Senin, 14 Agustus 2017

Jangan salahkan kurun lalu

Sahabat FresOn | |
Yefta , seorang prajurit yang gagah berani , ternyata memiliki asal seruan kelam. Ibunya ialah perempuan sundal dan bukan istri ayahnya (1). Itulah sebabnya , ia dibenci saudara-saudaranya seayah. Mereka tidak ingin bila suatu waktu beliau mendapat harta warisan ayah mereka. Maka mereka mengusir Yefta (2) , yang kemudian bergabung dengan geng perampok (3). Sungguh malang. Yefta menjadi korban kehidupan ayahnya yang bermoral rendah dan ketidakadilan keluarganya.
Namun kehidupan Yefta jadi berbalik seratus delapan puluh derajat ketika pemuka Israel di Gilead meminta beliau untuk memimpin peperangan melawan bani Amon (5-6). Dari bacaan kemarin , kita tahu bahwa Israel sedang berada di bawah penindasan Filistin dan Amon , sebagai tanggapan dosa mengkhianati Tuhan. Setelah mengalami hukuman Tuhan , mereka berbalik kepada Tuhan dan Tuhan bersedia memulihkan mereka. Masalahnya , ketika itu mereka tidak memiliki pemimpin untuk menghadapi bani Amon yang akan menyerang mereka (Hak. 10:17-18). Tentu saja pemuka Israel jadi pusing karena tidak mampu mencari orang untuk memimpin mereka berperang. Hingga risikonya mereka menjumpai Yefta dan berjanji akan menunjukkan mereka otoritas atas Gilead (4-5).
Ini mengherankan Yefta mengingat perlakuan keluarganya sebelumnya. Namun dendam tidaklah menguasai hatinya. Ia tahu bahwa kalaupun ia berhasil mengalahkan bani Amon , itu terjadi karena Tuhanlah yang menunjukkan kemenangan (9). Maka Yefta membawa seluruh duduk perkara itu kepada Tuhan (11).
Sungguh menarik melihat kesadaran Yefta akan kuasa dan karya Tuhan. Meski mungkin memiliki kepribadian bergairah karena bergaul dengan geng perampok , ternyata ia beriman kepada Tuhan. Latar belakang Yefta bekerjsama seolah-olah dengan Abimelekh (Hak. 8:31-9:4). Namun Yefta lebih sadar akan eksistensi Tuhan dan mau berserah pada-Nya. Melihat Yefta , kita sadar bahwa latar belakang kehidupan tidak mampu menjadi alasan bagi orang untuk tidak percaya Tuhan. Selain itu , jangan salahkan masa lalu atau kondisi keluarga atas keadaan kita pada masa kini.
Hakim-hakim 11:1-11
e-SH versi web: http://www.sabda.org/publikasi/sh/2013/09/09/
Powered by Telkomsel BlackBerry®



Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: Jangan salahkan kurun lalu
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan