Friday, August 4, 2017

Pendaki Gunung

Sahabat FresOn | |

Suatu ketika , ada seorang pendaki gunung yang sedang berkemas-kemas melaksanakan perjalanan. Di punggungnya , ada ransel carrier dan beragam carabiner (pengait) yang tampak bergelantungan. Tak lupa tali-temali yang disusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian kali ini cukup berat , persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap.

Kini , di hadapannya menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak terlihat , tertutup salju yang putih. Ada awan berarak-arak disekitarnya , membuat tak seorangpun tahu apa yang tersembunyi didalamnya. Mulailah pendaki muda ini melangkah , menapaki jalan-jalan bersalju yang terbentang di hadapannya. Tongkat berkait yang di sandangnya , tampak menancap setiap kali ia mengayunkan langkah.

Setelah beberapa berjam-jam berjalan , mulailah ia menghadapi dinding yang terjal. Tak mungkin baginya untuk terus melangkah. Dipersiapkannya tali temali dan pengait di punggungnya. Tebing itu terlalu curam , ia harus mendaki dengan tali temali itu. Setelah beberapa kait ditancapkan , tiba-tiba terdengar gemuruh yang datang dari atas. Astaga , ada angin kencang salju yang datang tanpa disangka. Longsoran salju tampak deras menimpa badan sang pendaki. Bongkah-bongkah salju yang mengeras , terus berjatuhan disertai deru angin yang membuat tubuhnya terhempas-hempas ke arah dinding.

Badai itu terus berlangsung selama beberapa menit. Namun , untunglah tali-temali dan pengait telah menyelamatkan tubuhnya dari dinding yang curam itu. Semua perlengkapannya telah lenyap , hanya ada sebilah pisau yang ada di pinggangnya. Kini ia tampak tergantung terbalik di dinding yang terjal itu. Pandangannya kabur , alasannya semuanya tampak memutih. Ia tak tahu dimana ia berada.

Sang pendaki begitu cemas , lalu ia berkomat-kamit , memohon doa kepada Yang Mahakuasa semoga diselamatkan dari bencana ini. Mulutnya terus bergumam , berharap ada sumbangan Yang Mahakuasa datang padanya.

Suasana tenang setelah badai. Di tengah kepanikan itu , tampak terdengar bunyi dari hati kecilnya yang menyuruhnya melaksanakan sesuatu. "Potong tali itu.... potong tali itu."

Terdengar senyap melintasi telinganya. Sang pendaki galau , apakah ini perintah dari Tuhan? Apakah bunyi ini yakni sumbangan dari Tuhan? Tapi bagaimana mungkin , memotong tali yang telah menyelamatkannya , sementara dinding ini begitu terjal? Pandanganku terhalang oleh salju ini , bagaimana gua bisa tahu? Banyak sekali pertanyaan dalam dirinya. Lama ia merenungi keputusan ini , dan ia tak mengambil keputusan apa-apa...

Beberapa ahad kemudian , seorang pendaki menemukan ada badan yang tergantung terbalik di sebuah dinding terjal. Tubuh itu tampak membeku ,dan tampak telah meninggal alasannya kedinginan. Sementara itu , batas badan itu dengan tanah , hanya berjarak 1 meter saja....

Saudaraku , kita mungkin kita akan berkata , betapa bodohnya pendaki itu , yang tak mau menuruti kata hatinya. Kita mungkin akan menyesalkan tindakan pendaki itu yang tak mau memotong saja tali pengaitnya. Pendaki itu tentu akan bisa selamat dengan membiarkannya terjatuh ke tanah yang hanya berjarak 1 meter. Ia tentu tak harus mati kedinginan alasannya tali itulah yang justru membuatnya terhalang.

Begitulah , kadang kita berpikir , mengapa Sang Pencipta tampak tak melindungi hamba-Nya? Kita mungkin sering merasa , mengapa ada aneka macam beban ,masalah , hambatan yang kita hadapi dalam mendaki jalan kehidupan ini. Kita sering mendapati ada aneka macam badai-badai salju yang terus menghantam badan kita. Mengapa tak disediakan saja , jalan yang lurus , tanpa perlu menanjak , semoga kita terbebas dari semua halangan itu?

Namun saudaraku , cobaan yang diberikan Sang Pencipta buat kita , yakni latihan , yakni ujian , yakni layaknya besi-besi yang ditempa , yakni menyerupai pisau-pisau yang terus diasah. Sesungguhnya , di dalam semua ujian dan latihan itu , ada tersimpan petunjuk-petunjuk , ada tersembunyi tanda-tanda , asal KITA PERCAYA.

Ya , asal kita percaya.

Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta , sehingga bisa membuat kita "memotong tali pengait" dikala kita tergantung terbalik? Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta , sampai kita mau menyerahkan semua yang ada dalam diri kita kepada-Nya?

Karena percaya adanya di dalam hati , maka mari kita tanamkan terus hal itu dalam kalbu kita. Karena rasa percaya tersimpan dalam hati , maka dipenuhilah nurani kita dengan kekuatan itu. Marilah kita percaya , akan ada petunjuk-petunjuk Sang Pencipta dalam setiap langkah kita menapaki jalan kehidupan ini. 
                           
                         Mintalah , maka akan diberikan kepadamu; carilah , maka kau akan mendapat; ketoklah , maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta , mendapatkan dan setiap orang yang mencari , mendapat dan setiap orang yang mengetok , baginya pintu dibukakan.(Matius 7:7-8)
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: Pendaki Gunung
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan