Tuesday, September 15, 2015

Mengulas Sejarah Malaikat Lucifer Lebih Dalam


Dalam tradisi Yudeo-kristen, Lucifer merupakan sosok malaikat agung yang kemudian jatuh dari surga karena memberontak melawan Tuhan. Lucifer kemudian dipercaya sebagai wujud Setan atau Iblis. Kata Lucifer berasal dari Bahasa Latin yang berarti “pembawa terang”dan juga sering dikaitkan dengan Venus, bintang pagi, atau putera fajar. Dalam bahasa Ibrani, Lucifer dijuluki dengan Helel ben Sahar, “Putera Terang Sang Fajar” atau bintang pagi. Julukan yang mungkin membuatnya dikaitkan dengan planet venus. Dalam tradisi Rabbinik abad keempat dan kelima, Lucifer digambarkan sebagai Samael, malaikat tertinggi penjaga tahta Tuhan dan berada di atas tingkat ordo Serafim. Dia berbeda dengan malaikat-malaikat lainnya karena dianugerahi 12 pasang sayap yang indah dan cemerlang.

Gambaran Lucifer sebagai malaikat sombong terusir dari surga bersama para pengikutnya—yang menjadi pasukan iblis—pada umumnya hanya berasal dari sumber legenda dan sastra puitis seperti Dante’s Inferno dan Paradise Lostnya John Milton. Satu-satunya sumber kanonik alkitabiah tentang Lucifer ditemukan dalam Isaiah 14:12-17
“Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur. Orang-orang yang melihat engkau akan memperhatikan dan mengamat-amati engkau, katanya: Inikah dia yang telah membuat bumi gemetar, dan yang telah membuat kerajaan-kerajaan bergoncang,”

Komentar para sarjana Alkitab menyatakan bahwa ayat ini ditujukan kepada Raja Babilonia yang sombong, ramalan akan kejatuhan Babilonia dan rajanya. Terjemahan Alkitab Vulgata memuat kata bintang timur, menjadi Lucifer dan Jerome menyatakan Lucifer sebagai kepala para malaikat yang jatuh. Pemberontakannya melawan Tuhan karena kesombongannya membuat dia dan para pengikutnya terusir dari alam surgawi. Malaikat yang jatuh kehilangan terang agung dan keindahannya dan berubah menjadi iblis. Akan tetapi kitab 2 Henokh mengatakan pemimpin malaikat yang jatuh adalah Satanael (Satanail) yang menyebabkan Lucifer terkadang disamakan dengan Setan. Kitab ini kemungkinan besar berasal dari abad pertengahan, karena hanya terdapat dalam bahasa Slavonik.

Menurut kitab itu, Tuhan menciptakan tingkatan malaikat pada hari kedua penciptaan dan menciptakan mereka dari api besar yang dipotong dengan batu lalu memberikan mereka pakaian dari nyala api dan senjata api. Dia memerintahkan mereka untuk berbaris pada tingkatan masing-masing. Tapi salah satu malaikat agung dari tingkatan itu membelot bersama sebagian besar malaikat lain di bawah pengaruhnya. Dia memikirkan sebuah ide yang mustahil, yaitu dia akan menempatkan tahta malaikatnya lebih tinggi dari awan-awan yang berada di atas bumi, dengan demikian setara dengan Tuhan. Tuhan lalu melemparkan mereka dari tempat mereka menuju jurang dalam tak berdasar.

Konsep Lucifer cukup menarik perhatian umat kristen awal, bahkan nama Lucifer sebagai Pembawa Terang digunakan untuk merujuk kepada Kristus yang diyakini juga sebagai pembawa terang. Bapa gereja awal Origen, yang hidup pada abad kedua dan ketiga, di bawah pengaruh tradisi paganisme dan heretik Yahudi serta kitab apokrif menyamakan Lucifer dengan Satanael, konsep yang sebelumnya tidak ditemukan dalam tradisi biblikal. Konsep ini kemudian diikuti oleh Augustine dan Jerome. Menjelang abad pertengahan, kata Lucifer dan setan digunakan untuk Iblis. Lucifer digunakan sebagai nama Iblis baik sebelum atau sesudah kejatuhannya. Karya Milton dan Dante, memperkuat konsep Lucifer sebagai Setan/Satanael.

Dalam Mormonisme, Lucifer dipercaya sebagai archangel agung dan terang putera dari Elohim (Tuhan  Bapa) dan saudara dari Yahweh (Tuhan Anak, Jehovah, atau Yesus) dan seluruh umat manusia yang mereka yakini juga sebagai Anak-anak Elohim. Lucifer menjadi sombong dan berusaha untuk merebut Anak-anak Elohim serta membelokkan rencana Bapa terhadap anak-anak-Nya itu. Pertempuran surgawipun meletus, Lucifer dan pengikutnya kalah. Mereka diasingkan ke bumi dan diizinkan untuk menggoda Anak-anak Elohim yang lemah imannya. Setelah tujuan Elohim terpenuhi, Lucifer beserta bawahannya akan diusir ke Kegelapan Abadi, terhalang dari cahaya ilahiah dan cinta.

Sementara itu, dalam beragam tradisi okultism, Lucifer dipercaya sebagai Penguasa Neraka berada satu tingkat di atas Setan yang merupakan salah satu tentaranya. Ketika dipanggil, dia akan muncul dengan wujud seorang anak rupawan. Lucifer menguasai Eropa dan Asiatik. Pada abad 19, Leo Taxil, menyebarkan hoax bahwa Freemasonry merupakan kelompok pemuja Lucifer. Beberapa okultis modern dan satanis menganggap Lucifer sebagai malaikat terang yang akan menjelma menjadi manusia pada satu saat nanti untuk menganugerahkan pencerahan dan penebusan bagi umat manusia.
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: Mengulas Sejarah Malaikat Lucifer Lebih Dalam
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan