Tuesday, September 15, 2015

PUASA MENURUT AL QUR'AN dan Kesalahan Kesalahannya.

PUASA MENURUT AL QURAN 
( Al Baqarah 183 -188 adalah rutinitas yang diwajibkan puasa pada siang hari pada bulan Ramadhan; Menurut An Nisaa' 92 ; Al Maa'idah 89 dan Al Maa'idah 92 ; adalah berlaku bagi orang Miskin dan bisa diganti harta benda untuk mengganti puasa )
Puasa menurut Al Qur'an adalah rutinitas di bulan Ramadhan, untuk meminta pengampunan dan maaf dari Allah karena telah membunuh sesama mu'min; puasa adalah bentuk hukuman karena telah kaffarat ( melanggar ) sumpah yang disengaja; puasa juga sebagai wujud supaya orang yang telah membunuh hewan buruan ketika sedang ihram bisa merasakan akibat buruk atas perbuatan yaitu membunuh hewan buruan ketika sedang ihram. Al Quran mengajarkan Puasa hanya berlaku bagi orang orang miskin saja , dan bagi orang kaya terdapat kebebasan untuk memilih berpuasa atau menjamin tidak puasa dengan sebagian harta dan kekayaan yang dimiliki.
Menurut Al Qur'an puasa ditentukan dalam beberapa hari dalam waktu tertentu ( bulan Ramadhan ) seperti yang tertulis dalam Al Baqarah 183 sampai 188. Menurut Al Baqarah ini puasa adalah kewajiban dan rutinitas. Mengapa kami katakan rutinitas belaka alasannya adalah Al Baqarah 183 dikatakan wajib berpuasa separti orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Jelas dikatakan bahwa puasa hanya rutinitas yang diwajibkan sama seperti diwajibkan sebelum Al Qur'an turun. Selanjutnya akan kami bahas tuntas dalam artikel ini.
Ayat Al Qur;an lainnya tentang puasa seperti yang tertulis dalam An Nisaa' 92 bahwa puasa untuk mendapatkan pengampunan dan maaf dari Allah serta bukti cara taubat kepada Allah bagi orang yang telah membunuh yaitu berpuasa selama dua bulan berturut turut. Ini berlaku bagi si pembunuh adalah mu'min dan tidak bisa membayar diat maupun tidak bisa memerdekakan hamba sahaya.
Al Qur'an juga menjelaskan bahwa puasa adalah hukuman Allah kepada mu'min yang melanggar sumpah yang disengaja seperti tertulis dalam Al Maa'idah 89. Al Maa'idah 89 mengatakan bahwa wajib kamu berpuasa selama 3 hari sebagai hukuman Allah karena telah kaffarat ( melanggar ) sumpah yang disengaja. Apabila si pelanggar sumpah tidak bisa memberi memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak.
Perihal puasa juga ditulis dalam Al Maa'idah 95. Dalam Al Maa'idah 95 dikatakan bahwa berpuasa bagi mukmin yang membunuh hewan saat sedang ihram. Dan puasa dilakukan sebagai wujud dapat merasakan akibat buruk dari perbuatannya dan si pelanggar tidak sangggup mengganti hewan yang dibunuhnya menurut putusan dua orang adil di antara mereka atau tidak bisa membayar denda membayar kaffarat dengan memberi makan orang miskin sebanyak jumlah orang yang bisa makan hewan yang dibunuh tersebut. Dalam Al Maa'idah 95 tidak disebutkan berapa lama harus berpuasa tetapi waktunya disesuaikan dengan jumlah biaya untuk memberi makan orang miskin dengan hewan yang dibunuhnya, supaya mu'min yang membunuh hewan buruan ketika sedang ihram, puasa dilakukan supaya orang tersebut merasakan akibat buruk perbuatannya.
Empat bacaan diatas adalah bacaan tentang puasa yang kami temukan dalam Al qur'an. Sekarang saatnya kita akan mencoba mengupas perihal puasa menurut Al Baqarah 183 sampai 188. Penjelasan tentang puasa menurut Al Qur'an paling banyak terdapat pada Al Baqarah ini yaitu ada 6 ayat tentang puasa. Menurut Al Baqarah 183 sampai 188 puasa adalah kewajiban dan rutinitas untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Al Baqarah hanya menjelaskan bahwa puasa itu kewajiban dan rutinitas belaka untuk memperingati turunnya permulaan Al Qur'an.
Al Baqarah 183 : 
2:183
Terjemahan Inggris : O you who have believed, decreed upon you is fasting as it was decreed upon those before you that you may become righteous -
Terjemahan Indonesia : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Al Baqarah 183 diatas jelas mengatakan bahwa puasa adalah kewajiban dan rutinitas belaka. Karena ayat ini mengatakan bahwa sebelum ayat ini diturunkan orang orang sudah berpuasa. Jadi ayat ini hanya melanjutkan kebiasaan orang orang yang berpuasa. Yang menjadi pertanyaan adalah orang orang siapa ? jika melihat sejarah diturunkan Al Baqarah di Madinah pada permulaan tahun hijrah. Berarti yang dimaksud orang orang adalah penduduk Madinah yang mayoritas beragama Kristen saat itu. Dengan kata lain puasa menurut Al Baqarah 183 ini adalah melanjutkan dan meniru kebiasaan orang orang kristen di Madinah. Kemungkinan kebiasaan berpuasa orang orang di Madinah dipandang baik oleh Muhammad sehingga dia menulis perihal puasa tersebut agar pengikutnya juga meniru kebiasaan orang orang Madinah.
Al Baqarah 184 :
2:184
Terjemahan Inggris : [Fasting for] a limited number of days. So whoever among you is ill or on a journey [during them] - then an equal number of days [are to be made up]. And upon those who are able [to fast, but with hardship] - a ransom [as substitute] of feeding a poor person [each day]. And whoever volunteers excess - it is better for him. But to fast is best for you, if you only knew.
Terjemahan Indonesia : (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[ mak sudnya memberi makan lebih dari seorang miskin untuk satu hari. ], maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Al Baqarah 184 menjelaskan bahwa puasa itu wajib pada hari yang ditentukan, dan jika ada hari dia tidak berpuasa maka wajib mengganti dengan hari lainnya sebanyak waktu dia tidak berpuasa atau jika berat menjalankan puasa maka wajib membayar fidyah yaitu memberi makan orang miskin. Ayat ini sebenarnya memiliki kekurangan yaitu keleluasaan bagi orang kaya untuk tidak berpuasa karena dengan hartanya dia bebas tidak berpuasa hanya dengan membayar fidyah. Ayat selanjutnya dikatakan bahwa " berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui " , kalimat ini semacam himbauan kepada orang kaya bahwa berpuasa silahkan tetapi jika tidak silahkan bayar fidyah.
Al Baqarah 184 sebenarnya adalah gambaran gambaran dari orang miskin adalah anak tiri sedangkan orang kaya adalah anak pilihan, calon penerus. Silahkan bandingkan dengan perihal puasa pada awal artikel ini dalam An Nisaa' 92 ; Al Maa'idah 89 dan Al Maa'idah 95. Sangat tampak sekali bahwa orang kaya begitu dipermudah. An Nisaa' 92 memberikan keleluasaan bagi orang kaya untuk mendapatkan pengampunan Allah setelah membunuh sesama mu'min dengan membayar diat kepada keluarga terbunuh atau membebaskan hamba sahaya. Tentu saja hal ini sangat mudah bagi orang yang kaya. Dalam Al Maa'idah 89 juga serupa yaitu kebebasan bagi orang kaya untuk melanggar sumpah yang disengaja. Tentu saja orang kaya akan lebih mudah membayar kesalahannya hanya dengan memberi makan 10 orang miskin dan memberi mereka pakaian atau dengan hartanya orang kaya dapat dengan mudah membebaskan seorang budak karena didalam rumahnya banyak terdapat budak sehingga terbebas satu tidak ada artinya bagi orang kaya itu, dari pada berpuasa tiga hari untuk menebus pelanggarannya. Atau jika dihitung bisa jadi orang kaya akan dengan sengaja melanggar sumpahnya untuk mendapatkan 5 budak baru dan membebaskan 1 budak lamanya. Hal serupa juga tertulis dalam Al Maa'ida 95, sehingga tidak heran jika orang mu'min berlomba lomba untuk mejadi kaya, karena kemudahan kemudahan tersebut, termasuk dengan ibadah haji. Karena secara tidak langsung ibadah haji juga merupakan kemudahan bagi orang kaya untuk masuk surga. Coba bayangkan jika sekali saja melakukan ibadah haji sudah berapa banyak amal yang dikumpulkan. Jika sekali menunaikan ibadah haji bisa menghapus segala kesalahan yang diperbuat ( lebih berat amal kebaikan saat 1 kali haji dibandingkan dengan kesalahan ( dosa ) yang dilakukan seumur hidup ) maka tidak heran jika orang orang mu'min mencari harta benda untuk mendapatkan surga di akhirat kelak.
Al Baqarah 185.
2:185
Terjemahan Inggris : The month of Ramadhan [is that] in which was revealed the Qur'an, a guidance for the people and clear proofs of guidance and criterion. So whoever sights [the new moon of] the month, let him fast it; and whoever is ill or on a journey - then an equal number of other days. Allah intends for you ease and does not intend for you hardship and [wants] for you to complete the period and to glorify Allah for that [to] which He has guided you; and perhaps you will be grateful.
Terjemahan Indonesia : (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
Al Baqarah 185 menjelaskan bagaimana penentuan beberapa hari yang tertentu untuk berpuasa ( bulan Ramadhan ) adalah untuk mengingat atau memperingati diturunkannya permulaan Al Qur'an. Jika dibandingkan dengan Al Baqarah 183 dimana puasa adalah meniru kebiasaan masyarakat di Madinah saat itu oleh Al Qur'an dalam Al Baqarah 185 penetapan waktu puasa pada saat permulaan diturunkannya Al Qur'an. Dengan kata lain ketika penduduk Madinah melakukan kebiasaan berpuasa untuk maksud maksud tertentu ( disini maksud tersebut tidak dijelaskan oleh Al Qur'an ) oleh Muhammad waktu puasa jatuh pada permulaan diturunkan Al Qur'an. Atau untuk memperingati turunnya ayat Al Qur'an pertama kali kepada Muhammad. Jadi puasa menurut Al Qur'an adalah kewajiban untuk mengingat atau memperingati turunnya Al Qur'an kepada Muhammad. Hal ini terkait dengan ayat ayat sebelumnya bahwa puasa hanya rutinitas yang diwajibkan untuk dijalankan.
Al Baqarah 186
2:186
Terjemahan inggris : And when My servants ask you, [O Muhammad], concerning Me - indeed I am near. I respond to the invocation of the supplicant when he calls upon Me. So let them respond to Me [by obedience] and believe in Me that they may be [rightly] guided.
Terjamahan indonesia : Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Al Baqarah 186 ini sebenarnya tidak ada hubungan dengan hal berpuasa. Jika kita pelajari ayat demi ayat sepertinya pada Al Baqarah 186 tidak terhubung dengan ayat ayat sebelumnya. Dugaan kami kemungkinan ada ayat ayat Al Qur'an yang tidak dimuat. Silahkan anda pelajari Al Baqarah 185 yang menjelaskan tentang puasa tiba tiba ayat yang ke 186 ada kalimat jika ada hamba Allah yang bertanya tentang Allah bahwa Allah itu dekat dan mengabulkan permohonan orang yang memohon kepada Allah dengan syarat harus patuh dan melakukan perintah Allah dan beriman kepada Allah dan selalu ada dalam kebenaran. Ayat 186 tidak menyebut nyebut kata puasa. Hal ini yang memberi kami asumsi bahwa kemungkinan ada ayat lain yang tidak dimuat oleh penulis Al Baqarah ini. Dan Al Baqarah 187 melanjutkan tentang hal berpuasa. Yang tidak tersambung hanya ayat 186 sepertinya terpisah dengan ayat ayat sebelumnya.
Al Baqarah 187
2:187
Terjemahan inggris : It has been made permissible for you the night preceding fasting to go to your wives [for sexual relations]. They are clothing for you and you are clothing for them. Allah knows that you used to deceive yourselves, so He accepted your repentance and forgave you. So now, have relations with them and seek that which Allah has decreed for you. And eat and drink until the white thread of dawn becomes distinct to you from the black thread [of night]. Then complete the fast until the sunset. And do not have relations with them as long as you are staying for worship in the mosques. These are the limits [set by] Allah , so do not approach them. Thus does Allah make clear His ordinances to the people that they may become righteous.
Terjemahan indonesia : Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri - isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf [ I'tikaf ialah berada dalam mesjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah. ] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
Al Baqarah 187 ini membuat kami semakin menimbulkan tanda tanya besar. Puasa yang dilakukan selama beberapa waktu dalam bulan Ramadhan hanya sebatas menahan lapar saja. Hanya rutinitas menahan lapar di siang hari sendangkan dimalam hari bebas melakukan apa saja termasuk seperti pada Al Baqarah 187 melakukan nafsu sahwat. Puasa hanya siang hari saja dan pada malam hari bebas melampiaskan nafsu nafsunya, dan di pagi hari sampai petang hari berikutnya berpuasa lagi. Bukankah model puasa yang demikian hanya menahan nafsu sementara yaitu sepanjang siang, dan saat matahari terbenam dan sebelum matahari terbit silahkan melampiaskan segala nafsu nafsu. Sehingga tidak heran para ibu ibu rumah tangga menjadi bersusah hati setiap bulan Ramadhan tiba karena biaya hidup ( pengeluaran ) pada bulan puasa bukan berkurang tetapi justru bertambah banyak. Misalnya saja dari segi makanan saat berbuka yang biasanya hanya menu tahu dan tempe tetapi pada bulan Ramadhan menunya lebih dari itu, dan tidak jarang juga yang biasanya dalan satu hari hanya masak sebanyak 1 kilogram, tetapi pada bulan puasa bisa lebih dari 1 kilogram. Walaupun tidak semua orang seperti itu, tetapi rata rata seperti itu. Tidak hanya itu tetapi ada hadist yang mengatakah bahwa tidur saat bulan Ramadhan adalah ibadah. Seperti yang ditulis oleh muslim.or.id/
Barang siapa yang menghabiskan waktu puasanya dengan tidur seharian maka puasanya sah jika dia berniat untuk puasa sebelum terbitnya fajar. Namun dia berdosa karena tidak mengerjakan shalat di waktu-waktunya dan berdosa karena tidak shalat jamaah jika ia memang termasuk orang yang wajib melaksanakan shalat jamaah. Orang tersebut telah meninggalkan dua kewajiban sehingga dosanya sangat besar. Kecuali jika hal tersebut bukan merupakan kebiasaannya dan orang tersebut berniat bangun untuk menegakkan shalat (namun ia ketiduran, pent), ketiduran ini sangat jarang terjadi, maka orang tersebut tidak berdosa.
Terkait dengan hal di atas, satu hal yang patut disayangkan, yaitu banyak orang yang biasa untuk bergadang di bulan Ramadhan, ketika mendekati fajar mereka makan sahur kemudian tidur sepanjang hari atau sebagian besarnya. Mereka meninggalkan shalat, padahal shalat lebih ditekankan dan lebih wajib daripada puasa. Bahkan puasa tidak sah bagi orang yang tidak shalat. Tentu, hal ini merupakan perkara yang sangat berbahaya sekali. Oleh sebab itu bergadang yang menyebabkan orang tidak bisa bangun untuk menunaikan shalat adalah bergadang yang hukumnya haram. Lebih-lebih jika bergadang tersebut di isi dengan perbuatan yang sia-sia, main-main atau perbuatan yang haram tentu perkaranya lebih berbahaya lagi. Perbuatan dosa akan lebih besar dosanya dan lebih parah bahayanya ketika dikerjakan di bulan Ramadhan, demikian juga ketika dikerjakan di waktu-waktu atau tempat-tempat yang memiliki keutamaan. [Fatwa Syaikh Shalih Al-Fauzan dari kitab Al Muntaqa Min Fatawa Asy Syaikh al Fauzan] Dari artikel 'Fatwa Ramadhan: Tidur Siang Hari di Bulan Ramadhan —Muslim.Or.Id'
Hadist terkait dengan tersebut adalah Hadist yang berbunyi "Tidurnya orang puasa merupakan ibadah, diamnya merupakan tasbih, amalnya dilipat-gandakan (pahalanya), doanya dikabulkan dan dosanya diampuni" atau "Orang yang berpuasa dicatat sebagai orang yang sedang ibadah, kendatipun ia tidur di atas ranjangnya." biasanya dijadikan alasan untuk bermalas-malasan selama bulan Ramadhan.
Al Baqarah 188
2:188
Terjemahan Inggris : And do not consume one another's wealth unjustly or send it [in bribery] to the rulers in order that [they might aid] you [to] consume a portion of the wealth of the people in sin, while you know [it is unlawful].
Terjemahan Indonesia : Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.
Al Baqarah 188 ini tidak nyambung dengan ayat 187, ayat Al Baqarah 188 pada kalimat pertama masih terkait dengan puasa yaitu menahan nafsu keinginan, tetapi ayat tersebut jika dilanjutkan justru kehilangan maknanya tentang puasa. Seperti Al Baqarah 186 kami berasumsi ada ayat ayat lainnya yang tidak ditulis oleh penulis Al Baqarah. Sehingga terkesan pada Al Baqarah 187 terpisah dengan ayat ayat sebelumnya.
Ayat Al Baqarah 188 tersebut serupa dengan Al Kitab sebagai berikut :
Keluaran 20: 17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."
Ulangan 5 :21 Jangan mengingini isteri sesamamu, dan jangan menghasratkan rumahnya, atau ladangnya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.
Roma 7 :7. Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"
Bagaimana menurut saudara makna puasa menurut Al Qur'an seperti uraian diatas ? Apalah artinya berpuasa jika hanya merupakan kewajiban dari rutinitas saja. Menahan hawa nafsu di siang hari dan setelah berbuka mereka bebas melepaskan nafsu nafsu yang ditahan sepanjang siang hari. Akibatnya pada malam hari bulan Ramadhan adalah saat setan dan iblis dilepas kembali karena orang orang yang berpuasa diwaktu siang melepaskan semua nafsu nafsunya saat malam hari. Dan saat matahari terbit maka dipenjara kembali setan dan iblis. Benarkah puasa yang demikian ? jika jawaban anda menolak maka anda sama dengan menolak ajaran Al Qur'an tetapi jika anda menjawab setuju maka patutlah dikoreksi lebih lanjut ajaran tersebut. Walaupun telah banyak hadist hadist yang mendukung tetapi lebih sahih mana hadist atau Al Qur'an ?.
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: PUASA MENURUT AL QUR'AN dan Kesalahan Kesalahannya.
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan