Selasa, 15 September 2015

TEOLOGI ILLAHI DAN TEOLOGI PEDAGANG

Pada postingan kali ini kami ingin memberikan pengertian kepada saudara tentang Teologi Illahi dan Teologi Pedagang. Secara garis besar teologi Illahi menekankan bahwa keselamatan itu hanya berasal dari pemberian Allah saja dan bukan hasil usaha manusia, dan keselamatan yang diberikan Allah adalah gratis ; sedangkan teologi pedagang adalah " Pahala " sebagai nilai tukar keselamatan. Sehingga manusia berupaya untuk mendapatkan upah " Pahala " dengan melakukan kebaikan kebaikan. Dan pada puncaknya nanti akan di timbang antara kebaikan dan kejahatannya.
Teologi Illahi
Teologi Illahi / Teologi Allah menyatakan bahwa keselamatan itu hanya berasal dari Allah. Teologi Allah lebih menekankan pada keselamatan yang berasal dari Allah sendiri. Keselamatan bukan upaya manusia untuk mencapainya tetapi keselamatan adalah pemberian dari Allah sendiri.
Ketika manusia jatuh dalam dosa dan dibuang ke bumi maka sejak saat itu ada jurang pemisah antara Allah dan manusia. Allah yang Maha Suci sedangkan manusia berdosa. Sehingga karena kasih Allah kepada manusia maka Allah tetap hadir dan memberikan pertolongan kepada manusia melalui perantara yaitu para Nabi. Yaitu orang yang dipilih oleh Allah sendiri sebagai kepanjangan tangan dari Allah. Puncak keselamatan dari Allah adalah ketika Allah sendiri yang berkarya dan menolong manusia. Sehingga Allah rela merendahkan diri menjadi manusia seperti yang tertulis dalam Yohanes 1 : 1-5 " yang demikian.
1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
:5. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
Keselamatan menurut teologi Illahi adalah pemberian Allah seperti yang tertulis dalam Efesus 2 :8 - 10 " Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. "
Disini ditegaskan bahwa keselamatan bukan hasil usaha manusia tetapi pemberian Allah. Dengan kata lain teologi Illahi mengatakan bahwa seberapa banyak kebaikan dan pahala yang kamu dapat tidak menjamin keselamatannya, karena keselamatan adalah pemberian Allah. Dan keselamatan yang diberikan Allah adalah keselamatan yang sejati dan gratis.
Yohanes 3:16 " Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. "
I Yohanes 4:9 " Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. "
Karena Allah telah menyediakan keselamatan di dalam Yesus Kristus dengan gratis maka demikian juga hendaknya kita mengasihi sesama kita juga dengan gratis
I Yohanes 4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
"Karena Anak Manusia (Isa Al-Masih) juga datang ... untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Injil Allah, Markus 10:45) "Dia (Isa Al-Masih) yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." (Injil Allah, Surat II Korintus 5:21) "Ia sendiri (Isa Al-Masih) telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran ...." (Injil Allah, Surat I Petrus 2:24).

Teologi Pedagang
Teologi yang lebih menekankan pada keselamatan yang dapat di perjual belikan. Dengan nilai tukar yaitu " Pahala ". Disini Allah bertindak sebagai pedagang ( Penjual ) dan manusia sebagai pembeli. Apa yang Allah jual ? yaitu keselamatan dan kenikmatan.. Alat tukar adalah " Pahala " sehingga manusia yang menggunakan teologi pedangang akan mengejar dan mencari " Pahala " sebanyak banyaknya. " Pahala " sebagai alat tukar seperti uang pada saat ini, dengan uang maka manusia bisa membeli apa saja dari Allah. Semakin banyak " Pahala " ( Uang ) maka semakin mudah untuk mendapatkan apa yang di inginkan. Dan pada akhir hayatnya nanti allah akan melakukan timbang - menimbang antara " Pahala baik " dan perbuatan keburukan. Dan jika lebih banyak kebaikan maka akan masuk surga dan jika sebaliknya akan masuk neraka. Seperti tertulis dalam Al Qur'an :
Al Anbiyaa' 47. " Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan."
Menurut Kitab Perjanjian Lama ( Kitab Taurat, Kitab Zabur ), Allah memiliki standart orang yang termasuk pilihan yang benar benar sulit di jalankan bagi manusia. Bahkan para nabi pun tidak dapat menjalankannya sepenuhnya. Hal ini karena pada dasarnya manusia adalah lemah, sehingga kalau boleh jujur adalah tidak ada manusia yang 100 % suci dan sepanjang perjalanan hidup manusia lebih banyak perbuatan tercela ( tidak sesuai dengan kehendak Allah ) dibandingkan dengan perbuatan yang sesuai dengan kehendak Allah.
Untuk menutupi kelemahan dari Teologi Pedagang maka mereka memiliki metode penyelamatan sebagai jalan tengah yaitu Ibadah Haji. Dimana ibadah haji merupakan ibadah yang paling utama, dengan mengikuti ibadah haji maka penganut teologi pedagang bisa dimenangkan yaitu dihapusnya dosa dosanya.
Teologi pedagang mengharapkan melakukan 5 pahala dengan harapan Allah bisa memberikan 100 bahkan lebih pahala. ini seperti yang tertulis dalam Al Qur'an sebagai berikut :
Al An'aam 160. " Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). "
Al Maa'idah 9. " Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. "
An Nisaa' 40. Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar[298]. Keterangan : [298]. Maksudnya: Allah tidak akan mengurangi pahala orang-orang yang mengerjakan kebajikan walaupun sebesar zarrah, bahkan kalau dia berbuat baik pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allah.
An Nahl 97. "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. "
Keterangan : [839]. Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.
Al Qashash 84. Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.
Bahkan dalam teologi pedagang digambarkan dalam urusan pinjam meminjam. Dimana Allah meminjam sesuatu dari manusia dan nanti Allah akan memberikan yang lebih dari apa yang Dia pinjam seperti dalam Al Qur'an berikut ini :
Al Hadiid 11. Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.
Dan pada beberapa ayat dalam Al Qur'an juga mengakui bahwa pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Mungkin pengertian pertolongan dan keselamatan beda menurut teologi pedagang. Ayat tersebut seperti tertulis dalam Al Qur'an sebagai berikut :
Al Kahfi 44. " Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan. "
Kembali lagi bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang 100 % sempurna dihadapan Allah. Karena Kitab Taurat maupun Kitab Zabur menjelaskan syarat syarat agar manusia sempurna di hadapan Allah. Bahkan para nabi pun masih memiliki kelemahan dan kekurangan. Ini Karena standart yang diberikan Tuhan Allah sangat tinggi sehingga manusia tidak mungkin bisa melakukan kesempurnaan hingga 100 % dihadapan Allah yaitu hidup kudus dihadapan Allah.
Tidak ada seorangpun manusia yang mampu hidup kudus dan benar secara sempurna di hadapan Allah. Tetapi manusia mencari jalan dengan kekuatan sendiri melalui amal, kebaikan dan perbuatan untuk dibenarkan di hadapan Allah dan kembali menjadi anak Allah. Apabila Anda merasa diri Anda seorang yang baik, apakah Anda bisa berkata Anda tidak pernah berbuat dosa? Allah adalah Allah yang suci dan kudus, sehingga tidak ada seorangpun manusia berdosa yang tahan berdiri di hadapanNya dan layak masuk dalam kerajaan Surga.
Memahami hal seperti tersebut diatas maka ajaran teologi pedagang memberikan solusi sebagai penetral bahwa manusia tidak ada yang sempurnda dan hidup kudus dihadapan Allah yaitu ibadah haji. Ibadah haji adalah salah satu ibadah yang paling utama, berdasarkan hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam :

"Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ditanya: 'Amal ibadah apakah yang paling utama?' Beliau bersabda: 'Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya'. Dikatakan (kepadanya): 'Kemudian apa?' Beliau bersabda: 'Jihad dijalan Allah'. Dikatakan (kepadanya): 'Kemudian apa?' Beliau bersabda: 'Haji yang mabrur.'"( HR. Al-Bukhari dan Muslim, lihat Shahih at-Targhiib wat Tarhiib oleh al-Albani 3/3 hadits No. 1093. )
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata,
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya, "Amalan apa yang paling afdhol?" Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya." Ada yang bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?" Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Jihad di jalan Allah." Ada yang bertanya kembali, "Kemudian apa lagi?" "Haji mabrur", jawab Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam." (HR. Bukhari no. 1519)
Ibadah haji sebagai penghapus dosa, berdasarkan hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam :
"Barangsiapa yang mengerjakan ibadah haji dan dia tidak melakukan jima' dan tidak pula melakukan perbuatan dosa, dia akan kembali dari dosa-dosanya seperti pada hari ketika ia dilahirkan ibunya." ( HR. Al-Bukhari, Muslim, an-Nasa-i, Ibnu Majah dan at-Tirmidzi )
Haji akan menghapuskan kesalahaan dan dosa-dosa
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Siapa yang berhaji ke Ka'bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya." (HR. Bukhari no. 1521).
Balasan bagi haji mabrur adalah Surga, berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam :
"Umrah (yang pertama) kepada umrah yang berikutnya sebagai kaffarat (peng-hapus) bagi (dosa) yang dilakukan di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya, melainkan Surga." ( HR. Malik, al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa-i dan Ibnu Majah). Lihat Shahih at-Targhiib No. 1096. )
Dan dari Jabir bin 'Abdillah dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam , beliau bersabda: "Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali Surga. Dikatakan (kepada beliau): 'Apakah bentuk bakti dalam haji itu?' Beliau ber-kata: 'Memberi makanan dan berbicara yang baik.'"( HR. Ahmad, ath-Thabrani, Ibnu Khuzaimah, al-Baihaqi dan al-Hakim. Al-Albani berkata: "Shahih lighairihi, lihat Shahih at-Targhiib" No. 1104) )
Kembali lagi kepada proses jual beli dalam ibadah haji, mengingat ibadah haji hanya diperuntukkan bagi mereka yang mampu ? lalu bagaimana bagi penganut teologi pedagang yang tidak mampu ?. Jika ditelaah lebih dalam maka proses jual beli terjadi yaitu hanya mereka yang berduit dan kaya yang diselamatkan. Tidak peduli berapa jahat dan besarnya dosa dosa yang telah dia lakukan. Misalnya saja karena dia kaya dan setiap tahun bisa melakukan haji maka bisa dipastikan orang tersebut masuk surga. Tidak peduli perbuatannya dalam menumpuk harga, yang menyakiti sesamanya, memeras dan berbuat tidak adil selama hidupnya bahkan jika dia setiap hari menumpahkan darah saudaranya ( membunuh manusia lain ) maka menurut teologi pedagang ini dia akan masuk surga asal dia bisa menunaikan ibadah haji. Disini tidak adil bagi mereka yang tidak mampu dan hidupnya serba kekurangan. Bahkan yang menurut kami tidak habis pikir adalah titip ibadah haji dengan membayar sejumlah uang kepada orang yang menunaikan ibadah haji dan membawa foto orang yang di titip maka orang itu juga sama dengan telah mengikuti ibadah haji.

Karena alasan tersebut diatas maka kami secara pribadi lebih memilih teologi Illahi daripada teologi pedagang. Karena menurut kami teologi pedagang adalah teologi yang tidak masuk akal dan mengada ada.
Cara satu-satunya supaya kita bisa dibenarkan dan masuk surga adalah dibenarkan oleh Allah melalui iman dan pengorbanan Yesus yang merupakan Allah yang menjelma menjadi manusia yang dilahirkan oleh perawan Maria. Oleh karena dosa kita, Ia dibunuh dan disalib walau dia tidak pernah berbuat dosa, tetapi pada hari yang ke tiga Dia bangkit dan menang atas maut sehingga Ia mampu mengaruniakan keselamatan dan kebangkitan bagi tiap orang yang percaya kepadaNya. Puji Tuhan!!
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya barangsiapa percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal", demikian firman Tuhan dari Yohanes 3:16
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: TEOLOGI ILLAHI DAN TEOLOGI PEDAGANG
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan