Monday, August 14, 2017

BOTOL OBAT PECAH

Sahabat FresOn | |
Dr. Lin Ting Tung yakni orang Taiwan pertama yang menjadi dokter dan menjadi Kristen. Ini terjadi pada simpulan masa ke-19. Ia bekerja di rumah sakit kecil yang dirintis oleh Dr. Maxwell , seorang misionaris Inggris. Ketika itu tingkat kesehatan masyarakat di Taiwan sangat rendah dan cara pengobatan masih sangat sederhana.

Pada suatu hari seorang anak datang ke rumah sakit itu dan meminta obat untuk ibunya yang sedang demam jawaban malaria. Anak ini berjalan lebih dari dua jam dari desanya ke rumah sakit melalui jalan setapak melewati hutan dan sawah.

Ketika nama ibunya dipanggil , anak ini pribadi bangun dari bangkunya , meraih botol obat dan bergegas pulang. Sore harinya pukul lima , ketika kamar obat akan ditutup , seorang perawat tampak resah dan berbisik ,"Dokter Lin ,botol obat untuk pasien malaria masih ada disini. Tetapi ada satu botol yang hilang. Isinya disinfektan."

Dr. Lin terkejut , diperiksanya botol yang tertinggal , benar isinya obat malaria. Makara , anak tadi membawa botol yang salah!

Botol-botol dikamar obat itu memang berbentuk sama dan berwarna sama , lagipula baik obat malaria maupun disinfektan sama-sama cairan.

"Celaka kita. Ibu itu mampu mati. Disinfektan itu obat keras pembunuh basil untuk kamar operasi. Kalau hingga diminum , usus mampu terbakar dan orang itu akan mati ," ujar Dr. Lin dengan wajah pucat. Segera mereka melaporkan peristiwa ini kepada Dr.Maxwell.

Ia juga terkejut. "Sekarang pukul lima , anak itu pergi dari sini pukul tiga , jadi ia sudah hampir tiba. Tidak mungkin kita mengejarnya. Kita tidak tahu jalan ke desa itu ," ujar Dr. Maxwell. Dr.Maxwell bengong , lalu ia berkata , "Mulai hari ini semua obat keras tidak boleh diletakkan diatas meja. Sekarang panggil semua karyawan untuk berkumpul. Kita akan berdoa."

Begitulah semua orang yang bekerja di rumah sakit itu berkumpul dan berdoa. Dr. Maxwell berdoa , "Tuhan , kami telah membuat kecerobohan. Ampunilah kami. Nyawa seorang ibu sedang terancam. Tolonglah beliau , cegahlah beliau biar tidak meminum obat yang salah itu......"

Malam harinya Dr. Lin berdinas malam. Ia harus bertanggung jawab atas maut ibu ini. Esok harinya , ketika masih subuh pintu diketuk. Ternyata itu anak yang kemarin membawa botol yang keliru. Mukanya pucat ketakutan.

Dr. Lin juga takut. Kedua orang itu berdiri saling memandang dengan gugup. Kemudian anak itu berkata , "Ma'af dokter. Kemarin saya bawa botol itu sambil berlari , lalu saya jatuh botol itu pecah dan isinya tumpah."

Dr. Lin yang masih terpaku sebab gugup pribadi bertanya , "Kapan Jatuhnya?"
Anak itu menjadi makin ketakutan , "Ma'af , dokter. Saya gres datang sekarang. Jatuhnya kemarin sore , menjelang gelap."

Dr. Lin pribadi ingat : Menjelang gelap....itu yakni dikala ketika semua karyawan rumah sakit berkumpul mendoakan ibu anak ini.

Jiwa ibu anak ini tertolong , isi botol yang salah itu tidak hingga terminum , sebab botol itu pecah ditengah jalan.

------------------

Kita mampu lihat peristiwa ini dari sudut si anak. Ia pulang membawa botol obat ini sambil berlari. Ia ingin cepat-cepat memperlihatkan obat ini kepada ibunya. Ia ingin menandakan baktinya kepada ibunya. Ia ingin ibunya cepat sembuh. Anak ini tidak mengetahui bahwa botol yang sedang dipegangnya berisi racun. Ia tidak mampu membaca goresan pena dibotol itu. Ia buta huruf. Anak ini berlari terus. Jalan dari desa ke rumah sakit dikota sangat jauh. Perginya dua jam , pulangnya dua jam.

Ia letih. Lalu , tiba-tiba ia tersandung. Ia jatuh. Mungkin aa terluka , tetapi yang paling celaka; botolnya jatuh dan pecah , cairan isinya tumpah di tanah. Bayangkan bagaimana perasaan anak itu. Ia kecewa , duka dan takut.

Bagaimana jika penyakit ibunya makin parah. Bagaimana jika dokter itu marah? Anak ini sangat terpukul oleh kejatuhan ini.

Saat itu ia belum tahu bahwa justru terjatuhnya beliau ini menolong nyawa ibunya. Mungkin orang lain akan tersenyum , "Ah , itu cuma kebetulan."

Namun orang percaya akan bersaksi , "Tuhan mampu bekerja melalui sebuah kebetulan ," itulah juga kesaksian Rasul Paulus di Roma 8:28 :"....Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia......."

"SEGALA SESUATU" berarti segala keadaan atau segala kejadian , baik berhasil maupun kejatuhan. Kejatuhan dapat berbentuk bencana alam , penyakit atau kegagalan. Seringkali kita menduga bahwa Tuhan hanya hadir dan bekerja dalam keberhasilan. Padahal Tuhan juga hadir dan bekerja dalam kejatuhan. Apa tujuan Tuhan bekerja dalam kejatuhan?

Paulus menjawab ,".....untuk mendatangkan KEBAIKAN......"

Jadi Tuhan dapat mendatangkan kebaikan melalui sebuah kejatuhan.


Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: BOTOL OBAT PECAH
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan