan. Tetapi yang jelas ketika kita menyerahkan pergumulan kita maka beban yang kita pikul akan semakin ringan.
Ada filsafat teologi seperti yang tertulis dalam Alkitab (Matius 19: 24) Yesus berkata "Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Hendaknya kita berpikir mengapa seekor unta lebih mudah masuk melalui lubang jarum padahal hal itu secara akal tidak mungkin; dari seorang kaya masuk dalam "Kerajaan Allah"!!
Terkait dengan hal tersebut kami teringat dengan percakapan kami dengan beberapa orang seiman dalam gereja kami yang mengatakan serupa . Karena memang tidak mungkin seekor unta masuk ke lubang jarum secara fisik tetapi secara teologis mengapa Yesus menggambarkan seekor unta lebih mudah masuk lubang jarum? karena onta tidak memiliki akal dan dia tidak berpikir; berbeda dengan orang kaya yang dipenuhi dengan pertimbangan pertimbangan sehingga karena pertimbangan pertimbangan itu dia terikat oleh dunia. Sehingga jika kita mau mengikuti Tuhan maka sebaiknya kita seperti unta itu jangan berpikir lagi. Kita ikut saja kemana Tuhan mengajak kita, karena dimana Tuhan berada disitu kita juga hadir sehingga damai dan kemuliaan Tuhan senantiasa bersama sama dengan kita.
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: MEMAHAMI KEHENDAK TUHAN
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan