Tuesday, September 15, 2015

MENGENAL TUHAN DAN MEMAHAMI RAHASIA TENTANG TUHAN

 Sebuah pertanyaan mendasar oleh mahluk hidup tentang Tuhan. Sosok Tuhan adalah sosok yang sangat misterius. Mengapa misterius karena pemahaman tentang Tuhan sangat abstrak dan imajiner. Akal manusia tidak dapat menerima karena memang Tuhan itu melebihi segala akal manusia. Keberadaan Tuhan haya bisa ditangkap dengan iman saja. Tetapi disini kami ingin berbagi sebuah pemahaman.
 Bagaimana memahami Tuhan ??? banyak sekali kata / kalimat yang menjabarkan tentang Tuhan. Banyak istilah yang diungkapkan oleh manusia tentang Tuhan. Penjabaran tentang Tuhan yang kami maksud adalah Tuhan yang Maha " Segalanya " bukan Tuhan yang mempunyai kelemahan, tetapi Tuhan yang Maha Sempurna. Kalau boleh kami ungkapkan adalah Tuhan Yang Maha Esa, istilah itu kami rasa lebih luas walaupun kami meyadari bahwa istilah Tuhan Yang Maha Esa masih belum bisa menjabarkan Tuhan yang kami maksud, tetapi tak apalah karena memang kami juga tidak menemukan istilah yang tepat dalam kalimat/ kata-kata untuk menggambarkan Tuhan. ada yang bilang Allah, Bapa Sang Pencita, Shang Yang Widhi dan bermacam-macam istilah. Pertanyaannya adalah apakah istilah tersebut sama ?..... seperti yang saya maksud !
 
Mengetahui dan memahami tentang Tuhan adalah rahasia pribadi Tuhan, tetapi apakah Tuhan memang benar-benar misterius ?
Sebenarnya semenjak manusia pertama jatuh kedalam dosa ( sesuai dengan bacaan Alkitab ) dikarenakan telah melanggar larangan Allah ( Kejadian 2 :16 , 17 ) dimana manusia pertama memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat . Maka itu adalah awal jatuhnya manusia dari dosa ( Kejadian 3 ) .
Tetapi ada satu hal yang menurut kami sisi positifnya manusia pertama memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat yaitu terbukanya mata hati dan fikiran manusia bahwa mereka ( Adam dan Hawa ) selama ini ( sebelum makan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat ) dalam keadaan telanjang serta tidak ada rasa malu diantara mereka; dan setelah mereka makan buah tersebut mereka tahu bahwa mereka telanjang dan marasa malu seorang akan yang lain. Bisa jadi jika manusia pertama tidak makan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat kita sekarang akan seperti hewan tidak memakai baju dan tidak ada rasa malu, walaupun manusia diberi Akal. Dan manusia sekarang akan jadi manusia pemalas karena segala sesuatu serba tersedia. Hal ini bisa saja manusia tidak memakai kreatifitasnya ( kemampuan akalnya tidak dipakai ) karena serba tersedia.
 
Tetapi tentu saja ada sisi negatifnya, manusia jatuh dalam dosa, manusia harus diusir dari taman Eden, harus bekerja keras untuk hidupnya dan mengalami sakit saat bersalin ( wanita ).
Berawal dari situ jugalah muncul berbagai-bagai hal di dunia dikarenakan keberadaan manusia. Banyak perkara-perkara yang disebabkan oleh manusia terjadi di dunia. kalau dirunut dari mana perkara-perkara itu muncul sebenarnya berawal dari hati manusia.
 Menurut kami semenjak manusia pertama memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat maka timbul sekat dalam hati manusia ( sekat bukan secara fisik ), sekat itu tidak ada pada awalnya. Dengan adanya sekat tersebut maka sekarang ada istilah hitam- putih; langit- bumi; setuju- menolak; ya- tidak; atas- bawah; benar- jahat; baik- buruk; bagus- jelek; manis- pahit; senang- sedih; suka- duka; tinggi- rendah ; laki-laki- wanita dan sebagainya istilah manusia. yang intinya adalah hati manusia mempertimbangkan segala sesuatunya. Pertimbangan manusia itu sesungguhnya hanya ada 2 hal yaitu positif ( + ) dan negatif (- ) dimana kedua hal tersebut menggambarkan hati manusia yang bersekat. Lalu bagaimana dengan peran organ tubuh yang lain seperti otak, darah, jantung dll ? hal ini akan kami bahas di posingan selanjutnya.
 
Disini kami ingin menunjukkan pemahaman tentang Tuhan yang dilihat dari sudut pandang sebelum manusia jatuh dalam dosa. Dimana sebelum manusia jatuh dalam dosa manusia bisa berkomunikasi dengan Tuhan, dan semenjak manusia jatuh kedalam dosa hubungan itu menjadi tidak harmonis, ada jurang pemisah antara Tuhan dan manusia.
 Maaf agak melantur.... mari kita lanjutkan. Sekat yang ada di hati manusia inilah ( bukan sekat secara fisik ) yang menjadikan hubungan antara manusia dan Tuhan tidak harmonis lagi. Tetapi hubungan itu pernah harmonis ketika sekat-sekat di hati manusia belum tercipta. Sehingga untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan Tuhan maka hendaknya sekat-sekat itu di kaburkan dengan cara mengundang Tuhan untuk hadir dan tinggal di dalam hati. Dengan demikian kita akan memahami Tuhan ! , Bagaimana Tuhan ! , Siapa Tuhan !, Dimana Tuhan !
 Menurut Alkitab Yesus Kristus mengatakan " tidak seorangpun yang mengenal Anak selain Bapa dan tidak seorangpun yang mengenal Bapa selain Anak " ( matius 11 : 27 ). Kristus sendiri mengatakan demikian bahwa tidak seorangpun yang mengenal Tuhan. Manusia hanya meraba-raba tentang keberadaan Tuhan. Jika demikian bagaimana dengan keberadaan para Nabi yang layak bertemu dengan Tuhan. Apakah para Nabi juga meraba-raba tentang Tuhan ? Kita meyakini bahwa para nabi bisa berdialog dengan Tuhan, bisa bertemu dengan Tuhan ! akan saya jelaskan dilain kesempatan. Hal ini saya kira sangat wajar karena keberadaan Tuhan tidak ada yang mengetahui,bahkan sebelum manusia ada atau segala sesuatu ada Tuhan sudah ada. Ini keyakinan dan iman yang dianut oleh agama agama besar dunia saat ini. Manusia hanya memahami Tuhan dari sifat-sifatnya saja. menurut Alquran ( kitab suci agama Islam ) sifat-sifat Tuhan yang tercermin dari 99 nama Tuhan ( Asma ul Husna) Dari 99 nama Tuhan tersebut saya simpulkan bahwa Tuhan mempunyai sifat yang positif. Pertanyaan selanjutnya bagaimana dengan sifat yang negatif ? Tidak hanya Al-quran saja menurut berbagai bagai pemahaman agama atau ajaran memahami Tuhan hanya dilihat dari sudut hati yangpositif sajaDalam konsep Islam, Tuhan diyakini sebagai Zat Maha Tinggi Yang Nyata dan Esa, Pencipta Yang Maha Kuat dan Maha Tahu, Yang Abadi, Penentu Takdir, dan Hakim bagi semesta alam. Agama Buddha juga mengajarkan keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa, yang mutlak ; semuanya menunjukkan yang positif saja lalu bagaimana dengan yang negatif ?
 
 Sulitnya memahami tentang Tuhan memang hal yang wajar, manusia selama bertahun-tahun bahkan mungkin sejak manusia pertama ada di dunia ini. Manusia memperdebatkan tentang Tuhan, tentang keberadaan Tuhan. Berbicara mengenai konsep, SEKILAS dalam benak kita terbayang teori-teori yang kental kaitannya dengan sesuatu yang diteliti, dikaji, diperdebatkan, dan juga diyakini. Secara umum pandangan yang ada menganggap seseorang yang beragama pasti atau harus mempunyai ”satu Tuhan yang diakui”. Konsep Tuhan dari sudut pandang ini sangat jelas memersonifikasikan Tuhan, jadi tuhan dirupakan sebagai sosok atau makhluk seperti halnya manusia. Keyakinan akan konsep ini tentunya bukan sesuatu yang asing bagi kita, karena sejak kecil kita sudah mendapat modal yang kuat akan konsep Tuhan sebagai makhluk adidaya yang mencipta alam semesta beserta seluruh isinya dari pendidikan di sekolah maupun lingkungan sekitar kita.
Yang sulit adalah ketika kita mendapatkan kebenaran akan sesuatu konsep yang telah demikian lama mengakar dalam pikiran kita, bahwa konsep yang kita yakini selama ini ternyata keliru atau salah. Sulitnya karena kemelekatan kita pada konsep tersebut (bahwa Tuhan dipandang sebagai sosok atau pribadi pengatur dan pencipta alam semesta dan isinya) telah begitu kuat. Jika kemelekatan (keyakinan) kita terhadap konsep itu begitu kuatnya maka kita akan selalu menjadi pendebat seluruh konsep yang ada walaupun konsep yang lain mungkin menawarkan sudut pandang yang sebenarnya.

Ketika manusia hanya melihat Tuhan dari sudut pandang yang positif saja ( Tuhan hanya ada di hati yang positif saja ) dan hal hal yang negatif sering kali manusia menyamakan dengan Iblis atau sebangsanya. Padahal seperti yang kami jelaskan diatas bahwa segala sesuatu di dunia dilihat dari sudut pandang hati manusia saja yaitu hati positif dan hati negatif. Maka kami berani mengatakan bahwa Tuhan yang demikian bukan Tuhan yang kami maksudkan. Ia bukan Tuhan yang Maha Esa, Ia bukan Tuhan yang Maha segalanya !!! mengapa ? karena Tuhan yang hanya dipandang dari sudut yang positif saja yang berarti Ia tidak memiliki hal Negatif berarti Tuhan yang demikian adalah Tuhan yang mempunyai kelemahan.
Tuhan yang demikian bukan Tuhan yang sempurna, karena hanya positif saja, dan tidak memenuhi hati yang negatif.

Untuk itu kami akan membuka wawasan anda dan meluruskan kembali pemahaman mengenai Tuhan. Tuhan itu Maha Segalanya, Ia Maha baik, Ia juga Maha Jahat, Ia Maha Pemaaf, Ia juga Maha Pendendam dan sebagainya. Disini kami tidak bermaksud untuk menghujat Tuhan tetapi kami menunjukkan kepada anda bahwa Tuhan itu Maha segalanya. Ia tidak hanya positif saja tetapi Ia juga negatif.
Tuhan tidak hanya dilihat dari sudut pandang manusia saja tetapi Ia juga bisa dilihat dari segala sudut.
Ada sebuah ilustrasi coba anda amati sebuah benda, silahkan benda apa saja; disini kami misalkan sebuah rumah. Silahkan anda amati rumah anda dari depan, kemudian amati dari samping kiri, samping kanan, belakang dan amati dari atas. Kira kira bagaimana bentuknya ? apakah sama ketika kita melihat rumah dari depan, dengan dari samping kiri dan kanan, atau dari belakang dan atas ? jawabnya pasti berbeda. Tergantung dari sudut mana anda memandangnya. ketika anda sendiri mengamati sebuah rumah akan berbeda jika dilihat dari sudut yang berbeda lalu bagaimana jika orang lain yang melihat rumah yang sama maka tentu akan berpendapat yang berbeda pula. Jika sebuah rumah saja di perdebatkan bagaimana dengan Tuhan yang diyakini tidak berwujud tetapi ada ? walaupun mungkin sekarang anda masih percaya dan mengimani bahwa Tuhan sebagai sosok atau mahluk seperti hanya manusia ?

Setelah anda memahami sebagian dari Tuhan apakah anda masih berpendapat atau memperdebatkan mengenai jenis kelamin Tuhan ? banyak ajaran ajaran yang dengan jelas menegaskan bahwa Tuhan sosok Tuhan berjenis kelamin laki-laki atau ada juga yang menyatakan bahwa Tuhan berjenis kelamin Wanita. Laki-laki atau perempuan sesungguhnya juga bagian dari hati manusia yaitu hati yang positif dan hati yang negatif mengapa ? Sebenarnya pendapat TUhan berjenis kelamin laki-laki atau perempuan ini tidak terlepas dari budaya masing-masing komunitas. Yang dimaksud komunitas di sini adalah budaya si penulis Kitab Suci ( Pencetus sebuah ajaran ) dengan tidak mengabaikan peranan dari Kuasa Tuhan itu sendiri (Roh Kudus ). Jika kaum laki-laki pada suatu komunitas lebih tinggi derajadnya maka Sosok Tuhan digambarkan sebagai seorang laki-laki; tetapi sebaliknya jika komunitas budaya di suatu tempat meninggikan kaum wanita maka biasanya komunitas tersebut meyakini dan mengimani bahwa Tuhan berjenis kelamin wanita. Sebenarnya intinya adalah bahwa apapun komunitasnya tetap meletakkan Tuhan lebih tinggi dari segala sesuatu. Tetapi jika dicermati lebih mendalam maka pendapat yang masih memegang teguh bahwa Tuhan itu laki-laki atau perempuan bukankah hanya ungkapan dari keegoisan semata dengan kata lain Ego komunitas / Ego sosial yang dianggap dan diyakini kebenarannya secara bersama-sama.
Lalu apa benar Tuhan berjenis kelamin laki-laki ? atau Tuhan berjenis kelamin Wanita ?. Jika anda memahami Tuhan sebagai yang Maha sempurna; Tuhan Yang Maha Segalanya maka jawaban anda pasti ya itu benar semua ? looo kok bisa !!!

Jadi Tuhan itu berjenis kelamin Laki-laki dan berjenis kelamin wanita ? berarti Tuhan itu Waria / bencong ?! pendapat bahwa Tuhan itu waria juga benar. Mungkin anda berpendapat bahwa kami adalah orang yang mencla- mencle ( bahasa Jawa ) atau tidak punya pendirian !!!
Bukan maksud kami untuk membela diri tetapi kami berkeyakinan dan beriman bahwa Tuhan adalah Maha Segalanya, Ia Maha Sempurna, Ia menempati segala sesuatu, Ada pada segala sesuatu. Ia Maha Baik - Ia juga Maha Jahat, Ia Maha Pengasih dan Penyayang - Ia Juga Maha Pembenci dan Maha Penghancur. Hal ini yang mendasari kami untuk memberitahuan kepada anda pemahaman yang benar tentang Tuhan.

Tuhan harus ada dan menguasai hati yang positif, demikian juga Tuhan harus ada dan juga menguasai hati yang negatif.
Apabila Tuhan hanya ada dan menguasai salah satunya maka pemahaman Tuhan yang demikian masih sangat dangkal, jika demikian bukankah Tuhan yang demikian masih memiliki kelemahan ? maka janganlah menyembah Tuhan itu, Tetapi sembahlah Tuhan yang Maha Sempurna. Yang menguasai segala sudut pandang, yang ada di hati secara utuh ( ada di hati yang positif dan ada di hati yang negatif ) 

Saya pernah browsing yang menyatakan bahwa mereka menemukan Tuhan melalui Sex seperti yang diutarakan oleh Mariska Lubis. Pendapat tersebut sebenarnya senada dengan pendapat kami.
Kami juga sering melakukan pembicaraan dengan rekan-rekan kami serta tokoh tokoh masyarakat dan tokoh agama di tempat kami tinggal yang intinya mereka menyatakan negatif pendapat kami ini, karena memang pendapat ini berbeda dengan pendapat Ego Komunitas kami. Walaupun demikian ada kesamaan pemahaman mengenai Tuhan yaitu bahwa Tuhan adalah sesuatu yang abstrak, imajiner. Keberadaan Tuhan hanya bisa di imani. Tuhan berada diatas segala sesuatu.
Semoga ulasan ini bermanfaat.
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: MENGENAL TUHAN DAN MEMAHAMI RAHASIA TENTANG TUHAN
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan