Kamis, 17 Agustus 2017

Pohon Bambu

Sahabat FresOn | |
Sebatang bambu yang rupawan tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.

Dia berkata kepada batang bambu , "Wahai bambu , maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa akses air , yang sangat berkhasiat untuk mengairi sawahku?"

Batang bambu menjawabnya , "Oh tentu gua mau jikalau dapat berkhasiat bagi engkau , Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa akses air itu."

Sang petani menjawab , "Pertama , gua akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang rupawan itu. Lalu gua akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu gua akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir gua akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu , supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila gua sudah selesai dengan pekerjaanku , engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur."

Mendengar hal ini , batang bambu lama terdiam..... , kemudian ia berkata kepada petani , "Tuan , tentu gua akan merasa sangat sakit dikala engkau menebangku. Juga pasti akan sakit dikala engkau membuang cabang-cabangku , bahkan lebih sakit lagi dikala engkau membelah-belah batangku yang rupawan ini , dan pasti tak tertahankan dikala engkau mengorek-ngorek episode dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah gua akan berpengaruh melalui semua proses itu , Tuan?"

Petani menjawab batang bambu itu , " Wahai bambu , engkau pasti berpengaruh melalui semua itu , alasannya yaitu gua memilihmu justru alasannya yaitu engkau yang paling berpengaruh dari semua batang pada rumpun ini. Kaprikornus tenanglah."

Akhirnya batang bambu itu mengalah , "Baiklah , Tuan. Aku ingin sekali berkhasiat bagimu. Ini gua , tebanglah gua , perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki."

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya , batang bambu rupawan yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani , kini telah bermetamorfosis pipa akses air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.



Pernahkah kita berpikir bahwa dengan duduk perkara yang datang silih berganti tak habis-habisnya , mungkin Yang Mahakuasa sedang memproses kita untuk menjadi rupawan di hadapan-NYA? Sama ibarat batang bambu itu , kita sedang ditempa , ALLAH sedang membuat kita tepat untuk di pakai menjadi penyalur berkat. DIA sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan bagi-NYA. Tapi jangan kuatir , kita pasti berpengaruh alasannya yaitu ALLAH tak akan menunjukkan beban yang tak bisa kita pikul. Kaprikornus maukah kita berserah pada kehendak ALLAH , membiarkan DIA bebas berkarya di dalam diri kita untuk menyebabkan kita alat yang berkhasiat bagi-NYA?

Seperti batang bambu itu , mari kita berkata , " Ini gua ALLAH , perbuatlah sesuai dengan yang KAU kehendaki."
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: Pohon Bambu
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan