Jumat, 04 Agustus 2017

Tidak akan Menyerah

Sahabat FresOn | |
Suatu hari gue memutuskan untuk berhenti. Berhenti dari pekerjaanku , berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku. Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. "Tuhan" , kataku , "Berikan gue satu alasan untuk tidak berhenti?" Dia memberi balasan yang mengejutkanku.
"Lihat ke sekelilingmu" , kataNya. "Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada dihutan ini?"
"Ya" , jawabku.
Lalu Tuhan berkata , "Ketika pertama kali Aku menanam mereka , Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya , Aku beri mereka air , pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat warna hijaunya yang menawan menutupi tanah namun tidak ada yang terjadi dari benih bambu tapi Aku tidak berhenti merawatnya.
Dalam tahun kedua , pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun , tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tetapi Aku tidak mengalah terhadapnya.
Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu , tapi Aku tetap tidak mengalah begitu juga dengan tahun ke empat.
Lalu pada tahun kelima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Dibandingkan dengan pakis , tunas itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti.
Namun enam bulan kemudian , bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat beliau berpengaruh dan memperlihatkan apa yang beliau butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memperlihatkan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani."

"Tahukan engkau anakKu , dari semua waktu pergumulanmu , bergotong-royong engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak mengalah terhadap bambu itu , Aku juga tidak akan pernah mengalah terhadapmu."

Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah."

"Saatmu akan tiba" , Tuhan mengatakan itu kepadaku. "Engkau akan tumbuh sangat tinggi".

"Seberapa tinggi gue harus bertumbuh Tuhan?" tanyaku.

"Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?" Tuhan balik bertanya.

"Setinggi yang mereka mampu?" gue bertanya

"Ya." jawabNya , "Muliakan Aku dengan pertumbuhanmu , setinggi yang engkau dapat capai."

Lalu gue pergi meninggalkan hutan itu , menyadari bahwa Tuhan tidak akan pernah mengalah terhadapku dan Dia juga tidak akan pernah mengalah terhadap anda.
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: Tidak akan Menyerah
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan