Thursday, September 17, 2015

Pertanyaan seputar nama YAHWEH

PERTANYAAN UMUM SEPUTAR NAMA YAHWEH DAN ALLAH

Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, merupakan pertanyaan umum yang sering ditanyakan berkenaan dengan Nama Yahweh. Agar Anda menerima berkat setelah membaca naskah ini, taruhlah hati Anda di sudut netral terlebih dahulu dan jangan apriori dan menganggap sesat terhadap siapapun juga.
Nama Yahweh muncul merupakan penggenapan dari Nubuatan Kitab Daniel pasal 12 ayat 4 dimana akhir jaman Pengetahuan akan bertambah , sehingga bukan hanya pengetahuan sekuler saja yang bertambah, melainkan juga pengetahuan rohani mengenai Firman Tuhan, khususnya berkenaan tentang pemulihan NamaNya sendiri, sebab Yeshua yang selama ini kita kenal dengan nama Yesus harus tetap tinggal disorga sampai pemulihan segala sesuatu terjadi (Kisah 3: 21) dan salah satu diantara pemulihan tersebut adalah mengenai Nama Bapa yang sudah tidak dikenal oleh umatNya sendiri di Indonesia sehingga namaNya malah dianggap sesat.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah :
1. Kenapa masalah nama saja dipermasalahkan? Bukankah dari dahulu tidak pernah ada masalah? Apa sih artinya sebuah nama?
Jawabannya:
Nama, memang harus dipermasalahkan, karena di dalam sebuah "Nama" terdapat reputasi, kehadiran, karakter dan mengandung arti yang sangat dalam bagi si penyandang nama itu. Karena itulah, maka semua yang ada di dunia ini mempunyai nama, baik benda-benda yang ada di bumi maupun yang ada di angkasa, tumbuh-tumbuhan, tempat dan sebagainya, semua punya nama, apalagi manusia. Tidak ada satu manusiapun di dunia ini yang tidak punya nama, bahkan binatang kesayanganpun banyak yang diberi nama yang menyangkut keberadaan dan pribadi si pemilik nama itu. Apalagi Tuhan sang pencipta langit dan bumi, tentu saja punya nama.
Bahkan nama dapat membedakan jenis kelamin si pemilik nama secara umum, untuk dapat segera mengidentifikasinya. Misalkan jika di Jawa Tengah, ada seseorang yang bernama Yanto, Bambang, Karno dan Eko, pasti orang akan mengetahui bahwa si penyandang nama-nama tersebut, secara umum pasti berjenis kelamin laki-laki. Tetapi jika orang bernama Sriyani, Santi, Yanti, Hartini, dapat dipastikan bahwa si pemilik nama tersebut berjenis kelamin perempuan.
Bagi orang yang tidak meneliti Firman dengan baik, memang akan beranggapan bahwa selama ini tidak ada masalah, atau Tuhan sendiri dianggap tidak pernah mempermasalahkan ... masalah NamaNya, mau dipanggil apa saja tidak masalah, apalagi masalah kekeliruan soal Nama ini sudah berlangsung lama di Indonesia dan seolah-olah tidak ada masalah, padahal sangat bermasalah. Terhadap umat Islam misalkan, bagaimanapun umat Islam berpendapat sesuai dengan Qur an QS112 Al Ikhlas 1-3 yang mengatakan : Qul huwallaahu ahad (Katakanlah ALLAH itu ESA) Allah hussomad (ALLAH adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu) Lam yalid wa lam yuulad (Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan) Wa lam yaqul lahu kufuan ahad (dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia). Jadi MENYEBUT ALLAH DALAM KEKRISTENAN TENTU MENYINGGUNG PERASAAN AGAMA ISLAM, karena dalam kekristenan jadi ada istilah Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh dan Bunda Allah, yang sebenarnya dalam Kitab Suci Asli berbahasa Ibrani, tidak ada istilah itu semua. Kalau ada umat Islam yang mengatakan bahwa umat Nasrani mau menyebut Allah juga tidak masalah, itu orang Islam yang tidak mengerti Kitab Sucinya sendiri. Karena Dalam Qur an Allah itu Nama pribadi atau personal Name bukan generic Name. Melalui kesempatan ini, saya akan mengingatkan bahwa Tuhan yang disembah oleh Avraham, Yitskhaq dan Ya'aqov, yaitu Tuhan sang pencipta langit dan bumi ini, sejak dahulu selalu mempermasalahkan Namanya, karena itu Dia berkata dalam kitab Keluaran 20: 7 sebagai berikut :
Lo tisa et-shem-Yahweh e loheikha lashawe ki lo y naqe Yahweh et sher-yisa et-sh mo lashawe
Artinya: Jangan menyebut nama Yahweh Tuhanmu dengan sembarangan, sebab Yahweh akan memandang bersalah orang yang menyebut namaNya dengan sembarangan.
Kitab Suci berbahasa Inggris The Scripture menulis: You do not bring the Name of Yahweh your Elohim to naught, for Yahweh does not leave the one unpunished who brings His Name to naught. Coba perhatikan, memanggil namaNya sembarangan saja dilarang, apalagi mengganti NamaNya dengan nama sesembahan lain yang bukan nama diriNya.
Yang dimaksud dengan memanggil dengan sembarangan , selain mengganti namaNya ... juga misalkan:
Berjanji demi nama YAHWEH tapi mengingkarinya. Imamat 19:12
Mengutuk orang dengan menggunakan nama YAHWEH.
Memanggil nama YAHWEH dengan tidak hormat.
Mengutuk nama YAHWEH, apalagi menganggap Nama Yahweh itu sesat.
Memanggil YAHWEH tetapi tidak dengan tulus dan asal2 an.
Jadi Yahweh sangat mempermasalahkan NamaNya, karena itu lebih jauh firman Tuhan berkata di dalam Kitab Keluaran 3: 15 sebagai berikut :
Wayomer od Elohim el-Moshe ko-tomar el-b ni Yisrael Yahweh elohei avotekem elohei Avraham elohei Yitskhaq we'elohei Ya aqov shelakhni aleikem ze-sh mi le'olam weze zikri ledor dor
Artinya : Selanjutnya berfirmanlah Tuhan kepada Moshe : Beginilah kau katakan kepada anak-anaknya Yisrael: Yahweh, Tuhannya Avraham, Tuhannya Yitskhaq dan Tuhannya Ya aqov, telah mengutus aku kepadamu: Inilah namaKu selama-lamanya dan inilah sebutanKu dari generasi ke generasi.
Kitab Suci the Scripture menulis: And Elohim said further to Moshe, Thus you are to say to the children of Yisrael, YAHWEH elohim of your fathers, the Elohim of Abraham, the Elohim of Yitskhaq, and the Elohim of Ya'aqob, has sent me to you. This is My Name forever, and this is My remembrance to all generations.
Dalam Kitab Yirmeyahu / Yeremia 16: 21 sebagai berikut :
Laken hin'ni modiam bappam hazot odiem et-yadi we'et-g'vurati we'yad'u ki-sh mi Yahweh
Artinya : Sebab itu, ketahuilah. Aku mau memberitahukan kepada mereka, sekali ini Aku memberitahukan kepada mereka kekuasaanKu dan keperkasaan Ku. Supaya mereka tahu, bahwa namaKu Yahweh.
Kitab Suci The Scripture menulis : Therefore see, I am causing them to know, this time I cause them to know My hand and My might. And they shall know that My Name is Yahweh.

Lebih lanjut Kitab Yeshayahu / Yesaya 42: 8 sebagai berikut :
Bunyinya : Ani Yahweh hu sh mi uk'vodi leakher lo-eten ut'hilati lap'silim.
Dimana artinya Aku ini Yahweh, itu namaKu; Aku tidak memberikan kemuliaanKu kepada yang lain atau kemasyhuranKu kepada patung.
Jika di Indonesia sudah berlangsung lama dan dianggap tidak masalah, pernyataan tersebut tidak punya dasar firman Tuhan, sebab dengan jawaban di atas sudah jelas bahwa memasukkan nama Allah dalam kekristenan sangat bermasalah. Ada yang berpendapat kalau Tuhan marah seharusnya gereja-gereja dihukum atau diperingatkan, buktinya sampai saat ini gereja yang menyebut Allah masih banyak yang berdiri dengan kokoh?. Sebenarnya dengan banyaknya gereja dirusak, dibakar bisa saja itu merupakan peringatan keras dari Tuhan, cuma tidak dapat dipahami oleh hamba-hambaNya sendiri.
Kalau ada orang mencuri tidak ketahuan dan tidak ditangkap polisi, lalu melakukan pencurian terus menerus, apakah hal itu berarti diijinkan Tuhan? Padahal sudah ada firman Tuhan yang mengatakan Jangan Mencuri (Keluaran 20: 15 dan Ulangan 5: 19). Coba renungkan!. Apakah Persangkaan manusia lebih memiliki kekuatan hukum dari pada firman yang sudah tertulis?
2. Bukankah Tuhannya Israel itu tidak punya nama? Karena saat ditanya Musa dijawab Aku adalah Aku ?.
Jawabannya :
Tuhannya Ysrael bukannya tidak punya nama. Kalimat "AKU adalah AKU", dapat dijumpai di kitab Keluaran 3: 14 yang diterjemahkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia sebagai berikut: Firman Allah kepada Musa: AKU ADALAH AKU. Lagi firmanNya: Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mngutus Aku kepadamu.
Ayat tersebut jika di baca dalam bahasa Ibrani akan berbunyi sbb.:
Wayomer Elohim El-Moshe ehyeh asyer ehyeh wayomer Ko tomar livney Yisrael ehyeh selakhni aleikhem.
Yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia akan lebih tepat berbunyi sebagai berikut : "Berfirman Elohim sesembahan Moshe: "AKU ADA YANG AKU ADA" dan berfirman, katakan kepada keturunan Yisrael "AKU ADA" mengutus aku kepadamu.
Pengertiannya dari ayat ini adalah : Yahweh memberitahukan keberadaan Nya / eksistensinya, bahwa Dia / Yahweh itu ada, dan Dialah yang mengutus Moshe dan hal ini harus diberitahukan kepada keturunan Yisrael supaya tidak ada penolakan oleh orang-orang Yisrael terhadap Moshe. Mengingat orang Yisrael saat itu pernah mempermasalahkan kepemimpinan Moshe terhadap mereka, dalam kasus pembunuhan terhadap orang Mesir / Mitsrayim seperti yang tertulis di dalam kitab Keluaran 2: 14.
Memang .... kalau kita berpikir dengan pola pikir kita sebagai manusia, seseorang dapat mempunyai nama, tentu ada yang memberi nama ... tentu saja yang memberi nama adalah bapak dan atau ibunya, demikian juga bapak dan ibunya tersebut, juga bisa mempunyai nama karena diberi nama oleh kakek dan nenek mereka, nah jika diurutkan terus ke atas, maka siapakah yang memberi nama Tuhan? Tentu saja tidak ada!. Pemikiran inilah yang mengaspirasikan bahwa Tuhan itu tidak punya nama! Apalagi ayat referensi yang dipakai adalah kitab Keluaran 3: 14. Tetapi coba baca ayat yang ke 15 nya, tadi di dalam pertanyaan yang pertama sudah dijelaskan dan sudah sangat jelas, bahwa Tuhan pencipta langit dan bumi itu punya nama dan namaNya adalah Yahweh. Jadi kalau kembali kepada pertanyaan yang kedua bahwa Tuhannya Yisrael itu tidak punya nama ..... sangat keliru, sebab Tuhannya umat Yisrael, Tuhan yang disembah oleh Avraham, Yitskhaq dan Ya'aqov yang adalah Tuhan pencipta langit dan bumi dan tentu saja adalah Tuhan kita semua itu, mempunyai nama dan yang memberi nama Tuhan ... tentu saja adalah dirinya sendiri, karena dia kekal adanya.
Bukti bahwa Aku adalah Aku versi terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia, maupun Aku ada yang Aku ada bukanlah Nama Pribadi, tidak pernah ada satu ayat pun dari ucapan tokoh-tokoh yang ditulis dalam Kitab Suci yang memanggil Yahweh dengan Aku adalah Aku , malah yang ada kalimat Firman Yahweh Tidak pernah ada kalimat Firman Aku adalah Aku .
3. Saya merasa Kristen Penyembah Nama Yahweh itu bukan gerakan yang berasal dari Tuhan, sebab kalau dari Tuhan tentu tidak membuat jemaat pecah, resah dan ketakutan karena terintimidasi.
Jawabannya :
Perlu direnungkan, jika jemaat pecah atau merasa terintimidasi adalah disebabkan karena jemaat tidak mengenal Nama Yahweh, sehingga ketika Nama Yahweh diperkenalkan, justru meresahkan dan dianggap sesat karena mengubah kebiasaan yang sudah sejak dahulu diajarkan dalam gereja dan sudah dianggap sebagai kebenaran yang baku. Memang hal-hal baru, terkadang menimbulkan kontroversi, itu memang sudah menjadi suatu resiko. Tuhan Yeshua sendiri ketika mengajarkan kebenaran, membuat Ahli Taurat dan Orang Farisi merasa resah dan merasa terintimidasi, tentu saja bagi kedudukan dan pengajaran yang hanya menguntungkan kelompok / diri mereka sendiri dan bukan untuk kemuliaan Bapa di sorga, sehingga mereka menolak keras ajaran Tuhan Yeshua.
Bagi mereka, lebih baik Tuhan Yeshua disalibkan saja dari pada menurut anggapan mereka, Yeshua menghujad sang khalik dan membuat resah keadaan. Hal itu karena mereka tidak mengenal baik Anak maupun Bapa seperti sabda Tuhan Yeshua dalam Kitab Yokhanan/Yohanes 16: 3, namun apakah pengajaran Yeshua itu bukan suatu kebenaran dan bukan berasal dari Bapa di sorga, hanya karena ada yang terintimidasi dan membuat orang tidak sejahtera bahkan terpecah? Tentu saja tidak khan!. Jadi perasaan terintimidasi dan tidak sejahtera jemaat sampai menimbulkan perpecahan sebenarnya hanya disebabkan karena tidak / belum terbiasa dan apriori negatif saja! Dan itu tentu saja akibat tidak mengenal nama Yahweh, namun tidak mau belajar / mempelajarinya dan merasa diri sudah benar!.
4. Bagi saya yang penting adalah Yesus Kristus, bukankah Kitab Filipi 2: 9-11 mengatakan bahwa Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan Nama diatas segala Nama?
Jawabannya :
Filipi 2: 9-11 dalam Kitab Suci asli - berbahasa Ibrani (Haverit Hakadasha) sebagai berikut:
Alken gam-haelohim herimo al wayyiten-lo shem naa le mikkal-shem ki le shem Yeshua tik raa kal-berekh a sher ba shamayim wa asher baarekh waa sher mittakhat laarekh we kal-lashon tishava ki Yeshua Hamasiakh hu haadon lik vod elohim haav.
Yang jika diterjemahkan secara bebas akan berbunyi : Itulah sebabnya Elohim sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya kuasa nama di atas segala nama supaya dalam nama Yeshua bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi dan segala lidah mengaku Yeshua Hamasiah adalah Tuhan bagi kemuliaan Elohim Bapa.
Dengan ayat tersebut orang menafsirkan bahwa Yahweh sudah tidak diperlukan lagi, padahal kitab Yokhanan 14: 28 ditulis sebagai berikut:
Ha lo sh maa tem et a sher-amar ti a leikem ki elekh mikem we od shuv a leikem lu a hav tem oti he yitem sh mekhim b am ri lakem ki-holekh ni el-haav ki haav gadol mimeni.
Yang jika diterjemahkan akan berbunyi: Kamu telah mendengar bahwa Aku telah berkata kepadamu, Aku pergi tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersuka cita karena Aku pergi kepada BapaKu sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

Mari kita kembali ke Kitab Filipi 2: 9-11. Pertanyaannya adalah: Lebih besar mana yang meninggikan dengan yang ditinggikan, dan lebih besar mana yang mengaruniakan dengan yang diberi karunia? Tentu saja jawabannya adalah lebih besar yang meninggikan dan yang memberi karunia. Nah siapakah yang meninggikan Yeshua dan yang memberi karunia kepada Yeshua? Yang meninggikan Yeshua dan yang memberikan karunia kepada Yeshua adalah Elohim yang dalam hal ini adalah Yahweh.
Demikian pula yang dimaksud menerima kuasa nama, adalah terhadap segala nama2 ilah atau kuasa yang ada di dalam dunia ini, termasuk di atas nama segala berhala, jadi bukan di atas nama Yahweh karena diriNya adalah Yahweh yang dalam ujud manusia yang tentu saja bisa lapar, haus, menangis, sakit dan sebagainya karena Yeshua adalah Tuhan dalam ujud manusia, sedangkan Yahweh adalah Tuhan dalam ujud Roh. Itulah sebabnya Kitab 1 Yokhanan 4: 4 mengatakan bahwa Roh yang ada dalam dirimu lebih besar dari roh yang ada di dalam dunia ini , artinya tidak ada kuasa baik di bumi, di bawah bumi maupun di atas bumi yang mampu melebihi kuasa Roh Yahweh, dalam hal ini Ruakh Hakodesh / Roh Kudus dalam nama Yeshua Hamasiakh (Yokhanan / Yohanes 14: 26).
Jadi antara Filipi 2: 9-11 dengan Yokhanan 14: 28 tidak saling bertentangan, kalau dengan dasar Filipi 2: 9-11 orang beranggapan bahwa nama Yahweh sudah tidak diperlukan lagi, karena semuanya sudah ditangan Yeshua, maka isi kitab suci akan saling bertentangan dan kacau balau. Pemikiran manusia yang sangat terbatas dan kurang memahami bahasa Ibrani atau bahasa aslinya kitab sucilah, yang menyebabkan nampaknya isi kitab suci saling bertentangan dan menjadi amat sulit, sehingga nama Bapa surgawinya sendiri yang bernama Yahweh malah tidak dikenal bahkan dianggap sesat. Terbukti banyak sinode2 memecat pendeta karena nama Yahweh dan ini sangat ironis, lalu bagi orang yang tidak mau mengagungkan Yahweh, masih juga mencari-cari celah agar menolak Nama Yahweh dengan mengajukan ayat dalam Yokhanan 17: 11- 12 yang dalam Kitab Suci terbitan Lembaga Akitab Indonesia diterjemahkan sebagai berikut: Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepadamu ya Bapa yang Kudus, peliharalah mereka dalam NamaMu yaitu NamaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita, selama Aku bersama mereka Aku memelihara mereka dalam namaMu yaitu NamaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu. Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa. Supaya genaplah yang tertulis dalam kitab Suci Padahal Kitab Yokhanan 17: 11-12 dalam bahasa Ibrani sebagai berikut:
Lo a gur od baarekh we hem garim baarekh waa ni va eleikha avi doshi sh mo b shim kha et-elle a sher natatta li le maan yih yu ekhad kamonu bih yoti immahem baolam shamar ti otam bish mekha kol a sher nattta li shamar ti we lo-avad ekhad mehem zulati ben-haa vadon le mallot var-hakkatuv
Yang kalau diterjemahkan secara bebas akan berbunyi demikian: Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia dan Aku datang kepadaMu ya Bapa yang kudus peliharalah mereka dalam namaMu supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka Aku memelihara mereka dalam namaMu. Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa supaya genaplah yang tertulis dalam kitab suci.
Jadi kalimat Yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu di dalam bahasa Ibrani tidak ada, seandainya adapun, yang dimaksudkan sebenarnya bukan berarti nama Yahweh tidak diperlukan. Melainkan jika dibaca satu perikop yang dimaksudkan adalah karena domba2Nya. Bukan nama Yahweh yang sudah tidak berguna, sebab Yeshua sendiri adalah Yahweh, yang tentu saja tidak dapat dipisah-pisahkan, karena Yahweh dan Yeshua itu satu atau ekhad (Yokhanan 10: 30), sehingga membenci Yahweh berarti juga membenci Yeshua sesuai dengan Kitab Yokhanan 15: 23 karena yang dimaksud Bapaku adalah Yahweh. Karena Yeshua adalah Yahweh dalam kapasitas sebagai manusia yaitu Putra yang dikaruniakan kepada umat manusia, sehingga siapa yang percaya kepadanya tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal sampai selama2nya (Yokhanan 3: 16) Ingat bahwa password masuk ke dalam kerajaan sorga sesuai dengan Kitab Wahyu 14: 1 yaitu nama Yahweh dan nama Yeshua harus ada dalam otak / pikiran kita, dalam Haverit Hakadasha malah hanya Nama BapaNya .
5. Bukankah dari dahulu saya pakai Allah juga diberkati oleh Tuhan?
Jawabannya :
Inilah kesalahan fatal yang dilakukan oleh orang Kristen yang berusaha untuk tetap mempertahankan Allah , berkat berupa materi selalu dijadikan ukuran.
Kalau bicara soal berkat, orang yang tidak ke gereja, tidak menyembah Allah, tidak menyembah Yeshua, tidak menyembah Yahweh, tidak menyembah Budha, tidak menyembah Brahma, bahkan tidak menyembah siapapun, namun mau bekerja keras dan mau menerapkan sistem ekonomi yang baik dalam kehidupannya, akan bisa kaya raya. Bahkan lebih kaya dari orang yang menyembah kepada siapapun, jadi berkat meteri tidak bisa dijadikan sebagai ukurannya, yang dijadikan ukuran kebenaran adalah kebenaran Firman Tuhan itu sendiri.
Katakanlah Anda merasa diberkati sebelum Anda mengerti siapa Yahweh itu, saya ingin memberitahu bahwa yang memberkati Anda itu Yeshua, karena Anda tidak pernah berdoa dengan diakhiri Dalam Nama Allah , atau Dalam Nama Nyi Roro Kidul atau Dalam Nama Budha atau Dalam nama siapapun , bukankah Anda kalau berdoa selalu diakhiri dengan kalimat Dalam Nama Yeshua/Yesus khan?. Karena selama ini juga, saya yakin Anda pikir bahwa Allah itu sebagai sebutan untuk mengganti kata Tuhan , padahal Allah itu nama diri sesembahannya umat Islam.
6. Dahulu saya pakai Allah tetap ada mujizat juga tuh? Baik dalam mendoakan orang-orang sakit maupun problem, kenapa saya harus menghilangkan Allah dan memanggil Yahweh yang dari dahulu tidak pernah saya kenal? Apakah ini bukan Saksi Yehuwa?
Jawabannya :
Seperti yang sudah saya sampaikan tadi, bahwa yang memberikan mujizat itu bukan Allah nya atau Nama yang lain karena orang Kristen kalau berdoa selalu ditutup dengan dalam nama Yeshua, apakah ada orang Kristen kalau berdoa mendoakan orang sakit / penuh problem tidak dengan menggunakan Nama Yeshua?. Kecuali umat Islam, tentu berdoanya dalam nama Allah karena memang itu Nama Tuhannya.
Memulihkan nama Yahweh dianggap sebagai Saksi Yehuwa adalah menghakimi, sebab Saksi Yehuwa masih menyebut Allah juga dan Kitab Sucinyapun berbeda. Sedangkan gerakan pemulihan Nama Yahweh ini berasal dari Tuhan sendiri seperti yang pernah dinubuatkan oleh Nabi Daniel dalam Kitab Daniel 12: 4 dimana pengetahuan akan bertambah banyak, sehingga nama Yahweh yang sudah dilupakan orang, khususnya di Indonesia, dipulihkan kembali. Dengan munculnya pengetahuan untuk memulihkan Nama Yahweh, praktis akan menggenapi nubuatan Kitab Zefanya 3: 9 yang berbunyi Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa yakni bibir yang bersih supaya sekaliannya mereka memanggil nama Yahweh beribadah kepadanya dengan bahu membahu.
Coba renungkan!. Kitab Mattai / Matius 7: 21-23 ada orang yang sudah dipakai Tuhan bahkan melakukan Mujizat, tetapi ditolak masuk sorga.

7. Bagi saya yang penting hati, jika saya menyebut Allah berarti yang saya maksud adalah Yahweh, toh Tuhan juga maha tahu?!.
Jawabannya :
Itu khan pendapat Anda yang tidak cocok dengan isi Firman Tuhan, dan lagi kalau anda sudah mengetahui bahwa ada Tuhan yang disembah oleh Bapa Avraham, Yitskhaq dan Ya aqov yang bernama Yahweh, kenapa tidak disebut?, Kecuali Anda memang benar-benar tidak mengerti!. Bukankah Yahweh ingin NamaNya dipanggil dan disebut?, Coba baca di dalam Kitab Keluaran 3: 15 dan 1 Tawarikh 16: 8, Mazmur 103: 1 dan lainlain. Bukankah Firman Tuhan juga mengatakan Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Roma 10: 10. Coba Anda renungkan dengan baik ayat tersebut.
Saya akan memberikan illustrasi sebagai berikut : Jika Anda mempunyai pasangan yang sah, lalu pada saat anda sedang melakukan hubungan sebagai suami isteri, lalu pasangan anda tersebut mengucapkan kata-kata sanjungan tetapi menyebut nama orang lain, apakah anda tidak cemburu? Saya yakin Anda pasti cemburu, dan jika Anda cemburu lalu pasangan anda mengatakan bahwa Tetapi yang ada di dalam hati saya sebetulnya adalah kamu. Saya yakin Anda pasti tidak akan bisa menerima. Saya ingatkan bahwa Yahweh adalah Tuhan yang cemburu.
Di dalam Keluaran 34: 14 dikatakan sebagai berikut:
Ki lo tish takha we le el akher ki Yahweh qanna sh mo el qanna hu Dalam terjemahan bahasa Inggris (Restored Name of King James Version) dikatakan : “For thou shalt worship no other Elohim: for the YAHWEH, whose name is Jealous, is a jealous Elohim .
Yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti: Kamu jangan sujud menyembah kepada Tuhan lain karena Yahweh yang namanya cemburuan adalah Tuhan yang cemburu.
8. Saya baru akan mengubah konsep saya ini, jika dari Lembaga Alkitab Indonesia yang menjadi tolok ukur kebenaran sudah mengubah dan menerbitkan kebenaran ini.
Jawabannya :
Lembaga Alkitab Indonesia khan manusia juga, yang tentu saja tidak luput dari kesalahan, karena bukan sumber asli, karena itu tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur kebenaran, kalau mau dipakai sebagai tolok ukur kebenaran seharusnya Kitab Suci yang berbahasa Ibrani, sebab kitab suci terjemahan, terjemahan apapun termasuk terjemahan dari Lembaga Alkitab Indonesia bisa saja salah, buktinya Lembaga Alkitab Indonesia telah merevisi kitabnya berkali kali. Salah satu contoh kesalahan terjemahan dari Lembaga Alkitab Indonesia adalah dalam Kitab Yehezkiel 34: 16 dimana berbunyi : Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. Sedangkan dalam bahasa Inggris versi apapun diterjemahkan sebagai berikut: I will seek that which was lost, and bring again that which was driven away, and will bind up that which was broken, and will strengthen that which was sick; but I will destroy the fat and the strong; I will feed them with judgment. Hal itu sesuai dengan bahasa Ibrani yang ditulis sebagai berikut :
Et-haavedet avaqesh we et-hanidakhat ashiv We lanishberet Ekhevosh we ethakhola akhazeq we et hash mena we et-hakhazaqa Ashmid er ena vemishpat
Ashmid = Runtuh = Destroy = Hancur
Jadi seharusnya kita lebih taat kepada firman Tuhan dari pada taat kepada Lembaga Alkitab Indonesia, karena penerjemah Lembaga Alkitab Indonesia juga manusia biasa yang bisa salah. Ada banyak kesalahankesalahan terjemahan yang lain jika mau diungkapkan.
9. Apakah kami yang setia ke gereja dan masih menyebut Allah itu salah dan masuk neraka atau sesat?
Jawabannya:
Sudah diterangkan di atas, bahwa Allah itu sesembahan dan Tuhannya umat Islam, kita harus menghormati mereka dengan tidak mencampur-adukan di dalam kekristenan, masalah masuk sorga atau neraka itu hak Tuhan Yahweh. Tidak ada seorangpun yang berhak menentukan, yang jelas jika kita melakukan firman Tuhan, tentu memiliki kepastian masuk sorga. Yang jadi pertanyaannya adalah: Lebih takut kepada siapakah Anda? Tuhan atau manusia? Sebenarnya yang sering dianggap sesat, malah orang-orang yang sudah mengagungkan Nama Yahweh, terbukti banyak pendeta-pendeta yang dipecat oleh sinodenya gara-gara nama Yahweh.
10. Untuk masalah Nama Yahweh, apakah kelompok penyembah Nama Yahweh sudah mengklarifikasi atau minta ijin PGI atau badan gereja yang lain?
Jawabannya :
Masalah mengklarifikasi, sebenarnya sudah banyak surat-surat yang dilayangkan kepada Lembaga Alkitab Indonesia oleh para penyembah Nama Yahweh, baik surat yang ditujukan untuk memperbaiki masalah tata bahasa Indonesia, maupun secara theologis, namun rupanya Lembaga Alkitab tidak menjawab secara proporsional, malah berupaya untuk mencegah agar Nama Yahweh tidak dikenal, dan berusaha untuk menghilangkannya, dengan berbagai alasan theologis yang tidak bersumber kepada Firman Tuhan itu sendiri, namun disisi lain, Lembaga Alkitab Indonesia mencetak Kitab Suci Komunitas Kristiani, Edisi Pastoral Katolik terbitan tahun 2002, dimana justru tersebar ratusan Nama Yahweh disana. Apakah ini bukan merupakan pembodohan terhadap umat Tuhan, kalau memang Nama Yahweh dianggap tidak layak masuk dalam Kitab Suci terbitan Lembaga Alkitab Indonesia!.
Kalau Nama itu memang Nama Tuhan, kenapa Lembaga Alkitab Indonesia tidak mau mencetak untuk komunitas penyembah Nama Yahweh, padahal sebagai institusi yang memegang "Bible Society" seharusnya memenuhi semua kebutuhan umat Tuhan!. Ada apa sebenarnya ini?.
Bagi saya secara pribadi, saya tidak perlu minta ijin kepada LAI maupun PGI, sebab ijin itu datang dari Tuhan sendiri yang memang bernama Yahweh dan menghendaki namaNya disebut. LAI maupun PGI bukan Tuhan yang harus dimintai ijinnya mengenai masalah Nama Tuhan. Apa artinya kita mendapat ijin dari LAI maupun PGI ... jika apa yang dimintakan ijinnya itu, justru melanggar Firman Tuhan dan sebenarnya tidak benar dan tidak sesuai dihadapan Tuhan?

11. Bukankah orang Kristen Arab juga memanggil Nama Tuhan dengan Allah dimana salahnya?
Jawabannya :
Dalam Kitab Suci berbahasa Arab Alkitabul Moquddasu Wa huwa asfaarul Ahdainil qodiimi wal jadiid (Perjanjian Lama dan Baru) yang Mutarjamah minallughootil Ashliiyah (diterjemahkan dari bahasa asli) oleh Nidaur Rojaa Stuttgart Almaaniyaa (Yayasan Nidaur Roja Sturrgart Jerman) Nama Yahweh ditulis Yahwah, karena dalam bahasa Arab tidak ada vocal . Jadi orang Kristen Arab mengenal Nama Yahweh Dan jika dengan kasus ini, tiba-tiba orang Kristen di Indonesia berkiblat kepada orang Kristen Arab ini aneh, seharusnya yang dijadikan tolok ukur kebenaran itu bukan orang Kristen Arab, melainkan Firman Tuhan itu sendiri berkata bagaimana, itu yang seharusnya diikuti. Kembali kepada Orang Kristen Arab yang dijadikan acuan, saya ingin memberitahu bahwa Orang Kristen Arabpun mengalami kebingungan dalam menerjemahkan Kitab Sucinya.
Memang Nama Yahweh tetap dikenal oleh mereka, beda dengan orang Kristen di Indonesia yang malah menentang mati-matian Nama Yahweh tetapi membela mati-matian Nama "Allah". Namun Orang Kristen Arab terkadang menerjemahkan juga Nama Yahweh, menjadi Antar robbu ilah / arrobbu, terkadang diganti dengan Allah, terkadang tidak diterjemahkan.
Kebingungan ini disebabkan karena sebelum ada Kristen di Arab, Nama atau Kata "Allah" sudah dikenal sebelumnya akibat agama suku, seperti di Indonesia. Di Arab, Nama atau kata Allah sudah dikenal jauh sebelum agama Islam ada, yaitu sebagai Nama Dewa yang mengairi bumi, yaitu satu diantara 360 dewa lainnya seperti Allata, Aluza, Almanat, Alhubal dsb. Sedangkan Di Indonesia nama atau kata Allah sudah dikenal karena agama Islam sudah masuk terlebih dahulu ke Indonesia, dan oleh umat Islam, Nama atau kata Allah dikenal sebagai Tuhan sang pencipta. Saya melihat bahwa Kitab Suci Alkitabul Muqoddassu yang beredar ditanah Arab dan dipakai oleh orang Kristen Arab yaitu Wa huwa Asfaarul Ahdainil Qodiimi wal jadiid / perjanjian lama dan baru Mutarjamah minallughoofil Ashliiyah / yang diterjemahkan dari bahasa Asli oleh Nidaaur Rojaa Stutgart Almaaniyaa / Yayasan Nidaur Roja Stuutgart Jerman tersebut diatas, Nama Yahweh tidak diterjemahkan, namun dalam Kitab Suci berbahasa Arab "Arabic Bible" dari International Bible Society , yang dapat di akses di internet di : http://www.ibs.org/bibles/arabic/index.php justru menerjemahkan Nama Yahweh menjadi Arrobbu. Ini membuktikan bahwa penerjemah Kitab Suci berbahasa Arab juga kebingungan. Bagaimana mungkin kondisi kebingungan seperti ini dipakai sebagai acuannya? Apakah karena sudah terjadi dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa berarti Tuhan mengijinkannya? Padahal sudah ada ayat yang melarang untuk menyebut dengan sembarangan? Coba baca ulang pertanyaan 1 alinea terakhir. Setelah mengetahui dan membuktikan kebingungan tersebut, janganlah kita mengikuti orang yang bingung, sebab terbukti bahwa Kristen Arabpun tergantung dari penerjemahnya, dan janganlah berkiblat kepada kesalahan orang, sebab bahasa Asli Kitab Suci kita bukan bahasa Arab melainkan bahasa Ibrani.

Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: Pertanyaan seputar nama YAHWEH
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan