Wednesday, December 30, 2015

Kesaksian - Rapture Sudah Datang

PENGANGKATAN SUDAH DEKAT – Kesaksian Adebayo Ademujimi




Saudara yang terkasih: Berikut ini adalah kesaksian yang menakjubkan dari Saudara Adebayo Ademujimi dari Nigeria yang saya yakin tidak ada sesuatu yang kebetulan bagi saya untuk menerima dan saya membagikan pesan ini. Saudara Adebayo mendapatkan apa yang saudara sebut dengan "pengalaman mendekati kematian" dan bertemu dengan KRISTUS. Dia tidak mati tapi dikirim kembali untuk memperingatkan kita mengenai kedekatan pengangkatan! Saya tahu pesan ini akurat - dan inilah mengapa:

Inilah apa yang Saudara Adebayo katakan: Yesus kemudian secara khusus mengatakan bahwa Dia mengirim saya kembali ke dunia untuk tujuan tertentu: untuk memberitahu orang-orang bahwa KEDATANGAN-NYA SANGAT, SANGAT DEKAT dan FAKTANYA ADALAH KURANG DARI '1 JAM'

Saya, (Susan) dan yang lain-lain telah mendengar dari TUHAN - "tersisa beberapa detik lagi" dan bahwa pengangkatan sekarang sudah dekat ...

Saudara Adebayo mengatakan ini: Dia (KRISTUS) sekarang menambahkan bahwa segala sesuatu sudah siap di Surga untuk kedatangan-Nya tetapi hanya sedikit yang siap; HANYA SEPERTI SETETES AIR DI DALAM MANGKUK.

Pernyataan ini mengejutkan saya karena TUHAN sering kali mengatakan kepada saya bahwa sangat SEDIKIT yang akan diangkat - ketika Saudara Adebayo diberitahu SEPERTI SETETES AIR DI DALAM MANGKUK - Saya tertegun karena TUHAN suatu waktu pernah mengatakan kepada saya bahwa jumlah orang yang diangkat akan "SEPERTI BUTIRAN DI ATAS MEJA PERJAMUA." Saya tahu kesaksian ini benar. Inilah kesaksiannya:

SEBUAH KESAKSIAN PERJALANAN SAYA KE SURGA DENGAN YESUS: PESAN MENDESAK DARI TUAN

Oleh anugerah khusus Elohim, saya masuk ke dalam Injil Yesus Kristus beberapa tahun yang lalu. Sementara mengakui dosa-dosa dan saya berlutut dalam doa, memohon pengampunan dengan iman dalam darah Yesus Kristus, Yesus menunjukkan belas kasihan dan menyelamatkan jiwa saya (saya dilahirkan kembali). Saya maju terus dalam doa; Dia menguduskan jiwa saya dan kemudian membaptis saya dengan Roh Kudus dan api.

Pada hari Kamis, 30 Juli 2015, saya mendengar suara suara yang berkata kepada saya, "kau akan memulai perjalanan di mana kau bisa kembali atau tidak." Hal ini terjadi tepat di kemah ketika saya sedang berdoa dengan berlutut, segera setelah acara Faith Clinic yang dibawakan oleh pemimpin saya selama Konferensi Pekerja yang mendahului pertemuan kamp tahunan “The Apostolic Church”  baru-baru ini di Faith City, Igbesa, Ogun, Nigeria. Setelah itu, saya mulai merasakan penyakit yang aneh dalam tubuh saya yang membuat orang bertanya apa yang terjadi pada saya. Dalam iman, saya menjawab, "Semua baik-baik saja."

Pada pkl 00:02 pada hari Minggu, 2 Agustus 2015 ketika saya sedang tidur di asrama di mana saya ditempatkan, tangan yang tak terlihat membangunkan saya dan saya mendengar suara yang sama lagi. Kali ini memberitahu saya untuk pergi ke Kemah untuk berdoa. Pada saat ini, saya sangat sakit dan merasa seolah-olah kepala saya mau pecah. Karena itu, saya mulai berdoa dengan berbisik sambil saya berbaring. Setelah beberapa keengganan, saya mendengar suara yang sama lagi mengatakan, "Pergi ke kemah dan Aku akan menyembuhkan engkau." Dalam ketaatan, saya berhasil bangkit dan pergi ke kemah. Pada saat berada di sana, saya menyatakan permintaan doa kepada Tuhan untuk kesembuhan. Saya tidak punya kekuatan untuk berlutut lagi tapi hanya bisa berbaring di altar untuk berdoa. Saya memberi isyarat ke usher terdekat untuk memanggilkan seorang hamba Tuhan di sekitar tempat itu untuk berdoa bagi saya. Pada saat itu, tampaknya semua akan berakhir. Saya ingat usher itu datang kembali sendirian, berlutut di samping saya dan mulai berdoa untuk saya. (Setelah seluruh kejadian itu, usher itu kemudian menceritakan kepada saya bahwa dia melakukan itu atas perintah hamba Tuhan yang ia temui dan bahwa dalam perjalanan kembali dia mendengar suara Yesus yang memberiahu bahwa saya mendapat serangan panah setan). Saat ia berdoa untuk saya, saya menyadari kekuatan saya berkurang dan suara saya mulai pelan secara bertahap ketika saya menjawab "Amin" sampai saya tidak bisa mengucapkan kata-kata lagi. Itu saja yang saya ingat saat saya berada di situ. 


Kemudian saya menyadari bahwa saya (roh saya) keluar dari tubuh saya; dan ketika roh saya berdiri, saya melihat tubuh saya berbaring di lantai dengan panah yang ditembakkan ke tubuh saya. Saat saya berpaling dari tubuh saya, saya melihat Tuhan Yesus berdiri di samping saya, penuh kemuliaan dan dengan wajah yang bercahaya, begitu bersinar sehingga saya tidak bisa melihat wajah-Nya. Dia mengatakan kepada saya untuk melihat ke dalam kegelapan di bagian barat kemah (sisi barat Paviliyun). Saya melihat beberapa orang di dalam kegelapan menembak panah ke tubuh saya yang terbaring di lantai (kemudian saya menyadari bahwa penyakit itu sebagai akibat dari serangan itu). Saya kemudian bertanya dengan cemas kepada-Nya, siapa mereka yang menembakkan panah itu, tapi Dia bilang bahwa saya tidak perlu mengetahui mereka.

Dalam sekejap mata, kami keluar dari kemah dan berada dalam suasana yang sangat berbeda; Tempat itu penuh dengan kemuliaan: rumah-rumah yang indah, pemandangan yang mengagumkan, tiada kata-kata yang bisa mengungkapkan. Saya segera tahu bahwa kami berada di Surga. Kemudian Yesus membawa saya ke sebuah rumah yang sangat indah yang saya tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata. Itu adalah kedua kalinya Dia membawa saya ke rumah tertentu. (Kejadian pertama adalah pada kesaksian sebelumnya ketika Dia membawa saya ke surga). Di sana saya melihat orang-orang yang mengenakan pakaian putih seperti saya yang bergerak menuju sisi lain dari Surga bersama-sama dengan saya. Kemudian saya datang ke sebuah sungai di depan saya, dan saat saya mencoba untuk menyeberang, saya tidak bisa, sementara yang lain yang memakai pakaian putih yang sama dapat melakukannya secara bebas. Semakin saya mencoba, semakin sulit dan Yesus menatap saya. Yang mengarahkan saya agar meminta Yesus untuk membiarkan saya menyeberang. Tapi Dia menjawab bahwa "Mereka yang menyeberang tidak bisa kembali ke bumi". Saya kemudian mulai memohon kepada-Nya untuk membiarkan saya menyeberangi sungai sehingga saya tidak akan kembali ke bumi untuk menghindari rasa sakit dan perjuangan yang saya alami di bumi. Kemudian, Tuhan Yesus mengatakan kepada saya dia tidak akan membiarkan tubuh saya untuk dibawa pulang dari pertemuan kamp tersebut, sehingga kematian saya tidak membuat orang menjauh dari-Nya. Pada saat itu, saya tidak ingat saya memiliki istri, anak atau harta duniawi.

Ketika Yesus tidak mengizinkan saya, terlepas dari permohonan gigih saya untuk membiarkan saya menyeberang, saya mengingatkan-Nya mengenai penderitaan saya di bumi. Saat itulah Yesus kemudian mengatakan kepada saya bahwa Dia mengijinkan semuanya terjad. (Umumnya banyak hal yang tidak enak yang saya alami dari masa kanak-kanak dan bahkan terus setelah saya bertemu Kristus; dari satu pertempuran kepada perjuangan yang lain). Kemudian, Tuhan Yesus melanjutkan dengan mengutip Wahyu 13: 7 "Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. "Untuk sukacita saya , Ia juga menambahkan Wahyu 12:11 "Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut." Setelah menyadari keseriusan-Nya agar tidak membiarkan saya selesai, saya bertanya mengenai mendiang Rev. Soyinka, penilik(Orang yang mendapat karunia) Afrika kedua Afrika di Gereja Apostolic Faith. Dia menjawab, "dia adalah hamba-Ku yang benar dan sekarang ada di sini (Surga) bersama-Ku". Aku bertanya lebih lanjut dari penilik Afrika yang ketiga, mendiang Rev. Paul Akazue. Dia bilang bahwa hamba Tuhan tersebut ada bersama-Nya di Surga. Karena memiliki cedera yang diderita, maka Ia harus membawanya pulang lebih awal agar ia tidak menderita.

Dalam sekejap mata, kami kembali ke kemah di kamp dan Tuhan membawa saya ke pusat penginapan yang berbeda untuk berkemah. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah tempat penginapan pemimpin saya di mana kami bertemu, berdoa dan berlutut di malam hari (ini menyenangkan hati saya). Kami pergi ke penginapan asrama lantai atas, di atas "Pusat Informasi" di mana saya ditempatkan dengan pelayan-pelayan yang lainnya. Kami melihat orang-orang yang tidur secara fisik, tetapi banyak, menurut Yesus, yang lebih tertidur secara rohani. Yesus menunjuk pendeta saya yang secara fisik tidur tapi tidak tidur secara rohani dan berkata; "dia milik-Ku". Kami kemudian mendapati diri (Yesus dan saya) kembali ke kemah. Sementara itu, kami tidak pernah berjalan melalui satu per satu dari tempat-tempat itu. Pergerakan kami itu secepat kecepatan pikiran. Ada orang-orang berdoa dengan sungguh-sungguh di kemah tetapi Tuhan Yesus mengatakan sesuatu yang sangat menyedihkan. Dia mengatakan orang0orang tidak siap untuk kedatangan-Nya. Saya terkejut melihat itu dan sekarang bertanya tentang orang-orang yang berdoa. Untuk menanggapinya, Dia mengatakan bahwa banyak dari mereka yang BERADA DI DALAM RUMAH DAN MENANGIS KEPADANYA UNTUK MENYELAMATKAN MEREKA NAMUN MEREKA MENOLAK UNTUK MEMBIARKAN-NYA MELAKUKAN PENYELAMATAN DENGAN MENGUNCI PINTU RUANGAN SEMENTARA DIA (YESUS) MENUNGGU DI LUAR UNTUK MEMBEBASKAN MEREKA TETAPI TIDAK BISA MASUK KARENA PINTU YANG TERKUNCI. Yesus juga menambahkan bahwa orang-orang saat ini mementingkan "semua hal ini" di mana Ia berjanji akan menambahkannya dengan mudah jika mereka mencari dahulu Kerajaan Elohim, dan kebenarannya. (Matius 6:33 "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.").

Dia melanjutkan lebih jauh mengatakan banyak yang awalnya nama mereka ditulis dalam Kitab Kehidupan tetapi karena kepedulian dan pengejaran akan hal-hal dari dunia ini, mereka lupa untuk mempersiapkan kedatangan-Nya, dan nama-nama mereka dihapus dari Kitab Kehidupan. Mereka tidak ingat RUMAH/PULANG lagi tetapi malah berdoa untuk hal-hal duniawi, "semua hal ini", sementara lupa untuk terus "mencari dahulu Kerajaan Elohim dan kebenaran-Nya". Menariknya, Dia mengatakan bahwa Dia masih memiliki sedikit orang yang memperbaharui dan mempertahankan nama mereka di dalam Kitab Kehidupan sehari-hari dengan membasuh dalam darah-Nya. Dia sekarang menambahkan bahwa segala sesuatu sudah diatur di Surga untuk kedatangan-Nya tetapi hanya sedikit yang siap; seperti setetes air dalam mangkuk. Kemudian Yesus secara khusus mengatakan bahwa Dia mengirim saya kembali ke dunia untuk tujuan tertentu: untuk memberitahu orang-orang bahwa KEDATANGAN-NYA SANGAT, SANGAT DEKAT dan FAKTANYA ADALAH KURANG DARI '1 JAM'. Ia juga memberikan pesan tertentu untuk disampaikan kepada istri saya (yang saat itu saya ingat bahwa saya sudah menikah dan memiliki anak). Saya kemudian bertanya kepada Yesus bagaimana bisa? Karena saya bukan seorang pendeta, dank juga bukan seorang penilik maupun manusia yang pandai berkata-kata? Tuhan Yesus menjawab dan berkata bahwa Dia akan membantu saya kapanpun dan dimanapun saya untuk memberikan kesaksian.

Yesus menambahkan bahwa akan ada tiga kategori orang yang akan mendengarkan kesaksian saya. Yang pertama akan mendengarkan dan menyebarkannya, kelompok kedua akan mendengar dan mengubah cara mereka dan Dia akan menyelamatkan mereka, kelompok ketiga akan mengabaikan peringatan itu dan binasa. Yesus Kristus memberikan salam dan ucapan selamat kepada saya, tapi saya tidak menjawab karena saya tidak senang karena Dia ingin saya kembali. Tetapi saya mengetahui bahwa di dalam saya, DIA berkata, "Aku akan menyertai engkau."

Yesus lalu meminta saya untuk kembali ke tubuh saya yang terbaring di lantai di atas altar di kemah. Ketika saya enggan, Dia memerintahkan saya untuk kedua kalinya dan saya masuk kembali ke tubuh. Itulah di mana saya bangun dan mulai menangis. Saya masih melihat Yesus Kristus berdiri saat saya berdiri secara fisik dan saya melihat sakit kepala dan seluruh penyakit telah menghilang. Yesus Kristus kemudian lenyap dari pandangan saya sementara saya berbagi kesaksian dengan usher yang berdoa dengan saya itu. Saya pulang ke Akure, Ondo State, Nigeria di hari Minggu. Saya kemudian terkejut mendengar bahwa pemimpin saya mengatakan dalam khotbahnya pada hari itu bahwa Yesus mengatakan kepadanya bahwa banyak nama telah dihapus dari Kitab Kehidupan tetapi berjanji untuk membebaskan mereka jika mereka mau bertobat dan berdoa. Hal itu juga disebutkan dalam kata-kata selanjutnya tentang nasihat selama pertemuan di kamp bahwa banyak yang setengah-mati secara rohani dan mengejar hal-hal materi dalam doa mereka. Ini menegaskan Roh Elohim adalah satu.

RAPTURE/PENGANGKATAN BISA TERJADI SETIAP SAAT SEKARANG. Jika saudara belum memberikan hidup saudara kepada Kristus, atau sudah tergelincir dalam fokus saudara, tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang untuk berubah dan membenahi semua kesalahan! Silakan berdoa dan membuat keputusan hari ini. Manakah dari tiga kelompok ini yang saudara inginkan? Saya meminta saudara agar menjadi bagian dari orang-orang yang akan mengubah cara mereka dan juga mengambil bagian dalam membagi pesan. Jangan siman pesan ini untuk diri saudara sendiri, bantu bagikan dengan orang-orang sebanyak yang saudara bisa dan yang saudara temui di manapun. INGAT, KITA TIDAK PUNYA WAKTU LAGI; KURANG DARI 1 JAM! BERSIAPLAH!

Adebayo Ademujimi

Print Friendly and PDF

Impian Bangsa Indonesia

Print Friendly and PDF

8 Ciri Ajaran Hyper Grace

YPERGRACE’

8 Tanda Gereja ‘Hypergrace’

Beberapa dekade terakhir, kita telah melihat penurunan dramatis dalam doktrin dan khotbah berdasarkan Alkitab.
Selain itu, seluruh gereja-gereja dan gerakan telah berorientasi diri untuk pemahaman yang menyimpang dari Injil dengan mengemban sebuah “HYPERGRACE”  (Saya diberitahu bahkan ada sebuah stasiun televisi baru yang ditujukan untuk pandangan ini dari “kasih karunia”). Ini sejenis OSAS.

Selain itu, banyak gereja dan pengkhotbah menolak untuk mengambil sikap terhadap dosa dan jarang atau bahkan tidak pernah menyebutkan perlunya pertobatan atau topik seperti neraka dan penghakiman. Banyak dari gereja-gereja yang sama memungkinkan orang untuk melayani di musik, sebagai pemimpin kelompok kecil dan bahkan sebagai pelayanan tanpa punya pertanggungjawaban pribadi, di satu sisi mereka melayani, disisi lain mereka melakukan pelecehan atau penyimpangan seksual dan bahkan secara teratur terlibat dalam mabuk-mabukan !

Ini bukan hal yang baru. Selama berabad-abad tubuh Kristus telah bergumul dengan sesuatu yang disebut antinomianisme (anti berarti “melawan”; nomos berarti “hukum”). Ini adalah keyakinan bahwa hukum moral Perjanjian Lama telah dilakukan lagi lebih jauh, dan mereka percaya bahwa sekali kita di dalam Kristus, selalu ada kasih karunia di mana kita hampir dapat hidup dengan cara apapun yang kita inginkan karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia .
Jadi, menurut pandangan ini, Perjanjian Lama ini tidak lagi penting untuk dibaca dan itu hanya sebagai metafora jenis dan simbol mengenai kedatangan Kristus. Menurut mereka Perjanjian Baru adalah semua tentang kasih karunia dan tidak jauh dengan Hukum Perjanjian Lama !

INI SALAH DAN SESAT !!!

Tentu saja, rasul Paulus memperingatkan terhadap hal semacam ini di Roma 6: 1-2 ketika ia secara retoris bertanya, apakah boleh kita terus berada dalam dosa, karena rahmat Tuhan berlimpah?
Jawabannya: Tuhan melarang ! Bagaimana kita yang sudah mati bagi dosa, masih dapat hidup lagi di dalam dosa dan senantiasa melakukan dosa itu ?

Yudas 1:3 (TB)  Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.

Orang-orang fasik di antara mereka yang menolak kasih karunia Allah kita untuk lisensi untuk berbuat dosa. Terbukti ini bebas tenggang pengkhotbah yang memutar Kitab Suci dengan mengajarkan bahwa “kita tidak lagi di bawah hukum Taurat” berarti “kita tidak lagi memiliki kewajiban untuk mematuhi hukum moral Allah sekali kita diselamatkan.”

Ini terlepas dari masing-masing Sepuluh Perintah Allah yang langsung dikutip atau diajarkan secara tidak langsung dalam Perjanjian Baru. Contoh kutipan yang tepat adalah Efesus 6: 1-3, yang mengutip perintah kelima; Yakobus 2:11, yang mengutip perintah keenam dan ketujuh (tentang pembunuhan dan perzinahan) dan mengatakan dalam ayat 12 bahwa orang percaya akan dinilai sesuai dengan “hukum” kebebasan; dan Roma 7: 7, di mana Paulus mengutip perintah-10 mengenai tidak mengingini. Paulus juga mengatakan bahwa kita menghina Allah ketika kita tidak mematuhi (moral) hukum (Roma 2:23).

Ketaatan kepada Sepuluh Perintah (hukum moral) juga diajarkan secara tidak langsung, seperti dalam 1 Yohanes 5:21, yang memerintahkan orang percaya untuk menjauh dari berhala-berhala (dari perintah kedua, mengenai tidak membuat patung pahatan untuk ibadah); dan ketika Yesus berkata bahwa perintah terbesar dalam Hukum adalah untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, pikiran dan jiwa (Mat 22:37-38), yang sesuai dengan perintah pertama tentang tidak memiliki allah lain di hadapan-Nya.

Paulus menjelaskan dalam :
Roma 7:12 (TB)  Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.

Roma 8:4 (TB)  supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

Allah menggunakan hukum moral sebagai standar kebenaran yang menilai kita dari dosa. Dengan demikian, hukum tersebut tidak menyelamatkan kita, tetapi menguduskan kita ketika kita berserah pada kuasa Roh Kudus yang diam di dalam kita, karena melalui itu kita memiliki pengetahuan dosa (Rom. 3:20).

Berikut ini adalah tanda-tanda dari gereja hypergrace:

1. Pengkhotbah tidak pernah berbicara menentang dosa.

Jika Anda berada di sebuah gereja seperti ini, Anda akan melihat bahwa kata ‘dosa’ biasanya hanya disebutkan dalam konteks pengampunan dosa di dalam Kristus, tetapi hampir tidak pernah dalam konteks mengambil sikap terhadap dosa, kecuali tentu saja ketika mereka mengutuk dosa dari “legalis” dan “orang-orang Farisi” yang merupakan pelayanan mereka yang menghakimi untuk berkhotbah melawan dosa.

2. Gembalanya tidak pernah berdiri tegas atas sikap Kebenaran.

Ketika isu-isu seperti aborsi datang, pendeta ini akan menghindar dari menyebutkan hal itu karena mereka takut menyinggung orang-orang baru. Kita sebagai pelayan Kristus diwajibkan untuk setidaknya menyebutkan posisi kita secara terbuka sehingga kita menggunakannya sebagai momen pembelajaran bagi domba-dombanya mengikuti kita. Bukan menutup-nutupi dosa tersebut dan tidak berani mengucapkan kebenaran. Saat mereka tidak mengatakan apa-apa tentang masalah seperti aborsi berarti mereka memperbolehkan hal itu dan para jemaatnya juga tidak tahu bahwa itu salah !

3. Kitab Perjanjian Lama hampir benar-benar diabaikan.

Di gereja ini, Perjanjian Lama diperlakukan hanya sebagai  jenis dan bayangan untuk ilustrasi khotbah tetapi tidak memiliki nilai nyata mengenai standar hidup kita saat ini. Seperti yang saya tampilkan dalam artikel ini, posisi saya adalah bahwa Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama secara organik terhubung, dengan bangunan baru pada Lama, bukan memberantasnya sama sekali tapi melengkapi dan saling menguatkan !

4. Orang yang hidupnya bermoral kacau diizinkan untuk mengajar dan memimpin pelayanan atau gereja.

Salah satu pendeta itu mengatakan bahwa percabulan dan kemabukan merajalela di banyak gereja penginjilan bahkan di antara para pemimpin kelompok kecil dan para pemimpin lainnya di gereja-gereja lokal ! Hal ini terjadi !

5. Gembalanya sering berbicara mengenai hal-hal yang melawan Gereja yang institusional atau gereja lama yang ada.

Banyak pendeta hypergrace terus mengecam gereja yang konservatif dalam nilai-nilai mereka karena mereka percaya gereja yang mewakili “sekolah tua” yang tidak lagi relevan dengan budaya saat ini.

6. Gembala ini berkhotbah  yang melawan persepuluhan.

Meskipun saya percaya persepuluhan terbawa ke dalam Perjanjian Baru, saya percaya itu lebih dari prinsip Alkitab yang mendahului Hukum Musa (Abraham, Ishak dan Yakub semua memberikan perpuluhan sebelum Musa memberi hukum), diajarkan oleh Yesus (Mat. 23) dan disebutkan dalam ayat-ayat lain, seperti Ibrani 7.

Pendeta ini mengecam persepuluhan sebagai hukum yang sudah dilakukan jaman dulu oleh Kristus.

7. Gembala atau Pemimpin rohani mereka hanya berkhotbah tentang pesan motivasi positif atau ‘Motivation’ saja.

Mereka yang menghadiri gereja hypergrace hanya mendengar pesan-pesan positif tentang bagaimana hidup sehat, miliki kekayaan, kemakmuran, kasih Allah, pengampunan Allah dan bagaimana untuk berhasil dalam hidup. Meskipun saya setuju akan hal-hal tersebut dan kadang-kadang mengajarkan tentang topik-topik ini, tapi kita harus berhati-hati untuk memasukkan ke dalam khotbah kita. Bukan hanya hal-hal itu saja tapi juga harus diimbangi dengan PERTOBATAN – REPENTANCE,  KEKUDUSAN – HOLINESS.

Kisah Para Rasul 20:11, 26-27 (TB)  Setelah kembali di ruang atas, Paulus memecah-mecahkan roti lalu makan; habis makan masih lama lagi ia berbicara, sampai fajar menyingsing. Kemudian ia berangkat.
Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapa pun yang akan binasa.
Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.

8. Anggota pengerja penting dalam gereja masih secara teratur menjalani kehidupan yang penuh dosa dengan tanpa rasa berdosa.

Mereka yang menghadiri sebuah gereja hypergrace kemungkinan besar akan menemukan bahwa, karena ‘penekanan kuat pada kasih karunia’ – tanpa mengajar terhadap dosa atau pertobatan, penghakiman atau neraka-ada suasana hidup yang santai penuh kasih karunia tanpa ada rasa takit akan Tuhan, dengan banyak terlibat dalam percabulan dan kemabukan serta berbagai kejahatan fisik lainnya.

Alasan untuk ini adalah “hukum adalah penuntun kita yang menuntun kita kepada Kristus” (Gal 3:24) karena melalui (moral) hukum Taurat, orang mengenal dosa (Rom 3:20). Jika hukum moral dari Sepuluh Perintah Allah tidak diberitakan atau tidak disinggung, maka dalam ketidaktahuan, masyarakat akan hidup bodoh dan akan menjadi seperti orang buta menuntun orang buta.

Kesimpulannya : HATI-HATI SAAT INI PENYESATAN SEDANG BERLANGSUNG DIMANA-MANA. BAIK MELALUI PENGAJARAN YANG ENAK DIDENGAR, HANYA BERKAT-BERKAT SAJA… BAGAIMANA MENJADI KAYA, SEHAT, DIBERKATI… WALAUPUN ITU TIDAK SALAH, TAPI HARUS BERIMBANG DENGAN PENGETAHUAN AKAN DOSA, PERTOBATAN, KEKUDUSAN, PENGHAKIMAN, NERAKA ITU ADA BAGI YANG MELAKUKAN DOSA !

DAN TIDAK HIDUP DALAM KEMUNAFIKAN !
APA YANG TUHAN BERIKAN SECARA GRATIS, MAKA DENGAN GRATIS PULALAH FIRMAN ITU KAMU BERIKAN PADA ORANG LAIN AGAR TERJADI PERTOBATAN SECARA MELUAS !

KERJAKAN KESELAMATANMU DENGAN TAKUT DAN GENTAR AKAN TUHAN !!!

Print Friendly and PDF

Kesaksian - Tipuan Lucifer : "Sekali Selamat Tetap Selamat"


Ini adalah kesaksian dari Neraka
Cuplikan dari buku nubuat berjudul “Ketika aku berada di luar tubuh aku melihat Tuhan, neraka dan orang orang mati” oleh Dr Roger Mills. Dia menyingkapkan apa yang Tuhan perlihatkan kepada dia di neraka. Dia memberitakan peringatan dari Tuhan kepada yang terhilang, dan apa yang akan terjadi kepada mereka yang tidak mau bertobat, suam kuku, tidak mau taat, munafik, termasuk jemaat dan pelayan di neraka, kecuali mereka bertobat. Ini adalah yang Tuhan katakan di Matius 7, 21-23. Peringatkan dan share kepada yang lain.

Hamba yang Tidak Setia
Ada suara pria dari sebuah sel berteriak “Biarkan aku keluar ! lepaskan aku!” dan aku melihat seorang pria kulit putih dengan jubah putih gembel. Dia melihat ke arah Tuhan Yesus berdiri, tetapi dia tidak melihat kami. Tuhan Yesus berkata “Orang ini dahulu adalah hambaKu ketika dia berada di bumi. Dia pendeta yang di urapi menggembalakan gereja beranggotakan 25 orang” Aku bertanya kepada Tuhan Yesus. “Apakah dia benar seorang pendeta?” “Ya. Dia adalah salah satu hambaKu yang tidak puas dengan memiliki gereja kecil. Dia menggerutu tentang keuangan gereja, tidak merasa cukup, dia merasa tidak puas. Jadi Aku menunjukan FirmanKu dimana dikatakan:

Matius 25:23 : Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.


Tuhan Yesus melanjutkan “Tetapi dia tidak sabar, jadi dia berhenti berkhotbah tentang kebenaran dan dia berbohong kepada jemaat. Beberapa pergi dari gereja, dan sisanya tetap tinggal. Aku menegurnya secara kuat dengan Roh-Ku, bahwa pengajaran dan khotbahnya bukan kebenaran. Dia berkata dalam hatinya “jika aku berkhotbah tentang apa yang orang mau dengar, maka aku akan bisa punya gereja yang besar”

Tuhan Yesus berkata ” Gereja nya benar bertambah jemaatnya. roh jahat menggoda hatinya dengan nafsu dan cinta uang. Hatinya dipenuhi kebohonganm dia tidak lagi mengatakan bahwa Aku adalah satu satunya Juruselamat manusia. Dia berkhotbah ada banyak jalan menuju Tuhan, padahal dia mengetahui Firman-Ku yang mengatakan “Aku adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup, Tidak ada yang dapat datang kepada Bapa kecuali melalui Aku” (Yohanes 14:6)


Tuhan Yesus berkata “DIA JUGA BERKHOTBAH KEPADA ORANG BANYAK SEKALI SELAMAT, ENGKAU AKAN SELAMANYA SELAMAT, DAN APAPUN YANG KAU LAKUKAN, KAU TIDAK DAPAT KEHILANGAN KESELAMATAN. PENDETA INI MENDORONG BANYAK ORANG UNTUK BERDOSA.” Dia menjadi kaya dari khotbah seperti ini. Aku datang kepadanya banyak kali dengan Roh Kudus untuk mengatakan hentikan perbuatan yang salah, tetapi dia menolak untuk mendengar. Bahkan, dia menjadi lebih buruk, dan berzinah dengan perempuan yang sudah menikah di gereja. Dia minum alkohol setiap hari, dan menjadi alkoholik. Suatu hari dia minum terlalu banyak alkohol sewaktu mengendarai mobil dan dia menabrak mobil lain, membunuh pengemudinya dan dirinya sendiri. Ketika dia mati dia harus ke Neraka. Dia berada di sini karena dia tidak bertobat dari perbuatan dosa dosanya.”

Ketika orang ini melihat Tuhan Yesus dia berkata “Tuhan aku tahu Engkau datang untuk melepaskanku, aku ini sudah jadi baik.” Tuhan berkata “Martin, kau tahu alasan kenapa engkau berada di sini.” Martin Berkata “Aku berkhotbah kepada ratusan orang untukmu. Aku memberitakan kasihmu. Aku menyuruh mereka datang ke gereja.” Tetapi Tuhan Yesus menjawab “YA, KAU MEMBUAT BANYAK ORANG DATANG KE GEREJA, DAN ALASAN MEREKA DATANG ADALAH UNTUK MENDENGAR APA YANG KAU KATAKAN, BUKAN YANG AKU KATAKAN. KAU TELAH MEMUTAR BALIKAN KEBENARAN INJILKU DENGAN KEBOHONGAN. KAU TUNDUK KEPADA BISIKAN ROH JAHAT, DAN MENYEBABKAN BANYAK ORANG DISESATKAN DARI KASIHKU”

– 1Tim4,1-2 … “Roh Allah dengan tegas mengatakan bahwa di masa-masa yang akan datang, sebagian orang akan murtad, mengingkari Kristus. Mereka akan patuh kepada roh-roh yang menyesatkan dan mengikuti ajaran-ajaran roh jahat, yang disampaikan melalui orang-orang munafik yang membohong. Hati nurani orang-orang itu sudah gelap.”

Tuhan Yesus melanjutkan, “Jika saya kau mendengar kebenaran dan taat, kau tidak akan berada di sini sekarang.” Orang itu berteriak “Biarkan aku keluar Tuhan! lepaskan aku!” mata Tuhan Yesus mengeluarkan air mata, dia berkata “Aku tidak mengirimu ke sini di neraka. Kau mengirim dirimu sendiri dengan sengaja melanggar perintahKu dan tidak mau bertobat. Maafkan Aku, Martin, tetapi permintaanmu ditolak. Kau harus di hukum atas dosa dosamu”. Kami berjalan menjauh, orang itu terperangkap di dalam sellnya, berusaha menggapai kami, dengan geram dan marah berteriak menghujat. Tidak lama kemudian tubuhnya terbakar dengan api. Dia berteriak kesakitan ketika api melelehkan daging wajahnya hingga tulangnya menjadi hitam. Aku sangat ketakutakn. Tuhan Yesus berkata kepadaku “Ingat yang Kukatakan di injil Matius pasal 25 ayat 30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”


Yakobus 1:12-16– … “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!”

Filipi 2:12 “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar , bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,”
Print Friendly and PDF

Berlanganan