Saturday, June 10, 2017

PESAN GEMBALA

Pesan untuk sesama gembala :
1. Jika kita ingin gereja kita berkenan di mata Tuhan naikkan standar rohani.
2. Jika kita naikkan standar rohani gereja lokal kemungkinan anggota berkurang atau beberapa pelayan mungkin mundur.
3. Jika kita kekurangan anggota dan pelayan karena menaikkan standar rohani, kita masih bisa berbesar hati karena perkenanan Tuhan akan berpihak kepada kita.
4. Jika perkenanan Tuhan berpihak kepada kita, bukan tidak mungkin Tuhan mengirimkan anggota dan pelayan baru yang lebih cinta Tuhan dan berpotensi besar.
5. Memertahankan jumlah tanpa memerhatikan mutu, kemungkinan besar akan menjadikan gereja lokal kita seperti sarang penyamun.
6. Kehilangan anggota atau pelayan yang rendah kualitas dan komitmen bukan sebuah malapetaka, justru hal itu adalah pintu bagi terbukanya terobosan pertumbuhan gereja.
7. Jika kita terlalu takut kehilangan dan cenderung kompromi dengan orang-orang yang rendah komitmennya kita justru akan kehilangan segalanya.
Semoga berguna.

Print Friendly and PDF

HARI PANTEKOSTA

#HARI_PENTAKOSTA

MAKNA DARI KEPENUHAN ROH KUDUS PADA HARI PENTAKOSTA:

1. Itu berarti dimulainya penggenapan janji Allah dalam Yoel 2:28-29 untuk mencurahkan Roh-Nya atas semua manusia pada hari-hari terakhir (Kis 1:4-5)

2. Karena hari-hari terakhir dari zaman akhir ini telah mulai (Kis 2:17). Semua orang diperhadapkan dengan tantangan untuk menerima atau menolak Kristus, (Kis 3:19)

3. Para murid "diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi" (Luk 24:49; Kis 1:8), yang menyanggupkan mereka bersaksi untuk Kristus, menginsafkan orang akan dosa, kebenaran dan penghakiman Allah sehingga mereka berbalik dari dosa kepada keselamataan dalam Kristus (Kis 4:13,33; 6:8)

4. Roh Kudus menyatakan sifat-Nya sebagai Roh yang rindu dan berusaha demi penyelamatan orang dari setiap bangsa. Mereka yang menerima baptisan dalam Roh dipenuhi dengan kerinduan yang sama demi penyelamatan umat manusia (Kis 2:38-40; 4:12,33). Jadi, hari Pentakosta merupakan awal dari penginjilan dunia (Kis 2:6-11,39; Kis 1:8).

5. Para rasul menjadi pelayan Roh. Mereka bukan hanya memberitakan Yesus yang disalibkan dan dibangkitkan, menuntun orang lain kepada pertobatan dan iman kepada Kristus, tetapi mereka juga mempengaruhi orang-orang bertobat untuk menerima "karunia-karunia Roh Kudus" (Kis 2:38-39) yang sudah mereka terima pada hari Pentakosta. Hal menuntun orang lain untuk menerima baptisan Roh Kudus adalah kunci karya rasuli dalam Perjanjian Baru (Kis 8:17; 9:17-18; 10:44-46; 19:6).

6. Lewat baptisan dalam Roh ini para pengikut Kristus menjadi orang-orang yang melanjutkan karya Kristus dalam dunia ini. Dalam kuasa Roh Kudus, mereka terus melakukan dan mengajarkan hal-hal yang sama "yang dikerjakan dan diajarkan Yesus" (Kis 1:1).

TUHAN YESUS MEMBERKATI!

Print Friendly and PDF

Friday, June 2, 2017

7 TEROBOSAN ILAHI

7 Area Terobosan Ilahi
Ada tujuh area dalam hidup kita yang perlu mengalami terobosan ilahi, sehingga kita bisa memastikan familiar spirit tidak akan pernah bisa mencoba untuk bekerja dalam ketujuh aspek hidup kita ini:

1. Kita perlu mengalami terobosan dalam kualitas roh yang kita miliki
Satu hal yang perlu kita pahami, sebagai seorang manusia, kita sebenarnya merupakan makhluk rohani (Kejadian 1:26). Tuhan menciptakan kita menurut rupa dan gambarNYA. Alkitab berkata bahwa Allah adalah Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNYA dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:24a). Ketika Alkitab berkata bahwa Tuhan menjadikan manusia menurut rupa dan gambarNYA, sebenarnya Ia ingin memberitahukan kita bahwa hakekat diri kita yang sesungguhnya terletak pada manusia rohani kita. Masalahnya, sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia mulai kehilangan persekutuannya dengan Tuhan; manusia hidup semakin manusiawi, dan sebagai akibatnya hakekat keberadaannya sebagai makhluk rohani mulai dilupakan. Tuhan menghendaki agar kita sebagai orang percaya mulai kembali menyadari bahwa kita adalah makhluk-makhluk rohani.
Ketika kita mulai berbicara tentang mengalami terobosan dalam kualitas roh kita, artinya kondisi roh kita semakin dibuat serupa dengan Kristus sendiri. Bagaimana caranya agar kita dapat memastikan bahwa kita mengalami terobosan dalam kualitas roh kita? Setiap kali kita belajar Firman secara pribadi, ketika kita mendengar penyampaian Firman atau mungkin juga dalam penyembahan yang sedang berlangsung di sebuah ibadah, kita mungkin menemukan ada kata-kata tertentu yang berbicara secara pribadi kepada kita, semua itu adalah pesan Firman yang Tuhan berikan khusus untuk kita. Ketika kita menerima sebuah pesan dari Tuhan, kita harus mulai membuat Firman itu mulai menyatu dalam hidup kita melalui prinsip perenungan.
Dalam Yohanes 6 Yesus juga berkata: “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup”. Artinya, ketika Firman datang dalam hidup kita dan kemudian kita perkatakan, Firman tersebut akan mengundang datangnya sebuah dimensi rohani yang baru dalam hidup kita. Secara otomatis, dimensi roh itu akan mulai mempengaruhi kondisi roh kita, kualitas roh kita mulai meningkat. Sebagai akibatnya, respon yang kita tunjukkan terhadap apapun juga dalam hidup sehari-hari akan menjadi jauh berbeda.
Alkitab mencatat bahwa ketika Samuel mengurapi Daud menjadi raja, sejak saat itu Roh Tuhan tinggal dan berkuasa dalam hidup Daud. Pada waktu Daud diurapi, ada sebuah dimensi rohani yang baru datang dalam hidupnya. Itu sebabnya, sementara seluruh pasukan Israel, termasuk Saul sebagai raja ketakutan ketika Goliat menantang Israel, Daud justru memberikan respon yang berbeda. Demikian pula ketika kita alami adanya dimensi rohani yang baru datang dalam hidup kita, dimensi rohani yang baru tersebut akan membuat kualitas roh kita mengalami perubahan. Respon yang kita miliki pun akan mulai mengalami perubahan, kita akan bisa mulai melihat segala sesuatu dengan berbeda.
Manfaat yang akan kita nikmati ketika kita mengalami perubahan dalam kualtias roh:
a. Roh kita akan memiliki kegairahan dan intensitas yang lebih besar
Kita menjadi orang yang antusias, karena orang yang antusias adalah orang yang rohnya sedang terus dipengaruhi oleh kuasa Firman. Ketika seorang percaya menjadi frustrasi, penyebabnya adalah karena kuasa Firman tidak lagi mempengaruhi hidupnya. Jika Anda mendapati bahwa Anda mulai kehilangan keagresifan dan keantusiasan dalam hidupmu, saya mendorong Anda untuk lebih rajin melakukan perenungan Firman. Tanpa keantusiasan, kita hanya akan menjadi jemaat yang suam; tanpa kedinamisan, kita akan menjadi jemaat yang mandeg; tanpa keagresifan, kita akan menjadi jemaat yang pasif; tanpa keradikalan, kita tidak akan pernah berbuat sesuatu bagi Tuhan.
b. Roh kita akan menjadi semakin sensitif/peka
Kita menjadi semakin mudah mengalami perkara-perkara rohani dalam hidup kita. Ketika Tuhan berbicara, kitapun menjadi semakin mudah menerima Firman dari Tuhan. Kepekaan yang kita miliki pada akhirnya bukan hanya memberi keuntungan pribadi bagi kita, tetapi juga bagi orang lain, karena Tuhan akan dapat memakai kita untuk menjamah orang lain.
c. Roh kita mampu menerima pewahyuan dan pemahaman yang lebih mendalam tentng FirmanNYA
Dalam Ibrani 5:11-12, penulis seakan-akan berkata: “Ada banyak sekali prinsip kebenaran yang ingin aku bagikan kepadamu, tetapi aku tidak bisa membagikannya karena kamu tidak siap.” Saya tidak menghendaki kondisi yang sama ada di tengah kita. Saya menghendaki agar apa pun yang Tuhan ingin sampaikan, Ia bisa menyampaikannya dengan leluasa, karena kita memiliki kemampuan untuk menangkap dan memahami Firman.
d. Roh kita akan memiliki kemampuan untuk bisa mendeteksi berbagai jenis roh atau berbagai jenis aktifitas roh
Kita akan dapat membedakan apakah kejadian-kejadian yang kita alami dalam hidup kita ada sangkut pautnya dengan aktifitas roh jahat atau tidak sama sekali. Dengan demikian, cara menanggulanginya pun akan berbeda. Demikian pula ketika dalam ibadah ada sebuah dimensi pewahyuan datang, kitapun akan memberi respon yang lebih intens terhadap setiap pewahyuan yang datang dalam hidup kita.
e. Roh kita memiliki kemampuan untuk selalu bangkit mengatasi segala jenis keadaan
Meskipun kehidupan mungkin berjalan tidak seperti yang kita harapkan dan ada situasi atau kondisi yang tidak kita sukai atau bahkan melukai atau mengecewakan kita, kita tidak akan dengan mudah hanyut atau jatuh. Sebaliknya, kita akan memiliki kekuatan untuk bangkit kembali. Kita tahu bagaimana cara menarik kekuatan roh yang ada dalam hidup kita, sehingga kita akan menjadi orang yang stabil. Tekanan boleh datang, tapi kita tidak akan pernah hancur oleh tekanan.

2. Kita perlu mengalami terobosan dalam mentalitas kita
Mentalitas adalah cerminan yang mendasar dari sebuah karakter dan kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang, yang bersumber dari dan sangat dipengaruhi oleh latar belakang budaya, pengalaman dan konsep pikir yang ia miliki. Sekali waktu mungkin Anda bertemu dengan seseorang yang tidak pernah berani untuk mencoba hal-hal baru. Tiap kali ia harus melakukan sesuatu yang belum pernah ia lakukan sebelumnya, ia segera mengalami ketakutan. Jika ditelusuri lebih lanjut, kita akan mendapati bahwa ternyata ia memang pernah mempunyai berbagai pengalaman buruk di masa lalu, setiap kali ia akan mencoba sesuatu yang baru. Semua pengalaman negatif yang pernah ia miliki di masa yang lalu membentuk konsep pikir tertentu dalam dirinya. Konsep pikir yang sudah terbentuk inilah yang disebut sebagai mentalitas.
Tanpa kita mengalami perubahan mentalitas, setiap kali Tuhan menyuruh kita untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari yang biasanya kita lakukan, kita akan merasa tidak nyaman. Beberapa dari kita mungkin bahkan merasa seperti ada yang menuduh dalam dirinya. Karena itu saya mendorong Anda untuk merombak mentalitas hidupmu. Meskipun mentalitas yang Anda miliki mungkin sudah cukup baik, tetapi jika masih ada bagian-bagian hidupmu yang menghambat Anda melangkah untuk melakukan kehendak Tuhan, itu berarti mentalitas tersebut tetap harus dibongkar. Mentalitas yang manusiawi tetap harus diganti dengan yang ilahi, betapapun baiknya mentalitas tersebut.
Jika kita harus melakukan sesuatu yang baru dan kita mendapati adanya 1001 macam kekhawatiran, ketakutan, bahkan mungkin rasa bersalah yang muncul dalam diri kita, itu dimunculkan oleh mentalitas kita yang mencoba menahan kita untuk tidak alami perubahan. Karena tiap kali terjadi perubahan, artinya kita harus menata kembali hidup kita. Ada orang-orang tertentu yang sudah terlalu terjebak dalam zona nyaman hidupnya, sehingga mereka tidak mau melakukan hal-hal yang baru. Orang-orang seperti ini akan selalu mencoba menghindari tantangan-tantangan yang baru.
Oleh karena itu, saya justru mendorong Anda untuk menjadi orang yang menyukai tantangan. Jika selama ini Anda memiliki kebiasaan tertentu yang sudah menjadi sebuah pola, cobalah untuk melakukan kebiasaan tersebut dengan cara yang berbeda. Hal itu akan menolong Anda keluar dari zona kenyamanan Anda dan mentalitas yang selama ini menghambat Anda.
Saya mendapati, yang seringkali menjadi titik perbedaan antara orang yang sukses dan orang yang gagal adalah pada mentalitas yang orang tersebut miliki. Dengan terjadinya terobosan ilahi dalam mentalitas kita, kita tidak akan mengalami kesulitan untuk mengambil setiap tawaran ataupun tantangan yang diberikan kepada kita. Ingatlah selalu prinsip ini: Untuk dapat mengalami perubahan, kita harus selalu siap menghadapi tantangan. Selama kita terus alami perubahan dalam mentalitas kita, akan jauh lebih mudah untuk Tuhan memposisikan kita untuk mengerjakan sesuatu bagi Dia. Dengan demikian, tugas apapun yang Tuhan perintahkan untuk kita selesaikan, kita pasti akan bisa menyelesaikannya, karena perubahan mentalitas akan membuat kita menjadi orang yang berhasil dalam segala aspek kehidupan.

3. Kita perlu mengalami terobosan dalam persekutuan kita dengan Bapa
Apabila kita memiliki kehausan dan kelaparan akan Tuhan, di tengah kesederhanaan yang kita miliki, Tuhan pasti akan melakukan sesuatu yang besar dalam hidup kita. Tuhan akan mulai mewahyukan diriNYA kepada kita dan bersekutu dengan kita seperti yang belum pernah terjadi. Seandainya kita sebagai jemaat sungguh-sungguh memiliki kehausan dan kelaparan akan Tuhan, kita pasti akan mulai mengalami apa yang Yesus katakan: “Aku tidak lagi menyembut kamu hamba, tetapi Aku menyebut kamu sahabat.”
Seorang sahabat adalah orang yang paling mengetahui isi hati sahabatnya. Karena itu, pastikanlah setiap kita sebagai jemaat, mulai sekali lagi mengijinkan RohNYA bekerja kuat dalam hati kita, memberikan rasa haus dan lapar akan Dia, sehingga kita selalu rindu dan mengharapkan Dia menjadi nyata dalam hidup kita.
Tuhan tidak pernah menghendaki kita menjadi jemaat yang legalistik, yang membangun persekutuan hanya berdasarkan formalitas belaka. Ketika kita mulai alami terobosan dalam persekutuan kita dengan Tuhan, kita tidak akan menjadi sekedar penikmat hadirat Tuhan, tetapi kita akan mulai menjadi pembawa hadirat Tuhan. Di manapun kita berada, hidup kita akan membawa orang lain bertemu dengan Tuhan sendiri.
Hal-hal yang akan kita alami ketika kita mengalami terobosan dalam persekutuan kita dengan Tuhan:
a. Kita akan mulai menikmati persekutuan yang lebih mendalam dengan Tuhan
Dari waktu ke waktu, dimensi persekutuan kita dengan Tuhan akan menjadi berbeda, Ia akan menjadi sangat nyata dalam hidup kita. Sehingga ketika kita lemah, kita akan memiliki kekuatan baru untuk bangkit dari kelemahan kita. Bahkan ketika kita jatuh, kita tidak akan pernah tergeletak, karena ada tangan ilahi yang akan selalu mengangkat kita kembali.
b. Kita akan mulai mengenal cara untuk menjamah hati Tuhan
Kita akan mengetahui cara memenangkan hatiNYA dan membuat Ia berbalik menjadi pembela bagi kita. Ada banyak orang, bahkan hamba-hamba Tuhan, yang sampai hari ini masih terus mengalami kesulitan untuk ‘bernegosiasi’ dengan Tuhan. Akan tetapi, ketika kita mulai mengalami terobosan dalam persekutuan kita dengan Tuhan, kita akan mencapai suatu posisi rohani yang akan memberikan kemampuan dan kuasa untuk kita dapat bernegosiasi dengan Tuhan. Abraham adalah pribadi yang tahu bagaimana membuat Tuhan tinggal lebih lama dengan dia (Kejadian 18).
Dalam persekutuan kita denganNYA, kitapun akan belajar bagaimana cara menyenangkan hati Tuhan dan bagaimana membuat hadiratNYA tetap tinggal dalam hidup kita. Caranya sangat sederhana: ketika Tuhan menyingkapkan sebuah ayat Firman bagi kita, belajarlah untuk memperkatakan apa yang kita percayai dari Firman yang Tuhan berikan tersebut. Semakin kita berbicara dan menyampaikan isi hati kita kepadaNYA tentang apa yang kita percayai dari FirmanNYA, semakin kita akan membuat Tuhan terkesan dengan hidup kita. Saat itulah Tuhan akan menyingkapkan isi hatiNYA lebih dalam lagi.
Memang ada waktu yang harus kita sisihkan, karena membangun persekutuan tanpa meluangkan waktu adalah kebohongan. Jika kita ingin membangun persekutuan dengan Tuhan, pasti ada suatu kurun waktu yang harus kita khususkan. Secara pribadi, kita harus rela untuk menyingkirkan beberapa kesibukan kita yang tidak terlalu produktif, agar kita memiliki cukup waktu luang untuk bercakap-cakap denganNYA.
Selama sekian waktu lamanya, ada banyak orang percaya dan pemimpin rohani yang seakan-akan tidak pernah memasuki Tanah Perjanjian mereka. Hal itu disebabkan karena mereka kehilangan persekutuan mereka dengan Tuhan; mereka seperti sudah ‘dipotong’ dari Tempat Kudus dan tidak ada lagi ikatan janji dengan Tuhan. Akan tetapi, ketika kita persekutuan kita dengan Tuhan terus mengalami terobosan dan kita semakin mengenal Dia, maka Dia akan memberi kita kemampuan untuk dapat menghubungkan mereka kembali dengan ikatan janji dengan Tuhan yang pernah terputus tersebut.
c. Kita akan menikmati dan hanya bisa dipuaskan oleh keberadaanNYA saja
Kita akan belajar arti dari mengalami kepuasan hidup yang sejati. Ketika kita menikmati dan hanya dipuaskan oleh keberadaanNYA saja, kita akan mendapati seluruh eksistensi hidup kita berubah. Ada orang-orang tertentu di dunia ini yang baru akan merasakan kepuasan ketika mereka dapat memiliki apa yang mereka inginkan, dan selama mereka belum bisa memiliki/membeli apa yang mereka inginkan, selalu seperti ada yang kurang dari hidup mereka.
Ketika kita mulai belajar menikmati kepuasan hidup hanya dari kehadiranNYA yang nyata dalam hidup kita, tanpa sadar, kita sesungguhnya sedang mulai mengubah kualitas hidup kita; kita tidak lagi mencari kepuasan dari apa yang ada di sekeliling kita, tetapi kita hanya menikmati kepuasan dari apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Kepuasan seperti ini adalah kepuasan yang permanen, karena kepuasan ini bersifat internal dn tidak lagi dipengaruhi oleh hal-hal yang eksternal.
d. Kita akan mendapati level kehadiran Tuhan dalam diri kita menjadi semakin kuat
Ada orang-orang tertentu yang ketika kita ajak bercakap-cakap tentang Tuhan, sementara ia sedang berbicara, kita dapat merasakan adanya kehidupan yang seperti mengalir dari hidupnya. Sementara kita berbicara dengan orang tersebut, kita dapat merasakan hadirat Tuhan yang begitu indah menyapu dan menjamah hidup kita. Tetapi di sisi yang lain, ada orang-orang tertentu pula yang ketika kita ajak berbicara tentang Tuhan, yang bahkan setelah berbicara panjang lebar, kita tidak merasakan apa-apa dari orang tersebut.
Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena orang yang pertama memiliki level kehadiran Tuhan yang lebih kuat dari orang yang kedua, sehingga ketika kita mulai bercakap-cakap tentang Tuhan dengan orang tersebut, sesuatu dalam diri orang yang bersangkutan seperti tiba-tiba terbuka dan mulai menjangkau hidup kita. Saya percaya hal yang sama akan terjadi dalam hidup kita, ketika level kehadiran Tuhan dalam hidup kita terus bertambah kuat dan mendalam.

4. Kita perlu mengalami terobosan dalam karakter atau kepribadian kita
Banyak orang berpikir, karakter mereka adalah ekspresi yang muncul setiap kali mereka meresponi sesuatu. Ada orang-orang tertentu yang selalu meresponi segala sesuatu dengan kemarahan, sehingga sebagai akibatnya orang lain akan mulai menganggap bahwa karakter orang tersebut adalah pemarah. Ada juga orang-orang tertentu yang meresponi sesuatu dengan berdiam, lalu kemudian menangis. Orang sering menganggap orang-orang seperti ini bertemperamen sentimentil.
Jika konsep yang kita miliki tentang karakter adalah seperti yang tertulis di atas, itu berarti kita mengibaratkan karakter seperti emosi yang seringkali kita munculkan. Padahal jika kita menyelidiki dari Alkitab, karakter kita yang sejati sesungguhnya bukan terletak pada jiwa kita, tetapi dalam kualitas roh kita. Roh kita adalah karakter kita yang sejati, tetapi karakter yang terdapat dalam roh kita itu terekspresi melalui emosi, pemikiran-pemikiran, dan jiwa kita.
Ketika kita sebagai jemaat dan hamba Tuhan terus belajar untuk meningkatkan level persekutuan kita dengan Tuhan, sehingga kualitas roh kita terus mengalami perubahan, kita pasti akan mendapati cara kita berinteraksi dengan orang dan cara kita meresponi segala sesuatu pasti juga akan mengalami perubahan. Bersamaan dengan meningkatnya kualitas roh kita, respon yang kita tunjukkan atas segala sesuatu juga akan mulai berbeda. Ini menunjukkan bahwa karakter kita yang sejati sangat dipengaruhi oleh siapa yang terus menerus memberi pengaruh dalam hidup kita. Jika kita terus bergaul dengan Tuhan, secara otomatis kita akan semakin memanifestasikan karakter ilahiNYA.
Seringkali tanpa kita sadari, bersama dengan jalannya waktu dari sejak masa kecil sampai ketika kita dewasa, lingkungan di sekitar kita telah berhasil memberikan ‘cap’ karakter dalam diri kita. Ilmu psikologi/ilmu jiwa juga telah berhasil mengajarkan kepada kita tentang karakter manusia berdasarkan sifat-sifat yang ada dalam diri manusia tersebut. Akan tetapi, sesungguhnya Tuhan tidak pernah mengijinkan hidup kita dibatasi oleh apapun juga. Apapun yang menjadi karakter manusiawi kita ketika kita dilahirkan, kita harus merombak karakter tersebut agar Kristus dapat menjadi semakin nyata lewat hidup kita.
Karena itu, jadikan perenungan Firman sebagai kebiasaan dalam hidup kita dan pastikan bahwa dari waktu ke waktu kuasa Firman terus mempengaruhi hidupmu sehingga kualitas rohmu pun terus mengalami perubahan.
Ada banyak manfaat yang akan dapat kita nikmati ketika karakter kita terus mengalami perubahan:
a. Kita memiliki kemampuan untuk dapat menanggulangi berbagai perubahan dan tekanan tanpa menjadi pahit hati
Alasan mengapa seseorang mengalami kepahitan hidup adalah karena orang tersebut tidak sanggup menanggulangi perubahan demi perubahan yang terjadi dengan sangat mendadak. Sebagai contoh, seringkali anak-anak mengalami kepahitan ketika mereka melihat kedua orangtuanya bercerai, oleh karena mereka tidak bisa menanggulangi perubahan yang terjadi dengan mendadak tersebut. Tekanan yang mereka alami terlalu berat dan mereka masih terlalu kecil untuk dapat menanganinya. Masalahnya, meskipun perceraian tersebut mungkin terjadi berpuluh-puluh tahun yang lalu ketika si anak masih kecil, tetapi bahkan sampai saat ini, ketika ia sudah dewasa, orang yang bersangkutan masih tetap merasakan kepahitan yang sama. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena ia masih belum bisa menanggulangi perubahan yang terjadi tersebut; dengan kata lain ia belum mengalami terobosan dalam karakternya.
Ketika kita mengalami terobosan dalam karakter kita, kita akan mulai bisa melihat segala sesuatu yang terjadi dari sudut pandang yang berbeda. Tanpa kita mengalami terobosan dalam karakter, kita akan cenderung untuk mempertanyakan segala sesuatu yang kita alami. Padahal, meskipun kita mungkin mendapatkan jawaban atas pertanyaan kita dari Tuhan sendiri, seringkali kita masih tetap tidak akan bisa menerima jawaban tersebut. Hal itu bukan disebabkan karena jawaban yang Tuhan berikan kurang memuaskan, tetapi karena kita memang telah gagal dalam menanggulangi perubahan yang terjadi tersebut.
Untuk dapat memiliki kemampuan dalam menanggulangi apapun, bahkan peristiwa-peristiwa yang paling menyakitkan sekalipun, kita hanya perlu mengalami perubahan dalam karakter kita. Ijinkan kuasa Roh Kudus datang dan mempengaruhi hidup kita dan kuasa FirmanNYA berbicara kepada kita.
Imamat 10:1-3 menceritakan tentang anak-anak Harun yang mati di hadapan seluruh bangsa secara tidak wajar oleh karena mereka membawa api asing ke hadapan Tuhan, dan sebagai akibatnya, Tuhan mengutuk mereka. Sebagai seorang ayah, Harun mungkin mengharapkan adanya penjelasan dari Tuhan ataupun penghiburan dari Musa sebagai seorang saudara. Akan tetapi, dalam ayat 3 Musa justru berkata, “Inilah yang diFirmankan TUHAN: Kepada orang yang karib kepadaKu Kunyatakan kekudusanKu, dan di muka seluruh bangsa itu akan Kuperlihatkan kemuliaanKu.” Meskipun kata-kata terakhir dalam ayat 3 Alkitab berkata: “Harun berdiam diri,” tetapi dalam ayat-ayat selanjutnya kita mendapati bahwa Harun bisa melepaskan peristiwa itu dan kembali melanjutkan tugasnya.
Seandainya kita mengijinkan Firman datang kepada kita dan mempengaruhi seluruh hidup dan keberadaan kita, apapun peristiwa yang kita alami pasti akan selalu dapat kita hadapi. Perubahan karakter akan selalu membuat kita sanggup menghadapi apapun juga tanpa menjadi pahit hati. Karenanya, ijinkan kuasa Firman terus datang dalam hidupmu dan terus bangun persekutuanmu dengan Tuhan. Karena seiring dengan meningkatnya level persekutuan kita dengan Tuhan, akan jauh lebih mudah untuk engkau menerima Firman dari sorga. Dengan datangnya Firman, kita selalu memiliki kemampuan untuk menghadapi apapun juga.
b. Kita memiliki kemampuan untuk bisa menjaga sukacita dan damai sejahtera yang telah kita peroleh
Beberapa orang tertentu menikmati sukacita yang luar biasa sementara berada di gereja, tetapi begitu mereka pulang dari gereja, merekapun mulai kembali kepada kebiasaan hidup mereka yang lama. Mereka bersungut-sungut dan kehilangan damai sejahtera hanya karena hal yang sepele. Penyebabnya adalah karena mereka tidak bisa menangani situasi yang mereka alami dengan benar; mereka masih meresponi setiap peristiwa yang terjadi dengan karakter manusiawi mereka. Ini waktunya karakter manusiawi kita mengalami perubahan!
Jika kita mengalami perubahan dalam karakter kita, kita akan mendapati bahwa damai sejahtera kita tidak akan dengan mudahnya dicuri oleh iblis dan sukacita kita tidak akan hilang begitu saja karena hal yang sepele. Kitapun akan menjadi orang yang lebih mudah bersyukur, dan dengan demikian kita akan dapat lebih menikmati hidup.
c. Kita memiliki kemampuan untuk dapat bekerja sama dengan yang lemah dan sekaligus membuat mereka menjadi kuat
Ketika ada seseorang yang mencoba bekerja sama dengan orang yang lebih lemah, kecenderungannya adalah orang yang bersangkutan justru memanipulasi atau menguasai orang yang lebih lemah tersebut. Akan tetapi, ketika kita mengalami terobosan dalam karakter, kita tidak akan ‘tergoda’ untuk menguasai orang yang lebih lemah dari kita. Yang kita inginkan justru menolong yang lemah agar menjadi lebih kuat. Istilah yang sering saya gunakan adalah: kita tidak lagi memiliki ambisi/agenda pribadi.
Banyak orang yang seringkali memiliki itikad baik untuk menolong orang lain, tetapi dengan agenda terselubung atau motivasi pribadi mereka sendiri. Hanya ketika kita telah mengalami terobosan dalam karakter, barulah kita dapat sungguh-sungguh menolong orang lain dengan tulus dan tanpa pamrih. Karenanya, pastikan bahwa dari waktu ke waktu orang mengenali Anda sebagai orang yang tulus. Dengan Anda mengalami terobosan dalam karakter, di mana pun Anda berada Anda akan dapat dengan mudah diterima.

5. Kita perlu mengalami terobosan dalam dinamika rohani
Seringkali dinamika rohani yang dimiliki seseorang tidak konsisten; kadang naik, kadang mulai turun. Saya mendorong Anda untuk terus mempraktekkan pelajaran Membangun Manusia Roh: berdoalah dengan antusias dalam bahasa Roh sambil Anda membayangkan janji-janji Firman. Begitu Anda mendapat inspirasi dari Tuhan, Anda bisa berhenti berdoa dalam bahasa Roh dan mulai berdoa dalam bahasa Indonesia, dengan keantusiasan yang sama. Jika Anda dengan tekun melakukan hal tersebut, tanpa sadar Anda sesungguhnya sedang melatih dinamika rohani yang Anda miliki untuk tetap berada dalam keadaan prima.
Dengan Anda memiliki dinamika rohani yang prima dan konsisten, akan jauh lebih mudah untuk Anda bergerak dalam karunia-karunia Roh, karena jenis karunia Roh apapun juga menuntut adanya dinamika ilahi dalam hidu Anda. Karenanya, pastikan mulai sejak saat ini Anda terus menjagai dinamika rohani yang Anda miliki. Semakin dinamika rohani kita meningkat, semakin mudah untuk kita dapat memanifestasikan karunia-karunia Roh. Di sisi yang lain, orang pun akan mulai mengenali kita sebagai orang yang antusias dan agresif.

6. Kita perlu mengalami terobosan dalam hubungan dengan sesama
Banyak orang Kristen, khususnya yang ada dalam pelayanan Kharismatik, memiliki hubungan yang luar biasa karib dengan Tuhan, tetapi berbicara tentang hubungan dengan sesama, mereka sangat menyedihkan. Hal tersebut seringkali disebabkan karena adanya ketidakseimbangan dalam hidup mereka. Mereka menaruh Tuhan di atas segala-galanya, yang mana sudah seharusnyalah demikian, tetapi mereka melupakan realita bahwa mereka tidak hidup seorang diri di dunia ini. Sebagai akibatnya, setiap kali mereka berinteraksi dengan orang, mereka memiliki kecenderungan untuk menghakimi orang lain. Tanpa kita belajar bergaul dengan orang-orang yang ada di sekeliling kita, kita tidak akan pernah bisa menjadi garam dan terang dunia.
Saya mendapati, persekutuan kita dengan Tuhan pasti akan terefleksi dalam persekutuan kita dengan sesama. Jika Anda mendapati bahwa dalam persekutuan Anda dengan orang lain, Anda mulai tidak disukai karena mungkin Anda terlalu mengecam, terlalu banyak menghakimi dan menyerang, penyebabnya pasti adalah karena Anda merasa lebih rohani dari orang-orang lain. Sebagai akibatnya, Anda mulai memandang mereka dengan sebelah mata.
Sadarilah prinsip ini: untuk membangun hubungan, kita harus berbicara. Berbicara berarti kita harus mempergunakan kata-kata. Pemilihan kata-kata dan intonasi suara sangat menentukan makna dari ucapan kita. Karena itu, sebagai orang yang ingin bergaul, perhatikanlah intonasi dari kata-kata Anda. Pemilihan kata-kata dan intonasi akan menentukan apakah hubungan yang ada akan terjalin dengan baik ataukah hanya akan menjadi sekedar basa-basi.
Jika kita sungguh-sungguh rindu untuk memiliki kualitas hubungan yang baik dengan banyak orang, jaga dan perhatikan pemilihan kata dan intonasi suara yang kita gunakan dalam berbicara. Untuk dapat memperkaya kosakata yang Anda miliki, mulailah membaca banyak buku, sehingga ketika Anda bergaul dengan orang-orang yang non-Kristen sekalipun, Anda bisa betul-betul bergaul dengan normal. Selain itu, pastikanlah bahwa motivasi Anda dalam membangun hubungan bukan untuk memanipulasi atau menguasai orang tersebut, dan perhatikan etika Anda dalam bergaul. Etika akan membuat Anda menjadi orang yang dapat diterima dengan mudah di mana pun Anda berada.
Karena itu, milikilah kemampuan untuk bergaul dengan sehat dan normal, sehingga siapapun yang bergaul dengan Anda tidak akan merasa dimanipulasi, dikuasai, dan didikte. Ketika kita mudah bergaul dengan semua orang, kitapun akan lebih mudah mempengaruhi orang lain untuk hidup dalam kebenaran.

7. Kita perlu mengalami terobosan dalam kemampuan membuat strategi.
Kemampuan untuk membuat strategi lebih mengacu kepada kemampuan untuk berpikir dan membuat perencanaan. Ketika Anda mempelajari Firman, jangan hanya memikirkan arti dari ayat Firman tersebut, tetapi belajarlah untuk memikirkan bagaimana Anda dapat mengaplikasikan ayat tersebut. Tuhan pasti akan memberikan kemampuan dan menolong kita, tetapi dari pihak kita, ada sesuatu yang kita tetap harus lakukan.
Banyak jemaat berpikir bahwa dengan Tuhan menjamah hidupnya, ia akan berubah seketika itu juga. Sesungguhnya, jamahan Tuhan hanya seperti sebuah deposito atau investasi yang Tuhan lakukan dalam diri kita, yang bertujuan untuk menanamkan setiap unsur yang kita perlukan untuk dapat mengalami perubahan hidup. Bahkan setelah kita menerima semua unsur yang kita butuhkan untuk dapat berubah, kita tetap harus melakukan sesuatu.
Kemampuan membuat perencanaan inilah yang akan membedakan kita dengan orang-orang lain. Semua orang bisa bermimpi dan memiliki banyak impian yang besar. Yang membedakan antara orang yang akan dapat mewujudkan impian mereka dan orang yang hanya akan terus bermimpi adalah kemampuan dalam membuat perencanaan, inilah pintu pemisah antara mereka yan sukses dan mereka yang gagal. Setiap orang yang berhasil dan dipakai oleh Tuhan secara luar biasa, baik pada jaman dahulu maupun pada hari-hari ini, adalah orang-orang mampu bekerja sama dengan Tuhan. Tuhan memberikan RohNYA, orang tersebut memanfaatkan dan mempergunakan apa yang Tuhan telah berikan untuk membangun hidupnya.
Setelah kita memiliki kemampuan untuk membuat perencanaan dalam mengaplikasikan Firman, secara otomatis, ketika kita harus membuat perencanaan dalam aspek-aspek hidup lainnya, kitapun dapat mempergunakan otak yang sama untuk dapat membuat perencanaan dengan baik, sehingga tanpa kita sadari, terobosan dalam kemampuan untuk membuat strategi pun telah terjadi. Ingatlah selalu prinsip ini: Tanpa kita merencanakan kesuksesan kita, sesungguhnya kita sedang merencanakan kegagalan kita. Karena itu, mari kita rencanakan kesuksesan dan terobosan kita!
Dengan menerapkan 7 aspek terobosan ini dalam hidupmu secara berkesinambungan, pasti akan semakin memunculkan Kristus secara nyata.
TUHAN YESUS MEMBERKATI.

Print Friendly and PDF

Berlanganan