Sunday, April 3, 2016

HISTORY MUSA 1

Musa adalah pemimpin orang Israel yang keluar dari mesir. Dalam arti tertentu dapat dibandingkan dengan legenda-legenda bangsa-bangsa lain, cerita Musa itu dimulai (Kel. 2) dengan disembunyikannya si bayi Musa itu untuk menghindari suatu pembunuhan besar-besaran, tetapi dengan tak terduga diselamatkan oleh putri *Firaun, dan atas permintaannya diasuh oleh seorang pengasuh Ibrani, yang ternyata adalah ibu kandungnya. Dengan demikian, Musa dibesarkan di lingkungan kerajaan Mesir. Dalam lanjutan ceritanya Musa, sehabis masa kanak-kanaknya, ia bertengkar dengan sesama orang Israel dan lari meninggalkan Mesir. Lalu Musa hidup di *Midian, menikah di sana dan dalam peristiwa 'semak yang menyala' (Kel. 3:1-6) Musa menerima panggilan menjadi pemimpin bangsanya. Musa dilengkapi dengan persenjataan ampuh melawan Firaun, raja Mesir, yang bertanggung jawab atas direndahkannya orang Israel menjadi budak-budak. Musa memiliki karunia mengerjakan *mukjizat. Dan saudaranya *Harun, membantunya sebagai juru bicaranya (Kel. 4:14). Kemampuan pertamanya ialah mendatangkan tulah-tulah yang terus meningkat atas orang Mesir yang bandel, yang akhirnya memuncak pada kematian semua *anak sulung orang Mesir (Kel. 12:13), dan yang memaksa Firaun membebaskan orang Israel yang diperbudaknya. Orang Israel lalu keluar ke gurun di bawah pimpinan Musa. Di sana Musa membelah laut (Kel. 14:21-15:21); menjernihkan air (Kel. 15:22-25) dan dengan mengangkat tangannya, menjamin suatu kemenangan orang Israel atas bangsa *Amalek (Kel. 17:11-12). Musa adalah perantara umat dengan Allah dan *nabi Allah terhadap umat-Nya. Musa memberikan *Taurat dan ia sendiri bertindak sebagai hakim dan juru pengadil (Kel. 18). Dengan demikian, Musa memberi kepada bangsanya suatu identitas nasional dan ia nyaris mengantar bangsanya masuk ke *tanah yang dijanjikan (*Kanaan) pada saat ia mendaki Gunung *Nebo di *Moab dan mati di situ. Kebenaran sejarah Musa banyak diperdebatkan oleh para ahli PL. Pada umumnya diterima adanya tiga sumber cerita yang ditandai dengan simbol huruf *Y, *E dan *P Y dan E lebih tua dan dianggap mengandung sejarah yang dapat dipercaya. Tetapi, tidak ada pengesahan tentang adanya Musa dari pihak ilmu purbakala atau dari naskah-naskah tua Timur Tengah. Kita hanya dihadapkan pada pandangan dari bukti-bukti dalam *Pentateukh itu sendiri, yang mengandung berbagai ketidakpastian dan keraguan. Kalaupun sekarang hampir tidak ada orang yang man mempertahankan pandangan bahwa Musa sendiri menuliskan kelima kitab Pentateukh itu, tetapi pasti, ada yang beranggapan bahwa kepemimpinan Musa itu terlalu berakar dalam ingatan bersama bangsa Israel untuk dinyatakan sebagai sekadar khayalan saleh belaka. Dalam PB Musa disebut sebagai pemberi hukum Taurat (Mrk. 7:10; Rm. 9:15; 2Kor. 3:13), kemudian juga sebagai seorang yang *imannya kepada Allah menjadi teladan bagi Gereja (Ibr. 3:2; 11:24), sebagai nabi dari *Mesias (Kis. 3:22). Dalam Injil Matius Yesus digambarkan sebagai Musa Kedua, yang memberitakan Taurat yang baru (Mat. 5-7). Pada saat Yesus *dimuliakan di gunung, dikatakan bahwa Musa hadir dan dengan demikian mengesahkan pernyataan suara dari surga bahwa Yesus adalah *Anak yang dikasihi Allah untuk didengarkan (Mrk. 9:7). Pemimpin ulung, pemberi hukum, perantaraan siapa Allah membawa orang Israel keluar dari Mesir. Ia membina mereka menjadi suatu umat untuk mengabdi kepada Allah, dan membawa mereka sampai ke perbatasan negeri yg dijanjikan Allah kepada nenek moyang mereka. I. Nama Kel 2:10 mencatat dan menamainya Mosyeh, sebab katanya, 'Karena aku telah menariknya (mesyitihu) dari air'. Jika pembicara adalah putri Firaun -- justru banyak ahli menerima itu -- maka nama Mosyeh berasal dari bh Mesir, dan -- sangat mungkin artinya ialah 'anak' atau 'yg dilahirkan'. Tapi, orang 'yg menamainya' dapat ditafsirkan adalah ibu kandung Musa yg juga inang pengasuhnya, 'yg sudah menamainya...' (demikian W. J Martin). Kel 2:10 jelas menghubungkan nama Mosyeh dengan hal diambil atau ditariknya dia dari air (masya, mengambil atau menarik dari air). Nama sindiran ini tentu wajar bagi orang Israel tapi tidak bagi orang Mesir; dan kenyataan ini memperkokoh pandangan bahwa ibu Musa sendirilah yg lebih dulu menamainya Musa daripada putri Firaun. Mosyeh seperti adanya di sini adalah partisipium aktif. Artinya, 'seorang yg menarik (sesuatu) dari...', dan mungkin merupakan ungkapan singkat (elipsis) untuk suatu kalimat panjang. Pada abad 14-13 sM kata Mesir ms, artinya 'anak' (dan bentuk tata bh yg sehubungan dgn itu dlm nama-nama seperti Ramose, 'Re sudah lahir') diucapkan seperti mase, dan sama sekali tidak ada alasan filologi atau alasan lain bagi ibu angkat Musa supaya jangan membaurkan kata Semit masyi atau Mosyeh dengan nama biasa Mase, Mosyeh, dalam bahasanya sendiri. Jadi nama Musa bisa saja berasal dari bh Semit yg dibaurkan dengan bh Mesir, waktu berada di Mesir. Tapi pandangan kebanyakan ahli ialah, putri Firaun menyebut dia Mosyeh, yg artinya 'anak' (atau -- walaupun kurang cocok -- nama yg mengandung nama allah dlm -mose), yg dalam bh Ibrani menjadi Mosyeh. Tapi pandangan ini tidak dapat secara wajar menerangkan kata sindiran Semit itu; padahal tidak ada alasan obyektif untuk mengatakannya tidak benar atau tidak bersejarah, sebab hal ini biasa di Mesir dan di tempat-tempat lain (termasuk PL) lama sebelum Musa. Lagipula, pandangan seperti itu menghadapi kesukaran-kesukaran fonetika dalam hal s bh Mesir yg kelihatannya menjadi sy dalam Mosyeh, tapi sebagai s dalam Ra'amses dan Pinehas, dalam Ibrani, seperti sudah dijelaskan oleh A. H Gardiner (JAGS, 56, 1936, hlm 192-194); dan ini merupakan masalah yg sama sekali tak diselesaikan oleh LG Griffiths, (JNES, 12, 1953, hlm 225-231), walaupun tulisannya termasuk yg terbaik mengenai pandangan ini.

Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: HISTORY MUSA 1
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan