Selasa, 15 September 2015

Nabi Isa bukan Yesus Kristus

Siapa Al Masih Isa Putra Mariam dalam Al-Quran ? pertanyaan ini muncul menjadi pertanyaan besar. Banyak pandangan dan persepsi yang mengarah Al Masih Isa Putra Mariam itu ya Yesus Kristus dalam persepsi Kristiani. Benarkah Nabi Isa A S ( Al Masih Putra Mariam ) dalam Al Qur'an sebagai Yesus Kristus yang diberitakan dalam Perjanjian Lama ( termasuk didalamnya Kitab Kitab Taurat dan Zabur ) atau Nabi Isa sebagai Yesus Kristus yang diberitakan dalam Kitab Perjanjian Baru ( Salah satunya kitab Injil ( Matius - Markus - Lukas - Yohanes ) ? . Benarkah Al Masih Putra Mariam dalam Al-Quran sebagai Yesus Kristus orang Nazaret ? mari kita selidiki bersama sama. Kami mencoba melakukan pendekatan Al Kitab dengan Al Quran.

Al Qur'an membenarkan kitab Taurat dan Injil dan keraguan akan kemurnian Al Qur'an berdasarkan sejarah islam pada masa pemerintahan Khafilah Abu Bakar.
Sebelum melangkah lebih jauh alangkah baiknya jika kita pelajari siapa sih sosok Mesias menurut kitab Taurat. Mengapa kami mendahului dari Kitab Taurat karena menurut kami Cikal Bakal harapan Agama Yahudi oleh orang orang Israel atau dalam Al-Quran disebut sebagai Bani Israel tertuang dalam Kitab Taurat. Disini kami tidak akan menjelaskan doktrin doktrin yang isinya " Pokoke " ( bahasa jawa ) yang intinya otak dan perasaan tidak dipakai yang ada di otak hanya doktrin dan doktrin. Al Quran dalam surat Ali'Imron ayat 1 - 9 dan Kitab Yunus ayat 37 ; membenarkan kitab yang diturunkan sebelumnya yaitu kitab Taurat dan Injil.
Sebuah pertanyaan dalam benak kami yang dimaksud oleh Al Quran Kitab Taurat dan Injil itu yang seperti apa ? apa Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang tertuang dalam Al-Kitab ( Terbitan Lembaga Alkitab Indonesia / LAI ) ? atau Nabi Muhammad mempunyai Kitab Taurat dan Kitab Injil tersendiri ? Pertanyaan pertanyaan ini muncul karena dalam Al-Quran Surat Ali'Imron Ayat 7 mengatakan " Dia-lah yang menurunkan Al Kitab ( Al Qur'an ) kepada kamu. Diantara ( isi ) nya ada ayat ayat yang muhkamat, itulah pokok pokok isi Al Qur'an dan yang lain ( ayat ayat )mutasyaabihaat. Adapun orang orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian dari ayat ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya ..... "

Dari surat Ali'Imran ayat 7 kenapa tertulis Al Kitab ( Al Quran ) padahal Al Kitab ( Terbitan LAI ) berisi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan bukan Al Quran, kenapa ada tanda kurung Al Quran ? dari sini kami muncul pertanyaan apa Nabi Muhammad memiliki Taurat dan Injil yang berbeda ? dari Taurat dan Injil yang diyakini oleh masyarakat luas saat ini. Maksud ayat ayat muhkamat dan ayat mutasyaabihaat dalam Al Qur'an menyebutkan bahwa ayat ayat muhkamat adalah ayat ayat yang terang dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah sedangkan ayatmutasyaabihaat adalah ayat ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat di tentukan arti mana yang dimaksud kecuali sudah diselidiki secara mendalam, atau ayat ayat yang pengertiannya hanya Allah yang tahu.

Jika memang Nabi Muhammad memiliki Taurat dan Injil yang berbeda maka itu berarti firman firman dan pengertian Nabi Muhammad patut diragukan kebenarannya. Ini terlepas dari Nabi Muhammad sebagai Nabi Allah atau Nabi Muhammad menerima Wahyu Allah. Tetapi jika dilihat dari sudut pandang subyektif maka ada dua sumber yang berbeda ? dari dua sumber ini mana yang benar mengingat Nabi Muhammad lahir ke dunia sekitar 600 tahun setelah kematian Yesus. Maka secara otomatis Alkitab yang dia peroleh juga patut dipertanyakan keasliannya karena dalam kurun waktu 600 tahun ada perkembangan bahasa mengingat bahasa yang dipakai manusia akan selalu berubah menyesuaikan perkembangan jaman. Demikian juga Alkitab tersebut sudah terbitan yang ke berapa dan siapa yang menerbitkannya ? Sebagai contoh saja bahasa Indonesia sudah beberapa kali mengalami perubahan sampai pada saat ini kita menggunakan EYD ( Ejaan Yang Disempurnakan ), hal serupa juga kami yakini terjadi pada bahasa bahasa manusia. Selama bahasa itu dipakai oleh manusia maka akan mengikuti perkembangan manusia yang memakainya. Demikian juga dengan Al Kitab dan juga Al Quran.


AL QUR'AN SAAT INI TIDAK SAMA DENGAN AL QUR'AN SEMASA NABI MUHAMAD bin ABDULLAH
Walaupun Al Qur'an dalam surat Yunus ayat 37 - 53 yang tertulis jaminan Allah atas kemurnian Al Quran ; mungkin memang wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad memang murni tetapi setelah nabi wafat siapa yang menjamin ? mengingat pada jaman Nabi Muhammad masih hidup melarang menulis firman firman Al Qur'an, baru setelah nabi wafat atas usulan dari Umar bin Khaththab kepada Kafilah Abu Bakar dan walaupun sempat ditolak akhirnya Abu Bakar mengajak Zaid bin Tsabit dengan berat hati akhirnya menulis dan mengumpulkan Al Qur'an. Jadi pertama kali Al Quran ditulis oleh Zaid bin Tsabit pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar. Pada pemerintahan Khalifah Abu Bakar terjadiriddah ( pemberontakan ) dan akhirnya bisa di redakan.

Dan sejarah Islam menulis bahwa Khalifah Abu Bakar meninggal maka Mushhaf ( Naskah Al Qur'an ) dipindah ke rumah Umar bin Khaththab , dan ketika Umar wafat Mushhaf itu dipindah ke Hafsah putri Umar yang adalah Isteri Muhammad. Dan pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan telah terjadi perselisihan dan pertikaian terkaid dengan bacaan Al Qur'an yang ditulis oleh Zaid bin Tsabit. Dan pada pemerintahan Utsman bin Affan Mushhaf ( Naskah Al Qur'an ) di salin kembali menjadi 5 buah Al Mushhaf ( Al Qur'an ). Kemudian Al Mushhaf tersebut di kirim ke Mekah, Syiria, Basrah, Kufah dan satu di simpan oleh Utsman di Madinah. Dari tempat tempat itu akhirnya Al Qur'an disalin ulang. Pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan juga memerintahkan mengumpulkan semua lembaran lembaran yang bertuliskan Al Qur'an yang ditulis sebelum 5 buah Al Mushhaf untuk dibakar. Pertanyaannya kenapa pada jaman pemerintahan Utsman bin Affan mengabaikan lembaran lembaran Al Qur'an yang ada di para sahabat sahabat Nabi ? dan lebih memilih salinan dari Al Qur'an tulisan dari Zaid bin Tsabit yang ada di tangan Hafsah ?. Ada dua kemungkinan yaitu lembaran lembaran Al Qur'an yang di himpun dan dibakar tidak sama dengan Al Mushhaf karena ditulis oleh sahabat nabi yang mungkin terlupakan oleh Zaid bin Tsabit ? kemungkinan ke dua adalah lembaran lembaran itu sama dengan yang ditulis , hanya supaya lebih praktis maka lebih baik di menggunakan satu panduaan aja . Pertanyaannya adalah apakah Zaid bin Tsabit atau sahabat nabi selalu bersama Nabi Muhammad ? misalnya saat Nabi buang air kecil / atau saat Nabi menggauli istrinya apakah para sahabat selalu bersama Nabi ? jika ya maka tidak ada privasi sehingga kegiatan Nabi Muhamad yang bersifat pribadi harus diketahui juga oleh para sahabat ! Kami kira tidak demikian pasti semasa nabi Muhammad masih hidup terdapat batasan batasan sehingga tidak semua spak terjang nabi yang bersifat pribadi harus diketahui oleh para sahabat. Pertanyaannya adalah bisa jadi saat kegiatan pribadi Nabi Muhammad di lakukan turun Wahyu, sehingga yang mengetahui hanya Nabi dan salah seorang sahabat yang kebetulan bersama beliau. Ketika sahabat itu menulis wahyu itu dan tidak diketahui oleh Zaid bin Tsabit bagaimana ? walaupun dalam penulisan Mushhaf tersebut Zaid bin Tsabit sudah teliti dan meminta pertimbangan sahabat, tetapi sahabat nabi tidak hanya 10 atau seratus tetapi lebih dari itu ? di sisi lainZaid bin Tsabit juga manusia yang punya kelemahan dan kekurangan. Sangat disayangkan kenapa Khalifah Utsman bin Affan harus membakar lembaran lebaran yang bertuliskan Al Qur'an ?. Dari sejarah islam sendiri sudah jelas bahwa kemurnian Al Qur'an setelah Nabi Muhammad wafat diragukan kemurniannya. Sebenarnya Istilah Injil saja sudah tidak tepat karena Kitab Injil hanya berisi 4 kitab dari 27 kitab perjanjian baru dari kaum Kristiani. Kitab Injil hanya kitab Matius - Kitab Markus - Kitab Lukas dan Kitab Yohanes; lalu yang 23 kitab lainnya dikemanakan padahal kalau kita pelajari kitab perjanjian baru yang terdiri dari 27 kitab itu saling terkait dan terhubung bukan sendiri sendiri.

Bahkan terus terang ketika kami mempelajari Al Qur'an dan terjemahnya terbitan Departemen Agama RI dengan penerbit CV Jaya Sakti jelas membuktikan bahwa penerjemah tidak paham tentang kitab Taurat karena dalam mukadimahnya pada halaman 39 pada poin a " Nabi Isa as diutus untuk suatu kaum tertentu" ditulis sebagai berikut " Hal hal ini dibuktikan juga oleh ayat ayat dalam injil ..... dengan mengutib ayat dalam 1 Samuel 25 : 32 ; 1 Raja raja 1 : 48 ; 1 kitab Tawareh 16 : 36 dan 1 Kitab Tawareh 6 : 4.
Benarkah ayat ayat yang menjadi kutiban itu sebagai ayat ayat dalam Injil ? sedangkan injil seperti penjelasan kami diatas ada 4 kitab dan tidak satupun kitab injil yang dimaksud oleh penulis mukadimah Al Quran termasuk dalam golongan kitab kitab Injil. Kitab Samuel - Kitab Raja Raja - Kitab Tawareh adalah kelompok Kitab Perjanjian Lama ( kelompok dari Kitab Taurat dan Zabur ). Ini membuktikan bahwa terjadi kesalahan fatal dalam mukadimah Al Qur'an.
Jika menilik dari sejarah Al Qur'an ditulis maka Umar bin Khaththab- Kafilah Abu Bakar dan Zaid bin Tsabit sudah tidak patuh kepada perintah Nabi Muhammad bin Abdullah, mereka hanya patuh saat Nabi Muhammad bin Abdullah masih hidup. Sebagai manusia akan berbeda disaat dia masih menjadi cukong ( bawahan ) dengan memegang jabatan, sebuah asumsi bahwa Al-Qur'an yang di tulis dan dibukukan oleh Zaid bin Tsabit sudah tidak seperti Al - Qur'an saat Nabi Muhammad masih hidup karena ada kemungkinan Al Qur'an yang ditulis dan dibukukan oleh Zaid bin Tsabit telah terintimidasi oleh penguasa dalam hal ini Kafilah Abu Bakar mengingat pada saat itu Pemerintahan Abu Bakar adalah pemerintahan Agama. Hal tersebut mengacu pada peristiwa riddah ( pemberontakan ) terkait adanya perselisihan dan pertikaian terhadap bacaan Al Qur'an yang ditulis oleh Zaid bin Tsabit.

Pertanyaan saat ini adalah Ajaran Al - Qur'an yang sesuai dengan ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad bin Abdullah itu yang seperti apa ? mengingat melihat sejarah Al Qur'an bahwa Nabi Muhammad semasa hidup melarang menulis Al Qur'an dan mewajibkan menghafalkannya. Dan semasa Nabi Muhammad masih hidup beliau yang membenarkan jika ada ejaan atau kalimat yang tidak sesuai atau tidak tepat. Sedangkan Al Qur'an saat ini ? adalah Al Qur'an versi Zaid bin Tsabit dan ditulis setelah Nabi Muhammad wafat. Tidak ada Nabi yang ada para sahabat, nara sumber utama sudah wafat sedangkan para sahabat adalah nara sumber ke-2 atau bahkan narasumber ke -3 sehingga kemungkinan besar sudah tidak sama dari apa yang dimaksud oleh Nabi Muhammad. Hal ini wajar dan manusiawi karena kemampuan seorang dengan yang lain dalam menangkap sesuatu itu berbeda beda. Sebagai contoh saja jika dalam seminar seorang nara sumber menyampaikan materi maka dari 100 orang peserta jika ditanyakan kembali akan ada 100 versi yang berbeda beda. Atau contoh lebih riel adalah jika 5 orang disuruh duduk berjajar orang paling ujung diberi kalimat tertentu dan kalimat itu disampaikan seorang kepada yang lain dan sampai pada orang di ujung yang lain ditanya kalimat yang diberikan oleh orang pertama maka bisa dipastikan ada kalimat yang dikurangi atau ditambahkan.

Demikian juga yang terjadi pada penulisan Al Qur'an tetapi secara keimanan umat Islam meyakini baha Al Qur'an dan Hadis yang ada sekarang adalah berasal dari Tuhan Allah. Tetapi jika dilihat dari proses penulisan Al Qur'an oleh Zaid bin Tsabit setelah Nabi Muhammad wafat , ditulis pada era Khafilah Abu Bakar adalah mengutip apa yang pernah disampaikan dalam ucapan maupun perbuatan oleh Nabi Muhammad saat beliau hidup. Proses penulisan Al Qur'an adalah murni mengandalkan ingatan manusia, tetapi sepandai pandainya orang ada satu atau dua hal yang pasti lupa karena kemampuan manusia itu terbatas. Ada pepatah " sepandai pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga ". Proses penulisan Al Qur'an yang mengandalkan ingatan berbeda sekali dengan proses penulisan Perjanjian Baru ( Yang lebih dikenal dengan Kitab Injil walaupun tidak tepat ). Proses penulisan kitab kitab perjanjian baru ditulis oleh puluhan orang pada masa / waktu dan tempat yang berbeda beda. Kitab injil sendiri yang terdiri dari 4 Kitab ditulis oleh murid Yesus Kristus yaitu Matius - Markus - Lukas dan Yohanes pada masa dan tempat yang berbeda. Kitab Matius diperkirakan ditulis pada tahun 60-an M ; Kitab Markus ditulis pada tahun 55 - 65 M ; Kitab Lukas ditulis tahun 60 - 63 M ; kitab Yohanes ditulis tahun 80 - 95 M. Tempat penulisannya kitab Injil juga berbeda beda, oleh orang yang berbeda pula. Alkitab terkhusus Perjanjian Baru ditulis oleh orang berbeda - waktu berbeda - dan tempat berbeda serta surat surat tersebut juga ditemukan oleh Arkeologi juga pada waktu yang berbeda beda tetapi ada yang aneh dari Alkitab yaitu walaupun ditulis oleh orang yang berbeda , waktu yang berbeda , tempat yang berbeda dan ditemukan oleh Arkeologi yang berbeda pula tetapi isi cerita di dalamnya sama dan mirip antara kitab satu dengan kitab yang lain. Dari sini kemudian muncul persepsi bahwa Kitab kitab yang ditemukan yang kemudian lebih dikenal dengan kitab Perjanjian baru ditulis oleh manusia yang di Ilhami oleh Tuhan Allah sendiri. Jika tidak bagaimana kitab kitab itu memiliki kesamaan dan kemiripan. Ini perbedaan utama antara penulisan Al Quran dan Penulisan Kitab Perjanjian Baru dalam Alkitab ( terbitan LAI di Indonesia ). Al Qur'an secara tertulis dalam Al Qur'an (Surat Yunus 37 - 53 ) bahwa Allah menjamin kemurnian Al Qur'an sedangkan Kitab kitab Perjanjian Baru ( Termasuk didalamnya adalah kitab Injil ) adalah pendapat manusia menyatakan bahwa penulisan Kitab Perjanjian Baru tersebut adalah di Ilhami oleh Allah karena fakta proses penulisan dari orang yang menulis berbeda, tempat berbeda, waktu yang berbeda dan ditemukan oleh Arkeologi juga berbeda tetapi kenapa memiliki kesamaan dan kemiripan.

BUKTI DAN FAKTA ADA RAHASIA TERSEMBUNYI DALAM AL QUR'AN
Terkhusus di Indonesia ada pendapat dari tokoh tokoh agama bahwa Al Qur'an tidak boleh diterjemahkan kedalam bahasa lain, jadi Al Qur'an harus tetap ditulis dalam bahasa Arab. Berbeda dengan Alkitab ( Kitab perjanjian lama ( didalamnya terdapat kitab Taurat dan Jabur ) serta Kitab perjanjian Baru ( didalamnya terdapat Kitab Injil )) ditulis dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Terkhusus di Indonesia sendiri Al Kitab diterjemahkan dalam berbegai bahasa daerah. Kami sendiri memiliki Alkitab dalam bahasa jawa dan bahasa madura.
Pertanyaannya adalah lebih terbuka yang mana ? Al Qur'an atau Al Kitab ! Al Qur'an mengharuskan menggunakan bahasa Arab dan jika di terjemahkan harus menyertakan bahasa arab, Sedangkan Al Kitab diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Bagi saya yang orang Indonesia suku Jawa maka saya akan lebih paham terhadap sesuatu jika itu disampaikan dalam bahasa Indonesia dan saya akan lebih paham lagi jika itu disampaikan dalam bahasa keluarga saya yaitu bahasa jawa. Jika itu disampaikan dalam bahasa Arab atau bahasa Inggris atau disampaikan dalam bahasa madura maka saya harus belajar dan menguasai bahasa bahasa itu terlebih daru saya paham dan mengerti maksud dari kitab kitab yang saya pelajari. Jika saya belajar Al Qur'an maka saya harus belajar bahasa Arab dan menguasai bahasa arab baru saya mengerti maksud dari Al Qur'an. Akan berbeda jika Al Qur'an dikabarkan dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa Jawa karena saya suku jawa. Saya tidak perlu belajar bahasa Indonesia atau belajar bahasa Jawa karena saya sudah memahaminya karena setiap hari saya memakai bahasa itu.

Mengapa Al Qur'an begitu meninggikan bahasa Arab ? sehingga orang Indonesia melupakan bahasa nasional bahasa Indonesia hal ini terjadi di desa desa tempat kami tinggal, penduduk desa terpencil bisa menulis bahasa Arab tetapi tidak bisa menulis latin. Padahal mereka orang madura, mereka tidak mengerti dan tidak bisa menulis dalam bahasa keluarga yaitu bahasa madura tetapi bisa menulis Al Qur'an dalam bahasa Arab. Aneh tapi nyata...... Kebenaran disampaikan dalam berbagai sudut pandang tetaplah sebuah kebenaran. Jika alasan agar Al Qur'an tetap murni itu adalah alasan yang mengada ada mengapa kerena bahasa akan berkembang. Menurut anda apa bahasa Arab tidak berkembang ? Jika bahasanya sudah berkembang maka tulisannya juga mengikuti. Kenapa untuk mempelajari Al Qur'an harus belajar bahasa Arab dulu ?
Cara pandang yang berbeda bahwa sebuah kebenaran yang disampaikan dalam berbagai sudut pandang adalah sebuah kebenaran. Sesuatu yang disampaikan secara terbuka lebih lebih disampaikan dalam bahasa keluarga maka penyampai memiliki maksud agar kebenaran itu lebih nyata adanya.
Jika anda termasuk golongan orang orang yang fanatik dengan paham bahwa kemurnian suatua ajaran harus disampaikan dalam bahasa mula mula ajaran itu di sempaikan oleh pembawa wahyu maka anda tergolong orang orang yang pandai yang terbodohi oleh doktrin. Jika menurut anda bahwa Alkitab itu tidak benar karena banyaknya versi kenapa anda tidak membeli Alkitab dengan versi yang berbeda di Toko buku kemudian anda bisa membandingkannya. Bukankah sekarang semua serba tersedia. Anda bisa pelajari dan pasti anda akan menemukan maksud dari Alkitab itu. Disinilah kebenaran yang diberitakan tentang sosok Mesias yaitu Yesus Kristus.

Tujuan Mesias Turun Ke Dunia
Tuhan Allah menjanjikan Juru Slamat kepada Manusia yang telah berdosa dan harus Menderita
Semenjak manusia pertama kali berdoa ( Adam dan Hawa ) maka Tuhan Allah sudah merancang keselamatan bagi manusia yang terjatuh dalam dosa seperti yang tertulis dalam kitab Taurat dalam Kejadian 3 : 15 yang demikian
" Aku ( Tuhan Allah ) akan mengadakan permusuhan antara engkau ( Ular / Iblis ) dan perempuan ini ( hawa ) , antara keturunanmu ( keturunan ular ) dan keturunannya ( keturunan hawa ) ; keturunannya ( keturunan hawa ) akan meremukkan kepalamu ( ular / Iblis ) , dan engkau ( ular / Iblis ) akan meremukkan tumitnya. "
Ayat diatas jelas bahwa keturunan dari hawa ( manusia ) akan meremukkan kepala iblis dan iblis akan meremukkan tumitnya. Sebenarnya hal ini membuktikan bahwa Tuhan Allah begitu sayang pada manusia terbukti ketika manusia pertama kali jatuh dari dosa karena tipu muslihat ular ( Iblis ) yang membujuk hawa untuk makan buah pengentahuan yang baik dan yang jahat dan hawa membujuk Adam. Tuhan telah menjanjikan keselamatan bahwa keturunan hawa akan meremukkan kepala iblis. Pertanyaannya adalah siapakah yang akan meremukkan kepala iblis ? siapakah juru slamat yang dijanjikan Tuhan Allah ? Ayat tersebut tidak menyebut nama siapa juru slamat yang di janjikan Tuhan. Sebenarnya untuk mengetahuinya harus bedah Kitab Taurat dengan mempelajari kitab kitab dalam perjanjian lama ( yang kami pelajari adalah terbitan LAI ).
Juruslamat yang dijanjikan Tuhan kepada para nabi seperti Nabi Yesaya, Nabi Mikha, Nabi Zakharia, Nabi Hosea dan Nabi Yeremia. Seperti tertulis dalam kitab Yesaya 2 : 2-3 ; kitab Yesaya 7 : 13 dan 14 ; kitab Yesaya 53; kitab Mikha 5 : 1 ; Kitab Hosea 11 : 1 ; kitab Yeremia 31 : 15; kitab Zakharia 9 : 9 . Kitab kitab tersebut dengan jelas menyebutkan misi dan visi dari juruslamat yang di janjikan Tuhan sejak dari semula. ( Sejak pertama kali manusia jatuh dalam dosa ).
Yesaya 2 : 2-3 " Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,
dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.
"
Firman tersebut menyebutkan bahwa kabar sukacita dan keselamatan serta ajaran kebenaran karena dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem.
Yesaya 7 : 13-14 " Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. "
Firman tersebut menjelaskan bahwa juruslamat itu dari keturunan Daud lahir dari perempuan muda atau kalau boleh disebut sebagai perawan tetapi Yesaya tidak secara terus terang menyatakan bahwa perempuan muda itu perawan dan juruslamat itu seorang laki laki yang bernama Imanuel yang artinya Tuhan berserta kita.
Yesaya 53 tidak kami sajikan firmannya karena terlalu banyak tetapi intinya adalah bahwa juruslamat Tuhan akan dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina di aniaya untuk menanggung dosa manusia dan penderitaan manusia kemudian Juruslamat akan ditikam dan mati diantara penjahat penjahat ( ayat 9 ). Juruslamat mengetahui akan penderitaan yang dia alami tetapi tidak melawan karena memang Tuhan berkehendak seperti itu ayat 10 -12 " Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Kitab Nabi Yesaya 53 menjelaskan bahwa juruslamat yang dijanjikan Tuhan akan menderita dan Dia tahu akan menderita tetapi tidak melawan karena sadar bahwa Ia harus menderita dan mati di tikam diantara penjahat penjahat untuk tebusan atas dosa dosa manusia.
Kitab Mikha 5 : 1 menyatakan bahwa juruslamat yang dijanjikan Tuhan akan lahir di Betlehem.
Kitab Hosea 11 : 1 menyatakan bahwa juruslamat yang dijanjikan Tuhan pada masa masih muda ( anak anak / bayi ) akan pindah ke Mesir
Kitab Yeremia 31 : 15 menyatakan bahwa saat sang juruslamat yang di janjikan Tuhan lahir ke dunia akan ada pembunuhan bayi bayi dan terdengar ratapan tangisan yang pahit pedih.
Kitab Yeremia 31 :33- 34 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka." 
Kitab Zakharia 9 : 9 menyatakan bahwa sang juruslamat yang dijanjikan Tuhan akan mengendarai keledai beban muda dengan di ikuti oleh sorak sorai di Yerusalem.
Kitab Zakharia 13 : 7 : 7. "Hai pedang, bangkitlah terhadap gembala-Ku, terhadap orang yang paling karib kepada-Ku!", demikianlah firman TUHAN semesta alam. "Bunuhlah gembala, sehingga domba-domba tercerai-berai! Aku akan mengenakan tangan-Ku terhadap yang lemah.
Dalam kitab kitab Taurat menyatakan bahwa sang Juruslamat yang dijanjikan Tuhan sejak manusia pertama kali jatuh dalam doa sebagai Mesias. Sebenarnya dengan mempelajari kitab kitab tersebut di atas jelas sekali bahwa Mesias turun ke dunia tidak untuk bersenang senang tetapi harus menderita, mati bukan karena perbuatan jahat yang Dia lakukan tetapi untuk menanggung beban dosa manusia.


SIAPAKAH MESIAS 
Siapakah Mesias yang dijanjikan Tuhan sejak permulaan Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Mesias yang akan menyelamatkan manusia dari mupah dosa yaitu maud ? Dengan membaca dan mempelajari kitab Taurat dan Kitab perjajian baru dalam Alkitab kita bisa tahu siapa Mesias itu ? atau dengan mempelajari Al Qur'an apakah bisa mengetahui sosok Mesias ? Apakah Mesias itu Nabi Muhammad ? apakah Nabi Muhammad lahir di Betlehem ?, apakah Nabi Muhammad keturunan Nabi Daud ? Apakah Nabi Muhammad saat lahir ada pembuhuhan bayi bayi ? Apakah Nabi Muhammad saat masih muda / bayi pergi mengungsi ke Mesir ? Apakah Nabi Muhammad menderita, dihina ; ditikam dan mati diantara penjahat penjahat ? atau apakah Nabi Muhammad mengendarai Keledai beban muda saat masuk kota Yerusalem dengan di iringi sorak sorai ?
Sepertinya semua pertanyaan pertanyaan terkaid dengan nubuatan tentang sosok Mesias tidak kami temukan dalam diri Nabi Muhammad. Jika ada yang sesuai dengan hal hal tersebut diatas kami mohon konfirmasinya kepada kami. Menurut kami Nabi Muhammad bukan seorang Mesias
Kalau bukan Nabi Muhammad sebagai Mesias siapakah Mesias yang memiliki ciri ciri perjalanan hidupnya seperti nubuat nubuat yang disampaikan oleh para Nabi jauh sebelum Mesias Lahir. Jika anda telah membaca kitab Injil tidak usah kitab perjanjian baru cukup 4 kitab kitab Injil jelas disana bahwa 99 % nubuatan oleh nabi nabi seperti yang telah kami sebut diatas mengarah kepada sosok Yesus dari Nazaret putra Yusuf dan Maria.
Inilah yang dimaksud dalam kitab kitab perjanjian baru yang didalamnya juga terdapat kitab Injil sebagai penggenapan. Yesus hadir ke dunia untuk menggenapi janji Tuhan yang sudah di Nubuatkan kepada para Nabi. Kalau boleh jujur tidak satu ayatpun dalam Alkitab menyebut nyebut Muhammad bin Abdullah. Dari kitab Kejadian hingga kitab Wahyu sebagai kitab nubuatan peristiwa yang akan dialami manusia hingga akhir jaman tidak menyebut Muhammad. bin Abdullah ?
Jika Nabi Muhammad bin Abdullah sebagari Rasul maka secara manusia jabatan dan gelar rasul sejajar dengan murid murid Yesus Kristus. Rasul Matius, Rasul Mukas, Rasul Lukas, Rasul Paulus dll.


PEMBUKTIAN BAHWA Al Masih Isa Putra Mariam dalam Al-Quran BUKAN Kristus Yesus
Perjanjian Lama dalam Alkitab ( salah satunya kitab Taurat dan Kitab Zabur ) menyebutkan misi dan visi Mesias diturunkan ke dunia adalah untuk mati di kayu salib dan pada hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati. Tetapi Al Masih Isa Putra Mariam dalam Al Qur'an berbeda. Perbedaan itu adalah Al Qur'an hanya mengakui sebagian dari Mesias dan bagian lainnya tidak diakui bahkan cenderung di tentang. Tetapi karena itu maka muncul asumsi bahwa Al Masih Isa Putra Mariam dalam Al Qur'an itu tidak sama dengan Yesus Kristus dalam Alkitab perjanjian baru ( termasuk didalamnya Kitab Injil ). Al Qur'an tidak mengakui penyaliban Yesus Kristus di Kayu salib diantara 2 penjahat seperti yang dinubuatkan dalam Kitab perjanjian lama ( termasuk Taurat dan Zabur ).
Beberapa kepercayaan yang dianut ummat Islam dalam Al Qur'an mengenai Isa antara lain :
  1. Silsilah nabi Isa tersambung kepada nabi Ibrahim melalui putranya Ishak
  2. Isa adalah salah satu nabi yang tergolong dalam ulul azmi, yakni nabi dan rasul yang memiliki kedudukan tinggi/istimewa bersama dengan (Muhammad, Ibrahim, Musa dan Nuh). ( Surat Al Maa'idah ayat 75 )
  3. Isa diutus untuk kaum bani Israil
  4. Isa bukanlah Tuhan maupun anak Tuhan, melainkan salah seorang manusia yang diangkat menjadi nabi dan rasul sebagaimana juga setiap nabi lain yang diutus pada masing-masing kaum. ( surat Al Maa'idah ayat 116-117; Surat Az Zukhruf 63-65 )
  5. Kelahiran Isa terjadi dengan ajaib, tanpa ayah biologis, atas kekuasaan Tuhan. Ibunya (Maryam) adalah dari golongan mereka yang suci dan mendekatkan diri kepada Tuhan. ( surat Ali Imran ayat 45, 59; surat Maryam ayat 21, 30-35 ; Surat Al Anbiyaa' ayat 21 )
  6. Isa memiliki beberapa keajaiban atas kekuasaan Tuhan. Di samping kelahirannya, Ia mampu berbicara saat berumur hanya beberapa hari, Ia berbicara dan membela Ibunya dari tuduhan perzinaan. Dalam Qur'an juga diceritakan saat Ia menghidupkan orang yang sudah mati, menyembuhkan kebutaan dan lepra. ( Surat Al Baqarah ayat 253; Al Maa'idah ayat 110 )
  7. Isa menerima wahyu dari Tuhan yakni Injil (merujuk pada Perjanjian Baru agama Kristen), namun versi yang dimiliki oleh umat Kristiani saat ini dipercayai telah berubah dari versi aslinya. Beberapa pendapat dalam Islam menyebutkan bahwa Injil Barnabas adalah versi Injil paling akurat yang ada saat ini.
  8. Isa tidaklah dibunuh maupun disalib, Tuhan membuatnya terlihat seperti itu untuk mengelabui musuh-musuhnya. Terdapat beberapa pendapat yang mengatakan bahwa salah seorang musuhnya diserupakan dengan dia, sedangkan Isa sendiri diangkat langsung ke surga dan musuhnya yang diserupakan tadi adalah orang yang disalib. Sementara pendapat lain (antara lain Ahmad Deedat) mengatakan bahwa Isa benar-benar disalib namun tidak hingga mati kemudian diangkat ke surga. Terdapat pula pendapat lain yang mengatakan bahwa yang disalib oleh tentara Roma bukan Isa melainkan Yudas Iskariot. ( Surat An Nisaa' : 157, 158 )
  9. Isa bukan merupakan penebus dosa manusia, Islam menolak konsep dosa turunan dan menganut konsep bahwa setiap manusia bertanggung jawab dan akan diadili atas perbuatannya sendiri.
  10. Isa akan Turun Kembali Ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari fitnah Ya’juj dan Ma’juj dan membunuh Iblis / Dajall ;
    Hadist Nabi Muhammad saw. diceritakan bahwa menjelang hari kiamat / akhir jaman Nabi Isa akan di turunkan oleh Allah SWT dari langit ke bumi (The Second Coming dalam versi Kristen).
    Peristiwa itu tergambar dari hadist berikut :
    “Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya ia benar-benar akan turun (dari langit), apabila kamu telah melihatnya, maka ketahuilah;bahwa ia adalah seorang laki-laki berperawakan tubuh sedang,berkulit putih kemerah-merahan. Ia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah, kepalanya seakan-akan meneteskan air waulupun ia tidak basah”. (HR Abu Dawud)
    “Sekelompok dari ummatku akan tetap berperang dalam dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat,sehingga turunlah Isa Ibn Maryam ,maka berkatalah pemimpin mereka (Al Mahdi) : “ Kemarilah dan imamilah shalat kami”. Ia menjawab;”Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam)”. (HR Muslim & Ahmad)
    “Tiba-tiba Isa sudah berada diantara mereka dan dikumandangkanlah shalat,maka dikatakan kepadanya, majulah kamu (menjadi imam shalat) wahai ruh Allah.” Ia menjawab:”Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah ia yang mengimami shalat kamu”. (HR Muslim & Ahmad) . Adapun lokasi turunnya Nabi Isa dijelaskan oleh Rasulullah saw. dalam sebuah hadist berikut : “Isa ibn Maryam akan turun di ‘Menara Putih’(Al Mannaratul Baidha’) di Timur Damsyik”. (HR Thabrani dari Aus bin Aus)
  11. Isa akan menjadi pemimpin yang adil di akhir jaman.
    Baca hadist berikut :
    “Demi yang diriku berada ditanganya,sesungguhnya Ibn Maryam hampir akan turun di tengah-tengah kamu sebagai pemimpin yang adil,maka ia akan menghancurkan salib,membunuh babi,menolak upeti,melimpahkan harta sehingga tidak seorangpun yang mau menerima pemberian dan sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR. Bukhari,Muslim,Ahmad,Nasa’I,Ibn Majah dari Abi Hurairah)
    ”Demi Dzat yang diriku berada ditanganya,sesungguhnya Ibn Maryam akan mengucapkan tahlil dengan berjalan kaki untuk melaksanakan haji atau umrah atau kedua-duanya dengan serentak”.(HR. Ahmad & Muslim dari Abi Hurairah)
Seperti yang sudah kami jelaskan diatas bahwa Al Qur'an mengakui sebagian dari Alkitab dan menolak bagian yang lain. Tetapi kalau kita cermati ada bagian yang paling penting yang justru di tolak oleh Al Qur'an yaitu peristiwa penyaliban Yesus Kristus. Padahal inti dari ajaran Yesus Kristus serta visi dan misi Yesus Kristus sebagai Mesias di dunia adalah peristiwa penyaliban. Dan pada hari yang ke tiga Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati. Kenapa justru visi dan misi Mesias berdasarkan kitab Taurat dan Zabur yang diyakini kebenarannya oleh Al Qur'an Justru di tolak ? Jika Mesias hanya lahir di Betlehem, Lahir dari seorang perawan, setelah kelahirannya diikuti dengan pembunuhan bayi bayi, semasa bayi mengungsi ke Mesir, bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dan menghidupkan orang mati ; semua itu tidak ada artinya jika Mesias tidak mati diantara penjahat penjahat dan di tombak lambungnya untuk dosa dosa manusia.

Surat An Nisaa' : 157, 158 justru menjadi batu sandungan bagi Al Qur'an karena membantah visi dan misi dari Mesias diturunkan ke dunia. Surat An Nisaa' : 157 dan 158 secara tidak langsung tidak mengakui Taurat dan Zabur. Padahal di ayat yang lain Al Qur'an mengakui kebenaran dari Taurat dan Zabur.
Jika mencermati surat An Nisaa " : 157 - 158 yang di wahyukan sekitar 600 tahun setelah peristiwa penyaliban sangat wajar bahwa versi surat An Nisaa adalah persepsi dari Nabi Muhammad sendiri atau Kitab Injil yang menjadi pegangan dari Nabi Muhammad adalah Kitab Injil yang berbeda dari Kitab Injil yang resmi ( dipakai secara Internasional pada jaman Nabi Muhamad mengingat bahwa Nabi Muhammad adalah seorang pedagang lintas negara ). Sebenarnya Surat An Nisaa' ayat 157 - 158 sudah bisa terbantahkan pada peristiwa semalam sebelum penangkapan Yesus Kristus. Yang tertulis dalam Matius 26 : 51 -55 dan Markus 14 : 43 - 51 ; dan lebih dijelaskan lagi pada Lukas 22 : 51 )
Yaitu pada saat peristiwa penangkapan Yesus Kristus di " Taman Getsemani " salah seorang murid Yesus menebas telinga hamba Imam Besar hingga putus dan Yesus Kristus memulihkannya.
50. Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya.
51 Tetapi Yesus berkata: "Sudahlah itu." Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.
( Lukas 22 : 50 ,51 )
Pertanyaannya jika yang disalib itu Yudas Iskariot yang wajahnya diserupakan dengan Yesus kira kira apa bisa memulihkan telinga yang telah terputus seketika itu juga ? .
Pertanyaan lainnya adalah kenapa Al Qur'an menulis wahyu dalam surat An Nisaa : 157 - 158 ? seolah olah ayat tersebut berusaha membela dan melindungi Isa dari siksaan dan penderitaan ( Penyaliban ) padahal Kitab Injil dalam 4 kitab Injil ( Kitab Matius - Markus - Lukas dan Yohanes ) menuliskan bahwa Yesus mengetahui bahwa dirinya akan disalib dan akan mati di kayu salib. Bahkan Dia sudah mendapat peringatan dari para nabi agar tidak masuk ke Yerusalem tetapi apa yang dilakukan Yesus ? Dia kembali ke Yerusalem untuk menjalani dan mengenapi firman Tuhan yang dinubuatkan oleh nabi nabi sebelum Yesus lahir. Tidak hanya itu Yesus mengetahui kalau Muridnya sendiri " Yudas Iskariot " akan menyerahkannya ke bangsa Yahudi . Silahkan baca di Matius 24 : 3 - 14 ; Matius 26 : 1, 2 , 13 ; Matius 26: 21; Matius 26 : 36- 46 ; Markus 10 : 32 - 34; Lukas 18 : 31 -34; Markus 11 : 1 - 11 ; Markus 14 : 18 ; Markus 14 : 32 - 42; Lukas 22 : 50- 51 ; Yohanes 13 : 21 - 30; Yohanes 18 : 1-11 )
Ayat ayat diatas menyatakan bahwa sesungguhnya Yesus Kristus sebenarnya mengetahui waktu dan tempat akan ditangkap bahkan dia mengetahui kalau akan mati di kayu salib. Ketika Yesus mengetahui semuanya itu kenapa Yesus tidak menghindar ? bukankah sangat mudah untuk menghindar ? tetapi yang dilakukan Yesus adalah justru mendatangi Yerusalem dan berada di tempat penangkapan yaitu di taman Getsemani. Bahkan saat Yesus berdoa di Taman Getsemani Yesus sebagai manusia mohon di ringankan beban penderitaannya tetapi bukan atas dasar permintaan Yesus kepada Allah tetapi atas kehendak Allah sendiri. Berkali kali Yesus berkata kepada muridnya bahwa Dia datang untuk menggenapi hukum hukum Taurat. Dan sebagai manusia maka bisa saja Yesus menghindar tetapi apa jawaban Yesus saat Seorang muridnya membela Dia.
51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.
52 Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.
53 Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?
54 Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?"

( Kitab Matius 26 : 51- 54 )
Perhatikan matius 26 ayat 53 dan 54 jelas sekali apa yang dikatakan Yesus bahwa jika Yesus mau hanya dengan satu tarikan nafas saja maka Rombongan besar orang dan bala tentara yang mengepung taman Getsemani yang akan menangkap Yesus akan porak poranda. Mengingat Yesus punya kuasa meredakan angin ribut, Yesus berkuasa menghidupkan orang mati , menyembuhkan orang buta, membebaskan orang yang kerasukan roh; dengan kuasa yang begitu besar maka dengan mudahnya Yesus menggagalkan penangkapannya, tetapi apa yang terjadi Yesus tidak menggunakan kuasanya tetapi membiarkan orang orang itu menangkap- menyiksanya dan membunuhnya di kayu salib. Seperti yang tertulis dalam kitab Matius 26 : 54.

Dari uraian diatas sebenarnya sudah dapat di tegaskan bahwa Ayat Al Qur'an dalam surat An Nisaa : 157 - 158 sudah bisa terbantahkan dengan sendirinya.
Untuk sesaat memang iblis merasa menang telah bisa membunuh Mesias di kayu salib, tetapi iblis lupa bahwa seperti yang tertulis dalam kitab kitab perjanjian lama termasuk disalamnya adalah kitab Taurat dan Zabur bahwa Mesias harus mati seperti itu dan bangkit pada hari ke tiga. Selama 2 hari Mesias berada dalam kerajaan maut dan dalam peristiwa kebangkitan inilah membuktikan bahwa Mesias bisa mengalahkan Maut. Pada peristiwa kebangkitan ini Mesias ( Yesus Kristus ) tidak lagi terbelenggu dalam kerajaan Maut. Maut sudah tidak berkuasa lagi atas diri Yesus Kristus. Jadi seperti yang tertuang dalam Hadist Nabi Muhammad saw seperti dalam poin 10 diatas bahwa Yesus Kristus bisa mengalahkan Dajjal / Iblis dan akan menjadi pemimpin yang adil bersama Imam Mahdi.

Dari Hadist Nabi Muhammad saw menyebutkan bahwa ada dua sosok penting dalam peristiwa akhir jaman yaitu Iman Mahdi dan Isa. Dari Hadist Nabi Muhammad saw tersebut yang paling berperan adalah Isa sedangkan Imam Mahdi dalam hadis tersebut hanya sosok yang pasif, hanya mengatur dan merencanakan. Sedangkan Isa sebagai sosok yang melaksanakan sesuai dengan rancangan Imam Mahdi. Sebenarnya Hadist Nabi Muhammad saw ini serupa dengan pemahaman dan pandangan Kristiani terkait dengan pemaham Tri Tunggal ( Trinitas ) ada Allah yang Merancang ( Allah Bap ) - Ada Allah yang melaksanakan ( Yesus Kristus ) - Ada Allah yang mengatur ( Roh Kudus ). Hanya saja dari Hadist Nabi Muhammad saw tersebut menyebutkan bahwa Imam Mahdi pada akhir jaman bernama " Muhammad bin Abdullah" dari umat Nabi Muhammad , berhidung mancung, berkulit putih . Dengan kata lain Imam Mahdi adalah titisan dari Nabi Muhammad, bukankah pernyataan dari Hadist Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa setelah Nabi Muhammad wafat akan menjelma menjadi Imam Mahdi ? Mungkin sebagian dari anda akan menolaknya karena anda terbawa oleh emosi anda sendiri, silahkan anda pelajari dengan baik baik Hadist Nabi Muhammad saw tersebut. Silahkan anda cermati sendiri Hadist yang kami maksud dibawah ini :
“ Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah SWT akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Muhammad bin Abdullah). Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun. (HR. Thabrani) ”

Hadist lain yang menerangkan tentang kedatangan Imam Mahdi adalah sebagai berikut:
“ Telah bersabda Rasulullah SAW, "Pada akhir zaman akan muncul seorang khalifah yang berasal dari umatku, yang akan melimpahkan harta kekayaan selimpah-limpahnya. Dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya. (HR. Muslim dan Ahmad) ”
Kelau lebih di kritisi terkait dengan Hadist Nabi Muhammad saw terkait dengan Hadist yang menyatakan bahwa Isa akan membunuh Dajjal sampai Isa akan menyelamatkan manusia dari fitnah Ya’juj dan Ma’juj hadist tersebut serupa dengan peristiwa penyaliban Yesus Kristus dan Kebangkitan dari kematian serta peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke Surga melalui tiang awan. Hanya saja Hadist Nabi Muhammad saw mengarah kepada sosok lain. Untuk jelasnya akan kami sampaikan di bawah ini :

1. Hadisf terkait dengan Isa akan membunuh Dajjal
Turunnya nabi Isa ke bumi mempunyai misi menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal dan membersihkan segala penyimpangan agama ,ia akan bekerjasama dengan Imam Mahdi memberantas semua musuh-musuh Allah.
Dikisahkan setelah Nabi Isa as. selesai menunaikan shalat, ia berkata : "Keluarlah kamu (pasukan kaum muslimin) semua bersama kami untuk menghadapi musuh Allah, yaitu dajjal." Lalu mereka pun keluar, kemudian Ia (Isa) dilihat oleh dajjal silaknat yang baru saja mendakwa kepada manusia, bahwa ia adalah raja yang mendapat petunjuk dan pemimpin yang jenius serta bijaksana, bahkan mengaku sebagai Tuhan Yang Maha Tinggi. Begitu 'Isa dilihat oleh dajjal, dajjal pun meleleh seperti garam yang meleleh di dalam air. Kemudian dajjal melarikan diri, akan tetapi ia dihadang oleh Isa di pintu kota Lud di Palestina. Sekiranya Isa membiarkan saja hal ini maka dajjal akan hancur seperti garam dalam air, akan tetapi Isa berkata kepadanya :"Sesungguhnya aku berhak untuk menghajar kamu dengan satu pukulan." Lalu Isa as. menombak dan membunuhnya, maka Isa as. memperlihatkan kepada semua orang darah dajjal di tombaknya.Maka tahu dan sadarlah para pengikut dajjal dari kalangan Yahudi , bahwa dajjal bukanlah Allah. Jika benar apa yang didakwakan dajjal (dajjal mengaku sebagai tuhan) tentulah dajjal tidak akan dapat dibunuh oleh Nabi 'Isa.
Hadist tersebut diatas mirip sekali dengan peristiwa penyaliban Yesus Kristus hanya saja karena versi Al Qur'an menyatakan bahwa yang di salib adalah Yudas Iskariot yang wajahnya diserupakan dengan Yesus. Sedangkan Yesus sendiri terangkat ke sorga. Jika dalam konteks tersebut bahwa Yudas Iskariot yang disalib ( versi Al Qur'an ) ya sesuai dengan Hadist tersebut.

2. Isa akan menyelamatkan manusia dari fitnah Ya’juj dan Ma’juj
Salah satu tugas besar beliau setelah membunuh dajjal adalah menyelamatkan ummat manusia dari fitnah Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog dalam versi Kristen).
Dikisahkan, fitnah dan kejahatan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) sangat besar dan menyeluruh , tiada seorang manusiapun yang dapat mengatasinya, jumlah mereka pun sangat banyak sehingga kaum Muslimin akan menyalakan api selama 7 tahun untuk berlindung dari penyerangan mereka, para pemanah dan perisai mereka. (seperti yang diterangkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibn Majah dari Nawwas)
Maka saat mereka telah keluar (dari diding tembaga yang mengurung mereka sejak jaman raja Zulkarnain) maka Allah SWT berkata kepada Isa ibn Maryam: ”Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba (Ya’juj dan Ma’juj) yang tidak mampu diperangi oleh siapapun, maka hendaklah kamu mengasingkan hamba-hambaKu ke Thur (Thursina) ”
Dan di Thur terkepunglah Nabiyullah ‘Isa beserta para sahabatnya, sehingga harga sebuah kepala sapi lebih mahal dari 100 dinar kamu hari ini.Kemudian Nabiyullah ‘Isa dan para sahabatnya ,menginginkan itu, maka mereka tidak menemukan sejengkalpun dari tanah di bumi kecuali ia dipenuhi oleh bau anyir dan busuk mereka.Kemudian Nabi Isa dan sahabatnya meminta kelapangan kepada Allah SWT maka Allah mengutus seekor burung yang akan membawa mereka kemudian menurunkan mereka sesuai dengan kehendak Allah , kemudian Allah menurunkan air hujan yang tidak meninggalkan satu rumahpun dikota atau di kampung, maka Ia membasahi bumi sehingga menjadi seperti sumur yang penuh.” (HR. Ahmad,Muslim & Tirmidzi dari An Nawwas bin Sam’am)
Dahsyatnya fitnah Ya’juj dan Ma’juj digambarkan dalam sebuah hadist Rasulullah saw. sbb:
"Dinding Ya'juj dan Majjuj akan terbuka, maka mereka akan menyerang semua manusia, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi" (QS . Al Anbiyaa' : 96). Maka mereka akan menyerang manusia, sedangkan kaum Muslim akan berlarian dari mereka ke kota-kota dan benteng-benteng mereka, kemudian mereka mengambil binatang-binatang ternak bersama mereka. Sedangkan mereka (Ya'juj dan Ma'juj) meminum semua air di bumi, sehingga apabila sebahagian mereka melewati sebuah sungai maka merekapun meminum air sungai tersebut sampai kering dan ketika sebagian yang lain dari mereka melewati sungai yang sudah kering tersebut, maka mereka berkata: "Dulu di sini pernah ada air". Dan apabila tidak ada lagi manusia yang tersisa kecuali seorang saja di sebuah kota atau benteng, maka berkatalah salah seorang dari mereka: "Mereka-mereka penduduk bumi sudah kita habisi, maka yang tertinggal adalah penduduk langit", kemudian salah seorang dari mereka melemparkan tombaknya ke langit, dan tombak tersebut kembali dengan berlumur darah yang menunjukkan suatu bala dan fitnah. Maka tatkala rnereka sedang asyik berbuat demikian, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus ulat ke pundak mereka seperti ulat belalang yang keluar dari kuduknya, maka pada pagi harinya mereka pun mati dan tidak terdengar satu nafaspun. Setelah itu kaum Muslim berkata: "Apakah ada seorang laki-laki yang mau menjual dirinya untuk kami berani mati ) untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh musuh kita ini ? " maka majulah salah seorang dari mereka dengan perasaan (menganggap) bahwa ia telah mati, kemudian dia menemui bahwa mereka semua telah mati dalam keadaan sebagian mereka di atas sebagian yang lain (berhimpitan), maka laki-laki tersebut menyeru: "Wahai semua kaum Muslim bergembiralah kamu sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri sudah membinasakan musuhmu", maka mereka pun keluar dari kota-kota dan benteng-benteng dan melepaskan ternak-ternak mereka ke padang-padang rumput kemudian padang rumput tersebut dipenuhi oleh daging-daging binatang ternak, maka semua susu ternak tersebut gemuk (penuh) seperti tunas pohon yang paling bagus yang tidak pernah dipotong." (HR. Ahmad, Ibn Majah, Ibn Hiban dan Hakim dari Abu Sa’id)
Peristiwa ini mirip sekali dengan peristiwa kebangkitan Yesus Kristus dari kematian dan peristiwa naiknya Yesus Kristus ke Surga.

Dari uraian kami tersebut diatas jelas bahwa apa yang dimaksud oleh Al Qur'an sebagai Nabi Isa A S atau dengan lebih jelas lagi dengan nama Al Masih Isa Putra Mariam sebenarnya bukan sosok atau pribadi dari Mesias yaitu Yesus Kristus. Setelah anda membaca artikel ini maka jangan menyamakan Al Masih Isa Putra Mariam sebagai Yesus Kristus, karena memang tidak sama. Jikalau Al Qur'an menganggap bahwa Nabi Isa sebagai Nabi ya itu adalah privasi dari pembuat Al Qur'an, tetapi berbeda pengertian dengan keyakinan umat Kristiani tentang Yesus Kristus. Mudah mudahan dengan membaca artikel ini anda berani mengatakan bahwa Nabi Isa ( Al Masih Isa Putra Mariam ) dalam Al Qur'an bukan Yesus Kristus orang Nazaret yang Mati di Kayu Salib dan Bangkit pada hari yang ke tiga. Demikian dengan Isa dalam Hadist bisa jadi bukan Yesus Kristus, Karena Isa dalam Hadist adalah sosok nabi Isa yang tidak mati di salib tetapi sosok Nabi Isa yang masih hidup karena dianggkat ke Sorga oleh Tuhan. Jika demikian maka Nabi Isa dalam Hadist yang akan mengalahkan Dajjal masih belum terbebas dari belenggu maut karena tidak mati dan tidak bangkit dari antara orang mati. Ketika Al Qur'an begitu meninggikan Nabi Isa yang masih terikat oleh maut maka kita harus lebih bersyukur karena Yesus Kristus yang naik ke sorga adalah sosok yang telah terlepas dari belenggu maut karena telah bangkit dari antara orang mati. Jadi tidak sia sia orang yang percaya dan beriman kepada Yesus Kristus karena sudah ada jaminan kita terselamatkan. Karena Yesus Kristus sudah terbebas dari belenggu dosa dan maut sudah tidak berlaku pada diri Yesus Kristus karena Dia telah bangkit dari antara orang mati.
Bagaimana mungkin orang atau Nabi yang masih di penjara oleh maut dapat membebaskan saudara atau pengikutnya yang berada di penjara bersama sama dengan sang Nabi. Maka secara manusia akan menerima paham bahwa hanya sosok Nabi yang telah bebas dari penjara yang bisa melepaskan orang orang yang berada dalam penjara. Saat ini kita adalah orang orang yang berdosa maka upah dosa adalah maut. Kepada siapa kita meminta tolong untuk membebaskan kita dari maut ? Kepada Tuhan ? Tuhan yang mana ? Tuhan yang Maha Esa ? yang seperti apa ? jawaban seperti itu adalah jawaban orang yang putus asa dan tidak tahu Tuhannya. Kenapa tidak minta tolong kepada Yesus Kristus yang jelas jelas telah terbebas dari belenggu dosa dan Maut tidak ada pada dirinya. !
Jangan seperti salan Surat Al Faatihah

" Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang ( segala puji ) bagi Allah, Tuhan sesesta alam. Maha pemurah lagi Maha penyayang . Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus,(yaitu ) jalan orang orang yang telah Engkau anugerahkan ni'mat kepada mereka; bukan ( jalan ) yang di murkai dan bukan ( pula jalan ) mereka yang sesat "
Kenapa ada surat Al Faatihah jika Al Qur'an merupakan jalan yang lurus ? dengan mencermati surat Al Faatihah yang merupakan pembukaan dari Al Qur'an bahwa memohon jalan yang lurus ? padahal diyakini bahwa Al Qur'an adalah jalan yang lurus ? Padahal Alkitab mengatakan dalam Yohanes 14 : 6
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 
Semoga anda mendapat hikmat melebihi hikmat semua orang, sehingga keselamatan dari Tuhan Allah juga menyertai anda. Amin.
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: Nabi Isa bukan Yesus Kristus
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan