Senin, 28 September 2015

TUBUH JASMANI KETIKA RAPTURE (PENGANGKATAN)

Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. (1 Tesalonika 4:17)
Rapture adalah peristiwa pengangkatan umat Allah, menyambut kedatangan Tuhan Yesus di awan-awan. Pada waktu itu orang percaya yang masih hidup diangkat dalam awan menyongsong Tuhan Yesus di angkasa.
Proses Rapture
Umumnya orang hanya terpaku pada “pengangkatan”, padahal ada satu hal penting yang bisa dipelajari. Di dalam proses rapture terhadap orang percaya yang masih hidup, ada 2 tahap yaitu :
1. Tubuh jasmani diubah dalam sekejap mata menjadi tubuh kemuliaan surgawi.
Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. semua akan diubah. (1 Korintus 15:51)
2. Dengan tubuh surgawi ini, orang percaya diangkat ke awan menyongsong Tuhan Yesus.
Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. (1 Tesalonika 4:17)
Diubah dalam sekejap
Orang yang masih hidup tubuhnya diubah dalam sekejap mata. Bagaimana kita bisa memahami peristiwa yang sangat ajaib dan agung ini? Ternyata Alkitab sudah menyediakan jawabannya. Tuhan Yesus menunjukkan dengan jelas apa yang terjadi pada saat pengubahan tubuh, dengan contoh diriNya sendiri.
Setelah peristiwa penyaliban, tubuh Tuhan Yesus dibungkus kain kafan dan dimasukkan ke dalam kubur batu milik Yusuf dari Arimatea. Pada hari Paskah, para perempuan pergi ke kubur dengan membawa rempah-rempah, tetapi mereka mendapati batu penutup kubur terbuka dan Tuhan Yesus tidak ada di dalamnya, hanya ada kain kafan terletak di tanah dan kain peluh tergulung di tempat lain.
Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. (Yohanes 20:5-7)
Tuhan Yesus bangkit! Kemudian selama 40 hari Dia menampakkan diri, dan yang sangat ajaib adalah Tuhan Yesus bangkit dengan tubuh jasmaninya, bukan hanya RohNya. Ini dibuktikan dengan permintaanNya kepada para murid untuk meraba badanNya, meminta ikan dan memakan di depan mata mereka.
Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. (Lukas 24:39-43)
Jadi tubuh jasmani Tuhan Yesus benar-benar bangkit. Tapi bagaimana caranya? Apakah RohNya kembali lagi ke tubuhNya kemudian melepaskan kain kafan atau dengan cara yang lain? Untuk pertanyaan ini Tuhan Yesus menyediakan jawaban dengan bukti-bukti yang terdapat di kain kafanNya.
Di Katedral Santo Yohanes Pembaptis di kota Turin (Torino) Italia, disimpan kain kafan yang diyakini digunakan untuk membungkus tubuh Tuhan Yesus setelah disalibkan. Di kain itu tercetak semua bekas luka dari ujung kaki hingga kepala. Juga didapati gambar di tempat-tempat di mana kain tidak bersentuhan dengan tubuh. Hitam-putihnya gambar tergantung dari jarak dekat-jauh antara tubuh dan kain.
Para ahli menyimpulkan bahwa gambar terjadi karena suatu radiasi cahaya dari tubuh itu sendiri. Tidak didapati tanda-tanda adanya pergeseran tubuh dalam Kain Kafan; tubuh seperti lenyap begitu saja dari Kain Kafan. Struktur serabut kain sebelah dalam sama sekali tidak rusak, seperti jika kain dibuka dari balutan luka berdarah yang sudah kering. Peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus ini, adalah penggambaran yang nyata dari 1 Korintus 15:51, yaitu : dalam sekejap mata tubuh jasmani dirubah menjadi tubuh surgawi.
Diubah menjadi tubuh surgawi
Pada saat bangkit dari mati, hanya tubuh Tuhan Yesus yang diubah menjadi tubuh surgawi, sedangkan semua benda dunia yang membungkusnya tetap tinggal di tempat, seperti kain kafan dan kain peluh. Hal yang sama juga akan terjadi pada saat rapture.
Ketika sangkakala berbunyi, maka dalam sekejap mata tubuh jasmani orang percaya diubah menjadi tubuh surgawi. Seperti Tuhan Yesus yang bangkit dari mati tidak bisa dihalangi oleh kain kafan, para umat Allah dalam tubuh surgawinya tidak bisa dihalangi oleh pakaian dan semua aksesoris (jam, cincin, kaca mata, soft lens, bekel, dll) yang sedang dipakai. Semua benda duniawi itu akan ditinggal di tempat, lepas jatuh begitu saja seperti kain kafan Tuhan Yesus yang terletak di tanah.
Pada saat tubuh jasmani orang percaya di seluruh dunia diubah menjadi tubuh surgawi, akan terjadi kegemparan besar di dunia, karena dalam sekejap mata tubuh mereka hilang dengan meninggalkan pakaian dan semua aksesorisnya di tempat. Orang-orang yang dilanda kegemparan mengidentifikasi siapa yang hilang dalam pengangkatan dengan menandai pakaian dan aksesoris yang tertinggal di bumi ...
Mempersiapkan tubuh jasmani
Melihat proses yang terjadi pada saat rapture, orang percaya akan terangkat ke ke angkasa jika tubuh jasmaninya sudah diubah menjadi tubuh surgawi. Di sinilah pentingnya semua orang percaya selain mempersiapkan roh juga harus benar-benar mempersiapkan tubuh jasmaninya. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa untuk bisa bertemu dengan Bapa di surga orang percaya harus hidup dalam kekudusan. Bagaimana dengan orang Kristen yang masih bergumul dalam dosa, apakah bisa bertemu dengan Bapa?
Sebelum masa rapture, mereka bisa bertemu dengan Bapa, tetapi tubuhnya harus ditinggal di dunia. Banyak orang Kristen akhir-akhir ini yang menderita berbagai penyakit dan meninggal dengan tubuh yang sangat kepayahan, akan tetapi rohnya menyala-nyala bertemu dengan Tuhan. Tubuhnya jasmaninya ditinggal dengan penderitaan karena terikat dengan berbagai dosa. Setan memiliki hak atas tubuhnya. Tetapi karena rohnya diserahkan kepada Tuhan, maka kematiaan dihadapi dengan penuh sukacita dan wajah yang bercahaya.
Rapture atau pengangkatan adalah peristiwa yang sangat dahsyat, di mana umat Allah pada saat itu bertemu Tuhan bukan hanya di dalam roh, tetapi juga dengan tubuhnya! Tubuh jasmani yang diubah dalam sekejap mata menjadi tubuh surgawi. Supaya tubuh jasmani ini bisa diubah, maka umat percaya harus terus menerus mempersiapkan dan menjaga kekudusannya.
Kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. (Ibrani 12:14)
Orang Kristen yang tidak menjaga kekudusan dan hidup mencemarkan tubuh (merokok, mabuk, pesta pora, hidup dalam kenajisan, dll.) maka tubuh jasmaninya tidak bisa diubah menjadi tubuh surgawi pada saat rapture. Di dalam tubuh jasmani, mereka tidak bisa diangkat menyongsong Tuhan Yesus di angkasa. Mereka akan tertinggal di bumi menghadapi penganiayaan iblis pada masa Tribulasi.
Para umat Allah sebaiknya mulai sekarang mempersiapkan tubuh jasmani dan rohnya untuk menyambut peristiwa agung pengangkatan, dengan cara :
1. Bergaul intim dengan Tuhan Yesus
Setiap hari bertemu dengan Tuhan dalam pujian, penyembahan, duduk diam mendengarkan Tuhan berbicara melalui pembacaan FirmanNya serta tekun dalam doa.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yohanes 15:3,4)
2. Tekun berdoa puasa
Di dalam doa puasa, orang percaya dididik untuk merendahkan diri, menyalibkan kedagingan dan mengisinya dengan Firman Tuhan.
Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. (Matius 4:4)
3. Selalu menjaga kekudusan hidup
Kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. (Ibrani 12:14)
4. "Makan Firman" setiap ada waktu dan menjadi pelaku Firman Tuhan dengan setia.
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (Matius 7:21)
Tetap semangat di dalam Firman Tuhan dan Langkah Iman.

Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: TUBUH JASMANI KETIKA RAPTURE (PENGANGKATAN)
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan