Thursday, March 24, 2016

Allah Yang Benar Adalah Roh Bukan Dzat

ALLAH ITU ROH BUKAN DZAT

 



ALLAH yang benar itu adalah SANG ROH artinya Sang HIDUP atau sumber hidup.Makanya semua makhluk bergantung hidup kepada SANG ROH kekal yang kudus.Tidak akan pernah manusia hidup karena adanya seonggok Dzat tak berguna didalam diri manusia. 

Anda sendiri bisa membuktikannya didalam hidup anda sampai detik ini, kalau anda bisa hidup adalah karena adanya"Roh Makhluk" didalam diri anda.Roh makhluk yang merupakan genetika diri TUHAN sendiri dan yang akan selalu manunggal dengan diri SANG ROH utama yaitu TUHAN.

Jadi helaan nafas hidup anda setiap hari itu adalah genetika Ilahi yang membuat anda bisa hidup.Sebab tanpa genetika diri TUHAN tersebut, saya jamin kalau anda itu hanyalah seonggok tanah yang bernilai rendah namun tetap lebih mulia dari sekedar Dzat kafir Quraisy yang anda sembah sembah.

Jadi kalau anda sampai sedemikian bodohnya menyembah Dzatnaga yang aslinya adalah roh makhluk pemberontak kepada TUHAN dan yang terbuang dari surga tersebut, maka anda sudah pasti terjamin masuk neraka.
---:::::---
---:::::---
A.Kitab Yohanes 6

6:63 ROH-lah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah ROH dan HIDUP.
---:::::---
---:::::---
B.Kitab Yohanes 4

4:24 ALLAH itu ...ROH...
---:::::---
Makanya YESUS berkata :
---:::::---
Kitab Yohanes 11

11:25 Jawab Yesus: "Akulah KEBANGKITAN dan HIDUP ( ROH )
---:::::---
Kitab Yohanes 14

14:19 ...,Sebab AKU HIDUP (ROH)...dan kamu-pun akan Hidup(Roh).
---:::::---
Kitab Yohanes 15 

15:5......sebab di luar AKU, kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
---:::::---
---:::::---
Makanya dari sejak semula, satu Pribadi SANG ROH yang kudus itulah yang telah melakukan penciptaan segala sesuatu sebagaimana kita lihat keadaan alam semesta dan semua isinya saat ini.
---:::::---
Kitab Kejadian 1

1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan...ROH...Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Perhatikan :

Dalam Ayat ini terdapat kata “ALLAH” sesudah kata "ROH"....tujuannya adalah untuk membedakan SANG ROH UTAMA ( TUHAN=BAPA SEGALA ROH ) dengan kepingan bagian Roh diriNya yang sudah diberikan kepada makhluk untuk menjadi makhluk hidup.

Print Friendly and PDF

Tuesday, March 22, 2016

Bagaimana Memilih Terjemahan Alkitab yang Baik?

ALKITAB semula ditulis dalam bahasa Ibrani, Aram, dan Yunani kuno. Jadi, kebanyakan orang yang ingin membacanya harus membaca terjemahannya.

Dewasa ini, Alkitab adalah buku yang paling banyak diterjemahkan—bagian-bagian dari Alkitab tersedia dalam lebih dari 2.400 bahasa. Dalam beberapa bahasa, ada banyak terjemahan Alkitab. Jika demikian halnya dalam bahasa Anda, Anda pasti ingin menggunakan terjemahan yang paling baik.

Untuk membuat pilihan yang bijaksana, Anda perlu mengetahui jawaban atas beberapa pertanyaan berikut: Terjemahan apa saja yang tersedia? Apa kelebihan dan kelemahan masing-masing? Dan, mengapa Anda perlu berhati-hati sewaktu membaca terjemahan Alkitab tertentu?

Dari Ekstrem Satu ke Ekstrem Lainnya

Gaya terjemahan Alkitab sangat beragam, tetapi semuanya dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori utama. Di satu ekstrem terdapat terjemahan interlinear, yaitu terjemahan harfiah kata demi kata dalam bahasa tujuan, yang tercantum di bawah atau di samping teks bahasa aslinya.

Ekstrem lainnya adalah terjemahan saduran. Para penerjemah versi ini mengalihbahasakan berita Alkitab secara bebas sesuai dengan pemahaman mereka, dengan cara yang mereka pikir akan menarik bagi para pembaca.

Kategori ketiga adalah terjemahan yang diupayakan untuk seimbang antara kedua ekstrem itu. Para penerjemah versi Alkitab seperti ini berusaha menyampaikan makna dan karakteristik ungkapan-ungkapan bahasa aslinya, dan membuat teks mudah dipahami.

Apakah Terjemahan Kata demi Kata yang Terbaik?

Sering kali, penerjemahan harfiah kata demi kata bukan cara terbaik untuk menyampaikan makna setiap ayat Alkitab. Mengapa tidak? Ada sejumlah alasan, yang dua di antaranya adalah:

1. Tidak ada dua bahasa yang persis sama dalam hal tata bahasa, kosakata, dan struktur kalimat.Menurut guru besar bahasa Ibrani, S. R. Driver, bahasa-bahasa ”tidak hanya berbeda dalam segi tata bahasa dan asal usulnya, tetapi juga . . . dalam caranya gagasan disusun menjadi kalimat”. Cara berpikir pengguna bahasa yang berbeda tidak sama. ”Karena itu,” lanjut Profesor Driver, ”bentuk-bentuk kalimat dalam berbagai bahasa menjadi tidak sama.”

Karena tidak ada bahasa yang memiliki kosakata dan tata bahasa yang persis sama dengan yang terdapat dalam bahasa Ibrani dan Yunani yang digunakan dalam Alkitab, terjemahan Alkitab kata demi kata menjadi tidak jelas atau bahkan bisa menyampaikan makna yang keliru. Perhatikan contoh-contoh berikut.

Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, rasul Paulus menggunakan ungkapan yang secara harfiah diterjemahkan menjadi ”dalam dadu manusia”. (Efesus 4:14The Kingdom Interlinear Translation of the Greek Scriptures)* Ungkapan ini memaksudkan kebiasaan menipu sewaktu menggunakan dadu. Tetapi, dalam kebanyakan bahasa, terjemahan harfiah untuk kiasan ini tidak bermakna. Dengan menerjemahkannya menjadi ”muslihat manusia”, maknanya menjadi lebih jelas.

Ketika menulis kepada jemaat di Roma, Paulus menggunakan ungkapan bahasa Yunani yang secara harfiah berarti ”kepada roh mendidih”. (Roma 12:11Kingdom Interlinear) Apakah kata-kata ini ada artinya dalam bahasa Anda? Ungkapan itu sebenarnya berarti ”berkobarlah dengan roh”.

Dalam salah satu khotbahnya yang paling terkenal, Yesus menggunakan ungkapan yang sering diterjemahkan menjadi, ”Berbahagialah orang yang miskin dalam roh.” (Matius 5:3) Tetapi, terjemahan harfiah ini tidak jelas maknanya dalam banyak bahasa. Dalam beberapa versi, terjemahan kata demi kata bahkan menyiratkan bahwa ”orang yang miskin dalam roh”itu tidak seimbang secara mental atau tidak memiliki vitalitas dan ketegasan. Padahal, di ayat ini Yesus mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak bergantung pada terpenuhinya kebutuhan fisik, tetapi dengan mengakui perlunya bimbingan Allah. (Lukas 6:20) Jadi, terjemahan seperti ”mereka yang sadar akan kebutuhan rohani mereka” atau ’orang yang hanya bergantung pada Tuhan saja’ menyampaikan maknanya dengan lebih akurat.—Matius 5:3Alkitab Kabar Baik.

2. Arti sebuah kata atau ungkapan dapat berubah bergantung pada konteksnya. Sebagai contoh, ungkapan bahasa Ibrani yang biasanya menunjuk ke tangan manusia bisa memiliki beragam arti. Bergantung pada konteksnya, kata ini dapat diterjemahkan, misalnya menjadi ’kekuasaan’, ’kedermawanan’, atau ’kuasa’. (2 Samuel 8:3; 1 Raja 10:13; Amsal 18:21) Malah, dalam Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru edisi bahasa Inggris digunakan 40 kata yang berbeda untuk menerjemahkan kata ini.

Karena konteksnya bisa mempengaruhi penerjemahan sebuah kata,Terjemahan Dunia Baru menggunakan hampir 16.000 ungkapan bahasa Inggris untuk menerjemahkan sekitar 5.500 kata bahasa Yunani yang digunakan dalam Alkitab, dan lebih dari 27.000 ungkapan bahasa Inggris untuk kira-kira 8.500 kata bahasa Ibrani.*Mengapa demikian? Panitia penerjemahan menilai bahwa menerjemahkan sebuah kata dengan makna yang paling tepat sesuai dengan konteksnya lebih penting daripada menghasilkan terjemahan kata demi kata. Meskipun begitu, Terjemahan Dunia Baru berupaya sekonsisten mungkin dalam menerjemahkan kata-kata bahasa Ibrani dan Yunani ke dalam bahasa tujuan.

Jelaslah, penerjemahan Alkitab bukan sekadar pengalihbahasaan kata bahasa asli dengan kata yang sama setiap kali kata itu muncul. Para penerjemah harus mempertimbangkan baik-baik kata-kata mana yang menyampaikan gagasan dalam teks asli dengan saksama dan dapat dimengerti. Selain itu, kata-kata yang mereka susun menjadi kalimat harus sesuai dengan kaidah tata bahasa dalam bahasa tujuan.

Bagaimana dengan Terjemahan Bebas?

Para penerjemah versi yang sering disebut sebagai Alkitab saduran, atau terjemahan bebas, tidak persis mengikuti apa yang tercantum dalam teks bahasa aslinya. Apa yang mereka lakukan? Mereka memasukkan pendapat mereka tentang apa yang mungkin dimaksudkan oleh teks aslinya atau menghilangkan beberapa informasi yang terdapat dalam teks aslinya. Terjemahan saduran mungkin menarik karena mudah dimengerti. Tetapi, upaya mereka untuk memudahkan pemahaman adakalanya mengaburkan atau mengubah arti teks aslinya.

Perhatikan bagaimana sebuah Alkitab saduran menerjemahkan contoh doa Yesus yang terkenal, ”Bapak kami di surga: Engkaulah Allah yang Esa. Semoga Engkau disembah dan dihormati.” (Matius 6:9Alkitab Kabar Baik) Terjemahan yang lebih akurat berbunyi, ”Bapak kami yang di surga, biarlah namamu disucikan.” Perhatikan pula bagaimanaYohanes 17:6 diterjemahkan dalam beberapa Alkitab. Menurut sebuah terjemahan bebas, pada malam ketika Yesus ditangkap, ia berdoa kepada Bapaknya, ”Aku sudah memperkenalkan Bapa kepada orang-orang dari dunia ini.” (Alkitab Kabar Baik) Tetapi, terjemahan yang lebih berpaut pada teks aslinya berbunyi, ”Aku telah memberitahukan namamu kepada mereka.” Dapatkah Anda melihat bahwa beberapa penerjemah sebenarnya menyembunyikan fakta bahwa Allah mempunyai nama yang harus digunakan dan dihormati?

Mengapa Perlu Berhati-hati?

Beberapa terjemahan bebas mengaburkan standar moral yang disampaikan dalam teks aslinya. Misalnya, 1 Korintus 6:9, 10 dalam The Message: The Bible in Contemporary Languageberbunyi, ”Tidakkah kamu menyadari bahwa bukan begini caranya hidup? Orang yang tidak benar yang tidak memedulikan Allah tidak akan bergabung dalam kerajaannya. Orang yang menggunakan dan menyalahgunakan satu sama lain, menggunakan dan menyalahgunakan seks, menggunakan dan menyalahgunakan bumi dan segala sesuatu yang ada di dalamnya, tidak memenuhi syarat untuk menjadi warga kerajaan Allah.”

Bandingkan terjemahan itu dengan versi yang lebih akurat dalamTerjemahan Dunia Baru, ”Apa! Tidak tahukah kamu bahwa orang yang tidak adil-benar tidak akan mewarisi kerajaan Allah? Jangan disesatkan. Orang yang melakukan percabulan, ataupun penyembah berhala, ataupun pezina, ataupun pria yang dipelihara untuk tujuan yang tidak alami, ataupun pria yang tidur dengan pria, ataupun pencuri, ataupun orang yang tamak, ataupun pemabuk, ataupun pencerca, ataupun pemeras, tidak akan mewarisi kerajaan Allah.” Perhatikan bahwa hal-hal yang diperinci rasul Paulus, yaitu perbuatan macam apa tepatnya yang harus kita hindari, tidak disebutkan sama sekali dalam terjemahan bebas itu.

Prasangka yang berkaitan dengan doktrin juga dapat mempengaruhi karya seorang penerjemah. Misalnya, dalam Alkitab Kabar Baik, perkataan Yesus kepada para pengikutnya dialihbahasakan menjadi, ”Masuklah melalui pintu yang sempit, sebab pintu dan jalan yang menuju ke neraka besar dan lebar, dan banyak orang yang melaluinya.” (Matius 7:13) Para penerjemahnya menyisipkan kata ”neraka” meskipun catatan Matius jelas menyebutkan ”kebinasaan”. Mengapa mereka melakukan hal itu? Besar kemungkinannya karena mereka ingin mendukung gagasan bahwa orang fasik akan disiksa untuk selama-lamanya, bukannya dibinasakan.*

Menemukan Terjemahan yang Paling Baik

Alkitab ditulis dalam bahasa sehari-hari yang umum digunakan orang-orang biasa, seperti petani, gembala, dan nelayan. (Nehemia 8:8, 12;Kisah 4:13) Karena itu, terjemahan Alkitab yang baik akan membuat berita di dalamnya dapat dipahami oleh orang-orang yang tulus, tidak soal latar belakang mereka. Ciri-ciri terjemahan yang baik antara lain adalah:

◗ Menyampaikan secara akurat berita aslinya yang diilhamkan Allah.—2 Timotius 3:16.

◗ Menerjemahkan makna kata-katanya secara harfiah ke dalam bahasa tujuan apabila kata-kata dan struktur teks aslinya memungkinkan pengalihbahasaan seperti itu.

◗ Menyampaikan makna yang benar dari sebuah kata atau frasa apabila terjemahan harfiah ungkapan aslinya bisa menyimpangkan atau mengaburkan maknanya.

◗ Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan wajar, sehingga orang tertarik untuk membacanya.

Adakah terjemahan seperti itu? Jutaan pembaca jurnal ini senang menggunakan Terjemahan Dunia Baru. Mengapa? Karena mereka menyetujui metode yang digunakan oleh panitia penerjemahannya, sebagaimana dinyatakan dalam kata pengantar edisi pertama bahasa Inggris, ”Kami tidak menyadur Alkitab. Kami senantiasa berupaya memberikan terjemahan yang seharfiah mungkin, jika bahasa Inggris masa kini memungkinkan hal itu dan apabila terjemahan harfiahnya tidak janggal atau menyembunyikan makna yang sesungguhnya.”

Terjemahan Dunia Baru telah dicetak, lengkap atau sebagian, dalam lebih dari 60 bahasa, dengan total cetakan lebih dari 145.000.000 eksemplar! Jika terjemahan itu tersedia dalam bahasa Anda, mintalah satu dari Saksi-Saksi Yehuwa dan lihatlah sendiri manfaat terjemahan yang akurat ini.

Pelajar Alkitab yang berhati jujur ingin memahami dan bertindak sesuai dengan berita yang Allah ilhamkan. Jika Anda orang seperti itu, Anda membutuhkan terjemahan Alkitab yang akurat. Ya, Anda layak memilikinya.

[Catatan Kaki]

Dalam terjemahan interlinear, pembaca bisa melihat terjemahan harfiah tiap kata di bawah atau di samping teks bahasa aslinya.

Patut diperhatikan bahwa dibanding dengan Terjemahan Dunia Baru, beberapa terjemahan lain dalam bahasa Inggris menggunakan lebih banyak variasi kata, sehingga menghasilkan terjemahan yang kurang konsisten.

Alkitab mengajarkan bahwa pada waktu mati, kita kembali ke debu, bahwa jiwa kita mati, dan bahwa pikiran dan perasaan kita tidak ada lagi. (Kejadian 3:19; Pengkhotbah 9:5, 6; Yehezkiel 18:4) Alkitab tidak mengajarkan bahwa jiwa orang fasik menderita siksaan kekal di neraka yang bernyala-nyala.

[Blurb di hlm. 21]

Terjemahan saduran mungkin menarik karena mudah dimengerti. Tetapi, penerjemahan secara bebas adakalanya mengaburkan atau mengubah arti teks aslinya.

[Blurb di hlm. 22]

Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru telah dicetak, lengkap atau sebagian, dalam lebih dari 60 bahasa, dengan total cetakan lebih dari 145.000.000 eksemplar!

[Kotak/Gambar di hlm. 19]

SADURAN DARI ZAMAN DULU

Saduran, atau terjemahan bebas, Alkitab bukan hal baru. Pada zaman dulu, orang Yahudi menyusun apa yang sekarang disebut Targum Aram, atau saduran bebas Tulisan-Tulisan Kudus. Meskipun bukan terjemahan yang akurat, versi itu menyingkapkan bagaimana orang Yahudi memahami teks-teks tertentu dan membantu para penerjemah menentukan makna beberapa ayat yang sulit dimengerti. Contohnya, di Ayub 38:7 dijelaskan bahwa ”[semua] putra Allah” memaksudkan ”kelompok para malaikat”.Kejadian 10:9 dalam Targum menunjukkan bahwa preposisi bahasa Ibrani yang digunakan untuk menggambarkan Nimrod mengandung makna negatif ”melawan” atau ”menentang”, bukannya sekadar berarti ”di hadapan” yang mengandung arti netral. Saduran ini digunakan bersama teks Alkitab tetapi tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi pengganti Alkitab itu sendiri.

[Gambar]

BAGIAN DARI ”BIBLIA POLYGLOTTA” KARYA WALTON, RAMPUNG 1657 AYUB 38:1-15

Teks Alkitab bahasa Ibrani (dengan Terjemahan ”Interlinear” dalam bahasa Latin)

Teks yang sama dalam Targum Aram

[Gambar di hlm. 19]

BAGIAN DARI ”THE KINGDOM INTERLINEAR TRANSLATION OF THE GREEK SCRIPTURES”,EFESUS 4:14

Kolom kiri berisi terjemahan kata demi kata. Kolom kanan berisi terjemahan maknanya

[Keterangan Gambar di hlm. 18]

Background: Shrine of the Book, Israel Museum, Jerusalem

Print Friendly and PDF

Pengertian Orang Kudus Yang Bangkit Dalam Matius 27:50-54

Pengertian orang kudus yang bangkit di Matius 27:50-54

Tanya:
Apa yang dimaksud dalam Matius 27:50-54, tentang orang-orang kudus yang bangkit, siapakah orang-orang kudus tsb? Apakah Abraham, Nuh, henokh, termasuk orang-orang kudus yang bangkit?

Jawab :

* Matius 27:50-54

27:50 LAI TB, Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
KJV, Jesus, when he had cried again with a loud voice, yielded up the ghost.
TR, ο δε ιησους παλιν κραξας φωνη μεγαλη αφηκεν το πνευμα
Translit interlinear, ho de {lalu} iêsous {Yesus} palin {pula} kraxas {setelah berseru} phônê {dengan suara} megalê {nyaring} aphêken {menyerahkan} to pneuma {roh (-Nya)}

27:51 LAI TB, Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
KJV, And, behold, the veil of the temple was rent in twain from the top to the bottom; and the earth did quake, and the rocks rent;
TR, και ιδου το καταπετασμα του ναου εσχισθη εις δυο απο ανωθεν εως κατω και η γη εσεισθη και αι πετραι εσχισθησαν
Translit interlinear, kai {dan} idou {perhatikanlah} to katapetasma {tabir/ gorden} tou naou {Bait (Allah)} eskhisthê {terbelah} eis {menjadi} duo {dua} apo anôthen {atas} heôs {sampai} katô {bawah} kai {dan} hê gê {bumi} eseisthê {diguncangkan} kai {dan} hai petrai {batu-batu besar} eskhisthêsan {terbelah}

27:52 LAI TB, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
KJV, And the graves were opened; and many bodies of the saints which slept arose,
TR, και τα μνημεια ανεωχθησαν και πολλα σωματα των κεκοιμημενων αγιων ηγερθη
Translit interlinear, kai {dan} ta mnêmeia {kubur-kubur} aneôkhthêsan {terbuka} kai {lalu} polla {banyak} sômata {mayat-mayat} tôn {yang} kekoimêmenôn {telah meninggal} hagiôn {(orang-orang) kudus} êgerthê {dibangunkan/ dibangkitkan}

27:53 LAI TB, Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
KJV, And came out of the graves after his resurrection, and went into the holy city, and appeared unto many.
TR, και εξελθοντες εκ των μνημειων μετα την εγερσιν αυτου εισηλθον εις την αγιαν πολιν και ενεφανισθησαν πολλοις
Translit interlinear, kai {lalu} exelthontes {keluar} ek {dari} tôn mnêmeiôn {kubur} meta {sesudah} tên egersin {kebangkitan} autou {-Nya} eisêlthon {masuk} eis {ke} tên hagian {kudus} polin {kota} kai {dan} enephanisthêsan {tertampak} pollois {kepada (orang) banyak}

27:54 LAI TB, Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."
KJV, Now when the centurion, and they that were with him, watching Jesus, saw the earthquake, and those things that were done, they feared greatly, saying, Truly this was the Son of God.
TR, ο δε εκατονταρχος και οι μετ αυτου τηρουντες τον ιησουν ιδοντες τον σεισμον και τα γενομενα εφοβηθησαν σφοδρα λεγοντες αληθως θεου υιος ην ουτος
Translit interlinear, ho de {adapun} ekatontarkhos {kepala pasukan seratus} kai {dan} hoi {orang2 yang} met {bersama} autou {dia} têrountes {menjaga} ton iêsoun {Yesus} idontes {ketika melihat} ton seismon {gempa-bumi} kai {dan} ta {hal-hal yang} genomena {terjadi} ephobêthêsan {menjadi takut} sphodra {sangat} legontes {berkata} alêthôs {benar-benar} theou {Allah} huios {Anak} ên {adalah} houtos {(orang) ini}

KEBANGKITAN ORANG-ORANG KUDUS DAN KOTA KUDUS :

Ada 2 pendapat :

Pendapat pertama :

Hanya Matius yang menjelaskan tentang kebangkitan orang-orang kudus (ayat 52). Pada ayat 53, menuliskan "sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang". Maksud keluar dari kubur adalah sesudah kebangkitan Yesus. Kristus adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati (Kolose 1:18, 1 Korintus 15:20).

Matius mengatakan bahwa mereka menampakkan diri kepada banyak orang, ayat ini tidak bermakna harfiah, ayat ini menunjuk pada suatu macam kebangkitan sebelum kebangkitan umum pada hari terakhir.

"Kota kudus" yang dimaksud di Matius 27:53 bisa kita dapatkan jawabannya di Wahyu 21:2 yang menulis :
"Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya."

Kota kudus itu adalah "Yerusalem yang baru" atau surga. Orang-orang kudus dibangkitkan dalam antisipasi dengan kebangkitan pada hari terakhir, apabila semua tubuh orang-orang percaya akan dibangkitkan. Kita akan diangkat untuk bersama-sama dengan Kristus di angkasa dan kemudian kita akan berada bersama-sama dengan Kristus untuk selama-lamanya (1 Tesalonika 4:17).

Di Matius 27:50-53 ini, Tuhan menunjukkan kepada kita kemenangan dari kayu salib. Kristus telah bangkit dari antara orang mati, oleh sebab itu keselamatan dari mereka yang percaya akan disempurnakan. Ini adalah bayangan yang menunjukkan bagaimana tubuh-tubuh kita akan dibangkitkan dan pergi untuk bersama dengan Kristus.

Jadi ungkapan "menampakkan diri kepada banyak orang" berarti mereka menampakan diri kepada semua orang yang percaya di surga. Ini termasuk semua orang-orang yang percaya dari zaman Habel dibunuh sampai pada waktu itu. Mereka semua berada di surga didalam keadaan jiwa mereka, atau seperti Henokh, Elia dan Musa yang berada di surga didalam keadaan tubuh mereka yang sudah dibangkitkan. (Pengertian tentang hal ini bisa dipelajari lebih lanjut pada pengajaran tentang Eskatologi/ second-coming).


Pendapat ke-dua

Kebangkitan orang-orang kudus melambangkan kemenangan Kristus atas kematian. Dan hal ini adalah peragaan nyata bahwa kematian dan kebangkitan Kristus menghasilkan pelepasan bagi orang-orang benar yang sudah mati dari dunia orang mati :

* Efesus 4:8-9
4:8 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
4:9 Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?

Mengenai siapa orang-orang kudus yang bangkit ini tidak disebutkan. Namun diperkirakan adalah mereka yang belum lama meninggal dan tampil di Yerusalem serta dikenal oleh banyak orang. Jika orang-orang kudus itu adalah mereka yang sudah lama meninggal seperti Abraham, Ishak, para nabi Perjanjian Lama, dan lain-lain, wajah mereka tidak dikenal lagi.

Matius 27:52, "dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit." adalah bahwa orang-orang kudus itu "bangkit" (Yunani, 'êgerthê', "mereka dibangunkan" dari kata dasar 'egeirô') pada waktu itu tetapi tidak "keluar dari kubur" sampai saat "sesudah kebangkitan Yesus" (ayat 53). Kristus adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati (Kolose 1:18, 1 Korintus 15:20).

Mereka yang bangkit ini diperkirakan adalah orang-orang kudus yang belum lama mati dan dikuburkan di dekat Yerusalem karena mereka "menampakkan diri" kepada banyak orang, tentu saja penduduk Yerusalem saat itu masih mengenal mereka secara fisik.

Bayangkan, jika seandainya Nuh termasuk "orang kudus" yang bangkit, kemudian menampakkan diri di Yerusalem, apakah penduduk Yerusalem mengenalnya? Jika seandainya pula Abraham, Ishak, Yakub, dan para leluhur Israel termasuk di sana, apakah penduduk Yerusalem mengenal mereka?

Jelas yang bangkit dan kemudian "menampakkan diri" kepada banyak orang adalah mereka yang dikenal pada zaman itu, seperti Zakharia (ayah Yohanes Pembaptis), Yohanes Pembaptis, dan lain-lain, yang "dikenal" oleh penduduk di zaman itu. Abraham sudah lama ada di surga.

Akibat dari kematian dan kebangkitan Yesus :

Kematian Yesus diiringi dengan berbagai tanda (Matius 27:51-54) dari sini kita bisa memahami maknanya. Yaitu, pembukaan tabir di Bait Allah Yerusalem terbelah (ayat 51a), ini menandakan akhir dari halangan antara Allah dengan kemanusiaan atau akhir dari Perjanjian Lama (makna ini akan mudah dipahami jika anda sudah mempelajari "Tabernakel" dalam perjanjian Lama). Bandingkan dengan Ibrani 10:19-20.

Keselamatan bagi bangsa lain:

Ayat Matius 27:51b-53 telah menulis tentang tanda-tanda untuk mengiringi kedatangan Kerajaan Allah. Tanda-tanda itu dilukiskan dengan ungkapan-ungkapan yang terdapat dalam Yehezkiel 37 dan menjelaskan bahwa kematian Yesus memulai suatu tahap baru dari sejarah yang akan memuncak dalam kebangkitan dari kematian.

* Matius 27:54
Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."

Akhirnya, dalam ayat 54, perwira dan anak buahnya, yang jelas mereka ini bukan orang Yahudi, mengakui bahwa Yesus adalah benar-benar Anak Allah. pengakuan mereka merupakan model bagi semua orang yang bukan Yahudi yang menerima Yesus sebagai Anak Allah.
Ini adalah salah satu gambaran bukti bahwa Yesus telah menyatakan diriNya juga kepada bangsa lain.

Print Friendly and PDF

Saturday, March 19, 2016

Luar Biasa Segitiga Bermuda Telah Terungkap

Segitiga Bermuda sudah lama dikira sebagai satu lokasi penuh misteri akibat banyak kapal laut serta pesawat yang mendadak hilang tanpa ada jejak waktu melewatinya. Saat ini sekumpulan ilmuwan dari Norwegia menyebutkan mereka mungkin saja telah temukan jawabnya. Dikabarkan website The National Geographic, Selasa (15/3/2016), peneliti dari Arctic University of Norway temukan kawah di terlepas pantai Norwegia dengan lebar 0, 8km serta dalam 45m. Kawah itu kemungkinan besar terjadi dikarenakan ledakan metana bawah laut. " Sebagian kawah raksasa ada di basic laut ruang barat-tengah Laut Barents... serta peluang hasil dari ledakan gas yang begitu besar, " kata beberapa peneliti itu seperti diambil Sunday Times (h/t The Local). " Ruang kawah itu nampaknya mewakili titik api paling besar dari pelepasan metana di Arktik. " Metana itu dapat terbentuk dari akumulasi minyak serta gas yang bocor dari perut Bumi, dan dekomposisi bermaterial organik. Lantaran desakan laut yang besar, metana itu lalu beralih jadi kristal yang dimaksud hydrate. Kristal itu dapat mendadak pecah serta gas juga meledak keluar dengan hebat. Pelepasan gas dengan cara mendadak dalam taraf besar itu, yang dimaksud beberapa pegawai kilang minyak " burps of death " (sendawa kematian), dapat bikin air laut beralih jadi busa serta menenggelamkan kapal yang melewatinya. Diluar itu, metana yang terlepas ke angkasa dapat mengakibatkan turbulensi hawa hingga mengganggu pesawat terbang. Oleh karenanya beberapa ilmuwan Arctic University of Norway beranggapan peluang ledakan metana ini jugalah yang ada dibalik misteri Segitiga Bermuda sampai kini. Detil dari teori itu bakal dipresentasikan bln. depan dalam pertemuan tahunan European Geosciences Union, dimana mereka bakal mengulas apakah ledakan bawah laut itu cukup kuat untuk menenggalamkan kapal serta merontokkan pesawat. Teori ledakan hydrate ini sesungguhnya pernah diutarakan oleh ilmuwan Rusia Igor Yeltsov, wakil ketua Trofimuk Institute. " Ada versus yang menyebutkan kalau Segitiga Bermuda yaitu akibatnya karena reaksi gas hydrate, " tutur Yeltsov diambil Daily Mail. Hydrate itu lantas dengan cara aktif terurai serta mendadak meledak seperti reaksi nuklir, menghasilkan gas dalam jumlah besar. " Tersebut yang bikin lautan memanas serta kapal-kapal terbenam di air yang bercampur gas, " kata Yeltsov. Awal misteri Segitiga Bermuda Nama Segitiga Bermuda, sering juga dimaksud Segitiga Iblis, dipakai pertama kalinya oleh Vincent Gaddis dalam tulisannya di majalah Argosy pada 1964 tentang beberapa momen misterius yang berlangsung di lokasi itu. Gaddis menyebutkan tiga titik dalam segitiga di Samudera Atlantik Utara itu yaitu Miami, Florida ; San Juan, Puerto Rico ; serta Pulau Bermuda. Cerita misteri bermula dari hilangnya lima pesawat TBM Avenger dari Skuadron Angkatan Hawa Amerika Serikat, yang popular dimaksud Flight 19, dengan cara mendadak waktu melakukan latihan di lokasi itu pada 5 Desember 1945. Lalu pesawat yang mencari mereka juga hilang tanpa ada sisa sampai saat ini. Tetapi baru pada th. 1950-an beberapa narasi tentang momen aneh di Segitiga Bermuda mulai bermunculan. Beberapa pakar histori juga mempelajari catatan-catatan yang tersisa serta temukan sekitaran 300 kapal serta banyak pesawat yang lain hilang di daerah itu selama era ke-20. Christopher Columbus juga mencatat tentang anomali pada kompas yang digunakannya saat kapal yang ditumpanginya melalui lokasi itu pada 1492. Bahkan juga ada yang mengatakan kalau sekitaran 8. 000 orang sudah hilang di Segitiga Bermuda. Perbincangan juga bermunculan lantaran belum ada penjelasan yang memuaskan tentang misteri itu. Beberapa teori konspirasi sampai peluang keterlibatan makhluk asing juga diutarakan. Tidak sedikit juga orang yang skeptis bakal semuanya teori itu serta berpandangan kalau itu cuma kecelakaan umum. " Lokasi itu ramai dilewati serta telah jadi simpang yang ramai mulai sejak bangsa Eropa mulai bereksplorasi, " kata pakar histori US Naval Historical Foundation, John Reilly, pada National Geographic. Jadi, lanjut Reilly, menyampaikan terdapat beberapa kapal serta pesawat yang celaka disana sama juga dengan menyebutkan terdapat beberapa kecelakaan di Kota New Jersey, Amerika Serikat, yang ramai. US Coast Guard, unit penjaga pantai di AS, bahkan juga sampai saat ini dengan cara resmi tak mengaku kehadiran Segitiga Bermuda.
Print Friendly and PDF

Wednesday, March 9, 2016

Kepemimpinan Alkitabiah Dalam Gereja dan Keluarga

KEPEMIMPINAN ALKITABIAH dalam Gereja dan Keluarga
     
Alkitab dengan sangat jelas menyatakan bahwa pria adalah pemimpin di dalam rumah tangga dan gereja lokal sedangkan peran wanita adalah tunduk pada kepemimpinan pria. Tetapi sekarang penentangan terhadap prinsip Allah ini sudah begitu meluas dengan banyaknya wanita yang ditahbiskan dalam posisi kepemimpinan di gereja.

Fakta pemutarbalikan prinsip Allah adalah bukti penyesatan di zaman ini. Pria dan wanita menolak kebenaran Alkitab dan menjadi bingung dengan prinsip-prinsip dasar Alkitab. Banyak pria yang mencoba menjadi seperti wanita dalam hal berpakaian dan bertingkah laku dan banyak wanita yang cenderung ingin menjadi pria; berpakaian seperti pria, melakukan pekerjaan pria, melakukan olahraga pria, menjadi tentara, wanita ingin mendapat gaji lebih untuk pekerjaan yang sama dan menjadi pemimpin di gereja , rumah tangga atau negara. Sedihnya gereja selalu dipengaruhi oleh dunia. Kesalahan yang terjadi di dunia diulangi di gereja dan kita mendapati wanita menjadi pemimpin di banyak gereja atau kelompok Kristen.

Alkitab sangat jelas mengenai hal ini dan tidak ada polemik untuk hal ini. Masalahnya adalah gereja terlalu banyak mencari sumber lain di luar Alkitab. Allah mengasihi baik pria maupun wanita. Wanita sangat penting bagi rumah tangga, gereja dan masyarakat. Di dalam Kristus Yesus, wanita mempunyai posisi sama dan menerima berkat yang sama seperti yang dialami pria. Tetapi tidak berarti tidak ada perbedaan peran dan otoritas antara pria dan wanita. Kebenarannya adalah wanita dan pria itu sangat berbeda.

PB menulis bahwa pria adalah pemimpin di rumah tangga dan gereja. Wanita tidak dirancang Allah untuk memerintah lembaga-lembaga ini. Nabi Yesaya memperingatkan Israel ketika ia berkata bahwa wanita memerintah atas mereka (Yesaya 3:12). Menurut Alkitab, di gereja, tidak ada wanita yang boleh menjadi gembala atau diaken atau posisi kepemimpinan lain di atas pria. Siapa yang mengatakan ini? Allah.

“Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh. Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri. Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa. Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.” (I Tim 2:11-14)

“Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat. Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat. Atau adakah firman Allah mulai dari kamu? Atau hanya kepada kamu sajakah firman itu telah datang? Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan” (I Kor 14:34-37)

Bagaimana mungkin wanita boleh menjadi gembala jika ia dilarang untuk mengajar atau memiliki otoritas atas pria? Wanita boleh menjadi gembala hanya jika mereka secara terang-terangan menentang pengajaran Alkitab. Tuhan Yesus sendiri tidak pernah mentahbiskan rasul wanita. Semua rasul Yesus adalah pria. Standar untuk gembala diterapkan dengan ketat pada pria. Hanya pria yang dapat menjadi “suami dari satu istri” dan “memerintah rumah tangganya dengan baik” (I Tim 3:2,4. Titus 1:6)

Apakah Pengajaran Paulus Berlaku Untuk Semua Gereja Di Segala Abad?

Sebagian orang berkata bahwa pengajaran Paulus hanya ditujukan kepada orang Kristen di abad pertama atau hanya kepada situasi khusus di gereja Korintus. Alasan ini tidak benar:

1. Paulus berkata bahwa pengajaran dalam I Korintus 14 adalah perintah Tuhan (ayat 37). Semua orang Kristen dan semua gereja harus taat pada perintah ini.

2. Paulus berkata bahwa pengajaran dalam I Korijtus 14 adalah tes kerohanian. Paulus berkata seharusnya mereka yang sungguh-sungguh rohani harus mengakui bahwa pengajaran ini adalah penritah Tuhan. “If any man think himself to be a prophet, or spiritual, let him acknowledge that the things that I write unto you are the commandments of the Lord” (1 Cor. 14:37). Mereka yang menolak pengajaran I Korintus 14 mengenai peran wanita dalam gereja membuktikan diri mereka belum rohani

3. Dalam I Timotius, Paulus memberikan petunjuk yang sama mengenai wanita dan dalam surat ini dikatakan, ditulis untuk memberikan aturan yang baik bagi gereja. “Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” (I Tim 3:15)

4. Dalam memberi peutnjuk mengenai peran wanita dalam gereja, Roh Kudus mengacu pada urutan penciptaan-Adam yang pertama kemudian Hawa.

5. Paulus mengacu pada peristiwa kejatuhan manusia (I Tim 2:14)

6. Paulus mengacu pada sifat alami manusia (I Tim 2:14). Wanita dirancang untuk peran yang berbeda dengan pria dalam kehidupan yaitu sebagai ibu dan istri. Emosi, aspek psikolgis dan rasio begitu dekat dengan wanita tetapi wanita tidak dirancang untuk menjadi pemimpin. Di taman Eden Setan menipu wanita. Tetapi tidak dengan Adam. Adam berdosa tetapi dia tidak tertipu. Hawa mengijinkan dirinya dalam posisi membuat keputusan yang seharusnya tidak ia lakukan.

7. Paulus mengatakan bahwa prinsip ini harus dipelihara sampai kedatangan Kristus yang kedua kali.

8.

Surat Paulus kepada jemaat Korintus yang berbicara mengenai wanita harus tunduk dibawah otoritas pria ditujukan untuk semua orang Kristen. (1 Cor. 1:2).

BUKANKAH ALLAH MEMAKAI WANITA UNTUK MEMIMPIN PRIA DALAM PL?

Mengapa Allah memakai Debora sebagai Hakim di Israel (Hakim4:4-5) Jawabannya mudah. Kehendak Allah yang sempurna adalah pria sebagai pemimpin. Hal sangat jelas. Tidak boleh disalahtafsirkan. Tetapi ketika pria tidak mengambil tanggungjawab mereka maka Allah memakai wanita. Pria-pria di zaman Deborah begitu lemah dan pengecut. Faktanya adalah Barak, panglima perang Israel menolak pergi berperang kecuali Deborah pergi bersamanya (Hak 4:8)

Deborah secara jelas menyatakan bahwa ini tidak benar atau tidak lumrah dan ia memberitahu Barak bahwa Barak tidak akan mendapat kehormatan (Hakim 4:9). Dalam masa itu Allah tidak mendapati seorang pria yang melakukan kehendakNya maka Ia memakai wanita seperti Deborah yang bersedia maju ketika para pria menjadi lemah. Ini sering terjadi baik dalam sejarah gereja maupun di dunia sekuler.

Bagaimana dengan anak dara Filipus? Mereka dikenal sebagai prophetesses (Kis 21:8-9). Bukankah ini juga contoh wanita dapat berkhotbah kepada pria dalam usaha untuk melepaskan karunia bernubuat? Fakta bahwa Allah memberikan karunia bernubuat kepada wanita tidak berarti mereka bebas untuk mengambil otoritas atas pria di dalam gereja. Anak dara Filipus bernubuat kepada para wanita. Ketika Allah ingin berbicara kepada Paulus, Allah memakai pria untuk melakukannya (Kis 21:8-11). Allah memberikan karuniaNya dengan melimpah kepada wanita tetapi itu harus dipakai dalam area yang tepat. Tidak tercatat dalam Alkitab mereka bernubuat dalam pertemuan jemaat.

Pelayanan wanita difokuskan pada wanita dan anak-anak ( I Tim 2:15; II Tim 1:5; 3:15; Titus 2:3-5). Oleh karena tidak ada rasul wanita maka standard ilahi juga menetapkan gembala hanya ditetapkan untuk pria (I Tim 3:2-4; Titus 1:5-9)

1 Timotius 3:1-7

Syarat-syarat bagi Penilik Jemaat/Penatua/Gembala/Pendeta/Pastor

3:1 Benarlah perkataan ini: “Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah.”

3:2 Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang,

3:3 bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang,

3:4 seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya.

3:5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?

3:6 Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis.

3:7 Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.

Alkitab KJV

3:1 This is a true saying, If a man desire the office of a bishop, he desireth a good work.

3:2 A bishop then must be blameless, the husband of one wife, vigilant, sober, of good behaviour, given to hospitality, apt to teach;

3:3 Not given to wine, no striker, not greedy of filthy lucre; but patient, not a brawler, not covetous;

3:4 One that ruleth well his own house, having his children in subjection with all gravity;

3:5 (For if a man know not how to rule his own house, how shall he take care of the church of God?)

3:6 Not a novice, lest being lifted up with pride he fall into the condemnation of the devil.

3:7 Moreover he must have a good report of them which are without; lest he fall into reproach and the snare of the devil.

Titus 1:6-9

1:4 Kepada Titus, anakku yang sah menurut iman kita bersama: kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau.

1:5 Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu,

1:6 yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib.

1:7 Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah,

1:8 melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri

1:9 dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.

Jelas bahwa jabatan Penilik Jemaat/Penatua/Gembala/Pendeta/Pastor harus Pria yg sudah berkeluarga (sudah menikah), dan sangat tidak boleh wanita. Perhatikan ayat 2, 4, ada syarat SUAMI dari SATU ISTRI, dan KEPALA KELUARGA yg baik. Jadi Pendeta Wanita sangat tidak Alkitabiah. Karena penulis menyamakan kata pendeta=penilik jemaat=gembala=penatua=pastor. Kata “pendeta” dalam bahasa Indonesia diadopsi dan muncul karena Orang Kristen Protestan ingin membedakan dengan PASTOR di Katolik.

1 Timotius 3:8-13

Syarat-syarat bagi Diaken/Majelis

3:8 Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah,

3:9 melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci.

3:10 Mereka juga harus diuji dahulu, baru ditetapkan dalam pelayanan itu setelah ternyata mereka tak bercacat.

3:11 Demikian pula isteri-isteri [dari para Diaken—ditambahkan Penulis] hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal.

3:12 Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik.

3:13 Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa.

3:8 Likewise must the deacons be grave, not doubletongued, not given to much wine, not greedy of filthy lucre;

3:9 Holding the mystery of the faith in a pure conscience.

3:10 And let these also first be proved; then let them use the office of a deacon, being found blameless.

3:11 Even so must their wives be grave, not slanderers, sober, faithful in all things.

3:12 Let the deacons be the husbands of one wife, ruling their children and their own houses well.

3:13 For they that have used the office of a deacon well purchase to themselves a good degree, and great boldness in the faith which is in Christ Jesus.

Ayat 12 sangat menekankan DIAKEN HARUSLAH SUAMI DARI SATU ISTRI, dan perhatikan ayat 11 di KJV kata “THEIR WIVES” yaitu istri-istri dari para Diaken. Jadi kiranya SANGAT JELAS, dalam Alkitab hanya PRIA yg sudah Beristri/berkeluarga/yg sudah menikah yg boleh menjabat Diaken/Majelis dari suatu Jemaat/Gereja. Wanita tidak diperkenankan.

Jadi Para Suami (Pria yg sudah menikah), jika sampai digerejamu ada Pendeta Wanita dan Diaken Wanita, satu hal yg SANGAT PERLU DISERUKAN “dimana Engkau Para Pria berada?” seperti kata Allah dalam Kejadian 3:9, “Dimanakah engkau (ADAM-Pria)?”

Para wanita tidak perlu berkecil hati dan merasa tidak adil, ini PERINTAH ALLAH dan Berlaku sepanjang Masa disepanjang Abad. Kita perlu ketaatan dalam hal ini. Wanita ada porsinya sendiri dalam pelayanan di Gereja dan Keluarga. Ingat Alkitab sangat ketat mengatur peran Pria dan wanita dalam Keluarga dan Gereja.

Sedangkan peran Wanita di luar gereja dan Keluarga, Alkitab memberi kebebasan dan persamaan bagi Para Wanita untuk jadi Pemimpin/Bos/Manager/Direktur di Perusahaan, Parlemen/DPR/MPR, Negara, Kepresidenan, Kerja, dll.

Ini SANGAT ALKITABIAH. Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.

1 Timotius 2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.

Wanita Sangat Tidak boleh Berkhotbah di Pertemuan Jemaat (Dewasa)/Ibadah Raya/Kebaktian Umum, atau apapun nama/istilahnya di gereja anda.

Suatu revolusi yg total sedang terjadi dalam denominasi-denominasi dan gereja-gereja di seluruh masyarakat Barat. Sebagai bagian yg lebih besar dari pergolakan sosial itu yg ditimbulkan oleh gerakan pejuang hak-hak wanita, revolusi tersebut menyebabkan tidak berlakunya pembagian peranan antara pria-wanita yg tradisional di dalam rumah tangga maupun gereja. Revolusi itu telah berhasil dalam menumbangkan kepemimpinan yg dikuasai oleh kaum pria di ribuan gereja. Revolusi itu telah berhasil dalam menumbangkan kepemimpinan yg dikuasai oleh kaum pria di ribuan gereja. Revolusi tersebut telah menimbulkan banyaknya bahan bacaan baru dan membangkitkan perdebatan yg amat sengit. Revolusi ini bahkan telah menimbulkan terjemahan Alkitab yg baru dan tidak membedakan jenis kelamin.

Sebagai akibatnya, pengajaran kristen yg tradisional mengenai kepemimpinan pria dan penundukan (subordinasi) wanita mengahadapi tantangan terbesar semenjak kekristenan muncul 2000 tahun yg lalu. A. Duane Litfin mengungkapkan pandangannya tentang arti revolusi ini sebagai berikut:

Fase atau era gerakan pejuang hak-hak wanita yg muncul baru-baru ini, yg munculnya biasnaya dinggap sama dengan karya Betty Friedan berjudul The Feminine Mystique pada tahun 1964, merupakan gelombang pasang yg terjadi sekarang. Gerakan ini telah melampaui batas kekuasaan kaum pria yg sudah ada selama lebih dari 2 abad. Namun, gelombang yg terjadi sekarang itu lebih luas dan lebih kuat pengaruhnya daripada pelopornya yg mana saja. Dan gelombang itu tampaknya menjadi bagian dari kecenderungan diseluruh dunia yg mungkin kini tak dapat ditawar-tawar lagi.

Pandangan Egalitarian membuktikan bahwa tak ada alasan yg Alkitabiah bagi kaum wanita untuk tidak sama-sama mengambil bagian dalam tugas kepemimpinan di gereja, atau tidak berperan serta dalam suatu hubungan pernikahan yg didasarkan atas prinsip saling menundukkan diri dan saling mengasihi. Penekanan pandangan Egalitarian adalah saling menundukkan diri—bukan penundukan diri dari satu pihak kepada pihak yg lain, melainkan masing-masing pihak menundukkan diri satu sama lain—baik dalam gereja maupun dalam rumah tangga.

Sebaliknya, pandangan tradisional tentang hubungan peranan pria-wanita tetap berpendapat bahwa ada alasan yg kuat, memaksakan, dan Alkitabiah untuk menguatkan kekepalaan/kepemimpinan pria dan penundukan kaum wanita di dalam gereja maupun dalam rumah tangga. Meskipun pandangan ini mengakui penundukan diri satu sama lain sebagai suatu prinsip yg Alkitabiah, namun penundukan diri satu sama lain tidak mengesampingkan tatanan tentang otoritas dan penundukan diri yg terdapat di bagian-bagian lainnya. Tidak sama dengan pandangan egalitarian, pandangan tradisional tidak membuat berlawanan bagian-bagian yg membicarakan mengenai persamaan hak maupun penundukan kaum wanita.

KALAU BEGITU APAKAH WANITA TIDAK BOLEH MELAYANI?

Melarang wanita masuk dalam pelayanan sama artinya mengatakan bahwa wanita tidak berharga dalam pelayanan Yesus Kristus. Paulus mempunyai rekan sekerja wanita (Fil 4:3). Febe adalah contoh (Roma 16:1-2). Priskila disebutkan bersama suaminya Akwila (Roma 16:3). Mereka adalah penanam gereja (Roma 16:5).

Luk 2:36 Mengapa Hana disebut nabi, tidak ada yang tahu. Alasan yang mungkin adalah Hana adalah istri seorang nabi atau alasan lain karena ia menjadi pemuji di bait Allah ( I Taw 25:1,2,4; I Sam 10:5) atau karena ia sendiri menubuatkan kejadian masa depan .

Kata nabiah dalam PB hanya ada di sini dan Wahyu 2:20. Dalam bahasa Yunani kuno kata ini berarti wanita yang menafsirkan tulisan firman Tuhan.

Hai Para pengajar Alkitab, padamu dituntut tanggung jawab yg sangat besar karena engkau mengajarkan Firman kepada Jemaat. Jika salah mengajar dan bahkan menyesatkan jemaat, upahmu kecil di Surga meski engkau masuk surga.

Saran&ajakan bagi Gereja yg melanggar prinsip Kepemimpinan Alkitabiah ini, segeralah beritahukan gembala/pendeta anda. Dan berubahlah. Jangan sampai berkat Tuhan bagi jemaat terhalang karena pelanggaran-pelanggaran aturan Jabatan dalam Gereja.

Sangat tidak mudah merubah kesalahan-kesalahan praktek bergereja, namun perlu dimulai dari hal-hal kecil dan mendasar (terutama yg menyangkut pengajaran/doktrinal).

Perhatikan 1 Timotius 4 sambungan dari pasal 2 dan 3, Nasehat Paulus kepada Pemuda Timotius

Tugas Timotius dalam menghadapi pengajar sesat

4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

4:3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.

4:4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur,

4:5 sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.

4:6 Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.

4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

4:9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.

4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

4:11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu.

4:12 Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

4:13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.

4:14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

4:15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.

4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

http://dedewijaya.blogs.friendster.com

http://dedewijaya.multiply.com

https://dedewijaya.wordpress.com

http://www.sabdaspace.org/blog/dedewijaya

http://www.in-christ.net/blog/dedewijaya

http://www.geocities.com/dd123id/BARU.html

sumber:

Artikel Wanda Dumais, Bolehkah Wanita berkhotbah,

Alkitab KJV, TB LAI

Kepenatuaan atau Kependetaan, Alexander Strauch, Andi Ofset.

Print Friendly and PDF

Saturday, March 5, 2016

15 Iblis Terkuat dan Paling Terkenal

15 Iblis Terkuat dan Paling Terkenal di Dunia Sahabat FresOn - Dunia tanpa kegelapan mungkin akan menjadi sedikit aneh dan tidak wajar jika dipikirkan secara logika. Secara, kegelapan terlahir terlebih dahulu dibandingkan bumi kita tercinta. Menurut dari sisi keagamaan sendiri, kegelapan lahir dan telah dipimpin selama ribuan tahun oleh 'Lucifer' yang sebelumnya adalah salah satu malaikat dengan pangkat paling tinggi yang diberikan kuasa atas Bumi. Yah, dibawah pimpinan sang Raja Iblis inilah, kegelapan akhirnya melanda dan merasuki seluruh dunia dengan bantuan para malaikat lainnya yang ikut serta tunduk kepada Lucifer. Dengan semakin berkembangnya jaman, semakin banyak juga para Iblis lainnya yang tingkat eksistensi-nya semakin tinggi. Bukan karena kehidupannya yang serba mewah dan glamour seperti para artis papan atas, namun karena kehebatan tipu daya dan muslihat yang menarik manusia kedalam lubang kegelapan. Berikut 15 Iblis Terkuat dan paling Terkenal di seluruh Dunia : 1. Lucifer, Sang Raja Kegelapan Sosok Lucifer pasti sudah bukan hal yang baru lagi untuk didengar. Dalam literatur agama, Lucifer dijuluki 'Raja dari Segala Raja Kegelapan' yang memiliki pangkat paling tinggi dan paling kuat di dunia Satan. Lucifer sendiri dikenal dengan julukan 'Bapak Pendusta', 'Bintang Timur', 'Pembawa Cahaya', dan yang paling terkenal 'Fallen Archangel'. Sosok Lucifer juga masuk kedalam '7 Deadly Sins' yang menjadi lambang dari 'Kebanggaan'. Seperti yang kalian tahu, Lucifer sebelumnya adalah malaikat yang memiliki peringkat tertinggi dan selalu berada didekat Tuhan, maka dari itu Tuhan memberikan Lucifer kekuasaan atas Bumi. Namun dikarenakan sifatnya yang sangat membanggakan diri sendiri, Lucifer malah ingin menguasai seluruh isi Surga. Ketika Tuhan meninggalkan Singgasana-nya, Lucifer dengan berani menduduki tempat tersebut. Kelakuan Lucifer ini langsung ditentang oleh seluruh malaikat yang setia kepada Tuhan, akibatnya peperangan-pun mulai terjadi. Lucifer memimpin peperangan di Surga dengan bantuan para malaikat yang mendukungnya melawan para malaikat tersisa yang tetap setia kepada Tuhan dibawah pimpinan malaikat Michael. Pada akhirnya Lucifer berhasil dikalahkan dan diusir dari Surga beserta dengan para malaikat yang mendukungnya. Semenjak saat itu juga nama Lucifer diubah menjadi 'Satan'. 2. Asmodeus, Penguasa Nafsu Birahi Asmodeus atau dalam bahasa Ibrani biasa dikenal dengan nama 'Ashmedai'. Asmodeus termasuk salah satu dari Raja Kegelapan yang dikutip dari Kitab Tobit. Legenda Asmodeus sendiri telah banyak dikutip dan dikenal dari beberapa legenda Talmud, dalam kisah pembangunan kuil Salomo. Asmodeus sendiri juga merupakan salah satu '7 Deadly Sins', yang menjadi lambang simbol nafsu birahi. Dengan memiliki sosok 3 bentuk, Asmodeus sendiri sering kali menggoda manusia untuk terjerat dalam jebakan dosa yang telah dia ciptakan. Dosa yang biasa Asmodeus ciptakan untuk manusia tidak jauh-jauh dari pikiran kotor, dosa seks, dan zinah. Mereka yang telah terjerat oleh dosa Asmodeus dipercaya akan dihukum di Neraka tingkat dua, dengan hukuman berada didalam badai abadi yang luar biasa mengerikan. 3. Astaroth/Innana/Isis Astaroth adalah bentuk Iblis Pria dari Astareth. Astaroth sendiri sering kali digambarkan dengan seorang pria yang menggunakan mahkota, memegang ular beracun disalah satu tangannya, dan menunggangi seeokor binatang bersayap naga dan berekor ular. Bagi suku Phoenician, Astaroth dianggap sebagai dewa 'Gairah'. Di beberapa versi cerita yang lain, Astaroth dikatakan termasuk kedalam bangsawan tingkat satu di neraka. Godaan Astaroth kepada manusia seringkali tidak dapat ditolak, selain memberikan jalan pintas untuk menjadi kaya, Astaroth juga dikatakan sebagai salah satu Iblis yang telah mengajarkan manusia sihir untuk dapat mengendalikan ular bagi para penyembahnya. 4. Leviathan, Iblis Penguasa Air Sosok Leviathan sebagai Iblis dengan mulut terbesar memang sudah banyak muncul semenjak jaman dahulu. Mulutnya yang besar juga sering digambarkan karena Leviathan sering memakan apa saja yang ada didalam maupun di atas laut. Di beberapa versi lain, mulutnya yang besar ini juga sering dikaitkan karena mulut Leviathan inilah yang pada akhirnya akan menjadi gerbang pintu masuk kedalam neraka abadi. Leviathan satu-satunya Iblis penguasa air yang ditakuti, disamping itu dirinya juga masuk dalam salah satu '7 Deadly Sins', yang menjadi lambang simbol iri hati. Leviathan banyak dipuja dan disembah oleh mereka para pelayar dan pelaut agar perjalanan mereka tetap aman dan sampai ditujuan. 5. Behemoth, Iblis Penguasa Daratan Untuk Iblis yang satu ini memang tidak banyak diceritakan keberadaannya. Behemoth hanya sering dibahas dalam beberapa kisah mitologi. Nama Behemoth sendiri memiliki arti 'Sesuatu yang Kuat', maka tidak heran dalam ajaran Yahudi Behemoth disebut sebagai monster yang mengerikan dan sangat menakutkan. Para ahli pemuka jaman dahulu percaya kalau Behemoth tinggal di sebuah gurun tak terlihat, sebelah Timur Taman Eden. Sosoknya sebagai penguasa daratan seringkali dikatakan akan mulai muncul dan menunjukan dirinya ketika kiamat telah tiba. Kemunculan Behemoth sendiri sering dikatakan untuk berperang melawan para Malaikat Tuhan dan Tuhan itu sendiri demi membela kerajaan Iblis. 6. Beelzebub/Baal Sebutannya sebagai Dewa Baal sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuannya untuk menyesatkan manusia. Beelzebub yang masuk kedalam salah satu '7 Deadly Sins', ini melambangkan kerakusan serta ketamakan bagi manusia. Manusia yang telah terjerat dosa oleh Beelzebub biasanya akan memilih-milih makanan, memakan makanan dengan harga mahal, ataupun makan dengan sangat rakus. Beelzebub sendiri sering dianggap sebagai Dewa Lalat, yang artinya kehadirannya adalah musibah dan bencana bagi manusia itu sendiri. 7. Cimeries Cimeries atau yang biasa disebut dengan nama Kimaris ini adalah Iblis yang menguasai Benua Afrika. Dirinya sering digambarkan sebagai seorang Ksatria yang sedang menunggangi kuda hitam. Cimeries sendiri banyak sekali dipuja karena kemampuannya untuk mendeteksi harta karun yang tersembunyi dan terpendam dari pandangan manusia. Siapapun yang menyembah dirinya akan diberikan petunjuk untuk menemukan harta karun yang sedang dicari. Namun sebagai imbalannya, manusia tersebut akan dipaksa untuk menjadi seorang prajurit yang harus mengabdikan hidupnya kepada dirinya. 8. Mammon, Anak Sang Iblis Di beberapa kitab dan versi keagamaan, Mammon memang dikatakan sebagai keturunan langsung dari Lucifer. Seperti ayahnya, Mammon sendiri juga masuk kedalam '7 Deadly Sins', yang memegang simbol Keserakahan duniawi. Mammon memang digambarkan sangat rakus terhadap hal-hal yang berbau kekayaan dan kemewahan. Iblis yang satu ini juga terkenal sangat pelit sekali terhadap kekayaan yang dimilikinya, sampai-sampai harta parah pemuja dan penyembahnya pun akan dirampas sedikit demi sedikit untuk dirinya sendiri. 9. Azazel Sebelum air Bah datang menimpa muka bumi, manusia yang hidup pada jaman tersebut banyak sekali melakukan kejahatan dan dosa. Kejahatan yang ada tersebut ternyata diciptakan oleh Azazel sendiri, salah satu dari 4 Raja Neraka. Azazel sering disebut sebagai kegelapan dan kekeringan di padang pasir. Beberapa sumber juga menyatakan kalau Azazel juga yang mengajarkan beberapa ilmu pengetahuan dan hukum alam kepada manusia, walaupun sebenarnya hal itu telah dilarang. Berdasarkan kelakuannya tersebut, banyak juga yang mengatakan bahwa Azazel jugalah yang menyebabkan manusia pertama jatuh kedalam dosa untuk memakan buah pengetahuan di Taman Eden dalam bentuk ular. 10. Abaddon, Raja Jurang Maut Dirinya menjadi Iblis terkuat ke-2 setelah Lucifer. Abaddon sering diartikan sebagai 'Kebinasaan' atau 'Sang Penghancur'. Abaddon adalah Raja lubang tanpa dasar atau yang biasa disebut dengan jurang maut yang berisikan dengan jiwa-jiwa yang telah tersesat dan hilang. Abaddon sendiri sering dikaitkan dengan musibah 'Locust' dan dikatakan juga pada akhirnya nanti Abbadon sendiri lah yang akan membawa kehancuran pada dunia ini. Beberapa kisah lain mengatakan Abaddon sebelumnya adalah seorang malaikat yang bernama Muriel. Sewaktu dirinya masih menjadi malaikat, dirinya lah yang ditunjuk oleh Tuhan untuk mengumpulkan tanah untuk membentuk Adam, si manusia pertama. Setelah tugasnya selesai, dirinya ditunjuk sebagai malaikat pelindung. 11. Dagon Dagon adalah sosok iblis yang eksis dilingkaran suku-suku kuno yang ada didunia. Masyarakat kuno di Filipina mengatakan Dagon adalah iblis pembalas dendam yang sangat menakutkan. Namun, berdasarkan mitologi Yunani, Dagon sendiri sering disamakan dengan Kraken, dikarenakan tugasnya yang sama sebagai penghancur dan pembalas dendam. 12. Belphegor, Iblis Kemalasan Belphegor merupakan salah satu iblis yang masuk kedalam '7 Deadly Sins' dengan simbol kemalasan. Wujudnya yang mengerikan khas dengan jenggot yang panjang, tanduk, serta kuku yang tajam dan panjang. Sosok iblis yang satu ini sering kali menjebloskan manusia kedalam jurang dosa, baik dengan sengaja maupun tidak sengaja. Cara kerja Belphegor yaitu dengan memberikan kekayaan kepada manusia yang telah dituju ataupun yang memujanya dengan cara apapun. Biasanya paling sering kekayaan yang diberikan berdasarkan penemuan-penemuan yang luar biasa. Setelah kaya, manusia secara otomatis akan menjadi bermalas-malasan, dan pada saat itulah tugas Belphegor telah sukses dan tinggal membuat pepecahan yang mengakitbatkan kematian massal. 13. Damballa, Dewa Voodoo Damballa adalah salah satu dewa yang paling banyak disembah oleh para dukun voodoo. Dalam ajaran voodoo sendiri Damballa dilambangkan sebagai Iblis Ular, namun ada sebagian masyarakat yang meyakini Damballa sebagai Dewa Langit yang telah menciptakan kehidupan. Para dukun voodoo yang menghormati Damballa percaya akan diberikan kekuatan untuk menciptakan zombie dan dapat mengendalikan ular. Dalam kepercayaan Katholik mengatakan Damballa adalah jelmaan dari tongkat ular Nabi Musa. 14. Mormo, Iblis Pemakan Mayat Dalam mitologi Yunani, Mormo dikenal sebagai Pangeran Iblis yang senang menggigit anak yang masih kecil. Mormo sendiri diyakini oleh masyarakat Yunani sebagai salah satu teman dari Dewi Hecate. Beberapa versi lain juga mengatakan Mormo adalah jelmaan dari Pangeran Ghoul atau setan pemakan bangkai. 15. Mictlantecuhtli, Raja Mictlan Berdasarkan mitologi suku Aztec, Mictlan adalah Dewa Kematian yang menempati bagian terbawah di alam kubur. Mereka yang memuja Mictlan diharuskan untuk ikut dalam ritual memakan daging manusia secara bersamaan di sekitar kuil pemujaan. Manusia yang akan dimakan haruslah yang masih segar, oleh karena itu tidak jarang persembahan yang akan dimakan bersama tersebut berasal dari salah satu sanak keluarga yang ada. Hingga saat ini memang tidak dapat dipungkiri banyak sekali manusia yang masih menyembah para Iblis untuk mengejar kesenangan duniawi. Mungkin memang menyenangkan ketika memiliki harta berlimpah, kekuasaan, dan segala hal lainnya yang kita ingini dapat dimiliki. Namun sebagai gantinya, para tumbal tidak bersalah-pun harus berjatuhan sebagai syarat pemujaan yang telah dijalani.

Print Friendly and PDF

Apa Ajaran Alkitab Mengenai TriTunggal ?

Pertanyaan: Apa ajaran Alkitab mengenai Tritunggal?

Jawaban: Hal yang paling sulit dipahami mengenai Tritunggal adalah tidak adanya penjelasan yang cukup untuk itu. Tritunggal adalah konsep yang tidak mungkin dapat dimengerti secara penuh oleh manusia, apalagi untuk dijelaskan. 

Allah jauh lebih besar dan agung dari kita, karena itu jangan berharap bahwa manusia dapat memahamiNya secara utuh. 

Alkitab mengajarkan bahwa Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah. Alkitab juga mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah. Meskipun kita memahami beberapa hal mengenai hubungan antar Pribadi dalam Tritunggal ini, pada akhirnya kita tetap tidak dapat mengerti secara utuh. Namun demikian, tidak berarti bahwa Tritunggal bukan konsep yang salah atau tidak alkitabiah. 

Ketika mempelajari topik ini, kita perlu ingat bahwa kosakata “Tritunggal (Trinitas)” tidak pernah sekalipun digunakan dalam Alkitab. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan ketritunggalan Allah, yaitu Allah yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan. 

Harus benar-benar dimengerti bahwa ini TIDAK berarti ada tiga Allah. 

Tritunggal berarti satu Allah yang terdiri dari tiga Pribadi. Tidak ada salahnya menggunakan istilah Tritunggal, walaupun istilah ini tidak ditemukan dalam Alkitab. Lebih gampang mengucapkan “Tritunggal” daripada mengatakan “Allah yang Esa yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan.” 

Jika Anda keberatan dengan ini, coba pertimbangkan: kata kakek juga tidak ada dalam Alkitab walaupun kita tahu bahwa dalam Alkitab ada banyak kakek. Abraham adalah kakek dari Yakub. Jadi, mari kita jangan berhenti pada istilah “Tritunggal” itu saja. 

Apa yang terpenting adalah konsep yang diwakili oleh kata “Tritunggal” ada dalam Alkitab. Setelah pendahuluan ini, kita baru akan melihat ayat-ayat Alkitab yang mendiskusikan Tritunggal.

1) Allah itu Esa: Ulangan 6:4; 1 Korintus 8:4; Galatia 3:20; 1 Timotius 2:5

2) Tritunggal terdiri dari tiga Pribadi: Kejadian 1:1; 1:26; 3:22; 11:7; Yesaya 6:8; 48:16; 61:1; Matius 3:16-17; Matius 28:19; 2 Korintus 13:14. 

Untuk ayat-ayat dari Perjanjian Lama, pemahaman atas bahasa Ibrani sangatlah menolong. Dalam Kejadian 1:1, kata “Elohim” merupakan bentuk jamak. Dalam Kejadian 1:26; 3:22; 11:7 dan Yesaya 6:8, kata jamak “kita” yang digunakan. 

Dalam bahasa Inggris hanya ada dua bentuk kata, tunggal dan jamak. Dalam bahasa Ibrani ada tiga macam bentuk kata: tunggal, dual dan jamak. Dalam bahasa Ibrani, bentuk dual digunakan untuk hal-hal yang berpasangan, seperti mata, telinga dan tangan.

Kata “Elohim” dan kata ganti “kita” dalam bentuk jamak- yang jelas berarti lebih dari dua – dan merujuk pada tiga atau lebih dari tiga (Bapa, Putera, dan Roh Kudus).

Dalam Yesaya 48:16 dan 61:1 sang Putera berbicara dan merujuk pada Bapa dan Roh Kudus. Bandingkan Yesaya 61:1 dengan Lukas 4:14-19 untuk melihat bahwa yang berbicara adalah Putera. 

Matius 3:16-17 menggambarkan peristiwa pembaptisan Yesus. Dalam peristiwa ini kelihatan bahwa Allah Roh Kudus turun ke atas Allah Putera sementara pada saat bersamaan Allah Bapa menyatakan bagaimana Dia berkenan dengan sang Putera. Matius 28:19 dan 2 Korintus 13:14 adalah contoh ayat yang membahas mengenai tiga Pribadi berbeda dalam Tritunggal.

3) Pribadi-Pribadi dalam Tritunggal dibedakan dari satu dengan yang lainnya dalam berbagai ayat. Dalam Perjanjian Lama, “TUHAN” berbeda dari “Tuhan” (Kejadian 19:24; Hosea 1:4). 

TUHAN memiliki “Anak” (Mazmur 2:7; 12; Amsal 30:2-4). Roh Kudus dibedakan dari “TUHAN” (Bilangan 27:18) dan dari “Allah” (Mazmur 51:12-14). Allah Putera dibedakan dari Allah Bapa (Mazmur 45:7-8; Ibrani 1:8-9). 

Dalam Perjanjian Baru, Yohanes 14:16-17, Yesus berbicara kepada Bapa tentang mengutus Sang Penolong, yaitu Roh Kudus. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus tidak memandang diriNya sebagai Bapa atau Roh Kudus. 

Perhatikan pula saat-saat lain dalam kitab-kitab Injil ketika Yesus berbicara kepada Bapa. Apakah Dia berbicara kepada diri sendiri? Tidak. Dia berbicara kepada Pribadi lainnya dalam Tritunggal, - Sang Bapa.

4) Setiap Pribadi dalam Tritunggal adalah Allah. Bapa adalah Allah: Yohanes 6:27; Roma 1:7; 1 Petrus 1:2. Putera adalah Allah: Yohanes 1:1, 14; Roma 9:5; Kolose 2:9; Ibrani 1:8; Yohanes 5:20. Roh Kudus adalah Allah: Kisah Rasul 5:3-4; 1 Korintus 3:16 (Yang mendiami adalah Roh Kudus – Roma 8:9; Yohanes 14:16-17; Kisah Rasul 2:1-4).

5) Subordinasi dalam Tritunggal: Alkitab memperlihatkan bahwa Roh Kudus tunduk (subordinasi) kepada Bapa dan Putera, dan Putera tunduk (subordinasi) kepada Bapa. Ini adalah relasi internal dan tidak mengurangi atau membatalkan keilahian dari setiap Pribadi dalam Tritunggal. 

Ini mungkin bagian dari Allah yang tidak terbatas yang tidak dapat dimengerti oleh pikiran kita yang terbatas. 

Mengenai Putera, lihat Lukas 22:42; Yohanes 5:36; Yohanes 20:21; 1 Yohanes 4:14. 

Mengenai Roh Kudus lihat Yohanes 14:16; 14:26; 15:26; 16:7, dan khususnya Yohanes 16:13-14.

6) Pekerjaan dari setiap Pribadi dalam Tritunggal: Bapa adalah Sumber utama atau Penyebab utama dari a) alam semesta (1 Korintus 8:6; Yohanes 1:3; Kolose 1:16-17); b) pewahyuan illahi (Yohanes 1:1; Matius 11:27; Yohanes 16:12-15; Wahyu 1:1); c) keselamatan (Yohanes 3:16-17); dan d) pekerjaan Yesus sebagai manusia (Yohanes 5:17; 14:10). Bapa MEMULAI semua ini.

Putera adalah agen yang melalui diriNya Bapa melakukan karya-karya sbb: a) penciptaan dan memelihara alam semesta (1 Korintus 8:6; Yohanes 1:3; Kolose 1:16-17); b) pewahyuan illahi (Yohanes 1:1; Matius 11:27; Yohanes 16:12-15; Wahyu 1:1); c) keselamatan (2 Korintus 5:19; Matius 1:21; Yohanes 4:42). 

Bapa melakukan semua ini melalui Putera yang berfungsi sebagai agen Allah.

Roh Kudus adalah alat yang dipakai Bapa untuk melakukan karya-karya berikut ini: a) penciptaan dan memelihara alam semesta (Kejadian 1:2; Ayub 26:13; Mazmur 104:30); b) pewahyuan illahi (Yohanes 16:12-15; Efesus 3:5; 2 Petrus 1:21); dan c) keselamatan (Yohanes 3:6; Titus 3:5; 1 Petrus 1:2); dan pekerjaan-pekerjaan Yesus (Yesaya 61:1; Kisah Rasul 10:38). Bapa melakukan semua ini dengan kuasa Roh Kudus.

Tidak ada ilustrasi-ilustrasi yang dengan akurat bisa menjelaskan Tritunggal. Telur (atau apel) tidak tepat karena kulit telur, putih telur dan kuning telur, semua adalah bagian dari telur dan bukan telur itu sendiri. 

Bapa, Putera, dan Roh Kudus bukanlah bagian dari Allah namun setiap Pribadi ini adalah Allah. 

Ilustrasi yang menggunakan air sedikit lebih bagus dalam menjelaskan Tritunggal, namun tetap tidak memadai. Cairan, uap, dan es adalah bentuk-bentuk dari air. Bapa, Putera dan Roh Kudus bukanlah bentuk-bentuk dari Allah, karena setiap Pribadi itu adalah Allah. 

Dengan demikian, walaupun ilustrasi-ilustrasi ini memberi gambaran mengenai Tritunggal, gambaran yang diberikan tidak akurat. Allah yang tidak terbatas tidak dapat digambarkan secara penuh dengan ilustrasi yang terbatas. 

Daripada menfokuskan diri pada konsep Tritunggal, cobalah memfokuskan diri pada kebesaran Allah dan kenyataan bahwa Dia jauh lebih agung dari kita. 

“Oh, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?” (Roma 11:33-34).

Klik Video tetang Trinitas :
https://youtu.be/_incLzfQA6c

Print Friendly and PDF

Berlanganan