Minggu, 03 April 2016

TUHAN TUAN LORD

Kata “TUHAN” atau “TUAN“ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki makna sbb: Tempat mengabdi (Dimuliakan/Diagungkan) Penguasa atau Berkuasa – Sang Pemberi/Sumber pemberi Oknum yang Layak dan patut dihormati. Singkatnya kata “ TUHAN atau TUAN “ atau “ BOS “ memiliki makna “ Yang ditinggikan atau Diagungkan atau DIMULIAKAN.Jadi TUHAN atau TUAN Atau LORD Atau JUNJUNGAN artinya : PENGUASA NYATA PUNYA KUASA NYATA OKNUM BERKUASA NYATA Tidak boleh hanya mengaku ngaku PENGUASA atau hanya mengaku ngaku BERKUASA diatas kertas tanpa pernah sekalipun kuasanya TERBUKTI secara NYATA terjadi dihadapan mata manusia yang menantangnya. TUHAN atau TUAN atau JUNJUNGAN atau BOSS atau MAJIKAN atau SIR akan muncul sebagai Predikat Tinggi/Agung kepada OKNUM yang dihormati/yang disegani… yang mampu memperlihatkan/membuktikan ada KEKUASAAN ditangannya dan dapat disaksikan dan dirasakan langsung dihadapan mata manusia lain!!! Tanpa secuil BUKTI KUASA/POWER YANG NYATA dari seorang oknum manusia,maka oknum tersebut tidak layak disebut TUAN. Tanpa BUKTI adanya KUASA/POWER YANG NYATA dan berlimpah dari seorang oknum Sesembahan,maka oknum/objek yang disembah tersebut tidak layak diper-TUHAN-kan. ---------------- **Kitab Keluaran 34 34:5. Turunlah TUHAN dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama…TUHAN. 34:10. Firman-Nya: "…Di DEPAN SELURUH BANGSAMU ini akan Kulakukan PERBUATAN PERBUATAN yang ajaib, seperti yang belum pernah dijadikan di seluruh bumi di antara segala bangsa; seluruh bangsa, yang di tengah-tengahnya engkau diam, akan MELIHAT PERBUATAN TUHAN, sebab apa yang akan Kulakukan dengan engkau, SUNGGUH SUNGGUH DAHSYAT. ---------------- **Kitab Yeremia 16 16:21 "Sebab itu, ketahuilah, Aku mau memberitahukan kepada mereka, sekali ini Aku akan memberitahukan kepada mereka....KEKUASAAN-Ku dan KEPERKASAAN-Ku,.... supaya mereka tahu, bahwa nama-Ku TUHAN." ---------------- Mungkinkah manusia dengan secara jujur akan mengatakan "TUAN" kepada seorang pengemis yang mencari sesuap nasi dari hasil pemberian sesama manusia lain? Mungkinkah anda dengan hati yang jujur pula akan MEMPERTUAN/MENJUNJUNG seorang pembantu rumah tangga anda yang justru berada didalam kekuasaan keluarga anda? Mungkinkah anda akan MEMPERTUAN pembantu anda sekalipun pembantu rumah tangga anda tersebut BERKOAR KOAR dan mengaku ngaku sebagai seorang saudagar kaya/konglomerat yang layak diposisikan sebagai "TUAN/JUNJUNGAN" bagi anda sekeluarga?. ------------- Bersediakah anda menjadikan seorang pembantu rumah tangga anda sebagai TUAN/JUNJUNGAN dirumah yang anda miliki hanya karena si pembantu tersebut BERTERIAK TERIAK dan mengatakan kalau dia adalah seorang kaya dan konglomerat…dan si pembantu tersebut harus dihormati sebagai TUAN/JUNJUNGAN bagi keluarga anda? Jawablah beberapa pertanyaan saya diatas dengan hati yang jujur!! Namun tanpa menunggu jawaban anda sekalipun,maka saya berani memastikan kalau anda akan dengan tegas dan jelas menolak memper-TUAN- seorang pembantu rumah tangga anda didalam rumah kekuasaan dan hak milik anda!Saya berani menjamin hal itu 100 %. Karena suka tidak suka, anda akan berpijak pada patokan standart kelayakan seseorang itu untuk layak diper-TUAN.Anda akan berpatokan kepada bukti...bukti...dan bukti.Bukan berpatokan kepada bualan dan klaim omong kosong.!! -------------- Maka demikian juga HUKUM WAJIB dalam melekatkan dan mengakui status KETUHANAN dari oknum sesembahan yang kita sembah.Sang sesembahan tersebut Wajib menyertakan bukti perbuatan dan kemahakuasaannya dihadapan mata manusia secara langsung.Dan perbuatan oknum sesembahan itu secara nyata tidak mampu ditandingi/ditiru manusia. Kalau anda tidak berdiri diatas pijakan bukti perbuatan kuasa untuk memper-TUHAN-kan seorang oknum sesembahan,maka saya pastikan...ANDA adalah manusia yang lebih DUNGU daripada seekor LEMBU yang tidak punya kemampuan berfikir!! -------------- Sebab mengapa??? Bagaimana anda sebegitu bodohnya MEMPERTUHANKAN Oknum sesembahan yang tidak sekalipun berbuat apa apa dihadapan mata manusia secara langsung? Bagaimana anda MENJADI sebegitu bodohnya mempercayai sebuah BUALAN kalau ada oknum sesembahan yang mengaku ngaku sebagai Tuhan sedangkan membunuh nyamuk pun sesembahan palsu tersebut terbukti tidak pernah? Kalau berbuat kuasa yang ringan ringan saja dihadapan mata manusia secara langsung si sesembahan palsu tersebut tidak mampu,bagaimana anda menjadi sebegitu bodoh dan mau percaya saja untuk memper-TUHAN-kan seorang PEMBUAL dan PENYESAT?? -------------- Jadi harus ada BUKTI PERBUATAN NYATA yang dapat diperlihatkannya dihadapan mata manusia,kalau oknum sesembahan tersebut memiliki kekuasaaan yang BERLIMPAH UNTUK MELAKUKAN PERBUATAN AJAIB yang tidak mampu ditiru manusia.Itulah bukti KETUHANAN sang sesembahan yang membuatnya layak di per-Tuhan-kan. Kalau Status/predikat KETUHANAN tidak mensyaratkan bukti perbuatan kuasa/keperkasaan yang tidak mampu ditiru manusia,maka semua orang akan dengan mudah mengaku ngaku sebagai TUHAN/TUAN/JUNJUNGAN/BOSS. Seekor kambing dan seekor kadal pun akan ikut ikutan juga mengaku TUHAN...seperti sifat si Sesembahan palsu yang mengaku ngaku TUHAN tersebut.

Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: TUHAN TUAN LORD
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan