Saturday, April 15, 2017

PENYALIBAN


Sahabat FresOn - Untuk lebih menambah pemahaman kita terhadap peristiwa penyaliban Yesus Kristus. *PENYALIBAN*
Anatomi dan Fisiologi Penyaliban dan Kematian Yesus Kristus Menurut Pandangan Medis
Penyaliban, metode eksekusi fatal yang lambat dan menyakitkan di mana korban diikat/dipaku ke balok kayu besar dan dibiarkan menggantung selama beberapa hari sampai akhirnya kematian karena kelelahan dan asphyxia (sesak nafas), diduga diciptakan oleh orang2 Persia pada thn 300 SM, dan disempurnakan oleh orang orang Romawi pd thn 100 SM. Jutaan orang Kristen pd minggu Paskah akan berpikir tentang penderitaan Yesus Kristus dan kematian-Nya di kayu Salib.
Berikut ini detail detail anatomi dan fisiologi kematian akibat Penyaliban yang dikumpulkan dalam penyelidikan Dr. C. Truman Davis, yang dipublikasikan di New Wine Magazine.
1. Ini adalah kematian yang paling menyakitkan yang pernah diciptakan manusia, dari mana kita mendapatkan istilah excruciating (“siksaan yg luar biasa”).
2. Disiapkan khususnya untuk penjahat laki laki yang paling jahat. Yesus menolak anggur anestesi yg ditawarkan kepada-Nya oleh tentara Romawi karena janji-Nya dalam Matius 26:29, “Dan Aku berkata kepadamu, bahwa sejak sekarang Aku sama sekali tidak akan minum dari hasil anggur ini sampai hari itu, ketika Aku meminum yg baru, bersama kamu di dalam kerajaan Bapa-Ku.”
3. Yesus ditelanjangi dan pakaian-Nya di-bagi bagi oleh para penjaga Romawi. Ini adalah penggenapan Mazmur 22:18, “mereka mem-bagi2 jubahku di antara mereka, dan membuang undi utk pakaianku.”
4. Penyaliban Yesus memberi “jaminan” akan kematian yg mengerikan, lambat, dan menyakitkan. Setelah dipaku di kayu Salib, Yesus mendapatkan posisi anatomi yang mustahil untuk dipertahankan.
5. Lutut Yesus ditekuk sekitar 45 derajat, dan Dia dipaksa menanggung berat badan-Nya dengan otot otot paha-Nya, yang bukan merupakan posisi anatomi yang mungkin untuk dipertahankan selama lebih dari beberapa menit tanpa mengalami kram parah pada otot otot paha dan betis.
6. Berat badan Yesus ditanggung di kaki-Nya, dengan paku yang dipasakkan menembus kaki-kaki-Nya. Sementara kekuatan otot otot paha dan betis Yesus melemah karena kelelahan, berat tubuh-Nya harus dipindahkan ke pergelangan tangan-Nya, lengan-Nya, dan bahu-Nya.
7. Dalam beberapa menit setelah dipakukan di kayu Salib, bahu bahu Yesus dislokasi (terlepas). Beberapa menit kemudian siku siku dan pergelangan tangan Yesus dislokasi.
8. Akibat dislokasi ekstremitas (anggota tubuh) bagian atas ini adalah bahwa lengan-Nya 23 cm lebih panjang dari ukuran normalnya, seperti yg ditunjukkan pada Kain Kafan Yesus.
9. Hal ini menggenapi nubuat dalam Mazmur 22:14, “Seperti air Aku tercurah, dan segala tulang-Ku terlepas (Ibrani: parad; terlepas, terpisah) dari sendinya; hati-Ku (Ibrani: leb; jantung) menjadi seperti lilin, hancur luluh di dlm dada-Ku.”
10. Setelah kedua pergelangan tangan Yesus, siku dan bahu-Nya dislokasi, berat tubuh-Nya pd tungkai atas-Nya menyebabkan gaya gaya tarikan pada otot otot Pectoralis Mayor dari rongga dada-Nya.
11. Gaya2 tarikan ini menyebabkan tulang rusuk-Nya tertarik ke atas dan ke arah luar, dalam kondisi yg paling tidak wajar. Rongga dada-Nya secara permanen berada dlm posisi inspirasi (tarikan) pernafasan maksimal. Untuk mengeluarkan nafas, Yesus secara fisiologis harus memaksa tubuh-Nya.
12. Untuk mengeluarkan nafas, Yesus harus mendorong paku di kaki-Nya utk mengangkat tubuh-Nya, supaya memungkinkan tulang rusuk-Nya bergerak ke bawah dan ke dalam untuk mengeluarkan udara dari paru-paru-Nya.
13. Paru-paru-Nya berada pada posisi istirahat dari inspirasi (tarikan nafas) maksimal secara konstan. Penyaliban merupakan suatu bencana medis.
14. Masalahnya adalah bahwa Yesus tidak bisa dgn mudah menekan pada paku di kaki-Nya karena otot otot kaki-Nya, yang ditekuk pada posisi 45 derajat, sangat kelelahan, dalam kondisi kram parah, dan dalam posisi anatomis yang sangat tidak wajar.
15. Tidak seperti semua film film Hollywood tentang Penyaliban dimana sang aktor diam tak bergerak, korban Penyaliban sesungguhnya akan bergerak sangat aktif. Korban yang disalibkan itu secara fisiologis dipaksa untuk bergerak ke atas dan ke bawah pada tiang Salib, dengan jarak sekitar 30 cm, hanya supaya bisa bernafas.
16. Proses respirasi (pernafasan) menyebabkan rasa sakit yg luar biasa, dicampur dgn teror mutlak asphyxia (sesak nafas).
17. Sementara 6 jam Penyaliban berlalu, Yesus semakin dan semakin tidak mampu menopang berat badan-Nya di kaki-Nya, sementara otot otot paha dan betis-Nya menjadi semakin kelelahan. Ada peningkatan dislokasi (terlepasnya) kedua pergelangan tangan-Nya, siku-Nya dan bahu-Nya, dan elevasi lebih lanjut dari rongga dada-Nya, membuat nafas-Nya semakin lama semakin sulit. Dlm beberapa menit setelah Penyaliban, Yesus sangat dyspnoeic (nafas pendek).
18. Gerakan Yesus ke atas dan ke bawah pd tiang Salib utk bernafas menyebabkan rasa sakit yg luar biasa pd kedua pergelangan tangan-Nya, kaki-Nya, dan siku-Nya dan bahu-Nya yg dislokasi (terlepas).
19. Gerakan-Nya menjadi semakin berkurang dan berkurang sementara Yesus menjadi semakin kelelahan dan kesakitan, tapi teror kematian mendadak karena asphyxia (sesak nafas) memaksa-Nya untuk melanjutkan usaha-Nya untuk terus bernafas.
20. Otot otot ekstremitas bawah Yesus menimbulkan kram yang sangat menyiksa karena usaha menekan pada kaki-Nya, untuk menaikkan tubuh-Nya, supaya Ia bisa menghembuskan nafas, dalam posisi anatomis mereka yang sangat tidak wajar.
21. Rasa sakit dari kedua saraf tengah-Nya yg hancur di pergelangan tangan-Nya meledak pada setiap gerakan.
22. Yesus berlumuran darah dan keringat.
23. Darah ini adalah akibat pencambukan (didera) yg hampir membunuh-Nya, dan keringat ini adalah akibat upaya paksa dangan kekerasan untuk mengeluarkan udara dari paru2-Nya. Sepanjang semua peristiwa ini, Yesus benar benar dalam keadaan telanjang, dan para pemimpin Yahudi, orang banyak, dan pencuri di kedua sisi-Nya mencemooh, mencaci-maki dan mentertawakan Dia. Selain itu, ibu Yesus sendiri sedang menyaksikan-Nya.
24. Secara fisiologis, tubuh Yesus menjalani serangkaian peristiwa peristiwa bencana dan terminal.
25. Karena Yesus tidak bisa mempertahankan ventilasi yang memadai pada paru paru- Nya, Dia sekarang memasuki kondisi Hipoventilasi (ventilasi tidak memadai).
26. Tingkat oksigen dalam darah-Nya mulai turun, dan Ia mulai mengalami Hipoksia (oksigen darah rendah). Selain itu, karena gerakan pernafasan-Nya terbatasi, tingkat karbon dioksida (CO2) darah-Nya mulai meningkat, kondisi yg dikenal sebagai Hiperkapnia.
27. Meningkatnya kadar CO2 ini menstimulasi jantung-Nya berdetak lebih cepat utk meningkatkan suplai oksigen, dan menyingkirkan CO2.
28. Pusat pernafasan di otak Yesus mengirim pesan mendesak kepd paru2-Nya untuk bernafas lebih cepat, dan Yesus mulai ter-sengal2.
29. Refleks fisiologis Yesus menuntut Dia mengambil nafas lebih dalam, dan Dia tanpa sadar bergerak naik turun pada tiang Salib jauh lebih cepat, meskipun rasa sakit yang luar biasa. Gerakan menyiksa ini secara spontan terjadi beberapa kali per menit, untuk menyenangkan orang banyak yg mencemooh-Nya, para prajurit Romawi, dan Sanhedrin.
30. Namun, karena Yesus dipakukan ke tiang Salib dan kelelahan-Nya yg semakin meningkat, Dia tidak mampu memberikan lebih banyak oksigen kepd tubuh-Nya yg sangat kekurangan oksigen.
31. Akibat terjadinya Hipoksia (terlalu sedikit oksigen) dan Hiperkapnia (terlalu banyak CO2) secara ber-sama sama ini menyebabkan jantung-Nya berdetak semakin cepat dan lebih cepat, dan Yesus masuk pada tahap Takikardia (denyut jantung sangat cepat secara berlebihan).
32. Jantung Yesus berdetak semakin cepat dan lebih cepat, dan denyut jantung-Nya mungkin sekitar 220 denyut/menit, jumlah maksimum yg masih bisa ditahan.
33. Yesus belum minum apa2 selama 15 jam, sejak petang hari pukul 18:00 malam sebelumnya. Yesus telah mengalami hukuman cambuk, yg hampir membunuh-Nya.
34. Dia mencucurkan darah dari seluruh tubuh-Nya setelah pencambukan, mahkota duri, paku paku di pergelangan tangan dan kaki-Nya, dan laserasi (tercabik-cabik) menyusul pemukulan pemukulan dan jatuh-Nya. Ini menggenapi nubuat Yesaya 52:14 “Ketika banyak orang tertegun atasmu, –keburukan rupa-Nya lebih daripada manusia mana pun, dan keburukan bentuk-Nya lebih daripada anak manusia.”
35. Yesus sudah sangat dehidrasi, dan tekanan darah-Nya turun drastis secara mengkhawatirkan.
36. Tekanan darah-Nya mungkin sekitar 80/50.
37. Dia mengalami Shock Tingkat Pertama, dngn Hipovolemia (volume darah rendah), Takikardia (detak jantung sangat cepat secara berlebihan), Takipnoea (tingkat pernafasan sangat cepat secara berlebihan), dan Hiperhidrosis (keringat berlebihan).
38. Kira kira tengah hari, jantung Yesus mulai gagal.
39. Paru paru Yesus mulai terisi dgn cairan (Pulmonary Oedema).
40. Ini hanya memperburuk kondisi pernafasan-Nya, yg sudah sangat terancam.
41. Yesus mengalami Gagal Jantung dan Gagal Nafas.
42. Yesus berkata, “Aku haus” karena tubuh-Nya sudah amat sangat kekurangan cairan. Mazmur 22:16 Kekuatanku mengering bagaikan tembikar, dan lidahku melekat pd langit2 mulutku; dan Engkau meletakkan aku dlm debu kematian;
43. Tubuh Yesus ada dlm kondisi amat sangat membutuhkan infus intravena darah dan plasma utk menyelamatkan hidup-Nya.
44. Yesus mulai tidak bisa bernafas dengan cukup dan per-lahan lahan tercekik sampai mati.
45. Pada tahap ini, Yesus mungkin mengalami Hemoperikardium.
46. Plasma dan darah berkumpul di ruang di sekitar jantung-Nya, yg disebut Perikardium.
47. Cairan di sekitar jantung-Nya ini sebabkan Cardiac Tamponade (cairan di sekitar jantung-Nya, yg menghambat jantung Yesus berdenyut dengan baik).
48. Karena tuntutan fisiologis yang semakin meningkat pada jantung Yesus, dan kondisi Hemoperikardium yang parah, Yesus mengalami Cardiac Rupture (Pecah Jantung). JantungNya benar benar meledak. Ini mungkin penyebab kematian-Nya. Menggenapi nubuat Mazmur 22:14, “Hati-Ku (Ibrani: leb; jantung) menjadi seperti lilin, hancur luluh di dlm dada-Ku.”
49. Untuk memperlambat proses kematian, para prajurit Romawi biasanya menempatkan kursi kayu kecil di tiang Salib, yang akan memungkinkan Yesus mendapatkan “hak istimewa” menopang berat badan-Nya pd tulang sakrum-Nya (tulang dasar panggul).
50. Dampak dari tindakan ini adalah bahwa hal tersebut bisa memakan waktu hingga 9 hari untuk mati di kayu salib.
51. Ketika orang orang Romawi ingin mempercepat kematian, mereka akan mematahkan kaki kaki korban, menyebabkan korban tercekik dan mati lemas dlm hitungan menit. Ini disebut Crucifragrum.
52. Pada pukul 3 sore Yesus berkata, “Tetelestai,” yang berarti, “Sudah selesai.” Pd saat itu, Ia menyerahkan Roh-Nya, dan Dia mati.
53. Ketika prajurit datang ke Yesus untuk mematahkan kaki-Nya, Dia sudah mati. Tidak ada tulang tubuh-Nya dipatahkan, yang merupakan penggenapan nubuat Mazmur 34:21 ” Dialah yg menjaga semua tulang-Nya, tidak satu pun dari pdnya dipatahkan.”
54. Yesus mati sesudah 6 jam penyiksaan yang paling menyakitkan dan paling mengerikan yg pernah diciptakan.
55. Yesus mati menyerahkan hidup-Nya supaya setiap manusia yang berdosa yang mau menerima-Nya, bisa memperoleh hidup-Nya, dan menjadi anak2 Allah.
Yohanes 1:12-13 (ILT) Namun, berapa banyak orang yg telah menerima Dia, kepd mereka Dia telah memberikan otoritas utk menjadi anak anak Allah, yaitu kepada mereka yang percaya dalam Nama-Nya, mereka yang telah dilahirkan bukan dari darah dan bukan dari keinginan daging bahkan bukan dari keinginan seorang pria, melainkan dari Allah.(LDI).
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: PENYALIBAN
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan