Rabu, 06 September 2017

10 PERINTAH ALLAH dan Penjelasannya

Sahabat FresOn | |


10 perintah Allah.
 ( Baca Kel 20 : 1 – 17 atau Ul 5 : 6 – 21 )




I. Keluaran 20 : 1-2

“Akulah Tuhan , Allahmu , yang telah membawa engkau keluar  dari tanah Mesir , dari kawasan perbudakan”
Sebelum memberikan ke sepuluh Firman , Tuhan memperkenalkan diri dulu dengan nama YHWH (baca ; Yahwe) dan menyebut diri Tuhan mereka , artinya Tuhan yang mengikat diri kepada Israel umat-Nya melalui sebuah perjanjian. Mereka diingatkan akan tindakan penyelamatan yang telah dilakukan-Nya bagi mereka.
Bagi umat Yahudi , kata pendahuluan ini sangat penting sehingga mereka memasukkannya sebagai Firman pertama juga. Firman pertama ini mendasari semua yang lain yang berasal dari Tuhan yang sudah menyelamatkan mereka.
Kesungguhan komitmen Tuhan sudah terang , maka dari itu Israel juga harus mewarnai ketaatan mereka bukan hanya dengan melaksanakan kewajiban saja , melainkan ketaatan sebagai balasan kasih atas kebaikan Tuhan kepada mereka.
Tuhan yang telah membebaskan Israel dari perbudakan , setelah itu mengikat mereka terhadap diri-Nya , hanya demi keselamatan Israel.
Anugerah Tuhan itulah yang memungkinkan umat untuk taat dan memelihara kekerabatan perjanjian itu dari pihak mereka.

Dengan perkataan ini , Ia hendak mengingatkan kita bahwa Ia yaitu Tuhan kita yang selalu beserta dan menyertai kita di sepanjang hidup ini. Melalui ini juga , Ia menyatakan diriNya sebagai Tuhan pembebas.


II. Keluaran 20 : 3-11
Disini berisi wacana perintah pertama hingga yang keempat. Yang kesemuanya di tujukan wacana bagaimana kita menawarkan ketaatan dan kasih kepada Tuhan kita

Perintah kesatu : “jangan ada padamu allah lain dihadapanKu” (Kel20:3)
Perhatikan kata allah di atas! Kata allah dalam aksara kecil hendak menawarkan allah yang palsu atau allah ciptaan manusia.
Kepada kita ketika ini , perintah kesatu masih berlaku. Kita tidak boleh menyembah dan memperhambakan diri  kepada allah-allah lain , misalnya percaya pada kuasa magis dan takhayul atau dengan memperhambakan diri kepada kemewahan , uang , ilmu pengetahuan , mode , dan sebagainya.
Perkataan “ada padamu allah” memiliki arti yakni menyandarkan diri , menaruh cita-cita , dan mencari kuasa-kuasa. Karena kita telah memiliki Tuhan yang kita percayai dan Kita juga telah menjadi milik Tuhan yang hidup , maka kita janganlah lagi percaya dan tunduk pada allah-allah lain atau kuasa-kuasa lain diluar Tuhan kita.
Banyak orang memuja seks ,uang , kuasa dan kemashyuran mirip di Kanaan kuno.Majalah dan program TV yang menyanjung-nyanjung kemewahan orang kaya dan korup , mencerminkan gambaran wacana ilah-ilah modern yang tidak begitu berbeda dengan pemujaan di Mesir dan Asiria pada zaman Nabi Musa.


 Perintah kedua : “jangan membuat bagimu patung yang mirip apapun yang ada di langit di atas , atau yang ada dibumi dibawah , atau yang ada di dalam air dibawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya , alasannya yaitu Aku Tuhan Allahmu yaitu Tuhan yang cemburu , yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya , kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku. Tetapi gua menawarkan kasih setia kepada beribu-ribu orang , yaitu mereka yang mengasihi Aku dan berpegang pada perintah-perintahKu.” (Kel20:4-6).

Pada zaman Perjanjian Lama ,entah yang merupakan personifikasi kekuatan alam (bulan , matahari) atau lambang kesuburan (ular ,sapi jantan).
Penggunaan patung semacam ini dipandang sebagai penyimpangan akhir pengaruh suku-suku Kanaan tetangga mereka.Israel mengalami godaan kepercayaan selama abad-abad sejarahnya , beberapa orang Israel memang menggunakan patung dewi kesuburan Astarte dalam rupa wanita bugil sebagai jampi2 untuk merangsang kehamilan dan hasil panen yang baik. Makara Perintah kedua ini membicarakan bagaimana cara kita menyembah Allah. Perintah ini mengandung arti sebagai berikut :
  1. Dilarang mematungkan Tuhan dengan cara atau bentuk apapun
  2. Dilarang menyembah , berdoa dan memohon kepada patung atau berhala
  3. Dilarang melaksanakan kebaktian dengan cara yang salah (Kel 32)

Perintah ketiga : “jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan , alasannya yaitu Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut namaNya dengan sembarangan” (Kel 20:7)
Perintah ini mengingatkan kita akan kekudusan nama Tuhan. Dalam bahasa Ibrani nama Tuhan yaitu YHWH yang berarti “Aku (akan) ada ya Aku (akan) ada”  (Kel 3:14). Dengan nama itu , Tuhan hendak menyatakan bahwa Ia akan selalu ada untuk menolong dan menyertai kita.
Perinta  ini melindungi nama Tuhan terhadap semua bentuk penyalahgunaan itu. Terhadap kecenderungan insan untuk berusaha mengendalikan kehadiran dan pertolongan Tuhan demi keuntungannya sendiri , bahkan sambil merugikan lawannya ( sumpah palsu , upacara magis dll )
Perintah keempat : Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat; enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melaksanakan segala pekerjaanmu , tetapi hari ketujuh yaitu hari Sabat Tuhan , Allahmu; maka jangan melaksanakan sesuatu pekerjaan , engkau atau anakmu laki-laki , atau anakmu perempuan , atau hambamu laki-laki , atau hambamu perempuan , atau hewanmu , atau orang aneh yang di kawasan kediamanmu. Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi , laut dan segala isinya , dan Ia berhenti pada hari ketujuh;  itulah sebabnya Tuhan memberkati hari sabat dan menguduskannya” (kel 20:8-11)

Dalam Ul 5 : 15 , menunjuk kembali kepada pengalaman di Mesir , di mana semua orang Israel pernah mengalami pekerjaan budak yang tak ada hentinya.Dari keadaan per-hamba-an itu mereka telah dibebaskan oleh Tuhan sendiri. Dalam Kel 20 , hari Sabat didasarkan pada irama kerja Tuhan sendiri , mencipta langit dan bumi dalam enam hari dan berhenti pada hari ke – 7.
Maksud dari perintah ini yaitu :
  1. Waktu atau hari yang di khususkan untuk Tuhan
  2. Menyediakan waktu untuk merenungkan makna dan tujuan hidup kita di hadapan Tuhan biar kita dapat menemukan rancangan/rencana Tuhan didalamnya.
Kata Minggu , berasal dari bahasa Portugis , yakni “dominggu” yang artinya “Tuhan”. Sehingga hari ahad yaitu hari Tuhan atau hari kemenangan Tuhan

III. Keluaran 20 : 12-17
Perintah kelima hingga yang kesepuluh menjelaskan kepada kita wacana cara mewujudkan ketaatan dan kasih kepada sesama kita.


Perintah kelima : “Hormatilah ayah dan ibumu , supaya lanjut umurmu di tanah yang di berikan Tuhan Allahmu kepadamu” (kel 20:12)
Sesama yang pertama untuk kita hormati yaitu orang renta kita , karena mereka yaitu orang yang pertama kali mempunyai kekerabatan dengan kita. Selain itu juga kalimat ini merujuk pada orang yang lebih renta dari kita , mirip tokoh agama , guru , pemerintah , atasan kita , dan lainnya.
Sepanjang mereka melaksanakan peran sesuai dengan kehendak Tuhan , kita harus mengikuti dan menaatinya dengan sungguh-sungguh. Karena peran penting orang renta yaitu meneruskan dongeng karya penyelamatan Tuhan kepada anaknya (ulangan 6:4-9).
Perintah keenam : “jangan membunuh” (kel 20:13)
Melalui perintah ini , kita di anjurkan untuk dapat menghargai hidup manusia. Hal ini dikarenakan , hidup yaitu anugerah Tuhan yang mulia.
Pembunuhan itu dimengerti dalam arti luas : bukan hanya “pembunuhan” musuh secara eksklusif dan sengaja tetapi juga pembunuhan yang terjadi tanpa sengaja dalam kecelakaan ( Ul 19 : 5 ).Hal ini disebabkan kelalaian yang bersangkutan.
Juga perlakuan keras terhadap orang yang menjadikan mati , inipun termasuk pembunuhan yang dilarang di sini ( mis : Hak 20 : 4 )
Abad 20 akan tercatat dalam sejarah sebagai kala dengan jumlah amat tinggi pembunuhan tanpa dasar hukum dan kecelakaan2 fatal biarpun tanpa sengaja , sekaligus meluasnya cara2 “medis” untuk menghilangkan  nyawa insan ( euthanasia/ mempercepat kematian untuk membebaskan sesama dari penderitaannya , abortus/pengguguran )
Perintah ketujuh : “jangan berzinah” (Kel 20 : 14)
Perintah ini menganjurkan kita untuk menjaga kesucian badan kita. Maksud dari perintah ini ialah
  1. Seseorang dilarang mengambil suami atau isteri sesamanya (2 Samuel 11:1-27)
  2. Bertingkah laku , memikirkan , dan mengucapkan perkataan yang tidak senonoh atau porno (Efesus 4:29 , Matius 5:28)
  3. Melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan dan belum menjadi suami istri atau bukan suami atau istrinya.
Perintah ini menyatakan kehendak Tuhan akan kesucian janji nikah dan seluruh kehidupan seksual di junjung tinggi sebagai perlindungan Tuhan yang mulia. Pernikahan mencerminkan persekutuan antara Kristus dengan jemaatNya dan badan kita merupakan kawasan kediaman roh kudus (Matius 5:27-28; Efesus 5:28-32; I Korintus 6:18-20).
Perintah kedelapan : “Jangan mencuri” (Kel20:15)
Artinya yaitu :
  1. Kita harus bisa menghargai milik dan hak orang lain
  2. Bersyukur atas apa yang telah kita masing-masing punyai
  3. Bersyukur atas perlindungan Tuhan kepada kita

Perintah kesembilan : “jangan mengucapkan saksi dusta wacana sesamamu” (Kel20:16)

Larangan ini tidak hanya mengenai hal berdusta atau memfitnah pada umumnya , tetapi juga  menyangkut situasi khusus yaitu sebagai saksi di pengadilan. Menjadi saksi bukanlah hal yang kecil artinya karena mempertaruhkan nama baik dan kehormatan sesama dan dalam perkara tertentu menyangkut hidupnya.
Perintah ke 9 ini diperluas lagi kepada banyak situasi “mengadili orang secara publik di luar pengadilan”.Firman ini mengingatkan biar kita saling percaya , tidak hanya menyangkut kesaksian di pengadilan umum tetapi juga segala macam kekerabatan , khususnya yang menentang hak sesama kita.Merupakan peran kita semua , melatih diri untuk mencoba melihat segi baik orang lain sekalipun ia itu musuh kita , dan yang terpenting yaitu untuk tidak memberi kesaksian jika tidak pasti kebenarannya.
Perintah ini mengajak kita untuk :
  1. Selalu hidup dalam kejujuran
  2. Menjaga dan memperjuangkan kebenaran
  3. Menjaga lisan kita sebagai alat komunikasi dan pembawa kasih yang baik.
Kata-kata yang kita ucapkan yaitu alat dari Tuhan untuk mengadakan kekerabatan dan membentuk persekutuan dengan sesama manusia. Melalui perintah ini , kita sebagai saksi Kristus yang ada di tengah dunia ini diingatkan untuk selalu berkata secara  jujur dan benar.

Perintah kesepuluh : “Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya , atau hambanya laki-laki , atau hambanya perempuan , atau lembunya , atau keledainya , atau apa pun yang di punyai sesamamu” (Kel20:17)
Perintah kesepuluh ini lebih bersifat batiniah , yakni wacana keinginan. Jika kita bisa menguasai keinginan-keinginan , tentulah kita tidak akan memiliki keinginan untuk menguasai milik orang lain. , juga  menekankan , bahwa kejahatan tidak dimulai dengan tindakan melainkan dari dalam hati alasannya yaitu hati menjadi pangkal segala tingkah laku.
Firman ini menuntut suatu moral sikap , suatu etik yang tidak hanya mengatur tindakan lahiriah tetapi juga membina sikap bathin.

Yesus bless you
Print Friendly and PDF
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: 10 PERINTAH ALLAH dan Penjelasannya
Ditulis Oleh Sky Geth
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan, santun, baik.
- Dilarang keras komentar Sara,Pornografi,Kekerasan,Pelecehan.
- Berkomentarlah yang berhubungan dengan topik ( no OOT)
Terima Kasih

Berlanganan