Friday, August 11, 2017

Perawan Maria Menurut Martin Luther

Sahabat FresOn | |


Perawan Maria Menurut Martin Luther


Maria ialah tokoh penting di dalam Kitab Suci yang dalam sejarah menjadi figur yang kontroversial. Ia dipuji , dicerca , dihormati , dibenci , dicintai dan ditelaah disepanjang segala zaman. Begitu banyak puisi , lagu , karya seni Gereja yang didedikasikan kepadanya , tetapi lebih dari pada itu Maria ialah seorang ibu rumah tangga yang sederhana , seorang ibu yang melahirkan Allah. Gereja menempatkan Maria pada posisi yang khusus karena peranannya di dalam sejarah keselamatan. Walaupun ia dipilih Tuhan sebagai bundaNya , penghormatan kepada Maria selalu berakar pada ketaatannya.
Dua ribu tahun yang lalu , dengan taat Maria mengatakan "Ya!" kepada rencana Allah. Ketaatan ini telah mereformasi dunia yang dijajah oleh dosa , keserakahan , serta nafsu kesombongan. Ketaatan ini bukanlah suatu panggilan yang ringan bahkan hampir mustahil dilakukan tanpa rahmat serta kerahiman ilahi. Maria telah menunjukkan kemanusiaannya kepada Tuhan untuk menebus dunia dari kutuk dosa; dengan demikian Sabda menjadi "Anak Manusia". Berikut ini petikan dari Martin Luther perihal Bunda Maria , petikan-petikan ini diambil dari tulisannya setelah memulai gerakan Reformasi Gereja.
“Apakah persamaan dari para dayang istana , aristokrat , raja , ratu , pangeran dan Kaisar dunia jikalau dibandingkan dengan Perawan Maria , Putri Daud. Ia ialah Bunda dari Tuhan kita , Pribadi yang amat agung di bumi ini. Setelah Kristus , dialah permata terindah dalam kekristenan. Sang Ratu yang ditinggikan di atas segala kebijaksanaan , kesucian dan ke agungan ini tak akan pernah cukup dipuji”.
“Sungguh pantas apabila sebuah kereta kencana emas mengiringi ia , dengan ditarik oleh empat ribu kuda dengan abdi utusan yang meniup sangkakala serta dengan lantang ber seru: "Lihatlah ia , Bunda Yang Agung , Putri Umat Manusia" tetapi yang ada hanyalah: seorang Perawan berjalan kaki dalam sebuah perjalanan jauh untuk mengunjungi Elisabet. Perjalanan ini ditempuhnya walaupun dikala itu ia sudah menjadi Bunda Allah. Bukan merupakan sebuah keajaiban apabila kerendahan hatinya dapat membuat gunung-gunung melonjak menari sukacita”.
“Melalu perkataannya sendiri dalam Magnificat (Lukas 1:46-55) ,dan melalui pengalamannya , Maria mengajar kita bagaimana caranya mengenal , mengasihi dan memuji Allah... Sejak awal , umat insan telah menyimpulkan segala kemuliaan yang diberikan kepada Maria di dalam sebuah kalimat: "Bunda Allah". Sekalipun insan mempunyai pengecap sebanyak daun di Pohon , rumput di padang , bintang di langit atau pasir di lautan , tak seorangpun bisa mengatakan hal yang lebih agung kepada Maria atau mengenai Maria. Perlu direnungkan dalam hati apakah artinya menjadi seorang Bunda Allah”.
Dalam rumusan katekismus yang biasa disebut sebagai Formula atau Buku Concord , Martin Luther juga menulis sedikit mengenai Bunda Maria sebagai berikut : “OIeh karena itu kami percaya , mengajar dan mengaku bahwa Maria secara sejati ialah Bunda Allah...Maria Iayak mendapatkan penghormatan yang paling tinggi”.

Sumber : Synaxis GOI Edisi November tahun 2007
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: Perawan Maria Menurut Martin Luther
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan