Kamis, 10 Agustus 2017

Gembala dan Komitmennya

Sahabat FresOn | |



Eka Darmaputra , menyebutkan beberapa hal yang seharusnya ada dalam kepemimpinan Kristiani  melalui dua tokoh Injil , yaitu Yusuf dan Yohanes , yang memiliki karakter:
1.      Menempatkan Tuhan sebagai central.
2.      Kearifan memanfaatkan situasi.
3.      Karakter yang baik.
4.      Ketrampilan.
5.      Melihat dirinya sebagai insan biasa.
6.      Kuat dan tidak mudah patah semangat.
7.      Sederhana dan rendah hati
8.      Keberaniannya untuk menyatakan kebenaran.
Kesungguhan untuk mengupayakan abjad itu ialah bentuk dari tanggung jawab dan penghargaan kita terhadap Yang Mahakuasa yang telah menunjukkan mandat kepemimpinan kepada kita.  Di situlah sesorang pemimpin menunjukkan kwalifikasinya sebagai seorang gembala tetapi sekaligus juga pelayan yang bercirikan keteladanan dan pengorbanan.
Dalam kepemimpinan kristiani (baca gereja) ialah kepemimpinan kolektif , tidak pernah berpusat pada satu orang. Memang ada orang-orang yang secara khusus di percaya untuk mendedikasikan diri lebih dari pada anggota jemaat biasa (dalam diri Pendeta , Penatua dan Diaken) , tetapi yang pasti semua orang di panggil dalam panggilan yang sama. Hendrik Kraemer , menjelaskan wacana istilah awam dalam bahasa aslinya 'laikos' ialah bab dari  umat pilihan atau dalam bahasa aslinya 'laos'. Dengan meminjam penjelasan Kraemer maka sesungguhnya setiap anggota jemaat mendapatkan bab yang sama dalam Kerajaan Yang Mahakuasa , alasannya semua orang di panggil sebagai 'laos' - umat Allah. Oleh alasannya itu  setiap orang Nasrani yang sejati mempunyai peran dan panggilan untuk melayani.

Gembala yang memiliki komitmen

Bennett J.Simms , pendiri dan sekaligus pimpinan dari The Institute for Sevant Leadership di North Carolina USA , mengatakan bahwa seorang gembala ialah seorang pelayan yg sekaligus menjadi pemimpin (a servant leader). Dia mengemukakan rumusan 7C untuk menjabarkan kesepakatan yg perlu diperhatikan oleh seorang gembala untuk melaksanakan kepemimpinan berpola pelayan (servanthood leadership) yaitu:

  1. Calling (Panggilan) , seorang gembala harus sadar ia ialah orang yg mendapat panggilan untuk menjadi gembala. Tapi jangan lupa bahwa panggilan itu datang dari Gembala Agung (Kristus) yang menjadi Pemilik dari domba-domba gembalaan itu.
  2. Communication (komunikasi) , seorang gembala harus berkomunikasi secara konstan dengan domba gembalaannya.
  3. Compassion (belas kasihan). Simms mengartikan belas kasihan secara unik yaitu menolak memakai kuasa untuk menghardik/membentak domba yg tidak menurut kepada gembala.
  4. Command (memerintah). Di dalam ‘memerintah’ terkandung sebuah tanggung jawab untuk melaksanakan pilihan dan pertumbuhan , dan tidak sekedar menyuruh kemudian menyalahkan lalu menghukum kalau perintah tidak dilaksanakan.
  5. Compromise , maksudnya ialah menyatakan kematangan seorang gembala sebagai pemimpin yg melayani. Simms menekankan unsur bekerja sama (collaboration) dan bukan sekadar bersaingan satu sama lain (competition).
  6. Cruciformity , sikap siap untuk menderita dan memikul salib sebagaimana yg telah Kristus kerjakan di kayu salib.
  7. Courage (berani) , seorang gembala harus berani berkorban , menghadapi ancaman , demi melindungi domba dari terkaman musuh.

Ada contoh keteladanan penerapan kesepakatan seorang gembala sebagai pemimpin-pelayan sesuai teladan Kristus (“Alter Christus”) ; Robert K. Greenleaf , ialah salah seorang administrator terkenal yg bekerja di perusahaan raksasa AT &T selama 35 tahun. Setelah pensiun ia menulis buku “The Servant as Leader” yang merupakan dongeng pengalamannya bekerja dan ternyata ia meneladani apa yg Tuhan Yesus katakan “Siapa yg hendak menjadi besar... hendaklah ia menjadi pelayan… alasannya Anak Manusia datang untuk melayani , dan bukan untuk dilayani.” (Markus 10:42-45). Buku ini menjadi berkat bagi banyak orang khususnya hamba Tuhan yg melayani sebagai gembala. Ia juga mengatakan bahwa apa yg Yesus katakan ialah paradox , tetapi merupakan satu kebenaran. Kebenaran bukan saja alasannya Yesus yg mengatakan , tetapi juga alasannya , paradox itu benar maka Yesus mengatakannya. (The paradox is true not just because Jesus said it. Jesus said it because it is true.)

Maka kesepakatan seorang gembala kepada jemaat  adalah melayani sebagai ‘pemimpin yang melayani’. Wujud konkret komitmennya ialah sbb:

  • Ia memberi ‘susu’ bagi domba dan bukan sebaliknya , memerah susu domba-dombanya.
  • Ia menjamah dombanya dengan penuh kasih , bukan menjarah dombanya sampai habis.
  • Ia peduli terhadap pergumulan dombanya dan bukan justru minta domba-dombanya memperdulikan pergumulannya
  • Ia menyebarkan potensi dombanya , bukan menyebarkan ambisi pribadinya.
  • Ia berkolaborasi dengan domba-dombanya (memadu domba) untuk menuntaskan visi/misi , bukan membuat dombanya saling berkompetisi (mengadu domba)
  • Ia mengasihi dan berbelas kasihan , bukan membenci dan menghakimi dombanya
  • Ia committed melayani dombanya dan bukan hanya menuntut domba untuk committed kepadanya.
  • Ia berkorban bagi dombanya , bukan mengorbankan dombanya pada ketika bahaya.
  • Ia menghadapi dan menyelesaikan dilema bersama dombanya , bukan lari pergi meninggalkan domba-dombanya ketika ada masalah.

Kalau tidak demikian , ia bukanlah seorang gembala melainkan seorang upahan saja yang memang tidak memiliki kesepakatan sebagaimana tuntutan bagi seorang gembala. Atau mungkin juga ia bekerjsama serigala berbulu domba yg dikenakannya sebagai jubah gembala dan dengan demikian ia leluasa memangsa domba. Mari kita berdoa semoga kiranya kita dijauhkan dari sikap tercela menyerupai itu serta memohon kekuatan dari Tuhan Sang Gembala yang Agung .


Tuhan Yesus memberkati , dan selamat melayani.
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: Gembala dan Komitmennya
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan