Tuesday, September 15, 2015

SILSILAH SANG MESIAS DAN PENYELAMAT DUNIA

 JALAN YANG LURUS - TERANG YANG ILAHI -SUMBER HIKMAT - ROTI KEHIDUPAN 

Bersyukur rasanya karena sumber artikel ini adalah Alkitab yang sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, termasuk didalamnya bahasa Indonesia dan bahasa bahasa asal kita . Orang jawa dapat mempelajarinya dalam bahasa jawa, orang Sunda dapat mempelajarinya dalam bahasa Sunda, orang Karo dapat mempelajarinya dalam bahasa Karo dll. Apa maksudnya ? orang akan lebih mudah mempelajari sebuah ajaran jika ajaran itu dapat dipahami dalam bahasa sehari hari. Setidaknya yang bersangkutan tidak harus belajar bahasa asing untuk mempelajarinya. Dari sudut pandang ini sebenarnya terdapat pembenaran karena orang akan lebih mudah mempelajarinya. Tentu berbeda jika seseorang harus belajar bahasa diluar bahasa sehari hari mereka untuk memahami sebuah ajaran. Prinsip utama adalah Kebenaran dilihat dari sudut pandang mana saja tetaplah sebuah kebenaran. Kebenaran sekalipun dilihat dari sudut pandang kebohongan tetaplah sebuah kebenaran. Dengan menterjemahkan Alkitab dalam berbagai bahasa sehari hari agar pembaca dapat memahaminya dengan sebenar benarnya ini sebuah poin bagi Alkitab. Orang yang mempelajarinya adalah orang yang memiliki otak untuk berfikir dan hati untuk mempertimbangkan, sehingga orang yang mempelajarinya benar benar tahu maksudnya. Lebih lebih saat ini dimana segalanya mudah di dapat, orang bisa memperoleh apa saja yang di inginkan selama dia berusaha. Saat ini sangat mudah seseorang memperoleh Alkitab dalam terjemahan bahasa lainnya; sehingga orang tersebut bisa mempelajari Alkitab dari versi lainnya. Sehingga pemahamannya benar benar timbul dari dalam dirinya bukan katanya si A, atau katanya pak Ustad atau menurut pak Kyai dsb.

Tetapi dari sudut pandang ahli bahasa maka semakin banyak terjemahan maka semakin besar kemungkinan terjadinya perbedaan makna dan arti. Sehingga tidak jarang terjadi perselisihan kontekstual tidak hanya karena terjemahan, tetapi dalam bahasa yang sama juga bisa terjadi perbedaan. Dua orang ahli bahasa bisa saja memiliki pendapat berbeda atas sebuah kalimat dalam terjemahan yang sama. Hal ini wajar saja terjadi, tetapi yang paling penting adalah apa maksud dari kalimat tersebut. Menterjemahkan sebuah teks kalimat akan lebih mudah jika teks kalimat tersebut ditulis dalam bahasa yang kita gunakan setiap hari. Seperti artikel kami ini akan lebih mudah dimengerti maksudnya jika pembaca blog ini adalah orang Indonesia yang bisa membaca tulisan Indonesia; tetapi tulisan kami ini akan sulit dimengerti maksudnya oleh orang Eropa atau Orang non Indonesia karena walaupun saat ini sudah ada Google Translate tetapi tetap saja orang Eropa atau orang non Indonesia akan lebih sulit memahami dibanding orang Indonesia yang bisa baca tulis bahasa Indonesia. Sehingga memahami artikel ini bukan katanya si A, atau katanya si B tetapi mengerti sendiri.

Wah kok melebar kemana mana, mari kita kembali ke " tema ". Tema artikel kali ini akan kami ceritakan tentang Silsilah Sang Juruslamat / " Sang Imanuel ".Tulisan pertama dalam Perjanjian Baru pada Alkitab seperti yang terdapat dalam Matius 1 : 1 - 17 . Lembaga Alkitab Indonesia ( LAI ) memberi judul " Silsilah Yesus Kristus ", Matius 1 : 1-17 serupa dengan Lukas 3 : 23 - 38. Tulisan awal tersebut bukan hanya sebatas pelengkap saja tetapi justru merupakan informasi terpenting dalam kisah kisah Alkitab sebelumnya.
Peristiwa penting tersebut adalah bahwa dalam Kitab Perjanjian Lama pada Alkitab di ceritakah bahwa Tuhan Allah menjajikan seorang juruslamat kepada para nabi sebelumnya. Janji janji Tuhan tersebut di teruskan dan diperbaharui secara terus menerus kepada manusia pilihan dari generasi ke generasa selama ribuan tahun lamanya. Tuhan berjanji kepada Adam dan Hawa dilanjutkan kepada Nuh - kepada Abraham - kepada Daud dan ditegaskan oleh para Nabi akan kedatangan sang Juruslamat Manusia yaitu Sang Mesias. Matius dalam Matius 1 : 1-17 sebagai pembuka kitab Perjanjian Baru ingin menjelaskan bahwa Yesus Kristus orang Nazaret , yang lahir di Betlehem , yang harus di ungsikan ke Mesir saat masih bayi dan pembunuhan bayi bayi di Yudea ; dan yang mati di kayu salib diantara 2 orang penjahat dibukit Golgota adalah sang Mesias yang di janjikan Tuhan Allah sendiri selama ribuan tahun. Oleh karenanya Kitab Perjanjian Baru adalah kitab penggenapan dari Kitab Perjanjian Baru. Karena Tuhan telah menggenapi janjinya kepada manusia dalam diri Yesus Kristus.
Janji Tuhan selama ribuan tahun digenapi dengan kelahiran Yesus Kristus, dan Matius ingin memberitakan hal tersebut dalam tulisan awalnya. Janji Tuhan digenapi atau pengertian lainnya adalah Janji Tuhan di wujud nyatakan dalam diri Yesus Kristus. Ini berbeda dengan seperti dalam pemahaman Al-Qur'an. Kalau Al-Qur'an adalah penyempurnaan dari kitab kitab sebelumnya seperti yang tertera dalam An Nisaa' 47 - Al Qashash 52 - Al Ahqaaf 12 - Az Zukhruf 21 - Al Ahqaaf 4 - Huud 17 dan masih banyak yang lainnya. Jika Al-Qur'an merupakan penyempurnaan dari Kitab Kitab sebelumnya kenapa tulisan tulisan dalam Al-Qur'an tidak untut dan berisi uraian dari orang ketiga ! apa anda mengerti maksud kami ? maksudnya begini banyak ayat ayat yang menunjukkan bukan kalimat langsung tetapi menurut penulis dll. Si penulis Al-Qur'an membaca sebuah Kitab dan diceritakan kembali dalam wujud Al-Qur'an sehingga tampak sekali asumsi asumsi si penulis terhadap ajaran / Kitab yang si penulis baca. Selain sebuah teks dari Al-Qur'an bahwa Al-Qur'an adalah penyempurnaan kitab kitab sebelumnya tidak ada bukti bukti lainnya. Menurut kami isi Al-Quran 70 % adalah Kitab Perjanjian Lama, 10 % kitab Perjanjian Baru dan 20 % adalah asumsi asumsi si penulis. Ini hanya asumsi kami saja. Jadi Al-Qur'an lebih banyak Kitab Perjanjian Lamanya dan asumsi asumsi dari penulis Al-Qur'an. Lalu apanya yang penyempurnaan ? pertanyaan ini pernah kami ajukan kepada rekan rekan kami tetapi jawabannya adalah berdasarkan apa yang " tersurat dalam Al-Qur'an ", ketika kami sodorkan Alkitab mereka menjawab, buat apa mempelajarinya kan sudah cukup dengan Al-Qur'an !.

Menurut kami bagaimana mungkin dia mengerti kitab kitab sebelumnya jika yang dipahami hanya Al-Qur'an saja, itulah sebabnya keimanannya perlu dipertanyakan.
Kitab Matius 1 : 1-17 dan Lukas 3 : 23 - 38 sebagai penegasan bahwa melalui silsilah Yesus Kristus dapat ditelusuri bahwa Yesus adalah keturunan dari Daud dan Abraham. Yesus sering disebut sebagai anak Daud, berarti kelahirannya berasal dari keturunanDaud. Ia juga disebut sebagai taruk Isai atau tunas Isai yang berarti bahwa kelahirannya berasal dari keturunan Isai, ayah Daud. Matius memberikan pernyataannya yang berulang-ulang bahwa Yesus adalah "Anak Daud" (Mat 1:1; Mat 9:27; Mat 12:23; Mat 15:22; Mat 20:30-31; Mat 21:9,15; Mat 22:41-45)
Secara tersurat Al-Qur'an juga menyetujuinya seperti yang tertulis dalam Al An'aam : 84. yang berbunyi " Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik " Tetapi tidak dijelaskan bahwa Sang Imanuel dari keturunan Daud.

Latar Belakang si Penulis Kitab
Latar belakang Matius
Terkait dengan Silsilah Yesus Kristus seperti yang tertulis dalam Matius 1 : 1-17 dan Lukas 3 : 23 - 38 ada perselisihan pendapat terkait dengan silsilah Yesus menurut Matius dan menurut Lukas. Dan memang kalau kita pelajari memang berbeda. Sebenarnya hal ini dianggap wajar oleh ahli theologi karena memang Kitab Matius dan Lukas ditulis oleh orang yang berbeda. Diyakini bersama bahwa Kitab Matius ditulis oleh Matius salah satu murid Yesus Kristus pada sekitar 60 an TM. Dan Matius adalah orang Yahudi murni dan menulis Kitab tersebut untuk umat Yahudi. Sehingga gaya tulisannya menurut hukum hukum Yahudi asli dan sumber informasi berasal dari Yesus Kristus sendiri. Karena Matius adalah orang Yahudi asli sehingga tulisan tulisannya mencerminkan orang Yahudi yaitu ketergantungannya pada penyataan, janji, dan nubuat PL untuk membuktikan bahwa Yesus memang Mesias yang sudah lama dinantikan; hal merunut garis silsilah Yesus, bertolak dari Abraham (Mat 1:1-17); penggunaan istilah yang khas Yahudi seperti "Kerajaan Sorga" (yang searti dengan "Kerajaan Allah") sebagai ungkapan rasa hormat orang Yahudi sehingga segan menyebut nama Allah secara langsung ; petunjuknya kepada berbagai kebiasaan Yahudi tanpa memberikan penjelasan apa pun (berbeda dengan kitab-kitab Injil yang lain). Sekalipun demikian, Injil ini tidak semata-mata untuk orang Yahudi. Seperti amanat Yesus sendiri, Injil Matius pada hakikatnya ditujukan kepada seluruh gereja, serta dengan saksama menyatakan lingkup universal Injil (mis. Mat 2:1-12; Mat 8:11-12; Mat 13:38; Mat 21:43; Mat 28:18-20). Sehingga dengan melihat latar belakang si penulis maka Kitab Matius lebih mencirikan sebagai orang Yahudi tulen.

Latar Belakang Lukas
Sedangkankan Kibab Lukas ditulis oleh Lukas bukan salah satu dari 12 murid Yesus Kristus; Rupanya Lukas adalah seorang petobat Yunani, satu-satunya orang bukan Yahudi yang menulis sebuah kitab di dalam Alkitab. Roh Kudus mendorong dia untuk menulis kepada Teofilus (artinya, "seorang yang mengasihi Allah") guna memenuhi suatu kebutuhan dalam jemaat yang terdiri dari orang bukan Yahudi akan kisah yang lengkap mengenai permulaan kekristenan.
Mengenai Lukas terdapat beberapa ayat pendukung sebagai berikut : Dari surat-surat Paulus, kita mengetahui bahwa Lukas adalah seorang saudara "yang kekasih ... seorang dokter" (Kol 4:14) dan seorang teman sekerja Paulus yang setia (2Tim 4:11; File 1:24; bd. perikop-perikop di Kisah Para Rasul, lihat "PENDAHULUAN KISAH PARA RASUL" 08177). Dari penulisan Lukas sendiri kita mengetahui bahwa ia seorang yang berpendidikan tinggi, penulis yang terampil, sejarahwan yang teliti dan teolog yang diilhami. Ketika ia menulis Injilnya, agaknya gereja bukan Yahudi belum memiliki Injil yang lengkap atau yang tersebar luas mengenai Yesus. Matius menulis Injilnya pertama-tama bagi orang Yahudi, sedangkan Markus menulis sebuah Injil yang singkat bagi gereja di Roma. Orang percaya bukan Yahudi yang berbahasa Yunani memang memiliki kisah-kisah lisan mengenai Yesus yang diceritakan oleh para saksi mata, juga intisari tertulis yang pendek tetapi tidak suatu Injil yang lengkap dan sistematis (lih. Luk 1:1-4). Jadi, Lukas mulai menyelidiki segala peristiwa itu dengan saksama "dari asal mulanya" (Luk 1:3). Barangkali ia mengerjakan penelitiannya di Palestina sementara Paulus berada di penjara Kaisarea (Kis 21:17; Kis 23:23-26:32), dan menyelesaikan Injilnya menjelang akhir masa itu atau segera setelah ia tiba di Roma bersama dengan Paulus (Kis 28:16).

Kitab Lukas adalah kitab pertama dari kedua kitab yang dialamatkan kepada seorang bernama Teofilus (Luk 1:1,3; Kis 1:1). Lukas menulis kepada Teofilus (artinya, "seorang yang mengasihi Allah") sehingga gaya bahasa penulisan Lukas juga bukan gaya bahasa Yahudi tulen tetapi gaya bahasa Yahudi -Yunani.
Ada beberapa pendapat mengenai Silsilah Yesus Kristus menurut Matius dan Lukas yang menyatakan bahwa Kitab Matius mengurutkan silsilah dari garis Yusuf sedangkan Lukas melihat silsilah dari Maria.
Lukas mengurut Silsilah Yesus dari garis MARIA, ibu-Nya dan memulai silsilah Yesus naik sampai dengan Adam manusia pertama
Sedangkan Silsilah yang ditulis oleh Matius, mengurut Silsilah Yesus dari garis YUSUF ayah angkat Yesus, Yusuf adalah legal father bagi Yesus secara hukum Yahudi. Matius menulis Silsilah secara menurun dari bapa Abraham turun sampai Daud, lalu Salomo dan sampai kepada Yusuf ayah Yesus secara legal. Baik Matius maupun Lukas mencantumkan nama Yusuf (ayah Yesus secara hukum Yahudi). Tetapi Lukas mencatat nama Yesus anak Yusuf dalam artian Yusuf suami Maria, demikianlah hukum pencatatan genealogy yang berlaku di adat-istiadat orang Yahudi.

Memang terdapat perbedaan di sini, Matius mungkin melihat menurut tradisi Ibrani karena Yusuf adalah Ayah resmi dari Yesus sehingga Matius melihat silsilah dari garis Yusuf. Matius adalah orang Yahudi tulen karena tradisi Yahudi silsilah menurut garis keturunan laki laki, tetapi berbeda dengan Lukas ; kemungkinan Lukas yang keturunan Yahudi-Yunani tersebut menulis dari keturunan Maria karena Maria telah mengandung dari Roh Kudus sebelum menikah dengan Yusuf sehingga melihat dari garis silsilah Maria. Ada pendapat berbeda lagi terkait dengan silsilah Yesus Kristus menurut Matius dan Lukas yaitu karena Matius dan Lukas memiliki latar belakang berbeda dan Matius adalah salah satu dari 12 orang murid sedangkan Lukas bukan salah satu murid maka informasi terakurat berasal dari Kitab Matius tetapi Lukas juga dibenarkan karena informasi terkait dengan silsilah Yesus dia dapat dari Petrus salah satu dari 12 orang murid Yesus, hanya saja gaya penulisan dan latar belakang budaya penulis yang membedakannya. Kitab Matius dan Kitab Lukas sebenarnya mengarah pada sumber yang sama; orang orang yang tercantum dalam kedua Kitab tersebut adalah orang yang sama. Maksudnya adalah untuk orang yang sama penulisan nama antara Matius dan Lukas berbeda, misalnya saja nama kami " Dwi Hartoyo " ada yang menuliskan nama Dwi saja dan ada yang menuliskan Hartoyo saja tetapi penamaan tersebut ditulis 2 cara tetapi orangnya sama.
Terserah pembaca mau mengambil kesimpulan apa tetapi jika di telusuri baik dari garis keluarga Yusuf maupun garis keluarga Maria bertemu pada satu titik yaitu Daud. Yusuf dan Maria berasal dari keturunan Daud. Sekedar catatan : mereka yang meyakini bahwa silsilah Yesus Kristus dari garis keluarga Maria biasanya mereka mereka pengikut Kristen Katolik. Berdasarkan tradisi Ibrani, silsilah senantiasa ditulis menurut anak laki-laki dan Lukas menulis silsilah dari pihak Maria. Jadi Eli adalah ayah kandung Maria. Jika seandainya silsilah ini ditelusuri terus, ternyata Maria pun masih merupakan keturunan Daud. 
Kata "huios" dari jenis maskulin bermakna anak laki-laki, keturunan; jika dihubungkan dengan genitif seperti ayat diatas (huios iôsêph) bermakna "Yesus anak Yusuf, namun secara spesific, Lukas menjelaskannya dengan "menurut pandangan orang" maksudnya adalah "Yesus anak Yusuf secara hukum". 
Selanjutnya, setiap nama dalam silsilah Lukas menurut teks Yunani " kecuali Yusuf - didahului oleh kata tou yang identik dengan the dalam bahasa Inggris yaitu definite article (kata sandang definitif) dan kasusnya genitif, menyatakan sumber atau milik. Setiap orang Yunani atau yang membaca teks Yunani menyadari bahwa silsilah ini ditulis berdasarkan garis isteri Yusuf yaitu Maria. 

Menurut Talmud Yerusalem yaitu Kitab Hagigah 77:4, Maria adalah anak perempuan Eli, sesuai dengan ayat dalam Lukas 3:23-24 Maka penulisan "Yusuf anak Eli" adalah dalam pengertian "mantu".
Silsilah yang disajikan oleh Lukas itu adalah garis keturunan Yesus yang ditulis melalui nama-nama kaum pria dalam garis keturunan Maria (yang juga dari keturunan Daud). Penulisan cara demikian adalah berkaitan dengan cara/tradisi Yahudi. Karena menuliskan silsilah Yesus dari garis ibu, Lukas menekankan bahwa Yesus adalah anak kandung Maria. 
Sedangkan Matius menuliskan silsilah Yesus Kristus dari garis Yusuf (ayah Yesus secara hukum). Dengan demikian para penulis kitab Injil menegaskan bahwa Yesus berhak menjadi Mesias baik secara hukum maupun secara biologis. 


Silsilah Yesus dalam kitab Injil Matius
Injil Matius dimulai dengan silsilah Yesus Kristus dari garis keturunan Yusuf. Silsilah ini menunjukkan bahwa Yesus berasal dari keturunan Daud, dan karena itu adalah ahli warisnya. Injil ini juga menyatakan bahwa Yesus adalah anak Allah, dan Yusuf sebenarnya bukan ayah kandung Yesus. Namun secara hukum, Yusuf adalah ayah Yesus.
Silsilah Yesus, menurut Injil Matius terdiri dari 14 keturunan sejak Abraham hinggaDaud, 14 keturunan dari Daud hingga masa pembuangan ke Babel, dan 14 keturunan dari masa pembuangan ke Babel hingga Yesus Kristus:
Dari Abraham
hingga Daud
Dari Salomo hingga
masa pembuangan ke Babel
Dari masa pembuangan ke Babel
hingga Yesus
  1. Abraham
  2. Ishak
  3. Yakub
  4. Yehuda (a)
  5. Peres
  6. Hezron
  7. Ram
  8. Aminadab
  9. Nahason
  10. Salmon (b)
  11. Boas (c)
  12. Obed
  13. Isai
  14. Daud (d)
  1. Salomo
  2. Rehabeam
  3. Abia
  4. Asa
  5. Yosafat
  6. Yoram
  7. Uzia
  8. Yotam
  9. Ahas
  10. Hizkia
  11. Manasye
  12. Amon
  13. Yosia
  14. Yoyakim (Elyakim)*
  1. Yekhonya (Yoyakhin)
  2. Sealtiel
  3. Zerubabel
  4. Abihud
  5. Elyakim
  6. Azor
  7. Zadok
  8. Akhim
  9. Eliud
  10. Eleazar
  11. Matan
  12. Yakub
  13. Yusuf (e)
  14. Yesus
* Nama Yoyakim atau Elyakim (nama Yoyakim adalah nama pemberian dari Firaun Nekho), anak dari Yosia dan ayah dari Yekhonya tidak tercantum dalam Kitab Matius, tetapi tercantum di Kitab I Tawarikh 3:15-17.
Wanita-wanita dalam silsilah
  • (a) "dari Tamar", seorang Kanaan, menantu perempuan Yehuda.
  • (b) "dari Rahab", isterinya, seorang Kanaan, membantu mata-mata di Yerikho.
  • (c) "dari Rut", isterinya, seorang Moab.
  • (d) "dari isteri Uria", sebenarnya bernama Batsyeba, setelah suaminya mati, diperisteri oleh Daud.
  • (e) "suami Maria yang melahirkan Yesus"
Silsilah Yesus dalam kitab Injil Lukas ( Lukas 3 : 23-38 )
Di dalam Injil Lukas, Lukas 3:23-38, versi Alkitab Kabar Baik (BIS) dicatat: "3:23 Pada waktu Yesus mulai pekerjaan-Nya, Ia berumurkira-kira 30 tahun. Menurut pendapat orang, Ia anak Yusuf, anak Eli,3:24anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf,3:25anak Matica, anak Amos, anak Nahum, anak Hesli, anak Nagai,3:26anak Maat, anak Matica, anak Simei, anak Yosekh, anak Yoda,(3:27anak Yohanan, anak Resa, anak Zerubabel, anak Sealtiel, anak Neri,3:28anak Malkhi, anak Adi, anak Kosam, anak Elmadam, anak Er,3:29anak Yesua, anak Eliezer, anak Yorim, anak Matat, anak Lewi,3:30anak Simeon, anak Yehuda, anak Yusuf, anak Yonam, anak Elyakim,3:31anak Melea, anak Mina, anak Matata, anak Natan, anak Daud,3:32anak Isai, anak Obed, anak Boas, anak Salmon, anak Nahason,3:33anak Aminadab, anak Admin, anak Arni, anak Hezron, anak Peres, anak Yehuda,3:34anak Yakub, anak Ishak, anak Abraham, anak Terah, anak Nahor,3:35anak Serug, anak Rehu, anak Peleg, anak Eber, anak Salmon ,3:36anak Kenan , anak Arpakhsad, anak Sem, anak Nuh, anak Lamekh,3:37anak Metusalah, anak Henokh, anak Yared, anak Mahalaleel, anakKenan,3:38anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah."
Menurut Lukas, Yesus adalah keturunan Raja Daud melalui anaknya yang bernama Natan.

Sebuah catatan dalam Talmud mengatakan bahwa Eli adalah ayah Maria, jadi ayah mertua Yusuf.
Memang agak membingungkan tetapi untuk lebih jelasnya kami memberikan diagram Silsilah Yesus menurut Matius dan Menurut Lukas seperti gambar dibawah ini.



PENGGENAPAN NUBUAT 
Matius memperkenalkan Yesus sebagai penggenapan pengharapan Israel yang dinubuatkan. Beberapa penggenapan nubuatan tentang Yesus yang dicatatkan oleh Matius:
  • Yesus menggenapi nubuat Perjanjian Lama dalam hal: kelahiran-Nya (Matius 1:22-23)
  • tempat kelahiran (Matius 2:5-6)
  • peristiwa kembali dari Mesir (Matius 2:15)
  • tinggal di Nazaret (Matius 2:23)
  • Oknum yang didahului oleh perintis jalan Sang Mesias (Matius 3:1-3)
Daerah yang menjadi lokasi utama pelayanan-Nya di depan umum yaitu Nazaret (Matius 4:14-16)
  • Pelayanan kesembuhan (Matius 8:17)
  • Peranan selaku hamba Allah (Matius 12:17-21)
  • Ajaran dalam bentuk perumpamaan (Matius 13:34-35)
  • Peristiwa memasuki Yerusalem (Matius 21:4-5)
  • Peristiwa penangkapan-Nya (Matius 26:56)

Pentingnya Silsilah
Penggenapan nubuat para nabi mengenai Mesias
Sejumlah nabi menubuatkan bahwa Mesias (=Kristus, "Yang diurapi") akan dilahirkan dari garis keturunan raja Daud, antara lain:
  • Nabi Yesaya: Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. (Yesaya 9:7)
  • Nabi Yeremia: Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. (Yeremia 23:5)
  • Orang-orang Yahudi menuntut bahwa Mesias sejati harus dapat menunjukkan bukti silsilahnya dari Daud, seperti yang dicatat dalamInjil Yohanes pasal 7:
  • Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal. (Yohanes 7:42)
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: SILSILAH SANG MESIAS DAN PENYELAMAT DUNIA
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan